4 pancasila sebagai sistem filsafat

41
IMPLEMETASI PANCASILA IMPLEMETASI PANCASILA

Upload: rockzie-sii-roziealisme

Post on 30-Sep-2015

102 views

Category:

Documents


10 download

DESCRIPTION

Semester 1

TRANSCRIPT

  • IMPLEMETASI PANCASILA

  • IMPLEMETASI PANCASILA

    Tujuan materi Implentasi Pancasila :Untuk mengimplementasikan PANCASILA sebagai pedoman hidup, pandangan hidup, landasan berbangsa dan bernegara dengan baik dan benar.

  • Memahami Tingkatan-Tingkatan Pancasila

    Dengan memahami secara keseluruhan dalam mempelajari Pancasila diperoleh suatu pengetahuan ILMIAH yang terdiri atas empat tingkatan, sebagaimana hal yang lazim diawali dengan pertanyaan sebagai berikut :

  • Tingkatan-tingkatan :Pertanyaan :BAGAIMANA?dari pertanyaan Bagaimana, menunjukkan bahwa sebagai suatu pengetahuan deskriptif

  • Dengan jawaban ilmiah BAGAIMANA?Maka akan diperoleh suatu pengetahuan ilmiah yang bersifat deskreptif. yaitu Sebagai jenis pengetahuan yg memberikan penjelasan serta keterangan apa adanya tanpa disertai adanya pemboncengan kepentingan pribadi, sehingga bersifat objektif.

  • Mempelajari PANCASILA secara deskriptif, ialah menjelaskan tentang Pancasila secara obyektif, apa adanya : baik latar belakang sejarahnya rumus-rumusnya, sifat, isi, bentuk, susunan Pancasila dan segala perkembangannya.

    Dengan demikian diperoleh keterangan tentang Pancasila secara Obyektif.

  • Tingkatan-tingkatan :2. Pertanyaan :MENGAPA?dari pertanyaan Bagaimana, menunjukkan bahwa sebagai suatu pengetahuan KAUSAL

  • Dengan mencari suatu pertanyaan MENGAPA?Maka pengetahuan yang didapatkan adalah pengetahuan bersifat kausal, yaitu pengetahuan yang memberikan jawaban tentang sebab-akibat atau sebab-sebab dan asal muasal terjadinya suatu pengetahuan tentang PANCASILA yang bersifat kausal akan mengungkapkan asal mula, sebab akibat terjadinya PANCASILA.Mengapa

  • Tingkatan-tingkatan :3. Pertanyaan :KE MANA?dari pertanyaan Bagaimana, menunjukkan bahwa sebagai suatu pengetahuan NORMATIF

  • Dengan menjawab pertanyaan KEMANA?Maka pengetahuan yang didapat adalah pengetahuan yang bersifat normatif.

    Pengetahuan normatif adalah pengetahuan yang merupakan petunjuk atau norma, maka sebelum dikaji, lebih dahulu hal-hal yang selalu terjadi, selalu berulang karena sesuatu yang selalu berulang akan dapat menjadi kebiasaan yang kemudian menjadi norma.

  • hal ini bila kita terapkan pada Pancasila, akan kita dapati norma-norma atau ukuran yang dapat dipahami dari PANCASILA adalah norma hukum, norma etis, norma religius, norma estetis.

    oleh karena itu Pancasila adalah suatu konsep yang dapat dihayati, dipahami dan diamalkan secara manusiawi.

  • Tingkatan-tingkatan :4. Pertanyaan :APA?dari pertanyaan Bagaimana, menunjukkan bahwa sebagai suatu pengetahuan ESENSIAL

  • Untuk menjawab pertanyaan APA?Maka akan diperoleh suatu pengetahuan mengenai hakikat dari sesuatu yang dinyatkan.

    Hakikat adalah sesuatu yang secara mutlak menentukan bahwa sesuatu hal itu ada. Untuk membahas hakikat Pancasila, harus benar-benar dibahas sedalam-dalamnya sila demi sila, serta unsur-unsur yang mungkin ada.

    dan bidang ini HAKIKAT dibahas dengan materi FILSAFAT PANCASILA

  • Lanjut : pertanyaan APA? ..Kalau kita menganalisa lingkup bahasan Pancasila yuridis kenegaraan dalam lingkup deskriptif, kausal, normatif.

    Perbedaan pembahasan ilmu Pancasila Yuridis Kenegaraan dan Filsafat Pancasila adalah : Yuridis Kenegaraan membahas Pancasila dari segi ilmiah yaitu pembahasan Pancasila dalam fungsi dan kedudukannya sebagai dasar negara dari segi yuridis dan ketatanegaraan, termasuk realisasi pelaksanaannya dalam aspek peyelenggaraan negara. Konsekuensinya perlu juga ditinjau dari segi sejarahnya.

  • Lanjut : pertanyaan APA? ..Sedangkan pembahasan FILSAFAT PANCASILA, yaitu kajian pancasila sampai pada tingkat Hakikat sila-sila Pancasila.

    maka kajian filsafat pancasila membahas hakikat sila-sila Pancasila hingga intinya terdalam.

  • PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFATOleh : KASIANI, SH, MH

  • Pancasila mempunyai fungsi salah satunya sebagai filsafat bangsa. Filsafat sendiri merupakan usaha pemikiran sistematik, yaitu pemikiran dasariah mengenai manusia dalam seluruh semesta realita.Pancasila diajukan sebagai filsafat Negara, yaitu suatu pemikiran yang mendalam untuk dipergunakan sebagai dasar negara. Sebagai filsafat negara, Pancasila berkenaan dengan manusia sebab negara adalah lembaga manusia. Kelima sila PANCASILA berfokus pada manusia.

  • Beberapa definisi Filsafat :Plato (427 SM 348 SM) Ahli filsafat YunaniFilsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran asli.Aristoteles (382 322 SM), murid PlatoFilsafat ialah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik dan estetika.Al Farabi (870 950 M) ahli filsafat IslamFilsafat ialah ilmu pengetahuan tentang alam wujud bagaimana hakikat yang sebenarnya.

  • Immanuel Kant (1724 1804) ahli filsafat KatolikFilsafat ialah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang di dalamnya tercakup empat persoalan :1 Apakah yang dapat kita ketahui? (jawabannya: metafisika)2 Apakah yang seharusnya kita kerjakan? (jawabannya: etika)3 Sampai di manakah harapan kita? (jawabannya: agama)4 Apakah yang dinamakan manusia? (jawabannya: antropologi )

  • Berfilsafat berarti berpikir dan bertanya-tanya untuk mencari kebenaran. Namun tidak selalu manusia berpikir itu disebut berfilsafat.

    Usaha berfilsafat itu harus memenuhi syarat-syarat: - berpikir secara kritis, - runtut (sistematis), - menyeluruh (tidak terbatas pada satu aspek), - dan mendalam (mencari alasan terakhir).

  • Filsafat sering juga disamakan artinya dengan pandangan dunia (welt anschauung). Pandangan dunia adalah suatu konsepsi yang menyeluruh tentang alam semesta, manusia, masyarakat umum, nilai dan norma yang mengatur sikap dan perbuatan manusia dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, sesama manusia dan masyarakat, alam semesta dan dengan penciptanya.

    Pandangan hidup seseorang yang merupakan hasil dari pemikiran filosofis akan tercermin pada sikap dan cara hidup seseorang yang tentunya manusia akan berusaha membentuk konsep dasar yang benar dan sesuai dengan tingkat kemampuannya.

  • FILSAFAT & ILMU PENGETAHUAN(persamaan & perbedaan)

  • PERSAMAAN :Keduanya merupakan pengetahuan manusia.Keduanya berpangkal pada akal manusia untuk mencapai suatu kebenaranKeduanya memiliki syarat2 ilmiah yaitu : objek, metode, sitematis serta memiliki kriteria kebenaran.Keduanya merupakan suatu sistem pengetahuan manusia yang bersifat rasional dan sistematis.

  • PERBEDAAN :

    Filsafat merupakan induk ilmu pengetahuanFilsafat bersifat refleksi yaitu mempertanyakan dan membahas tentang objek termasuk filsafat itu sendiri maupun ilmu pengetahuan tidak bersifat refleksi.

  • PERBEDAAN :

    Filsafat membahas sesuatu secara menyeluruh dan universal sedangkan ilmu hanya membahas pada gejala-gejala yang sangat khusus dan dari sudut pembahasan yang khusus pula

  • PERBEDAAN :Filsafat bersifat spekulatif, artinya mengajukan dugaan-dugaan yang rasional yang melampaui batas-batas fakta. Spekulasi dilakukan dengan cara penyatupaduan dari semua pengetahuan, pemikiran dan pengalaman manusia menjadi satu pandangan yang komprehensif, adapun ilmu pengetahuan hanya menjelaskan fakta, mendeskripsikan fakta dengan segala hubungannya.

  • PERBEDAAN :Ilmu hanya menjelaskan fakta terutama fakta empiris, sedangkan filsafat memahami, menginterpretasikan dan menafsirkan fakta secara rasionalFilsafat membahas objek secara menyeluruh baik meliputi gejala empiris maupun nonempiris, adapun ilmu hanya membahas gejala-gejala empiris saja dan bersifat khusus.

  • FILSAFAT & AGAMA(PErsamaan & perbedaan)

  • Hubungan FILSAFAT dan AGAMA, memiliki persamaan dan perbedaan

    Dalam buku Sidi Gazalba, 1976:82,83. agama ada 2 macan pengertian :1. Agama langit yaitu agama yang diwahyukan oleh Tuhan kepada utusannya (Rasulnya) yang kemudian disampaikan kepada seluruh umat manusia.2. Agama budaya yang tidak berasal dari Tuhan, namun merupakan produk manusia.

  • Dalam masalah ini untuk mendapatkan suatu kejelasan tentang pengertian Filsafat dan Agama maka perbedaan yang terpenting adalah dengan agama wahyu (agama langit)

    Hal ini berdasarkan pada suatu kenyataan bahwa terdapat banyak hasil pemikiran filsafat yang kemudian menjadi suatu agama, misalnya : Filsafat India.

  • Berdasarkan pada pemikiran tersebut di atas maka dapat dipahami hubungan dan perbedaan antara Filsafat dan Agama adalah sebagai berikut :

  • Filsafat mrpk usaha manusia untuk mendapakan suatu kebenaran yang hakiki, melalui akal budinya dengan segala kemampuan bathiniahnya, baik yang menyangkut manusia maupun alam semesta dengan segalam permasalahannya.Agamapun demikian yaitu mengemukakan suatu kebenaran hakiki tentang segala sesuatu.1. Persamaan

  • Filsafat kebenarannya berpangkal tolak pada Akal Budi Manusia beserta seluruh potensi batiniah manusia.Agama kebenarannya bersumber pada wahyu TUHAN, adapun manusia hanya menerima dengan suatu iman dan ketaqwaannya.2. Perbedaan

  • Filsafat bersifat RASIONAL, Komprehensif dan Sistematis yang terbatas pandangan hidup kebenaran secara akal budi manusia.

    Agama tidak dapat dikenakan sistem kebenarannya yang menggunakan hukum-hukum akal manusia, maka agama hanya mampu dipahami hanya dengan hukum TUHAN. 3.

  • Filsafat Upaya untuk mendapatkan kebenaran dengan cara mempertanyakan dan mempermasalahkan segala hal yang dihadapi manusia, kemudian diupayakan pemecahannya dengan segala kemampuan akal budi.

    Agama, untuk sampai pada Kebenaran yang Hakiki maka manusia tidak dibenarkan untuk mempermasalahkan, mempertanyakan dan meragukan kebenaran yang di wahyukan oleh TUHAN lewat utusannya.Dengan demikian agama harus berangkat dari kepercayaan, keimanan dan ketaqwaan manusia4. Dari sudut pandang cara mendapatkan KEBENARAN

  • SURAMADU(Jembatan pembelah lautan)

  • .