avoidant personality disorder

Download Avoidant Personality Disorder

Post on 14-Oct-2015

150 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

book

TRANSCRIPT

AVOIDANT PERSONALITY DISORDER PUBLISHED IN: PSIKODIAGNOSTIK WRITTEN BYADMINPD LEAVE A REPLY PERMALINK 0.00 / 55 1 / 5 2 / 5 3 / 5 4 / 5 5 / 50votes,0.00avg. rating (0% score)Gangguan kepribadian menghindar (avoidant personality disorder; AvPD/APD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu mengalami hambatan-hambatan sosial, rasa tidak percaya diri, sensitif mengevaluasi diri dan menghindari interaksi sosial.Individu dengan gangguan kepribadian menghindar beranggapan bahwa berinteraksi dengan orang lain tidak perlu tidak begitu penting, dan tidak menarik samasekali bagi mereka. Penghindaran tersebut dapat disebabkan individu menghindari atau takut rasa akan diejek, menjadi bahan tertawaan, memalukan, ditolak atau disukai oleh orang lain. Kebanyakan individu dengangangguan kepribadianmerasa hidup sendiri atau dikucilkan dalam lingkungannya.Bagi individu dengan gangguan kepribadian menghindar, bersahabat bukanlah hal yang penting baginya, ia tidak akan bersusah payah menjalin persahabatan dengan orang lain atau kelompok seandainya ia tidak diterima. Bila ia berada atau bersama orang lain, individu AvPD takut melakukan kesalahan dalam pembicaraan atau takut tidak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh orang lain.Individu dengan gangguan kepribadian menghindar mempunyai karakteristik perhatian berlebihan pada penampilan perilaku, malu berhubungan dengan orang lain, kesulitan dalam mengekspresikan perasaan-perasaannya dan adanya perasaan kesepian (keterasingan).Individu dengan gangguan AvPD tidak merasakan ada gangguan dalam dirinya hal inilah yang menyulitkan gangguan ini untuk disembuhkan, individu tersebut sering menyebutkan dirinya malu setiap kali berhadapan dengan orang lain. Bentuk-bentuk penghindaran seperti mengasingkan dirinya, mudah tersinggung dan menjauhkan dirinya dari orang lain. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penolakan atau penghinaan dirinya.Beberapa gejala perilaku gangguan kepribadian menghindar kadang membingungkan dengan gejala yang ada padasosial phobia(SAD, social anxiety disorder) dimana keduanya menghindari kontak sosial, akan tetapi AvPD lebih cenderung pada karakter pemalu. Sementara pada individu dengan gangguan sosial phobia sulit untuk berbicara dengan orang lain atau ditempat umum. Perbedaan lainnya individu AvPD tidak pernah takut pada situasi-situasi sosial yang akan dihadapinya.

Berbeda halnya dengan individu pemalu, penderita gangguan kepribadian menghindar melakukan sesuatu agar dirinya tidak menonjol dimuka umum, misalnya saja ia akan memilih tempat duduk dibelakang dimana ia tidak akan menjadi pusat perhatian orang, individu ini melakukan sesuatu terlebih dahulu untuk membaca situasi agar ia dapat merasa nyaman dan aman dari pandangan atau perhatian orang lain.[one_half] [addbox] Sekilas tentang:Gangguan Kepribadian Menghindar[/addbox]Gangguan kepribadian AvPD memiliki beberapa gejala yang serupa dengan sosial phobia, agoraphobia dan kepribadian pemalu. Adanya kemiripan diskripsi inilah barangkali International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD) tidak mencantumkan jenis gangguan ini dalam taksologi gangguan kepribadian.Ciri-ciri Sensitif terhadap kritikan dan penolakan Mengisolasi dirinya sendiri Malu berlebihan ketika menjalin hubungan dengan orang lain Menghindari hubungan dengan orang lain Minder Rendah self esteem Tidak percaya pada orang lain Menjaga jarak hubungan emosional dengan orang lain, tidak ingin akrab. Waspada berlebihan Bermasalah dalam dunia kerja Merasa dirinya sendirian Perasaan inferioritas Suka menyalahkan dirinya sendiri Mempunyai fantasi tinggi[/one_half] [one_half_last]FAKTOR PENYEBAB

Faktor penyebab langsung munculnya gangguan ini tidak diketahui secara pasti, namun diperkirakan penolakan secara langsung oleh orangtua pada masa kanak-kanak merupakan salah faktor. Penolakan tersebut membuat anak berhati-hati, selalu menjaga dirinya tidak melakukan kesalahan di depan orang lain mulai berkembang hingga terbentuknya penyimpangan perilaku sampai memasuki fase dewasa.SIMTOM1) Menghindari aktivitas yang melibatkan atau berhubungan dengan orang lain karena rasa takut akan dikritik, tidak diterima atau ditolak.2) Tidak mau berhubungan dengan orang lain kecuali orang-orang tertentu yang menyukainya.3) Menahan dan mengekang dirinya agar tidak akrab dengan orang lain yang disebabkan oleh rasa malu atau takut diejek oleh orang lain4) Menghindari yang disebabkan rasa takut terhadap situasi-situasi sosial yang akan membuatnya ditolak atau dikritik orang banyak.5) Merasa dirinya tidak pantas dalam pelbagai situasi ketika berhubungan dengan orang lain6) Merasa dirinya tidak layak, tidak menarik dan perasaan-perasaan inferioritas terhadap orang-orang7) Segan berperan aktif dalam beraktivitas atau kegiatan baru lainnya disebabkan adanya perasaan maluTREATMENT MedikasiTidak ada obat-obatan yang dapat menyembuhkan gangguan kepribadian menghindar (AvPD) secara langsung, dokter akan menganjurkan penggunaan obat anti cemas atau antidepressant bila individu bersangkutan disertai dengan kecemasan. Pada kenyataannya, beberapa laporan menyebutkan sebagian besar penderita gangguan kepribadian AvPD disertai dengangangguan kecemasan, diantaranya juga disertai denganserangan panikdanagoraphobia. PsikoterapiTerapi yang efektif dalam penyembuhan gangguan kepribadian menghindar sering digunakan adalah Cognitive behavioral therapy (CBT), secara umum CBT membantu individu mengenal sikap dan perilaku yang tidak sehat, kepercayaan dan pikiran negatif dan mengembalikannya secara positif. Terapi kelompok dalam CBT, individu akan dilatih agar mampu menyesuaikan dirinya dengan orang lain, saling menghargai dan mengenal cara berpikir orang lain secara positif.An Eccedentesiast

"eccedentesiastnounSomeone who fakes a smile"

"Dia tersenyum, tertawa, ceria, bahagia, tetapi sebenarnya tidak."

Eccedentesiast adalah hal yang sederhana.Yang tidak akan kau sadari kedatangannya.

Eccedentesiast adalah hal yang baik, juga buruk.Yang biasa di-cap sebagai hal negatif, juga positif.

Eccedentesiast adalah sifat refleks.Yang tidak bisa kau hentikan.

Namun Eccedentesiast bukan sesuatu yang tetap.

Dan tidak ada yang salah menjadi Eccedentesiast, karena itu adalah sebuah pilihan.

Seorang eccedentesiast biasa mengorbankan dirinya. Namun bukan berarti dia senang melakukannya. Kadang kala ia melepaskan sifatnya itu, dan menjadi hilang kendali sama seperti yang lainnya.Ia tersenyum ketika dirnya dan yang lain bersedih. Ya, dirinya sebenarnya bersedih, namun mengapa?

Eccedentesiast kecil mungkin sering menangis. Namun mungkin tidak pada sembarang tempat. Ia menangis dalam diam, saat tidak banyak orang yang melihat.

Suatu saat ia terjatuh dan terlukalah lututnya, darah mengalir dari lututnya. Ia sendirian saat itu dan tidak ada yang menghampiri untuk menolongnya, namun ia tidak menangis. Niatnya yang hendak memanggil temannya yang lain ia urungkan dan ia pun kembali ke kelasnya sambil menahan sakit. Ia duduk di pojok ruangan menunggu temannya yang lain dalam diam. Beberapa murid telah masuk namun tak ada seorangpun yang menyadari keadaannya, sampai pelajaran selanjutnya pun dimulai. Eccedentesiast kecil masih duduk di pojokan, saat itulah salah satu temannya sadar akan hal itu.Semua temannya berbalik padanya, ada menanyakan keadaannya, memasang tampang khawatir kepadanya, dan ada yang mendoakannya. Seorang temannya berkata bahwa ia mungkin akan langsung menangis jika itu terjadi padanya dan Eccdentesiast kecil hanya membalasnya dengan senyuman. Saat ia pulang kerumah, rasa sakitnya semakin tidak tertahan. Ia menangis saat itu, saat hanya keluarganya yang melihat.

Pernah suatu saat Eccedentesiast bertengkar dengan saudaranya yang lebih tua, karena ego saudaranya yang terlalu tinggi itu akhirnya Eccedentesiast kecil mengalah. Namun ia segera berlari ke dapur dan menangis disana. Tangisannya saat itu sangat kencang dan membuat ayahnya datang kepadanya. Apa yang kau bayangkan? Apakah kau membayangkan ayahnya itu akan menunduk dan menghibur anaknya yang sedang menangis itu? Tidak. Saat itu ayahnya datang sambil memegangi sapu seperti hendak memukul. Ayahnya menasihatinya habis-habisan sambil sedikit berteriak. Namun bukan berarti ayahnya adalah orang yang jahat. Ya, ayahnya sedang mengajarinya tentang ketegaran walau saat itu Eccedentesiast kecil belum menyadari hal itu.Kuat bukan? Ya, dia hanya anak kecil saat itu. Tetapi sampai kapan Eccedentesiast kecil akan tahan terhadap hal itu?

Akhirnya ia pun tumbuh besar. Ia mulai mengetahui banyak hal. Temannya pun menjadi banyak. Ia tumbuh dengan baik. Masa remajanya sangat berwarnya ketika banyak temannya yang senang membagi cerita kepadanya. Eccedentesiast remaja sangat senang jika ia harus memberi saran kepada teman temannya, dan melihat senyuman dari bibir teman temannya itu. Namun tidak hanya hal-hal yang membahagiakan seperti itu yang mewarnai harinya. Ia juga sudah mengenal konflik. Banyak konflik yang harus dihadapinya menjadikan Eccedentesiast remaja semakin sering mengalah. Ya, ia sangat membenci konflik. Sebisa mungkin itu harus dihindarinya.Semakin dewasa, ia semakin jarang menangis. Saat perpisahan dengan guru dan temannya pun seringkali hanya dia yang tidak menangis. Dia bersedih sama seperti yang lainnya, dia ada di antara teman temannya, mengelus pundak temannya sambil tersenyum. Ya, dia senang melakukan hal itu.Ada masalah pun seringkali pun dipendamnya. Dia semakin tidak suka memperlihatkan wajah menangisnya di depan banyak orang, termasuk kedua orangtuanya.

Jadi salahkah menjadi seorang Eccedentesiast? Apakah berarti dia seorang yang munafik, bermuka dua dan yang lainnya? Jika dia tidak menyukainya, mengapa ia tersenyum? Lalu apakah dia seorang yang gila?Tidak, dia hanya berusaha membuat dunianya menjadi lebih baik.Tersenyum bukanlah sia-sia. Ia ber