bab iv hasil dan pembahasan 4.1. 4.1.1. a. sejarah jhon

of 26 /26
52 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Gambaran Umum Penelitian a. Sejarah Jhon Culture Jhon Culture adalah sebuah brand fasion local asli Ponorogo, dimana brand tersebut mengusung tema Budaya disetiap desain-desain kaosnya, seperti tokoh budaya, monument/ikon kota, sampai tarian- tarian tradisional yang di kemas epic dalam sebuah desain. Jhon Culture resmi berdiri 01 September 2017, dimana store pertama Jhon Culture berada di jalan Batoro Katong nomor 181 barat Klinik Ultra Medika. Gebrakan pertaman untuk memperkenalka produk Jhon Culture ke masyarakat Ponorogo adalah dengan menjadi salah satu pihak sponsor utama di acara besar Kabupaten Ponorogo, yaitu Grebeg Suro 2017. Seiring berjalannya waktu dan makin banyaknya event-event yang di sponsori oleh Jhon Culture, masyarakat Ponorogo mulai banyak yang mengenal brand lokal ini, dimana disetiap harinya pengunjung yang datang di toko untuk membeli rata-rata lebih dari 10 sampai 15 orang. Karena makin banyaknya permintaan dan dukungan dari masyarakat Ponorogo, Jhon Culture memutuskan untuk pindah ke tempat yang lebih baik.

Upload: others

Post on 16-Oct-2021

6 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

52

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian

4.1.1. Gambaran Umum Penelitian

a. Sejarah Jhon Culture

Jhon Culture adalah sebuah brand fasion local asli Ponorogo,

dimana brand tersebut mengusung tema Budaya disetiap desain-desain

kaosnya, seperti tokoh budaya, monument/ikon kota, sampai tarian-

tarian tradisional yang di kemas epic dalam sebuah desain. Jhon

Culture resmi berdiri 01 September 2017, dimana store pertama Jhon

Culture berada di jalan Batoro Katong nomor 181 barat Klinik Ultra

Medika. Gebrakan pertaman untuk memperkenalka produk Jhon

Culture ke masyarakat Ponorogo adalah dengan menjadi salah satu

pihak sponsor utama di acara besar Kabupaten Ponorogo, yaitu Grebeg

Suro 2017.

Seiring berjalannya waktu dan makin banyaknya event-event

yang di sponsori oleh Jhon Culture, masyarakat Ponorogo mulai

banyak yang mengenal brand lokal ini, dimana disetiap harinya

pengunjung yang datang di toko untuk membeli rata-rata lebih dari 10

sampai 15 orang. Karena makin banyaknya permintaan dan dukungan

dari masyarakat Ponorogo, Jhon Culture memutuskan untuk pindah ke

tempat yang lebih baik.

Page 2: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

53

Pada akhir tahun 2018, Jhon Culture resmi pindah di Mall

Ponrogo City Center (lantai G), dengan tempat baru semoga dapat

mempermudah akses untuk para pelanggan setia Jhon Culture.

Peningkatan travic pengunjung semakin banyak dan semakin besar,

dalam satu hari lebih dari 20-25 pengunjung yang datang, mulai dari

masyarakat Ponorogo, luar kota, luar jawa, bahkan luar negeri. Produk

Jhon Culture berkembang lebih luas lagi, tidak hanya kaos, tapi juga

ada sepatu, sandal, tas, jaket, dompet, sampai accecoris ringan seperti

gantungan kunci.

Jhon Culture semakin berkembang dan semakin besar, dimana

Jhon Culture telah memiliki lebih dari 300 reseller yang tersebar di

seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Omset puluhan juta juga telah di

raup oleh Jhon Culture di setiap bulannya, Jhon Culture juga telah

memiliki cabang di beberapa daerah yang ada di Indonesia, termasuk

di Malang dan Yogjakarta.

Owner : Galih Kusuma

Bendahara : Kholib Nur Abidin

Humas : Nanda Setya

Desainner : Purba Dwi Mega

Kepala Toko : Fandy Asrori

Page 3: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

54

Karyawan : 1. Ahmad Rajali

2. Binti Sholeha

3. Yolla Audria

4. Anaz Fauzi

5. Septi Maharani

6. Ella Damalyanti

b. Visi dan Misi

Sajian budaya yang dikemas epic melalui karya, dan di produksi oleh

tangan-tangan kreatif anak bangsa.

4.2. Karakteristik Responden

4.2.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Pada penelitian ini terdapat beberapa karakteristik responden

yang berdasarkan usia. Adapun responden dalam penelitian ini adalah

100 responden atau orang. Berikut responden dapat di jelaskan di

bawah ini :

Page 4: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

55

Tabel 4.1

Responden Berdasarkan Usia

Usia

Frequency Percent Valid Percent Cumulative

Percent

Valid 15 - 20 Tahun 20 20.0 20.0 20.0

21 - 25 Tahun 22 22.0 22.0 42.0

26 - 30 Tahun 19 19.0 19.0 61.0

31 - 33 Tahun 23 23.0 23.0 84.0

> 34 Tahun 16 16.0 16.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Sumber Data Primer Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.1 diatas bahwa responden yang

berdasarkan usia dapat dikelompokan bebarapa aitem diantaranya.

Responden terbanyak yang berdasarkan umur 31 – 33 tahun adalah

sebesar 23 orang dengan Percent 23,0. Dan responden berdasarkan

umur 21 – 25 tahun yaitu sebesar 22 orang dengan Percent 22.0. Selain

itu diikuti responden yang berumur 15 – 20 tahun sebesar 20 orang

dengan Percent 20,0. Kemudian responden yang berdasarkan umur 26

– 30 tahun sebesar 19 orang dengan Percent 19,0. Dan terakhir

responden yang terendah berdasarkan umur yaitu > 34 tahun sebesar

16 orang dengan Percent 16,0. Artinya dapat disimpulkan bahwa

industri Jhon Culture Ponorogo mengutamakan kebutuhan generasi

muda yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Page 5: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

56

4.2.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Pada penelitian ini terdapat beberapa karakteristik responden

yang berdasarkan jenis kelamin. Adapun responden dalam penelitian

ini adalah 100 responden atau orang. Berikut responden dapat di

jelaskan di bawah ini :

Tabel 4.2

Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin

Frequency Percent Valid Percent Cumulative

Percent

Valid Laki - Laki 61 61.0 61.0 61.0

Perempuan 39 39.0 39.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Sumber : Data Primer Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.2 diatas yaitu responden yang terbanyak

adalah responden yang berdasarkan jenis kelamin laki - laki sebesar 61

orang dengan percent 61,0. Kemuadian diikuti dengan responden

yang jenis kelamin perempuan berjumlah 39 orang dengan percent

39,0. Artinya industri Jhon Culture Ponorogo banyak respondennya

yang berjenis laki – laki.

4.2.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan

Pada penelitian ini terdapat beberapa karakteristik responden

yang berdasarkan pengahasilan. Adapun responden dalam penelitian

ini adalah 100 responden atau orang. Berikut responden dapat di

jelaskan di bawah ini :

Page 6: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

57

Tabel 4.3

Responden Berdasarkan Penghasilan

Penghasilan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative

Percent

Valid Rp 999.000 23 23.0 23.0 23.0

Rp 1.000.000 - 2.499.000 29 29.0 29.0 52.0

Rp 2.500.000 - 3.999.000 27 27.0 27.0 79.0

Rp > 4.000.000 21 21.0 21.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Sumber : Data Primer Tahun 2021

Pada Tabel 4.3 diatas menunjukan bahwa responden yang terbanyak

yang berdasarkan penghasilan adalah sebesar 29 dengan Percent 29,0. Dan

kemudian di ikuti responden berdasarkan penghasilan adalah 27 orang

dengan Percent 27,0. Selanjutnya responden yang berdasarkan penghasilan

sebesar 23 orang dengan Percent 23,0. Dan terakhir responden yang

bepengahasilan rendah adalah 21 orang dengan Percent 21,0. Artinya dapat

disimpulkan bahwa industri Jhon Culture Ponorogo memiliki responden

yang berpengahasilan Rp 1.000.000 – 2.499.000.

4.2.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Prosentase identitas responden dalam penelitian ini adalah

pengelompokan responden berdasarkan pendidikan terakhir. Dari

penelitian 100 responden, pendidikan terakhir responden akan di

tunjukan pada tabel berikut ini:

Page 7: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

58

Tabel 4.4

Responden Berdasarkan Pendidikan

Pendidikan

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid SMA/SMK 35 35.0 35.0 35.0

D3 29 29.0 29.0 64.0

S1 19 19.0 19.0 83.0

S2 17 17.0 17.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Sumber : Data Primer Tahun 2021

Pada tabel 4.4 menjelaskan bahwa responden berdasarkan

tingkat Pendidikan lebih banyak pengguna industri Jhon Culture

Ponorogo adalah tingkat Pendidikan SMA/SMK sebesar 35 orang

dengan Percent 35,0. Dan di ikuti oleh tingkat pendidikan D3

sebesar 29 orang dengan Percent 29,0. Selanjutnya pada tingkat

Pendidikan S1 sebesar 19 orang dengan Percent 19,0. Dan terakhir

tingkat Pendidikan S2 sebesar 17 orang dengan Percent 17,0.

Artinya dapat di jelaskan bahwa responden tingkat pendidikan

yang banyak mendominasi adalah yang berpendidikan SMA/SMK.

4.3. Tanggapan Responden

Berikut tanggapan responden pada penelitian ini, dapat di jelaskan

sebagai berikut :

Page 8: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

59

4.3.1. Variabel Harga (X1)

Menurut Saladin (2003) harga adalah sejumlah uang sebagai

alat tukar untuk memperoleh produk dan harga. Variabel tersebut dapat

di jelaskan di bawah ini :

Tabel 4.5

Variabel Harga

No Variabel SKOR ∑

Skor

Responden

Rata-

rata SS S N TS STS

1 X1.1 32 40 21 4 3 394 100 3,94

2 X1.2 32 48 17 3 - 409 100 4,09

3 X1.3 33 53 10 3 - 413 100 4,13

Total niai rata-rata Harga 12,16

Nilai rata-rata 4,035

Sumber : Data Primer Tahun 2021

Pada tabel 4.5 tanggapan responden variabel harga menunjukan

bahwa “Harga yang Jhon Culture sediakan telah sesuai dengan

manfaat yang saya peroleh” dengan memiliki nilai skor yang tertinggi

sebesar 413 dengan nilai rata – rata 2,13. Sedangkan nilai yang

terendah adalah “Jhon Culture menjual produk pakaian dengan harga

yang lebih murah dibandingkan kompetitornya” dengan nilai sebesar

394 dan nilai rata – rata memiliki 3,94.

4.3.2. Variabel Kualitas Produk (X2)

Kualitas produk menurut Kotler dan Amstrong (2014) adalah

kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya, meliputi

daya tahan, keandalan, ketepatan, kemudahan operasi dan perbaikan,

Page 9: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

60

serta atribut bernilai lainnya. Adapun variabel kualitas prodak dapat di

jelaskan di bawah ini :

Tabel 4.6

Variabel Kualitas Prodak

No Variabel SKOR ∑

Skor

Responden

Rata-

rata SS S N TS STS

1 X2.1 22 65 13 - - 409 100 4,09

2 X2.2 22 60 14 3 1 399 100 3,99

3 X2.3 25 48 27 - - 398 100 3,98

Total niai rata-rata Kualitas Prodak 12,06

Nilai rata-rata 4,02

Sumber : Data Primer Tahun 2021

Berdasarkan tanggapan responden pada tabel 4.6 diatas

menjelaskan bahwa “Jhon Culture menjual produk pakaian dengan

tampilan pakaian yang menarik” degan memiliki nilai skor tertinggi

sebesar 409 dan nilai rata – rata sebesar 4,09 sedangkan pertanyaan

yang nilai terendah adalah “Produk pakaian yang dijual oleh Jhon

Culture memiliki atribut produk yang menyamankan ketika

digunakan” dengan nilai skor sebesar 398 dan nilai rata – rata 3,98.

4.3.3. Variabel Promosi (X3)

Pengertian promosi adalah kegiatan komunikasi antara

perusahaan dan konsumen sebagai usaha untuk mempengaruhi

konsumen dalam kegiatan pembelian sesuai keinginan dan

kebutuhannya (Anindhyta, 2016). Adapun variabel promosi dapat di

jelaskan di bawah ini :

Page 10: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

61

Tabel 4.7

Variabel Promosi Penjualan

No Variabel SKOR ∑

Skor

Responden

Rata-

rata SS S N TS STS

1 X3.1 19 65 13 3 - 400 100 4

2 X3.2 20 55 23 2 - 393 100 3,93

3 X3.3 60 35 3 2 - 450 100 4,5

Total niai rata-rata Promosi 12,43

Nilai rata-rata 4,143

Sumber : Data Primer Tahun 2021

Berdasarkan tanggapan responden pada tabel 4.7 diatas dapat

menguraikan bahwa “Jhon Culture mengimplementasikan pelayanan

penjualan langsung kepada konsumen” degan memiliki nilai skor

tertinggi sebesar 450 dan nilai rata – rata sebesar 4,50 sedangkan

pertanyaan yang nilai terendah adalah “Jhon Culture

mengimplementasikan sales promotion dengan baik kepada

konsumen” dengan nilai skor sebesar 393 dan nilai rata – rata 3,93.

4.3.4. Variabel Keputusan Pembelian (Y)

Menurut Anugrah & Sopa, (2016) keputusan membeli adalah

suatu sikap yang merupakan hasil atau kelanjutan dari proses yang

dilakukan individu ketika dihadapkan pada situasi dan alternatif

tertentu untuk berperilaku dalam memenuhi kebutuhannya. Adapun

variabel keputusan pembelian dapat di jelaskan di bawah ini:

Page 11: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

62

Tabel 4.8

Variabel Keputusan Pembelian

No Variabel SKOR ∑

Skor

Responden

Rata-

rata SS S N TS STS

1 Y.1 61 35 3 1 - 456 100 4,56

2 Y.2 50 46 3 1 - 445 100 4,45

3 Y.3 45 53 2 - - 443 100 4,43

Total niai rata-rata Keputusan Pembelian 13,44

Nilai rata-rata 4,48

Sumber : Data Primer Tahun 2021

Berdasarkan tanggapan responden pada tabel 4.8 diatas dapat

menguraikan bahwa “Jhon Culture menjual produk pakaian yang

sesuai dengan kebutuhan saya” degan memiliki nilai skor tertinggi

sebesar 456 dan nilai rata – rata sebesar 4,56 sedangkan pertanyaan

yang nilai terendah adalah “Jhon Culture menjual produk pakaian yang

sesuai dengan selera berpakaian saya” dengan nilai skor sebesar 443

dan nilai rata – rata 4,43.

Rata – Rata Variabel

Berikut ini nilai rata – rata setiap pertanyaan yang dapat di lihat

pada tabel berikut ini :

Tabel 4.9

Rata – rata Variabel

Variabel X Total Rata – rata

Variabel (a)

Jumlah Indikator

(b)

Rata – rata **

(a) : (b)

Harga (X1) 12,16 3 4,053

Kualitas Prodak (X2) 12,06 3 4,02

Promosi (X3) 12,43 3 4,143

Sumber : Data Primer Tahun 2021

Page 12: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

63

Berdasarkan nilai rata – rata diatas pada tabel 4.9 dapat

menjelaskan bahwa nilai rata – rata yang tertinggi adalah variabel

Promosi Penjualan sebesar 4,143 sedangkan nilai rata – rata yang

terendah adalah variabel Kualitas Prodak sebesar 4,02.

4.4. Metode Analisis Data

4.4.1. Uji Validitas

Menurut Ghozali (2016) menjelaskan bahwa uji validitas

digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner.

Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner

mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner

tersebut. Biasanya uji ini membandingkan nilai r hitung dengan nilai r

tabel. Nilai r hitung dapat dilihat pada hasil ouput SPSS sedangkan

nilai r tabel dapat di lihat pada tabel dengan memakai rumus df = n - 2

(Ghozali, 2013).

Jiak r hitung lebih besar r tabel maka instrument dikatakan valid

Jika r hitung lebih kecil r tabel maka instrument dikatakan tidak

valid

Tabel 4.10

Uji Viliditas Variabel Harga (X1)

Variabel Indikator r hitung r tabel Keterangan

Harga (X1)

X1.1 0,636 0,1654 Valid

X1.2 0,486 0,1654 Valid

X1.3 0,624 0,1654 Valid

Sumber : Data Primer Tahun 2021

Page 13: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

64

Berdasarkan hasil uji validitas pada variabel harga (X1) di atas,

maka dapat dilihat nilai r hitung > r tabel. Artinya uji validitas variabel

dapat dikatakan valid.

Tabel 4.11

Uji Viliditas Variabel Kualiatas Prodak (X2)

Variabel Indikator r hitung r tabel Keterangan

Kualitas Prodak

(X2)

X1.1 0,732 0,1654 Valid

X1.2 0,816 0,1654 Valid

X1.3 0,804 0,1654 Valid

Sumber : Data Primer Tahun 2021

Berdasarkan hasil uji validitas pada variabel kualitas prodak

(X2) di atas, maka dapat dilihat nilai r hitung > r tabel. Artinya uji

validitas variabel kualitas prodak dapat dikatakan valid.

Tabel 4.12

Uji Viliditas Variabel Promosi (X3)

Variabel Indikator r hitung r tabel Keterangan

Promosi (X3)

X1.1 0,730 0,1654 Valid

X1.2 0,858 0,1654 Valid

X1.3 0,673 0,1654 Valid

Sumber : Data Primer Tahun 2021

Berdasarkan hasil uji validitas pada variabel promosi (X3) di

atas, maka dapat dilihat nilai r hitung > r tabel. Artinya uji validitas

variabel promosi dapat dikatakan valid.

4.4.2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah untuk mengukur suatu kuesioner yang

merupakan indikator dari variabel atau konstruk (Ghozali, 2016).

Page 14: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

65

Untuk mengukur reliabilitas digunakan uji statistic Cronbach Alfa (α).

Suatu variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach’s

Alfa > 0,60 sedangkan, jika sebaliknya data tersebut dikatakan tidak

reliable (Ghozali, 2016).

Tabel 4.13

Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach’s

Alpha Kriteria Keterangan

Harga (X1) 0,753 0,06 Reliabele

Kualitas Prodak (X2) 0,819 0,06 Reliabele

Promosi (X3) 0,806 0,06 Reliabele

Keputusan Pembelia (Y) 0,818 0,06 Reliabele

Sumber : Data Primer Tahun 2021

Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada tabel 4.13 diatas,

menunjukan bahwa variabel harga, kualitas prodak, dan promosi

terhadap keputusan pembelian memberikan nilai Cronbach’s Alfa >

0,06. Artinya bahwa pada uji reliabilitas tersebut terjadi reliabel.

4.5. Alat Analisis Data

4.5.1. Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda adalah peramalan dalam

kemungkinan yang mendekati kenyataan antara variabel yang ada dan

memperhatikan variabel lain yang mempengaruhinya (Ghozali, 2016).

Berikut hasil uji regresi linier berganda dapat di jelaskan di bawah ini :

Page 15: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

66

Tabel 4.14

Regresi Linier Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 4.318 1.641 2.631 .010

Harga .466 .081 .539 5.786 .000

Kualitas Prodak .245 .084 .292 2.931 .004

Promosi .033 .084 .036 .388 .699

a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Sumber : Data Primer Tahun 2021

Berdasarkan hasil regresi liner berganda pada tabel 4.14 diatas,

dapat dijelaskan dengan persamaan regresi dengan keputusan

pembelian sebagai variabel dependen yaitu :

Y = 4,318 + 0,466 + 0,245 + 0,033

1) Nilai kostanta sebesar 4,318, artinya bahwa apabila variabel Harga,

Kualitas Prodak, dan Promosi tidak ada (Nol), maka keputusan

pembelian tetap memiliki nilia sebesar 5,094.

2) Nilai koefisien regresi linier berganda variabel harga (X1) memiliki

nilai positif sebesar 0,466. Hal ini menunjukan apabila variabel

harga meningkat satu satuan maka keputusan pembelian juga

mengalami peningkatan sebesar 0,466 dengan asumsi tidak

merubah variabel bebas lainnya.

Page 16: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

67

3) Nilai koefisien regresi linier berganda variabel kualitas prodak (X2)

bernilai positif sebesar 0,245. Artinya apabila variabel kualitas

prodak meningkat satu satuan maka keputusan pembelian terdapat

juga peningkatan sebesar 0,245 dengan asumsi tidak merubah

variabel bebas lainnya.

4) Nilai koefisien regresi linier berganda variabel promosi (X3)

bernilai positif sebesar 0,033. Artinya apabila variabel Content

mengalami peningkatan sebesar satu satuan maka keputusan

pembelian juga meningkat sebesar 0,033 dengan asumsi tidak

merubah variabel bebas lainnya.

4.5.2. Analisis Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien Determinasi ( ) pada intinya mengukur seberapa

jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen

(Ghozali, 2016).

Tabel 4.15

Koefisien Determinasi

Sumber : Data Primer Tahun 2021

Dari hasil koefisien deterninasi pada tabel 4.15 diatas,

menjelaskan bahwa nilai R Square sebesar 0,279 atau 27,9 %. Artinya

nilai tersebut menjelaskan bahwa pada variabel harga, kualitas prodak

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .529a .279 .257 1.184

a. Predictors: (Constant), Promosi, Harga, Kualitas Prodak

Page 17: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

68

dan promosi memberikan sumbangan terhadap variabel keputusan

pembelian sebesar 27,9 % dan sisanya 72,1 % berasal dari sumbangan

variabel lain yang tidak diteli oleh penelitian ini.

Sedangkan pada nilai R sebesar 0,529 atau 52,9 %. Artinya

bahwa hubungan antara varaibel independent dengan dependen

memiliki hubungan yang kuat.

4.6. Uji Hipotesis

4.6.1. Uji T

Uji statistik t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu

variabel penjelas atau independen secara individual dalam

menerangkan variasi variabel dependen dan digunakan untuk

mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel

independen secara individual terhadap variabel dependen yang diuji

pada tingkat signifikansi 0,05 (Ghozali, 2016).

Uji dilaksanakan dengan langkah membandingkan T hitung

dengan T tabel (Santoso, 2014). Dengan ketentuan jika t hitung > t

tabel dan nilai signifikan < 0,05 (α : 5%), maka variabel independen

secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Page 18: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

69

Tabel 4.16

Uji T

Coefficientsa

Model

Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 4.318 1.641 2.631 .010

Harga .466 .081 .539 5.786 .000

Kualitas Prodak .245 .084 .292 2.931 .004

Promosi .033 .084 .036 .388 .699

a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Sumber : Data Primer Tahun 2021

Berdasarkan pada analisis Uji T yaitu untuk mengetahui nilai

variabel independent yaitu dengan membandingkan nilai t hitung

dengan t tabel. Berikut ini untuk mengetahui uji t pada variabel

independent dapat dijelaskan di bawah ini :

Dalam penelitian ini memiliki sampel sebesar 100 (n – k = 100

– 4 = 96), sehingga dapat diperoleh nilai dari t tabel Degreea of

freedom (df) sebesar 1,98498 dengan nilai signifikan 0,05 sebagai

berikut :

1) Pengaruh Variabel Harga terhadap Keputusan Pembelian

Berdasarkan penjelasan pada tabel 4.16 di atas,

menunjukan bahwa nilai t hitung pada variabel harga (X1) memiliki

nilai sebesar 5,786, sedangkan nilai t tabel sebesar 1,98498.

Artinya t hitung lebih besar dari t tabel (5,786 > 1,98498). Berikut

ini perbandingan nilai t hitung dengan nilai t tabel dapat di

gambarkan di bawah ini:

Page 19: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

70

- 1,98498 5,786 1,98498

Gambar 4.1 Uji T Variabel Harga

Dari hasil gambar 4.1 pada Uji t variabel harga menunjukan

bahwa nilai t hitung sebesar 5,786 lebih besar dari t tabel 1,98498

(5,786 > 1,98498) dan tingkat nilai signifikan 0,05 (0,000 < 0,05)

sehingga dapat di simpulkan bahwa Ho ditolah dan Ha diterima.

Artinya variabel harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan

pembelian.

2) Pengaruh Variabel Kualitas Prodak terhadap Keputusan

Pembelian

Dari penjelasan pada tabel 4.16 di atas, menguraikan bahwa

nilai t hitung pada variabel kualitas prodak (X2) memiliki nilai

sebesar 2,931 sedangkan nilai t tabel sebesar 1,98498. Artinya t

hitung lebih besar dari t tabel (2,931 > 1,98498). Berikut ini

Daerah

Penolakan H0

2,5%

Daerah

Penolakan H0

2,5%

Daerah

Penerimaan H0

95%

Page 20: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

71

2,931 1,98498 - 1,98498

perbandingan nilai t hitung dengan nilai t tabel dapat di gambarkan

di bawah ini :

Gambar 4.2 Uji T Variabel Kualitas Prodak

Dari hasil gambar 4.2 pada Uji t variabel kualitas prodak

menunjukan bahwa nilai t hitung sebesar 2,931 lebih besar dari t

tabel 1,98498 (2,931 > 1,98498) dan tingkat nilai signifikan 0,05

(0,004 < 0,05) sehingga dapat di simpulkan bahwa Ho ditolah dan

Ha diterima. Artinya variabel kualitas prodak berpengaruh

signifikan terhadap keputusan pembelian.

3) Pengaruh Variabel Promosi terhadap Keputusan Pembelian

Berdasarkan penjelasan pada tabel 4.16 di atas,

menunjukan bahwa nilai t hitung pada variabel promosi (X3)

memiliki nilai sebesar 0,388 sedangkan nilai t tabel sebesar

1,98498. Artinya t hitung lebih kecil dari t tabel (0,388 < 1,98498).

Berikut ini perbandingan nilai t hitung dengan nilai t tabel dapat di

gambarkan di bawah ini:

Daerah

Penolakan H0

2,5%

Daerah

Penolakan H0

2,5%

Daerah

Penerimaan H0

95%

Page 21: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

72

- 1,98498 0,388 1,98498

Gambar 4.3 Uji T Variabel Promosi

Dari hasil gambar 4.3 pada Uji t variabel promosi

menunjukan bahwa nilai t hitung sebesar 0,388 lebih kecil dari t

tabel 1,98498 (0,388 < 1,98498) dan tingkat nilai signifikan 0,05

(0,699 > 0,05) sehingga dapat di simpulkan bahwa Ho diterima dan

Ha ditolak. Artinya variabel promosi tidak berpengaruh terhadap

keputusan pembelian.

4.6.2. Uji F

Uji statistik F menunjukkan apakah semua variabel independen

atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh

secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat (Ghozali,

2016).

Daerah

Penolakan H0

2,5%

Daerah

Penolakan H0

2,5%

Daerah

Penerimaan H0

95%

Page 22: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

73

12,405 2,70 - 2,70

Tabel 4.17

Uji F

ANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 52.140 3 17.380 12.405 .000a

Residual 134.500 96 1.401

Total 186.640 99

a. Predictors: (Constant), Promosi, Harga, Kualitas Prodak

b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Sumber : Data Primer Tahun 2021

Berdasarkan analisis Uji F yaitu untuk mengetahui nilai

perbandingan f hitung dengan f tabel. Berikut ini untuk mengetahui uji

f dapat dijelaskan di bawah ini :

Gambar 4.4 Uji F

Berdasarkan hasil Uji f pada tabel 4.4 diatas, memiliki nilai

f hitung sebesar 12,405 dan nilai f tabel dapat dilihat melalui tabel

df = (4 – 1) ; (100 – 4) = 3 ; 96) yaitu sebesar 2,70 (12,405 > 2,70)

dengan nilai signifikan 0,05 (0,000 < 0,05). Artinya uji f pada

Daerah

Penolakan H0

2,5%

Daerah

Penolakan H0

2,5%

Daerah

Penerimaan H0

95%

Page 23: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

74

variabel harga, kualitas prodak dan promosi secara simultan

berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

4.7. Pembahasan

4.7.1. Pengaruh Harga terhadap Keputusan Pembelian Produk di

Jhon Culture

Menurut Saladin (2003) harga adalah sejumlah uang sebagai

alat tukar untuk memperoleh produk dan harga. Dengan adanya harga

suatu prodak akan terjadi adanya permintaa konsumen. Harga juga

sangat peting bagi suatu Produk di Jhon Culture Ponorogo karena bila

harga suatu prodak murah maka permintaan konsumen akan meningkat

dan sebaliknya pula. Menurut penelitian Sarini Kodu (2013)

mengemukakan bahwa harga berpengaruh terhadap keputusan

pembelian.

Dari hasil penelitian ini, mengungkapkan bahwa nilai koefisien

terhadap keputusanpembelian sebesar 0.466 dengan nilai signifikan

0,000 (0,000 < 0,05). Dengan nilai t hitung sebesar 5,786 lebih besar

dari t tabel 1,98498 (5,786 > 1,98498). Maka dapat disimpulkan bahwa

H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya bahwa variabel harga berpengaruh

yang signifikan terhadap keputusan pembelian Produk di Jhon Culture

Ponorogo. Hal tersebut menunjukan bahwa harga Produk di Jhon

Culture menawarkan harga jual produk pakaian yang telah sesuai

dengan kualitas produknya.

Page 24: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

75

4.7.2. Pengaruh Kualitas Prodak terhadap Keputusan Pembelian

Produk di Jhon Culture

Kualitas produk menurut Kotler dan Amstrong (2014) adalah

kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya, meliputi

daya tahan, keandalan, ketepatan, kemudahan operasi dan perbaikan,

serta atribut bernilai lainnya. Kualitas produk merupakan pemahaman

bahwa produk merupakan peluang yang ditawarkan oleh penjual dan

mempunyai nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh produk pesaing.

Oleh karena itu, perusahaan berusaha fokus pada kualitas produk yang

dimiliki dan membandingkannya dengan produk yang ditawarkan oleh

perusahaan pesaing.

Menurut penelitian Akrim A. Lubis (2015) menjelaskan bahwa

kualitas prodak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

Dari hasil penelitian ini, menjelaskan bahwa variabel kaulitas

prodak terhadap keputusan pembelian sebesar 0,245 dengan tingkat

signifikan 0,004 (0,004 < 0,05). Dengan nilai t hitung sebesar 2,931

lebih besar dari t tabel 1,98498 (2,931 > 1,98498). Maka dapat

simpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya bahwa variabel

kualitas prodak berpengarug signifikan terhadap keputusan pembelian

Prodak di Jhon Culture. Hal ini menunjukan bahwa kualitas prodak di

Jhon Culture Ponorogo sudah cukup baik untuk kebutuhan konsumen

dan Prodak Jhon Culture menjual produk pakaian dengan tampilan

pakaian yang menarik.

Page 25: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

76

4.7.3. Pengaruh Promosi terhadap Keputusan Pembelian Produk di

Jhon Culture

Pengertian promosi adalah kegiatan komunikasi antara

perusahaan dan konsumen sebagai usaha untuk mempengaruhi

konsumen dalam kegiatan pembelian sesuai keinginan dan

kebutuhannya (Anindhyta, 2016). Bagian penjualan atau pemasaran

dari sebuah perusahaan akan mengembangkan promosi (promotion)

untuk menginformasikan mengenai produk mereka sehingga

dapat mempengaruhi konsumen untuk membelinya.

Jenis-jenis Promosi Penjualan, untuk menciptakan dan

memelihara keunggulan pembeda (differential advantage) dari apa

yang ditawarkan pesaing maka sebagian besar produk dan merek yang

berhasil akan membutuhkan promosi penjualan yang dilakukan dengan

menggunakan alat-alat promosi.

Berdasarkan hasil pengujian ini dijelaskan bahwa nilai

koefisien variabel promosi pada keputusan pembelian sebesar 0,033

dan memiliki nilai signifikan 0,699 (0,699 > 0,05). Sedangkan nilai t

hitung 0,388 < t tabel 1,98498 (0,388 < 1,98498). Maka dapat

disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya bahwa variabel

promosi tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian prodak di

Jhon Culture.

Jhon Culture mengimplementasikan sales promotion kepada

karyawannya bukan keahliannya sehingga dapat mempengaruhi

Page 26: BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.1.1. a. Sejarah Jhon

77

komunikasi dalam mempromosikan prodak pakain Jhon Culture baik

melalui online maupun offline sehingga dapat mempengaruhi

permintaan konsumen.

4.7.4. Pengaruh Harga, Kualitas Prodak dan Promosi terhadap

keputusan Pembelian secara Simultan di Jhon Culture

Berdasarkan hasil pengujian tabel ANOVAb

pada variabel

secara serempak dengan nilai sebesar 12,405 sedang nilai f hitung 2,70

(12,405 > 2,70) dengan nilai signifikan 0,000 (0,000 < 0,05). Artinya

varaibel independen harga, kualitas prodak, dan promosi terhadap

keputusan pembelian di Jhon Culture. Jhon Culture tersebut terjadi

peningkatan karena adanya harga sesuai kualitas prodak serta promosi

penjualan yang tepat pada konsumen sehingga dapat mempengaruhi

permintaan konsumen.

4.7.5. Variabel yang Berpengaruh Paling Dominan

Dari hasil analisis beberapa variabel penelitian tersebut

diantaranya variabel kualitas prodak dan promosi adaalah yang

memiliki variabel paling dominan adalah harga karena mimiliki nilai

koefisien beta lebih besar, bila dibandingkan variabel lainnya.