ccb translate

of 39 /39
2014

Upload: abrizan-hassan

Post on 20-Nov-2015

263 views

Category:

Documents


2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

mnmnmnm

TRANSCRIPT

  • 2014

  • Calcium channel blockers (CCBs, antagonis kalsium) secara umum mengakibatkan vasodilatasi dan penurunan resistensi pembuluh darah perifer.

    CCBs tetap salah satu agen yang paling umum digunakan untuk hipertensi dan angina.

  • Tabel 3-1

  • CALCIUM CHANNEL BLOCKERS (CCBs)

  • Sifat yang paling penting dari semua CCB adalah selektif dalam menghambat masuknya ion kalsium yang membawa muatan ketika saluran kalsium permeabel atau "open".

    Terdapat dua jenis saluran kalsium, yakni:

    - Tipe L inisiasi kontraksi- Tipe T depolarisasi awal jaringan AV node

  • Saluran Kalsium: Jenis L dan T

  • Mekanisme Seluler: -Blocker dibandingkan dengan CCBsKedua kategori obat tersebut digunakan untuk angina dan hipertensi, namun ada perbedaan penting dalam cara kerjanya.

    CCB menghambat kontraksi pembuluh darah.CCB dibandingkan dengan -blocker.CCBs dan perlindungan pada pembuluh darah karotis.

  • Berdasarkan eksperimental, baik nifedipine dan amlodipine memberikan perlindungan endotel dan merangsang pembentukan nitrat oksida.

    Selain itu, beberapa CCBs termasuk amlodipine, nifedipine, dan lasidipin memiliki efek penghambatan pada penyakit ateromatosa karotis.

  • Obat kardiovaskular yang ideal adalah baik dan efektif dalam mengurangi kemungkinaan keadaan yang buruk, seperti kematian, stroke dan infark miokard (MI), dan keselamatan pasien.

    Dalam kasus calcium channel blockers, kontroversi sebelumnya mengenai efikasi dan keamanannya telah dimasukkan ke studi baru yang sangat mendukung dan diragukan keamanannya calcium channel blockers kerja panjang.

  • Verapamil (Isoptin, Calan, Verelan), prototipe non-DHP, CCB tetap indikasi yang paling disetujui. Verapamil dan diltiazem keduanya memiliki beberapa efek kardiovaskular.

  • Meskipun studi molekuler menunjukkan perbedaan area ikatan reseptor antara diltiazem dan verapamil, namun dalam praktik klinis keduanya memiliki efek terapi dan kontraindikasi yang sama sehingga keduanya diklasifikasikan kedalam golongan non-DHP atau golongan HRL.

  • Tabel 3-2

  • Tabel 3-3

  • Kapsul nifedipin kerja sigkat pertama kali diperkenalkan di Eropa dan Jepang sebagai Adalat, dan kemudian menjadi Procardia terlaris di Amerika Serikat.

    Secara garis besar difokuskan pada formula nifedipine kerja panjang (Procardia XL di Amerika Serikat, Adalat LA dimana-mana: Adalat CC) yag sekarang secara luas digunakan dalam pengobatan hipertensi, serangan angina, dan vasospastik pada angina.

  • Keunggulan spesifik amlodipine yang utama (Norvasc, Istin di Inggris) adalah (1) onset lambat dan durasinya lama (lihat Tabel 3-5) dan (2) pengalaman yang banyak digunakan pada terapi hipertensi.

    Selain itu, ia juga terikat ke area yang sama seperti verapamil dan diltiazem, meskipun pada tingkat yang lebih rendah, sehingga sifat ikatannya dianggap unik telah dibenarkan.

  • Tabel 3-6

  • Felodipine (Plendil ER) merupakan sifat standar DHPs kerja panjang lainnya. Di Amerika Serikat, hanya terlisensi untuk hipertensi.Kombinasi dengan agen lain seperti ACE inhibitor dan -blocker sering diperlukan untuk mencapai tujuan. Ada dua catatan interaksi obat: cimetidine, yang meningkatkan kadar felodipin darah, dan antikonvulsan, yang nyata menurunkan kadar, keduanya, mungkin bertindak pada tingkat enzim hati

  • Tabel 3-4

  • Tabel 3-5

  • DHP generasi kedua termasuk dalam urutan abjad, benidipine, cilnidipine, isradipin, lasidipin, lercanidipine, nicardipine, dan nisoldipin.

    Tampaknya tidak ada alasan khusus untuk memilih salah satu dari ini bukan agen yang jauh lebih baik dipelajari dengan berbagai hasil seperti amlodipine, nifedipine, dan felodipin kecuali bahwa :

  • (1) Cilnidipine lebih renoprotektif dari amlodipine dalam sebuah penelitian kecil yang harus diperpanjang dan(2) Lasidipin (2-6 mg sehari, hanya di Eropa dan Inggris) sangat lipofilik dan karena itu memungkinka perlindungan pembuluh darah.

  • (3) Lasidipin juga membatasi pengembangan sindrom metabolik dan diabetes baru baru.(4) Lasidipin meyebabkan kurangnya edema pergelangan kaki dalam perbandingan langsung dengan amlodipine.

    (5) Benidipine bila dikombinasikan dengan ARB, b-blocker, atau diuretik thiazide adalah sama efektif untuk pencegahan kejadian kardiovaskular mayor dan pencapaian sasaran TD.

  • Generasi ketiga DHP. CCB menghambat saluran kalsium T pada sel-sel otot pembuluh darah seperti yang terlokalisasi pada arteriol post glomerular.Sayangnya, hal tersebut memiliki awal yang agak keras ketika agen prototipe, mibefradil, harus ditarik setelah serangkaian penelitian berhasil karena efek samping di hati.Sekarang diminati agen baru, manidipine.

  • Manidipine dan terapi ACE-inhibitor keduanya mengurangi peristiwa makrovaskular dan albuminuria pada pasien hipertensi dengan diabetes mellitus tipe 2