filsafat pancasila laporan

41
Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN.................................................... 1 BAB II PEMBAHASAN.................................................... 3 Realita Pemahaman Masyarakat Terhadap Pancasila dan Dampak Negatifnya ....................................................................3 SEJARAH PANCASILA...................................................7 SIFAT-SIFAT PANCASILA..............................................16 FUNGSI PANCASILA...................................................18 BAB III PENUTUP..................................................... 22 Lampiran Pertanyaan Dan Diskusi....................................24 Daftar Pustaka...................................................... 26

Upload: deiafter

Post on 25-Oct-2015

159 views

Category:

Documents


23 download

TRANSCRIPT

Page 1: FILSAFAT PANCASILA Laporan

Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................................................3

Realita Pemahaman Masyarakat Terhadap Pancasila dan Dampak Negatifnya......................................3

SEJARAH PANCASILA................................................................................................................................7

SIFAT-SIFAT PANCASILA.........................................................................................................................16

FUNGSI PANCASILA................................................................................................................................18

BAB III PENUTUP........................................................................................................................................22

Lampiran Pertanyaan Dan Diskusi.........................................................................................................24

Daftar Pustaka...........................................................................................................................................26

Page 2: FILSAFAT PANCASILA Laporan

BAB I

PENDAHULUAN

Pancasila adalah dasar negara Indonesia dan sekaligus ciri kepribadian bangsa Indonesia.

Kelima sila yang dinisbatkan dalam alinea ke-4 pembukaan Undang-undang Dasar 1945 sebagai

dasar pendirian negara Kesatuan Republik Indonesia haruslah dipahami secara utuh karena

kelima sila tersebut merupakan satu kesatuan yang mencerminkan ciri kepribadian bangsa

Indonesia. Sejarah pembentukan negara dan bangsa Indonesia memperlihatkan bahwa pluralitas

bangsa Indonesia merupakan kenyataan yang tidak bisa dipungkiri, namun hal itu dipersatukan

dalam satu wadah (bangsa) karena memiliki kesamaan nilai-nilai dasar yang dihayatinya, dan

dirumuskan sebagai lima sila dalam Pancasila. Seloka Bhineka Tunggal Ika mengungkapkan jati

diri bangsa yang terdiri dari beraneka suku, agama, bahasa, dan budaya, namun tetap

membuatnya satu sebagai bangsa Indonesia.

Sejak tahun 1945 Pancasila telah menjadi dasar berbangsa dan bernegara Indonesia. Ir.

Soekarno menyebut pancasila sebagai Philosofische Grondslag ataufundamen, filsafat, pikiran

yang sedalam-dalamnya, jiwa, dan hasrat yang sedalam-dalamnya dari Indonesia merdeka yang

akan berdiri kekal abadi. Selain itu Ir. Soekarno juga menyebut Pancasila sebagai

weltanschauung bangsa dan negara Indonesia. Di dalam Pancasila terkandung cita-cita, harapan,

dan tujuan dari terbentuk dan berdirinya Indonesia yang satu. Melalui nilai-nilai Pancasila

terciptalah sebuah masyarakat Indonesia yang kokoh dan harmonis. Oleh karena itu seharusnya

pancasila menjadi pandangan dasar bersama seluruh masyarakat Indonesia. Karena sejarah

perumusan dan pemikiran tentang Pancasila sejatinya merupakan sejarah penciptaan dan

penentuan identitas serta roh kebangsaan Indonesia.

Proses pemikiran dan perumusan Pancasila dipengaruhi oleh interaksi dengan sistem

berpikir dan nilai-nilai budaya, baik lokal maupun global. Dalam penggalian Pancasila, para

founding fathers selain diperkaya oleh berbagai pengalaman dalam pergulatan dengan nilai-nilai

yang terpendam dalam khazanah budaya sendiri, juga diwarnai oleh perjumpaan maupun

1

Page 3: FILSAFAT PANCASILA Laporan

benturan dengan berbagai ideologi asing seperti liberalisme, kapitalisme, sosialisme,

komunisme, nazisme, facisme, konfusianisme, taoisme, dan sebagainya. Cara berpikir global

tersebut selain memperkaya dan mempertajam paradigma mereka, juga semakin memperteguh

keyakinan akan kekuatan dan kekayaan nilai-nilai yang bersumber dari idealisme dan budaya

sendiri.

Harus diakui bahwa saat ini kesadaran masyarakat Indonesia terhadap eksistensi

pancasila sebagai ideologi dan dasar negara terpecah antara setuju dan tidak, antara menerima

dan menolak, menyadari atau mengabaikan. Bahkan suatu fakta ironis pernah terjadi dalam

suatu acara hearing calon wakil bupati di salah satu kabupaten di Sulawesi. Hampir semua dari

para calon itu tidak hapal kelima sila yang ada dalam Pancasila, padahal mereka adalah calon

pemimpin masyarakat, salah satu pemimpin bangsa yang harusnya mampu memurnikan kembali

penerapan nilai-nilai Pancasila. Hal ini perlu diperhatikan dengan serius, sebab di zaman modern

ini yang penuh dengan nuansa globalisasi dan pengaruh asing, Pancasila semakin terabaikan.

Padahal kelima dasar negara ini benar-benar dimusyawarahkan dan disusun dengan prinsip

universalitas sehingga nilai-nilainya mampu diterima segenap bangsa Indonesia dan berlaku

sepanjang waktu. Sebagai tujuan dan juga instrumen untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia.

Maka Untuk kembali memurnikan penerapan Pancasila dalam setiap aspek kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diperlukan suatu usaha bersama yang melibatkan

segenap elemen bangsa. Diawali dari suatu pemahaman yang benar tentang Pancasila maka

diharapkan mampu memberikan pengamalan nilai-nilainya dalam tindakan, budaya, sikap, dan

kebijakan yang sesuai dengan Pancasila. Oleh karena itu diperlukan pemahaman individu untuk

membangun pemahaman secara masif dalam konteks bangsa dan negara, sehingga Pendidikan

memiliki fungsi yang sangat penting untuk menjadi sarana pemerataan pemahaman masyarakat

tentang pancasila.

Dalam makalah ini dibahas mengenai Filsafat pancasila yang pada hakikatnya bertujuan

untuk memurnikan kembali pemahaman dan penerapan Pancasila dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan memulai dari sebuah realita tentang

pemahaman masyarakat terhadap pancasila, diharapkan mampu memberikan kesadaran secara

individu untuk mulai memaknai Pancasila sebagaimana mestinya, dengan memahami sejarah,

sifat, dan fungsi Pancasila.

2

Page 4: FILSAFAT PANCASILA Laporan

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Realita Pemahaman Masyarakat Terhadap Pancasila dan Dampak Negatifnya

Dibandingkan dengan lima belas tahun yang lalu sekarang persepsi dan pemahaman

masyarakat terhadap pancasila sudah jauh berbeda, masyarakat cenderung memandang pancasila

hanya sekedar simbol negara tanpa memahami nilai-nilai filosofi yang terkandung di dalamnya,

padahal pancasila merupakan dasar negara yang berarti fondasi awal dari hukum perundang-

undangan di Indonesia dan merupakan nafas bagi eksistensi bangsa Indonesia.

Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa segala upaya dan bentuk makar yang

dilakukan untuk menggantikan Pancasila akan kandas dan berakhir fatal bagi para pelakunya.

Pengkhianatan terhadap Pancasila bagi bangsa Indonesia sama halnya dengan membunuh

eksistensi diri sendiri. Karena selain nilai-nilai Pancasila merupakan pegangan fundamental,

sekaligus juga merupakan tujuan akhir dari pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya.

Sementara itu, lunturnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa

dan bernegara, akibat tidak satunya kata dan perbuatan para pemimpin bangsa, Pancasila hanya

dijadikan slogan di bibir para pemimpin, tetapi berbagai tindak dan perilakunya justru jauh dari

nilai-nilai luhur Pancasila. Contoh yang tidak baik dari para pemimpin bangsa dalam

pengamalan Pancasila telah menjalar pada lunturnya nilai-nilai Pancasila di masyarakat.

Kurangnya komitmen dan tanggung jawab para pemimpin bangsa melaksanakan nilai-nilai

Pancasila tersebut, telah mendorong munculnya kekuatan baru yang tidak melihat Pancasila

sebagai falsafah dan pegangan hidup bangsa Indonesia. Akibatnya, terjadilah kekacauan dalam

tatanan kehidupan berbangsa, di mana kelompok tertentu menganggap nilai-nilainya yang paling

bagus.

3

Page 5: FILSAFAT PANCASILA Laporan

Sejarah negara kesatuan Republik Indonesia menunjukkan republik ini merupakan hasil

interaksi di antara seluruh elemen bangsa yang sangat majemuk di seluruh wilayah Nusantara,

dan telah melahirkan sebuah komitmen bersama berupa semangat kebangsaan. Ironisnya dalam

perjalanan bangsa ini dikemudian hari, kadar semangat kebangsaan dalam seluruh aspek

kehidupan sangat menurun. Pancasila sebagai ideologi dalam kehidupan berbangsa terabaikan,

pelaksanaan demokrasi kebablasan, terjadinya kesenjangan kehidupan ekonomi teramat luas,

berkembangnya budaya korupsi dan stabilitas keamanan pun terganggu.

Lunturnya nilai-nilai Pancasila pada sebagian masyarakat dapat berarti awal sebuah

malapetaka bagi bangsa dan negara kita. Fenomena itu sudah bisa kita saksikan dengan mulai

terjadinya kemerosotan moral, mental dan etika dalam bermasyarakat dan berbangsa terutama

pada generasi muda. Timbulnya persepsi yang dangkal, wawasan yang sempit, perbedaan

pendapat yang berujung bermusuhan dan bukan mencari solusi untuk memperkokoh persatuan

dan kesatuan bangsa, anti terhadap kritik serta sulit menerima perubahan yang pada akhirnya

cenderung mengundang tindak anarkhis.

Penerapan ekonomi Pancasila dinilai semakin relevan di tengah ketidakadilan dalam

sistem ekonomi nasional dan global saat ini. Namun, untuk dapat diimplementasikan perlu

penafsiran-penafsiran baru serta kebijakan politik dari para pengambil kebijakan. Praktik-praktik

liberalisasi perdagangan dan investasi di Indonesia sejak 1980-an bersamaan dengan serangan

globalisasi dari negara-negara industri terhadap negara-negara berkembang, sebenarnya dapat

ditangkal dengan penerapan sistem ekonomi Pancasila. Namun, sejauh ini gagal, karena politik

ekonomi diarahkan pada akselerasi pembangunan yang lebih mementingkan pertumbuhan

ekonomi tinggi, ketimbang pemerataan hasil-hasilnya. Berangkat dari hal itu, saat ini ekonomi

Pancasila yang paling relevan diterapkan. Namun, untuk dapat diimplementasikan maka perlu

penafsiran baru atas sistem ekonomi Pancasila ini dan kebijakan politik dari para pengambil

kebijakan di Indonesia saat ini.Pancasila merupakan ideologi negara, sehingga sampai kapan pun

sistem yang dikembangkan berdasarkan ideologi tersebut masih relevan diterapkan di Indonesia.

Sistem apa pun yang digunakan, apakah disebut ekonomi Pancasila atau apa pun, yang

4

Page 6: FILSAFAT PANCASILA Laporan

terpenting adalah bagaimana menyejahterahkan rakyat. Sebab kita tahu Pancasila itu

menginginkan bagaimana kita mampu memanusiakan manusia.

Dampak dari lunturnya nilai-nilai Pancasila yang nampak secara jelas dalam sebagian

besar masyarakat kita adalah tumbuhnya gaya hidup yang materialistik konsumtif dan cenderung

melahirkan sifat ketamakan atau keserakahan, serta mengarah pada sifat dan sikap

individualistik. Di sisi lain, dampak buruk terhadap ekonomi, sosial budaya dan politik semakin

parah dengan lunturnya nilai-nilai Pancasila pada sebagian elit politik. Reformasi yang

diharapkan mampu menciptakan keadilan sosial sehingga da-pat memperbaiki kesejahteraan

rakyat se-cara keseluruhan, ternyata masih tepat di-sebut sebagai impian belaka. Partai-partai

yang berkuasa ternyata hanya meneruskan budaya primordialisme baru yang berorientasi pada

kekuasaan dan pemaksaan kehendak. Para elit politik dan birokrasi masih cenderung berorientasi

mempertahankan kekuasaan dan disibukkan untuk memikirkan strategi agar dalam setiap

pergantian kekuasaan bisa tetap mempertahan kekuasaannya. Budaya politik yang jauh dari

harapan reformasi tersebut mengakibatkan masih sulitnya penegakan hukum dan pemeliharaan

keamanan, akibatnya stabilitas nasional pun masih rapuh bahkan dengan mudah sering

digoyahkan oleh kelompok-kelompok kecil separatis. Dengan kondisi yang masih seperti itu,

investor juga mejadi ragu untuk menanamkan modal mereka di Indonesia. Maka tanpa investasi,

sektor riel pun tak akan berjalan, akibatnya tak terbuka peluang kerja baru, sementara jumlah

angkatan kerja yang semakin bertambah akan lebih meningkatkan angka pengangguran yang

berarti berpotensi untuk memicu timbulnya masalah yang baru lagi.

Kondisi dan situasi ekonomi, sosial budaya dan politik yang cenderung tak bernuansa

Pancasila itu sebenarnya tak perlu terjadi jika reformasi dilakukan secara konsisten, yakni

pembaharuan yang dijiwai Pancasila dengan tetap berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan

bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Karena pada hakekatnya persatuan dan kesatuan

bangsa adalah bagian dari Pancasila yang harus dilaksanakan secara konsekuen. Munculnya

berbagai masalah disebabkan reformasi hanya digunakan sebagai promosi menarik simpati

rakyat, kemudian tampuk kekuasaan yang berhasil diraih hanya dimanfaatkan untuk mendukung

kepentingan partai atau golongan tertentu. Selama pemegang kekuasaan masih belum

berorientasi pada kepentingan seluruh bangsa sebagai suatu kesatuan dan persatuan, yang nota

5

Page 7: FILSAFAT PANCASILA Laporan

bene adalah salah satu sila dari Pancasila, maka selama itu pula kondisi yang dialami bangsa dan

negara ini masih akan tetap kacau dan amburadul.

Di era reformasi ini, Pancasila menghadapi ujian bagaimana mewujudkan kembali nilai

nasionalisme dan demokrasi yang hilang belakangan ini. Di satu sisi rakyat dihadapkan

fenomena globalisasi, kapitalisme. Nila universal memasuki sendi-sendi kehidupan

berbangsa. Tantangan global kian dirasakan menjadi musuh nilai-nilai yang terkandung dalam

Pancasila. Pada saat yang sama dihadapkan pada pembangunan bangsa yang sarat dengan KKN

telah menghasilkan kemiskinan di mana-mana.

Persoalannya, siapa yang menjadikan lunturnya rasa nasionalisme? Pancasila sarat

dengan nilai-nilai kejuangan. Pertama, secara kodrati bangsa Indonesia memiliki tingkat

pluralitas tinggi. Kondisi ini dapat memberikan implikasi positif bagi tumbuh dan

berkembangnya negara dan bangsa, kalau rakyat dengan segala perangkat mampu mengelolanya.

Namun jika salah pengelolaan, apalagi diperparah oleh ketiadaan "zat perekat'' bangsa,

kemajemukan itu justru berisiko tinggi. Bahkan bukan tidak mungkin kehancuran negara akan

terjadi. Karena itu, bangsa Indonesia harus berani melakukan reideologisasi terhadap Pancasila.

Artinya, kalau rezim Orde Baru telah mendegradasi nilai-nilai fundamental Pancasila melalui

idealisasi sekaligus memperlakukannya sebagai "agama politik", kiranya saat ini Pancasila harus

diposisikan kembali pada fungsinya sebagai ideologi perekat bangsa. Kedua, jika era ini

diabstraksikan sebagai era ilmu pengetahuan dan teknologi, ia akan mengalami proses

transformasi budaya dari tradisional ke modern. Dari mitos ke logos, dari nasional ke

transnasional, lalu ke global mondial.

Pada titik tertentu, manusia Indonesia dapat terombang-ambing, bahkan kehilangan jati

diri, jika tidak memiliki pedoman hidup bernegara. Sehubungan dengan itu, dibutuhkan

Pancasila sebagai ideologi yang telah mengaktualisasikan diri dengan cara mengintegrasikan

norma-norma dasar, teori ilmiah, dan fakta objektif (Kuntowibisono, 1993), sehingga

memungkinkan berlangsung proses interpretasi dan reinterpretasi secara kritis dan jujur. Tingkat

akhir akan menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang dinamis, akomodatif, dan antisipatif

terhadap kecenderungan zaman. Ketiga, gelombang keoptimisan proses transformasi masyarakat

6

Page 8: FILSAFAT PANCASILA Laporan

tradisional ke masyarakat modern, masih menyisakan "bom-bom" keresahan yang sewaktu-

waktu meledak. Memang, fenomena modernitas menjanjikan kemudahan hidup, rasio

terninabobokkan, lalu perburuan atas materi dan hedonisme diperbolehkan.

Namun seiring dengan itu, beraneka ragam deviasi perilaku kelompok masyarakat yang

merefleksikan keterasingan dan kekosongan jiwa makin menyeruak ke permukaan. Yang

mencolok adalah munculnya budaya kekerasan dan pendewaan kepada daging. Begitu banyak

orang terisolasi dari kehidupan yang sebenarnya. Persoalan hidup kian berat. Solidaritas dan

persaudaraan sesama manusia kian luntur. Nilai kebersamaan, kerjasama, gotong royong bahkan

keadilan sosial dipandang sebagai nilai yang kadaluwarsa (Kuntjaraningrat, 2004). Karena itulah,

sebagai komunitas bangsa yang inklusif, rakyat membutuhkan Pancasila sebagai ideologi

humanitas semesta, yang mampu menjadi filter atas berbagai pengaruh negatif fenomena

modernitas. 

Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, hendaknya agar semua pihak melakukan

empat hal untuk mengembalikan kemurnian nilai-nilai Pancasila. Yang pertama adalah

mengembalikan Pancasila sebagai ideologi negara demi menjamin pluralitas dan demokrasi

dalam kehidupan berbangsa. Kedua, mendesak elite politik dan pemerintah agar mampu

menjalankan roda kekuasaan sesuai dengan Pancasila demi tegaknya nilai-nilai ketuhanan,

kemanusiaan, persatuan, demokrasi dan keadilan sosial. Ketiga adalah mendukung pemerintah

untuk mengambil tindakan tegas terhadap tindakan yang menyimpang dari Pancasila, seperti

korupsi dan kekerasan bernuansa suku, agama dan budaya. Yang terakhir, imbauan agar semua

pihak meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang dilakukan oleh partai politik, yaitu korupsi,

kolusi dan nepotisme. 

2.2 SEJARAH PANCASILA

Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta (bahasa kaum brahmana di India, yaitu : Panca

(lima) dan Syila : asas, dasar, batu sendi, Syiila : aturan tingkah laku yang baik/ ajaran kebajikan,

sehingga dapat diartikan bahwa Pancasila adalah 5 aturan tingkah laku yang baik mengenai

ajaran kebajikan. Pancasila sudah disetujui sebagai dasar Negara Indonesia oleh para pendiri

7

Page 9: FILSAFAT PANCASILA Laporan

bangsa terdahulu. Hal ini dikarenakan, mereka menginginkan agar pemerintahan Indonesia

berjalan dengan sistematis, maka dari itu diperlukan suatu tolak ukur/ tata nilai/ dasar dari

tingkah laku kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

Penting bagi kita untuk mengetahui sejarah Pancasila, sesuai dengan pernyataan Soekarno

yaitu bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. Pancasila merupakan ciptaan

dari bangsa Indonesia). Hal ini terbukti dari nilai-nilai yang ada pada Pancasila sudah hidup di

tengah masyarakat dari dulu. Selain itu, yang mengilhami founding fathers lebih jauh tentang

pancasila ini adalah sejarah dan kebudayaan bangsa Indonesia seperti:

1. kejayaan majapahit yang menghasilkan karya sastra yang berisi ajaran yang baik

(Semboyan majapahit “ gemah ripah loh jinawi “ artinya kehidupan makmur merata.

Karya Sastra Mpu Tantular (kitab sutasoma, negarakertagama) dan Mpu Prapanca yang

menggambarkan kehidupan dan toleransi beragama serta ajaran kebajikan)

2. saat Islam masuk, tetap dipakai (5 ajaran) untuk menyebarkan agama Islam, namun 5

ajaran tersebut dikenal dengan mo-limo ojo : mateni, main, madat, maling, madon

3. Secara normal, manusia memiliki 5 jari tangan

4. Konsep keberadaan manusia yang memiliki 5 indra

5. 5 rukun Islam yang terdiri dari shayadat, sholat, puasa, zakat, naik haji.

Untuk mengulas sejarah Pancasila lebih jauh, maka akan dipaparkan secara periodic:

1. Periode 1945 (29 Mei 1945-17 Juli 1945)

Latar belakang pembentukan Pancasila yaitu founding fathers akan mendirikan suatu

negara maka dibutuhkan dasar negara yang mampu menopang/ menampung pluralitas

Indonesia. Yang terlibat perumusannya secara personal adalah Ir. Soekarno, Muh.

Yamin, Soepomo dan secara kelompok adalah anggota BPUPKI, PPKI, Panitia 9/ panitia

kecil.

Pada saat sidang BPUPKI yang pertama 29 mei s.d. 1 juni 1945, beberapa anggota

BPUPKI diminta untuk memberikan ide/ rancangan awal dasar Negara Indonesia. Hingga

akhirnya awal mula dasar Negara dirumuskan secara personal oleh Muh, Yamin (29

Mei), Soepomo (30 Mei), dan Soekarno (1 Juni).

Muh. Yamin:

8

Page 10: FILSAFAT PANCASILA Laporan

1. Tertulis

a. Ketuhanan Yang Maha Esa

b. Kebangsaan Persatuan Indonesia

c. Rasa kemanusiaan yang Adil dan Beradab

d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam

permusyarawatan perwakilan

e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

2. Lisan

a. Peri kebangsaan

b. Peri kemanusiaan

c. Peri ketuhanan

d. Peri kerakyatan

e. Kesejahteraan rakyat

Soepomo:

1. Paham Negara kesatuan

2. Perhubungan Negara dan agama

3. Sistem badan permusyawaratan

4. Sosialisasi Negara

5. Hubungan antar bangsa

Soekarno:

1. Kebangsaan

2. Internasionalisme

3. Mufakat

4. Kesejahteraan

5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Soekarno juga mengatakan, rumusan dasar Negara nilai-nilainya diambil dan

digali dari budaya bangsa Indonesia. Jumlah sila diilhami dari 5 ajaran dari

buku Sutasoma yaitu 5 ajaran kebajikan. (jangan mencuri, jangan membunuh/

jangan melakukan tindakan kekerasan).

9

Page 11: FILSAFAT PANCASILA Laporan

Yang disepakati dalam sidang BPUPKI I hanyalah istilah dasar Negara “

Pancasila” dan pembentukkan panitia Sembilan. Pada masa reses, BPUPKI membuat 8

orang panitia kecil yang bertugas untuk menampung semua usulan saat sidang

BPUPKI.Kemudian, ke-8 orang ini mengadakan rapat informal pada tanggal 22 Juli 1945

dengan ke 38 orang panitia lainnya yang membuahkan hasil menunjuk 9 orang untuk

melanjutkan sidang BPUPKI I yang dinamakan Panitia Sembilan. (reses = masa jeda

sidang)

Anggota panitia Sembilan (22 Juni 1945):

1. Ir. Soekarno (ketua)

2. Drs. Moh. Hatta (wakil)

3. Kahar Muzakar

4. Mr. achmad Soebardjo

5. Mr. A. A. Maramis

6. Mr. Moh. Yamin

7. K.H. Wahid Hasyim

8. H. Agus Alim

9. Abikusno Tjokrosujojo

Tugas panitia Sembilan adalah melanjutkan pembahasan isi dari dasar Negara “

Pancasila”. Hasil kerja panitia 9 yaitu rumusan Pancasila dan rancangan pembukaan

UUD yang isinya kemerdekaan adalah hak segala bangsa, pernyataan kemerdekaan

Indonesia, pernyataan keberadaaan Tuhan/ anugerah dari Tuhan dan juga usaha rakyat

Indonesia, dan tujuan Negara Indonesia dan secara implisit Pancasila dicantumkan dalam

UUD.

Pada akhirnya dasar Negara rancangan panitia 9 yang disetujui, bukan rancangan

Muh. Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno karena ide-ide tersebut berdasarkan ide

masing-masing sehingga belum mewakili pluraritas bangsa Indonesia sehingga

dikhawatirkan akan menimbulkan konflik. Selain itu, rumusan dasar Negara tersebut

merupakan hasil dokumen yang berisi asas dan tujuan Negara Indonesia merdeka dan

juga merupakan filsafat dasar Negara Indonesia. 9 tokoh ini dapat mewakili pluralitas

10

Page 12: FILSAFAT PANCASILA Laporan

bangsa Indonesia. Selain itu juga mereka berasal dari dari daerah dan agama yang

berbeda.

Kendala yang dihadapi saat persidangan ini yaitu perbedaan pandangan mengenai isi

sila pertama, maka panitia 9 terbelah menjadi 2 kelompok yaitu kelompok agama dan

kelompok nasionalis:

a. Argumentasi kelompok agama

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar maka untuk membangun moral bangsa

akan lebih baik perilaku bangsa mencerminkan ajaran agama.

b. Argumentasi kelompok nasionalis

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural maka dibutuhkan dasar negara yang

mewakili pluralitas bangsa, kalau berdasarkan dasar agama justru dapat menimbulkan

perpecahan. Selain itu bangsa Indonesia tidak akan mendirikan negara agama.

Pada sidang kedua BPUPKI tanggal 10-17 Juli 1945 isinya:

1. Menerima hasil persidangan panitia 9 yang masih menyisakan persoalan

2. Membahas batang tubuh UUD

3. Membentuk tiga panitia

a. Panitia hukum dasar untuk membahas kelanjutan tubuh UUD = Dr. Soepomo

b. Panitia ekonomi dan keuangan = Drs. Moh. Hatta (memperkenalkan ekonomi

rakyat)

c. Panitia pembelaan tanah air = Abikusno Tjokrosoejoso

Lalu sampailah pada sidang PPKI, dimana sebelum sidang dimulai, 2 kubu yang berbeda

pendapat telah berdamai.

Periode 1945-1949 (18 Agustus 1945-26 Desember 1949)

Tanggal 18 Agustus 1945 : sidang PPKI

1. Antara 2 kelompok yang berbeda pendapat mengenai sila pertama pancasila tersebut

telah berdamai yaitu dengan mengubah sila pertama “ dengan kewajiban menjalankan

11

Page 13: FILSAFAT PANCASILA Laporan

syariat Islam bagi para pemeluknya” yang kemudian diganti “dengan berdasarkan

pada Ketuhanan Yang Maha Esa.” Setelah itu UUD disahkan dan diberi nama UUD

1945.

2. Hasil sidang :

a. Mengesahkan UUD sebagai konstitusi Negara Indonesia dengan memberikan

nama UUD 1945. Bangsa Indonesia memaknai “1945” sebagai peristiwa

monumental berdasarkan tahun pembuatan dan pengesahan UUD.

b. Mengangkat Ir. Soekarno menjadi presiden dan Drs. Moh. Hatta menjadi wakil

presiden.

c. Mengesahkan Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia.

2. Periode 1945-1950 (Desember 1949-17 Agustus 1950) : Periode Republik Indonesia

Serikat

Pada periode ini, hampir tidak ada perkembangan mengenai Pancasila. Dalam

pembukaan Konstitusi RIS disebut tentang dasar negara, yaitu “ Pengakuan ke-Tuhanan

yang Maha Esa, peri kemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan, dan keadilan sosial…”.

Sebagaimana dalam Pembukaan UUD 1945 tidak disebut nama Pancasila, tetapi tetap ada

kesepakatan bahwa dasar negara adalah Pancasila.

Gambar . Republik Indonesia Serikat

12

Page 14: FILSAFAT PANCASILA Laporan

3. Periode 1950-1959 : Undang-Undang Dasar Sementara 1950

Dalam Mukadimah UUD 1950, rumusan sila-sila Pancasila disebutkan di alinea keempat

dan tetap ada kesepakatan bahwa dasar negara adalah Pancasila. Perkembangan ini

semakin jelas ketika diterima lambang Garuda Pancasila sebagai lambang negara

Republik Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah No.66 tanggal 17 Oktober 1951

yang dinyatakan berlaku surut sejak tanggal 17 Agustus 1950. Di dalam lambang itu ada

lima perisai yang masing-masing mengungkapkan lima sila Pancasila.

a. Dasar ketuhanan Yang Maha Esa dilukiskan denga nur cahaya di ruangan tengah

berbentuk bintang bersudut lima.

b. Dasar perikemanusiaan dilukiskan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi.

c. Dasar kebangsaan dilukiskan dengan pohon beringin tempat berlindung.

d. Dasar kerakyatan dilukiskan dengan kepala banteng sebagai lambang tenaga

rakyat.

e. Dasar keadilan sosial dilukiskan dengan kapas dan padi sebagai tanda tujuan

kemakmuran.

4. Periode 1959-1965 : Periode Soekarno/ Demokrasi Terpimpin

13

Page 15: FILSAFAT PANCASILA Laporan

Dikeluarkannya dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang menyatakan kembalinya Indonesia pada

UUD 1945. Dengan ini, kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dikukuhkan, namun

pernyataan bahwa Pancasila adalah ideologi nasional tidak dinyatakan secara eksplisit.

Hal ini membuat pergumulan tentang ideologi nasional tidak berakhir. Saat ini tidak ada

penolakan secara terbuka tetapi banyak proses penafsiran terhadap Pancasila dengan

berbagai ideologi.

5. Periode 1966-1998 : Periode Soeharto/ Orde Baru

Ditandai dengan konsesus (kesepakatan bersama yang melibatkan berbagai pihak)

nasional awal ORBA. Isi konsensus yaitu tekad untuk melaksanakan pancasila dan UUD

1945 secara murni dan konsekuen. Pihak yang terlibat adalah pemerintah, parpol+golkar,

ABRI, pemuka agama, dan cendekiawan. Banyaknya pihak yang terlibat ini agar

mewakili komponen di Indonesia, adanya dukungan, dan semata-mata bukan keputusan

ORBA tetapi bangsa dan negara, jadi jika konsensus itu tidak berhasil maka yang

bertanggung jawab adalah pihak-pihak tersebut bukan Soeharto. Tujuannya untuk

memperjelas fungsi-fungsi pancasila dan mempertegas batas-batas hukum keberadaan

pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Strategi yang ditempuh:

A. Menetapkan landasan yuridis formal:

1. TAP MPRS No. XX/ MPRS/ 1966 pancasila sebagai segala sumber

hukum

2. INPRES No. 12 tahun 1968 karena ada banyak versi rumusan pancasila

3. UU No. 3 tahun 1975 mengakui asas ciri-ciri masing parpol

4. Tap MPR No. II/ MPR/ 1978 tentang P4

5. Tap MPR No. II/ MPR/ 1983 menetapkan pancasila sebagai asas

pembangunan negara dalam GBHN

6. UU No. 3 tahun 1985 asas pancasila terhadap parpol dan golongan.

7. UU No. 8 tahun 1985 asas pancasila terhadap ormas

B. INPRES No. 12 tahun 1968. Factor pendorong : banyak versi rumusan dasar

negara

C. UU No. 3 tahun 1975 isinya mengakui asas masing-masing cirri-ciri parpol di

samping pancasila (Islam seperti PPP, Golongan seperti golkar, dan nasionalisme

14

Page 16: FILSAFAT PANCASILA Laporan

domkrasi seperti PDI). Faktor pendorong tanggal 5 dan 10 Januari 1973 terjadi

fusi penggabungan partai

D. Tap MPR No II/ MPR/ 1978 tentang P4 (pedoman, penghayatan, dan pengamalan

pancasila). Faktor pendorong : ada gerakan yang menolak pancasila sebagai dasar

negara Indonesia.

E. Tap MPR No. II / MPR/ 1983 isinya menetapkan pancasila sebagai asas

pembangunan nasional dalah GBHN. Jangka panjang per 25 tahun sedangkan

jangka pendek 5 tahun.

F. UU No. 3 tahun 1985 tentang penetapan asas tunggal pancasila terhadap partai

dan golongan.

G. UU No. 8 tahun 1985 terhadap ormas

6. Periode 1998-Sekarang

Era reformasi mengawali diri dengan sikap yang tidak begitu mempromosikan Pancasila.

TAP MPR No. II/ MPR/ 1978 tentang Pedoman, Penghayatan, dan Pengamalan

Pancasila, yang pada zaman orde baru merupakan sebuah kewajiban, dihapuskan pada

sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Oktober 1998. TAP MPR No. XVIII/ MPR/

1998 tentang pencabutan pencabutan P4 dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila

sebagai Dasar Negara. Bila disimak baik maka posisi Pancasila dengan TAP ini tetap

kuat, tetapi karena dipakai rezim Orde Baru untuk kepentingan kekuasannya maka

Pancasila pun dijauhi.

Dalam era reformasi, 4 pilar kehidupan bernegara yaitu: Pancasila, UUD NRI 1945,

NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dicanangkan secara bersama oleh lembaga negara dan

terus didengungkan di tengah masyarakat. Presiden ke-4 RI, Megawati Soekarnoputri,

pada pidato 1 Juni 2012 menegaskan pula bahwa 4 pilar kenegaraan harus menjadi

tanggung jawab bersama. Ia mendorong agar secara khusus lembaga-lembaga yang

bertanggung jawab pada pendidikan nasional dapat memastikan bahwa mata pelajaran

ideologi Pancasila beserta penggalinya dapat diajarkan secara baik dan benar mengikuti

benang merah sejarah bangsa di setiap jenjang pendidikan. Maka dapat disimpulkan

bahwa di era reformasi pun Pancasila tetap menjadi falsafah bangsa ini, ideologi bangsa

ini, dan dasar negara Republik Indonesia.

15

Page 17: FILSAFAT PANCASILA Laporan

Dari sejarah Pancasila ini, kita mengetahui bahwa Pancasila berasal dari Indonesia dan menjadi

milik bangsa. Oleh karena itu, Pancasila perlu dirawat, dipelihara, termasuk juga dikritisi secara

rasional kritis sehingga nilai itu sungguh menjadi nilai yang hidup dan menghidupkan bangsa ini.

2.3 SIFAT-SIFAT PANCASILASecara umum Pancasila memiliki karakteristik atau sifat-sifat sebagai berikut:

A. Sistematis : sila-sila pancasila menempati urutan masing-masing dan antar sila saling

berkaitan, tak dapat dipisah-pisah.

B. Kesatuan kausalitas yang organis : kelima sila pancasila kedudukannya tak boleh

dibolak-

balik

dan

masing-

masing

sila

menunjukkan isi serta kedalaman sifat dari masing-masing sila.

C. Hierarkis piramida. Bentuknya menyerupai piramida.

16

K ea di l a

n s o

s i al

b ag i s e

l u ru h r ak ya t I n

d on es i a

K e ra k ya t a

n y a n

g d i p im p i

n o l e

h h i km a

h k e bi j a ks a na a n d a la m p e rm us y a

w a ra t a

n p e rw ak i l a

n

Persatuan Indonesia

Kemanusiaan yang adil dan beradab

Ketuhanan Yang Maha Esa

Page 18: FILSAFAT PANCASILA Laporan

Berdasarkan Hierarkis piramida tersebut, masing-masing sila ternyata memiliki makna

tersendiri dan perannya satu sama lain sebagai berikut:

1. Sila 1 : dasar sekaligus menjiwai sila 2,3,4, dan, 5. Hakekatnya:

a. Negara mengakui adanya Tuhan YME sebagai causa prima.

b. Negara memberikan kebebasan berkembangnya agama.

c. Negara memberikan kebebasan WN memeluk dan menjalankan

agama.

d. Negara memberikan jaminan hukum kebebasan beragama.

Barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan penodaan/

penghinaan terhadap agam lain maka akan dihukum penjara selama-

lamanya 5 tahun (KUHP Pasal 156 a)

Barang siapa yang menghalangi pelaksanaan penguburan mayat dan

uparaca keagamaan dihukum dengan hukuman penjara selama-

selamanya 1 tahun 4 bulan (KUHP Pasal 170)

2. Sila 2 : dijiwai sila 1 dan menjiwai sila 3,4,5. Hakekatnya:

a. Negara mengakui nilai-nilai humanisme secara universal

b. Negara mengakui harkat, derajat, dan martabat sebagai unsur-

unsur HAM

c. Negara memperjuangkan nilai-nilai humanisme

3. Sila 3 : dijiwai sila 1,2 dan menjiwai sila 4,5. Hakekatnya:

a. Negara Indonesia mengakui pluralisme

b. Negara Indonesia mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa

c. Negara Indonesia memiliki selboyan Bhinneka Tunggal Ika

4. Sila 4 : dijiwai sila 1,2,3 dan menjiwai sila 5. Hakekatnya:

a. Negara Indonesia melaksanakan prinsip demokrasi Pancasila

b. Negara Indonesia mengembangkan unsur-unsur mesyawarah

mufakat

5. Sila 5 : dijiwai sila 1,2,3,4. Hakekatnya:

a. Negara Indonesia memperjuangkan nilai keadilan

17

Page 19: FILSAFAT PANCASILA Laporan

b. Nilai keadilan berlaku bagi semua manusia secara umum dan bagi

bangsa Indonesia secara khusus

2.4 FUNGSI PANCASILA

Refleksi atau pandangan tentang Pancasila seharusnya menguat dalam konteks kehidupan

dan perkembangan bangsa dan Negara Indonesia. Untuk itu perlu dipahami bersama terkait

fungsi atau peranan Pancasila dalam menyumbang kesatuan dan keutuhan Negara Republik

Indonesia. Secara garis besar Pancasila memiliki fungsi pokok sebagai dasar Negara dan ideologi

Negara.

1. Pancasila Sebagai Dasar Negara

Sebagai dasar Negara, Pancasila memiliki beberapa fungsi turunan diantaranya:

Sebagai Landasan Fundamental Negara

Pandangan ini menegaskan bahwa Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia.

Sejak awal pergulatan di seputar perumusan Pancasila, para founding fathers

memikirkan untuk merumuskan sebuah dasar Negara. Di atas dasar itulah akan

didirikan Negara Indonesia merdeka. Penegasan tersebut tercermin dalam kalimat

Soekarno yang mengatakan bahwa, “Namanya bukan Pancadharma, namanya adalah

Pancasila. Sila artinya azas atau dasar dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan

Negara Indonesia, kekal dan abadi.”1 Maksud dari dasar Negara adalah bahwa

Pancasila menjadi pokok pikiran untuk membangun Negara Indonesia. Ibarat gedung

dasar adalah alas dan penopangnya. Di atas dasar itulah gedung yang tinggi dan

megah dibangun. Oleh karena itu, sebuah dasar haruslah kuat untuk menopang

semua itu. Demikian pula halnya bangsa ini, Indonesia yang besar hanya dapat

berdiri kuat dan tegak di atas dasar Pancasila.2 Pancasila merupakan dasar yang

fundamental bagi bangsa ini dan terbukti benar secara yuridis, filosofis, historis, dan

kultural. Sebab Pancasila adalah isi jiwa, intisari dari peradaban bangsa Indonesia

1 Anjar Ani, Siapa Penggali Pancasila, hlm 26.2 Bdk. Prof. Mr. Soediman K, Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia,Gatra Pustaka, hlm. 120-122.

18

Page 20: FILSAFAT PANCASILA Laporan

yang bercita-cita luhur dan digali dari khazanah budaya serta kehidupan masyarakat

Indonesia sendiri.

Bukti autentik mengenai Pancasila sebagai dasar Negara tercantum di dalam

rumusan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Pada alinea ke-4 Pembukaan

UUD 1945 disebutkan lima dasar Negara, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa,

kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang

dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta

dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai sumber dari segala sumber hukum, Pancasila merupakan kaidah Negara

yang fundamental artinya kedudukannya paling tinggi, oleh karena itu Pancasila

jugamerupakan landasan ideal penyusunan aturan – aturan di Indonesia. Oleh karena

itu semua peraturan perundangan baik yang di pusat maupun daerah tidak

menyimpangdari nilai Pancasila atau harus bersumber dari nilai -nilai Pancasila.

Sebagai Pandangan Hidup, artinya nilai Pancasila merupakan weltanschauung3yakni

sebuah pandangan hidup masyarakat Indonesia tentang eksistensi dirinya di tengah

dunia atau kehidupan bersama dalam ruang publik Indonesia. Sehingga Pancasila

sebagai pandangan hidup mampu menjadi pedoman dan pegangan dalam

pembangunan bangsa dan Negara agar tetap berdiri kokoh dan mengetahui arah

dalam memecahkan masalah ideologi, politik, ekonomi, soaial dan budaya

sertapertahanan dan keamanan.

Sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, nilai pancasila itu mencerminkan

kepribadian bangsa sebab nilai dasarnya merupakan kristalisasi nilai budaya bangsa

Indonesia asli, bukan diambil dari bangsa lain.

Sebagai Perjanjian luhur bangsa Indonesia, pancasila lahir dari hasil musyawarah

para pendiri bangsa dan negara (founding fathers) sebagi para wakil bangsa,

3 Prof. Dr. N. Driyakara, SJ., Pancasila dan Religi, hlm. 36-37.

19

Page 21: FILSAFAT PANCASILA Laporan

Pancasila yang dihasilkan itu dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan

sosiokultural. Moral dalam arti tidak bertentangan dengan nilai agama yang berlaku

di Indonesia, sosiokultural berarti cerminan dari nilai budaya bangsa Indonesia,

karena itu Pancasila merangkul segenap lapisan masyarakat Indonesia yang majemuk

ini dan merupakan substansi perekat dan pemersatu bangsa. Dengan demikian dapat

dikatakan bahwa Pancasila sebagai dasar Negara merupakan norma dasar dalam

kehidupan bernegara yang menjadi sumber dasar, landasan norma, serta memberi

fungsi konstitutif dan regulatif bagi penyusunan hukum-hukumNegara.

2. Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Dalam kehidupan sehari-hari istilah ideologi umumnya digunakan sebagai pengertian

pedoman hidup baik dalam berpikir maupun bertindak. Dalam hal ini ideologi dapat

dibedakan mejadi dua pengertian yaitu ideologi dalam arti luas dan ideologi dalam arti

sempit. Dalam arti luas ideologi menunjuk pada pedoman dalam berpikir dan bertindak

atau sebagai pedoman hidup di semua segi kehidupan baik pribadi maupun umum.

Sedangkan dalam arti sempit, ideologi menunjuk pada pedoman baik dalam berpikir

maupun bertindak atau pedoman hidup dalam bidang tertentu misalnya sebagai

ideologiNegara.

Ideologi Negara adalah ideologi dalam pengertian sempit atau terbatas. Ideologi Negara

merupakan ideologi mayoritas waga Negara tentang nilai -nilai dasar Negara yang ingin

diwujudkan melalui kehidupan Negara itu. Ideologi Negara sering disebut sebagai

ideologi politik karena terkait dengan penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat dan

bernegara yang tidak lain adalah kehidupan politik.Pancasila adalah ideologi Negara yaitu

gagasan fundamental mengenai bagaimana hidup bernegara milik seluruh bangsa Indonesia

bukan ideologi milik Negara atau rezim tertentu.Sebagai ideologi, yaitu selain kedudukannya

sebagai dasar Negara kesatuan republikIndonesia Pancasila berkedudukan juga sebagai

ideologi nasional Indonesia yangdilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan

bernegara.Sebagai ideologi bangsa Indonesia, artinya Pancasila berperan sebagai ikatan

20

Page 22: FILSAFAT PANCASILA Laporan

budaya (cultural bond)yang berkembang secara alami dalam kehidupan masyarakat

Indonesia, bukan secarapaksaan.

Sebuah ideologi dapat bertahan atau pudar dalammenghadapi perubahan masyarakat

tergantung daya tahan dari ideologi itu. Alfian mengatakan bahwa kekuatan ideologi

tergantung pada kualitas tiga dimensi yang dimilikioleh ideologi itu, yaitu dimensi realita,

idealisme, dan fleksibilitas. Pancasila sebagaisebuah ideologi memiliki tiga dimensi tersebut:

Dimensi realita, yaitu nilai-nilai dasar yang ada pada ideologi itu yang mencerminkan

realita atau kenyataan yang hidup dalam masyarakat dimana ideologi itu lahir atau

muncul untuk pertama kalinya paling tidak nilai dasar ideologi itu mencerminkan

realita masyarakat pada awal kelahirannya.

Dimensi idealisme, adalah kadar atau kualitas ideologi yang terkandung dalam nilai

dasar itu mampu memberikan harapan kepada berbagai kelompok atau golongan

masyarakat tentang masa depan yang lebih baik melalui pengalaman dalam praktik

kehidupan bersama sehari-hari.

Dimensi Fleksibilitas atau dimensi pengembangan, yaitu kemampuan ideologi dalam

mempengaruhi dan sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakatnya.

Mempengaruhi artinya ikut mewarnai proses perkembangan zamantanpa menghilangkan jati

diri ideologi itu sendiri yang tercermin dalam nilai dasarnya.Mempengaruhi berarti

pendukung ideologi itu berhasil menemukan tafsiran –tafsiranterhadap nilai dasar dari

ideologi itu yang sesuai dengan realita -realita baru yangmuncul di hadapan mereka sesuai

perkembangan zaman.

Menurut Dr.Alfian Pancasila memenuhi ketiga dimensi ini sehingga pancasiladapat

dikatakan sebagai ideologi terbuka. Fungsi Pancasila sebagai ideologi Negara, yaitu :

1. Memperkokoh persatuan bangsa karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk.

2. Mengarahkan bangsa Indonesia menuju tujuannya dan menggerakkan serta

membimbingbangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan.

3. Memelihara dan mengembangkan identitas bangsa dan sebagai dorongan dalam

pembentukan karakter bangsa berdasarkan Pancasila.

4. Menjadi standar nilai dalam melakukan kritik mengenai keadaan bangsa dan Negara.

21

Page 23: FILSAFAT PANCASILA Laporan

BAB III

PENUTUP

Keanekaragaman adalah warna bagi Indonesia. Hal tersebut merupakan kekuatan dan

kekayaan bangsa yang memerlukan unsur perekat yang menjadi identitas, pegangan, dan

orientasi dalam proses berbangsa dan bernegara. Sebagai bangsa yang majemuk, sangat

diperlukan unsur perekat atau identitas yang mampu mempersatukan. Untuk bangsa

Indonesia, pancasila adalah unsur perekat dalam keragaman identitas. Pancasila mampu

menjadi variabel integrasi yang ideal sebab dapat mempersatukan semua golongan di

Indonesia sehingga memungkinkan terciptanya keharmonisan dalam keanekaragaman

identitas.

Menjadi manusia Indonesia beridentitas Pancasila seharusnya tidak hanya menjadi

slogan, tetapi merupakan suatu ajakan dan panggilan bagi segenap manusia di Indonesia.

Seruan itu tentunya bukan tanpakonsekuensi. Pada level vertikal hal ini bermakna adanya

kewajiban manusia di Indonesia untuk percaya kepada Tuhan YME. Sementara pada level

horizontal, Pancasila menegaskan pentingnya menempatkan penghormatan terhadap

manusia.

Pancasila memiliki karakteristik dan fungsi sebagaimana yang telah disebutkan dalam

Bab pembahasan. Karakteristik dan fungsi tersebut merupakan identitas pancasila yang harus

dipahami oleh segenap elemen bangsa agar orientasi setiap gerak bangsa ini mulai dari

individu, masyarakat, sampai tataran negara senantiasa dilandasi nilai-nilai luhur Pancasila.

Untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut, diperlukan upaya pengkajian nilai-nilai

pancasila secara intensif, sebab dalam pancasila terdapat nilai-nilai yang menjamin adanya

22

Page 24: FILSAFAT PANCASILA Laporan

ruang untuk hidup bersama secara damai dan saling menghormati perbedaan yang

merupakan fakta dari sejarah peradaban.

Percaya kepada Tuhan YME tentu mengharuskan manusia Indonesia menghormati

keberagaman sebagai anugerah atau kehendak Tuhan. Kita harus bersatu di atas keragaman

sebab secara kodrati kita sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Dengan menghormati

keragaman, artinya kita menghormati kemanusiaan orang lain. Hormat terhadap kemanusiaan

orang lain menghantarkan seseorang pada kondisi manusia yang adil dan beradab. Dan hanya

manusia adil dan beradab yang mampu membangun komunitas yang majemuk dalam

semangat persatuan. Persatuan dalam keberagaman akan melahirkan manusia-manusia yang

bijaksana. Manusia-manusia yang bijaksana itulah yang kemudian akan menebar keadilan

dalam perspektif komunal bagi sesamanya. Demikianlah potret ideal manusia Indonesia yang

beridentitaskan pancasila. Menjadi manusia bijaksana adalah energi pembebeas manusia

Indonesia dari egoisme diri berupa kecenderungan primordial berdasarakan suku, ras, agama,

dan golongan. Dan itulah pintu masuk menuju kondisi masyarakat Indonesia yang adil,

makmur, dan sentosa.

Untuk itulah diperlukan suatu upaya untuk kembali memurnikan penerapan Pancasila dalam

kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai berikut:

Pertama, mengembalikan Pancasila sebagai ideologi negara demi menjamin pluralitas

dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa.

Kedua, mendesak elite politik dan pemerintah agar mampu menjalankan roda kekuasaan

sesuai dengan Pancasila demi tegaknya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan,

demokrasi dan keadilan sosial.

Ketiga adalah mendukung pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terhadap tindakan

yang menyimpang dari Pancasila, seperti korupsi dan kekerasan bernuansa suku, agama

dan budaya.

Keempat, imbauan agar semua pihak meninggalkan segala praktek korupsi, kolusi dan

nepotisme. 

23

Page 25: FILSAFAT PANCASILA Laporan

Lampiran Pertanyaan Dan Diskusi

1. Budi (Kelompok 14)Dari lima poin udah dilanggar seperti kasus HAM dan korupsi, masih sesuaikah pancasila dengan NKRI? (Realisasi belum ada real)

Dari pancasila dini, sekolah. Pemerintah pun harus memahami pancasila. Persatuan = pancasila = tujuan/instrumen dalam hidup. Masalah dari user pancasila yang mendatangkan masalah itu sendiri. Pancasila dirubah = Indonesia tidak ada. Indonesia tidak sekuler. Tugas kita sebagai tunas bangsa.

2. Ismail (Kelompok 6)Apa tolak ukur dari keberhasilan pancasila secara real untuk mahasiswa?

Tidak mencontek saat ujian. Tidak terlambat.

3. Sofie (Kelompok 9)Kalau Atheis, bagaimana hukumnya terhadap pancasila (sila 1)?

Atheis = dia tidak menemukan kabenaran dalam setiap agama. Atheis itu sebenarnya ga ada, politheis sebenarnya. Kebenaran sudah tertanam sebenarnya di dalam diri masing-masing. Pancasila BEBAS memeluk agam, TIDAK membebaskan atheis.

4. Imaniar (Kelompok 6)Sebenarnya poin-poin pancasila penting ga si? Apa yang bisa dilakukan mahasiswa untuk mensosialisaikan pancasila?

Kalau ga ingat, apa kita bisa memahami pancasila? Mangetahui = sadar = bisa menghayati = menjadi warga sesuai pancasila = semakin kuat. Presentasi, becara di himpunan, mengeundang masyarakat untuk kajian, mengajar, dan

pasti kita BISA!

5. Robi (Kelompok 2)Kenapa mahasiswa pintar dan lulus terus masuk kabinet negara, tapi pas lulus jadi koruptor?

Komunitas buruk = hasil personal buruk. Bisakah kia menjadi contoh yang baik? Ketuhanan = ga ada iman. (Darari – Kelompok 2)

24

Page 26: FILSAFAT PANCASILA Laporan

Korupsi itu budaya Indonesia contoh, berbohong kepada orang tua. (Soni) Pengabdian masyarakat = hati tersentuh untuk tidak benrbuat korupsi. (Ismail) Pejabat korupsi belum PKN. Rohani sakit.

6. Sani Apa perbandingan pancasila dengan ideologi-ideologi besar yang lain?

Nilai-nilai pancasila dari kehidupan orang-orang Indonesia. Plural (suku) bisa dicakup dan jadi satu kesatuan. Pancasila paling sosok dengan Indonesia. Perubahan pancasila = Tidak ada Indonesia.

25

Page 27: FILSAFAT PANCASILA Laporan

Daftar Pustaka

Dahm, Bernard. 1987. Soekarno dan perjuangan Kemerdekaan (terj.). Jakarta: LP3ES.

Kahin Mc Turnan, George. 1980. Nasionalisme dan Revolusi di Indonesia. Kuala Lumpur:

Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pelajaran Malaysia.

Kartodirdjo, Sartono. 2005. Sejak Indische sampai Indonesia. Jakarta: Kompas.

Kartohadiprodjo, Soediman, Prof, Mr. 2010. Pancasila Sebagai pandangan Hidup bangsa

Indonesia. Jakarta: Gatra.

Kusuma, A.B, RM. 2004. Lahirnya Undang-undang Dasar 1945. Jakarta: Badan penerbit

Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Nasution Buyung, Adnan. 1995. Aspirasi Pemerintahan Konstitusional di Indonesia-Studi Sosio

Legal atas Konstituante. Jakarta: Grafiti

Pranarka, A.M.W. 1985. Sejarah Pemikiran Tentang Pancasila. Jakarta: CSIS.

Sekretaris Negara Republik Indonesia. 1992. Risalah Sidang Badan Penyidik Usaha-Usaha

Persiapan Kemerdekaan Indonesia.Jakarta: Koperasi Pegawai Sekretariat Negara RI.

Simbolon T, Prakitri. 2006. Menjadi Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Driyakara, N. SJ. Pancasila dan Religi.

Ani, Anjar. 1981. Siapa Penggali Pancasila. Jakarta: CV. Mayasari.

26

Page 28: FILSAFAT PANCASILA Laporan

27