kata pengantar - kemenag · 2018. 9. 3. · pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang...

of 55 /55
i Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama Prov.DKI Jakarta Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya sehingga Laporan Kinerja Triwulan IIKantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2017 dapat disusun dengan baik sesuai rencana. Penyusunan Laporan Kinerja Triwulan II Kementerian Agama tahun 2017 berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan PeLaporan Kinerja Tahunan Instansi Pemerintah yang mewajibkan Kementerian/Lembaga menyusun Laporan Kinerja Tahunan sebagai laporan kinerja tahunan yang berisi pertanggungjawaban kinerja Kementerian Agama dalam mencapai tujuan/sasaran strategi Kementerian Agama. Sebagaimana ditetapkandalamKeputusanMenteri Agama RI Nomor 39 Tahun 2015 tentangrencanaStrategisKementerian Agama Tahun 2015 2019 bahwa pembangunan Bidang Agama dan Bidang Pendidikan dalam kurun waktu lima tahun mengacu pada upaya pencapaian tujuan Kementerian Agama, mencakup 7 (tujuh) hal, yaitu: (1) Peningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama; (2) Peningkatan kualitas pelayanan kehidupan beragama; (3)Peningkatan pemanfaatan dan kualitas pengelolaan potensi ekonomi keagamaan; (4) Peningkatan kualitas kerukunan umat beragama; (5) Peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah; (6) Peningkatan dan pemerataan akses dan mutu pendidikan agama dan pendidikan keagamaan; dan (7) Peningkatan kualitas tatakelola pembangunan bidang agama. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta secara umum mengemban tugas pokok dan fungsi untuk menyelenggarakan Pembangunan Bidang Agama di Wilayah Provinsi DKI Jakarta. Kondisi obyektif Provinsi DKI Jakarta memiliki potensi sebagai wilayah yang dihuni masyarakat yang religius terbukti dengan banyak dan maraknya kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh potensi masyarakat maupun pemerintah. Laporan Kinerja Triwulan IIKantor Wilayah Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta Tahun 2017merupakanwujud pelaksanaan kinerja organisasi yang berorientasi pada hasil dan sebagai penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas menuju tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).Penyusunan LKT disusun dengan sistem KATA PENGANTAR

Upload: others

Post on 06-Dec-2020

5 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

i

Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama Prov.DKI Jakarta

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa, atas

rahmat dan karunia-Nya sehingga Laporan Kinerja Triwulan IIKantor Wilayah Kementerian

Agama Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2017 dapat disusun dengan baik

sesuai rencana.

Penyusunan Laporan Kinerja Triwulan II Kementerian Agama tahun 2017 berdasarkan

Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan PeLaporan

Kinerja Tahunan Instansi Pemerintah yang mewajibkan Kementerian/Lembaga menyusun

Laporan Kinerja Tahunan sebagai laporan kinerja tahunan yang berisi pertanggungjawaban

kinerja Kementerian Agama dalam mencapai tujuan/sasaran strategi Kementerian Agama.

Sebagaimana ditetapkandalamKeputusanMenteri Agama RI Nomor 39 Tahun 2015

tentangrencanaStrategisKementerian Agama Tahun 2015 – 2019 bahwa pembangunan

Bidang Agama dan Bidang Pendidikan dalam kurun waktu lima tahun mengacu pada upaya

pencapaian tujuan Kementerian Agama, mencakup 7 (tujuh) hal, yaitu: (1) Peningkatan

kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama; (2) Peningkatan kualitas pelayanan

kehidupan beragama; (3)Peningkatan pemanfaatan dan kualitas pengelolaan potensi

ekonomi keagamaan; (4) Peningkatan kualitas kerukunan umat beragama; (5) Peningkatan

kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah; (6) Peningkatan dan pemerataan akses

dan mutu pendidikan agama dan pendidikan keagamaan; dan (7) Peningkatan kualitas

tatakelola pembangunan bidang agama.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta secara umum mengemban

tugas pokok dan fungsi untuk menyelenggarakan Pembangunan Bidang Agama di Wilayah

Provinsi DKI Jakarta. Kondisi obyektif Provinsi DKI Jakarta memiliki potensi sebagai wilayah

yang dihuni masyarakat yang religius terbukti dengan banyak dan maraknya kegiatan

keagamaan yang dilakukan oleh potensi masyarakat maupun pemerintah.

Laporan Kinerja Triwulan IIKantor Wilayah Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta

Tahun 2017merupakanwujud pelaksanaan kinerja organisasi yang berorientasi pada hasil

dan sebagai penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas menuju tata kelola

pemerintahan yang baik (good governance).Penyusunan LKT disusun dengan sistem

KATA PENGANTAR

Page 2: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

ii

Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama Prov.DKI Jakarta

berjenjangdengan menerapkan sistem pengumpulan dan pengolahan data serta Monitoring

dan Evaluasi Rencana KinerjaTahunan dari setiap satuan organisasi.

Semoga penyusunan laporan ini bermanfaat dalam upaya meningkatkan pelayanan,

pembinaan dan bimbingan terhadap umat beragama dalam rangka mensukseskan

visidanmisi Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta

Jakarta, Juli 2017 Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta

Dr. H. ABDURRAHMAN, M.Ag NIP. 19621128 198303 1 002

Page 3: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

iii

Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama Prov.DKI Jakarta

DAFTAR ISI

Hal KATA PENGANTAR.......................................................................................................... i

DAFTAR ISI....................................................................................................................... iii

IKHTISAR EKSEKUTIF...................................................................................................... iv

BAB I

PENDAHULUAN................................................................................................

A. Latar Belakang...........................................................................................

B. Kedudukan, Tugas Pokok,dan Fungsi.......................................................

C. Aspek Strategis.... .....................................................................................

D. Struktur Organisasi.....................................................................................

E. Sistem Penyajian........................................................................................

1

1

2

3

4

5

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA................................................

A. RPJMN 2015-2019....................................................................................

B. Rencana Strategis.....................................................................................

C. Penetapan Kinerja .....................................................................................

6

7

9

35

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA ..............................................................................

A. Pengukuran Kinerja ...................................................................................

B. Analisis Capaian Kinerja............................................................................

C. AkuntabilitasKeuangan.............................................................................

36

36

36

37

BAB IV

PENUTUP .........................................................................................................

44

LAMPIRAN:

1. Penetapan Kinerja

2. Rencana Kinerja Tahunan

3. Pengukuran Kinerja

4. Laporan Realisasi Anggaran Satuan Kerja

5. Struktur Organisasi

Page 4: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

iv

Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama Prov.DKI Jakarta

IKHTISAR EKSEKUTIF

Laporan Kinerja Triwulan II merupakan suatu alat manajemen yang digunakan untuk

meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan akuntabilitas dalam rangka menilai

keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan dan program sesuai sasaran dan tujuan

yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kantor Wilayah Kementerian

Agama Provinsi DKI Jakarta.

Kementerian Agama telahmenetapkan5 (lima) sasaranstrategis yang dituangkandalam

11 Program Kementerian Agama.

Kelimasasaranstrategistersebutselanjutnyadiukurdenganmengaplikasikan17indikatorkinerjad

an20 target kinerja. Untuk mewujudkan 5(lima) sasaran strategis Kanwil Kementerian Agama

Prov. DKI Jakarta dalam tahun 2017 telah membuat Penetapan/Perjanjian Kinerja yang

berisikan 5 sasaran strategis, 17 indikator kinerja, dan 20 target kinerja.

Sesuaidengan tugas pokok dan fungsiKantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI

Jakartaditetapkanvisi“Terwujudnya Masyarakat Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta

yang Taat Beragama, Rukun, Cerdas dan Sejahtera Lahir Batin dalam Rangka

Mewujudkan Provinsi Daerah Khusus Ibukota yang Berdaulat, Mandiri, dan

Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong “. VisiinidijabarkandalammisiKantor

Wilayah Kementerian Agama ProvinsiDaerahKhususIbukotaJakartasebagaiberikut :

1. Meningkatkan Pemahaman dan Pengamalan Ajaran Agama;

2. Memantapkan Kerukunan Intra dan Antar Umat Beragama;

3. Menyediakan Pelayanan Kehidupan Beragama yang Merata dan Berkualitas;

4. Meningkatkan Pemanfaatan dan Kualitas Pengelolaan Potensi Ekonomi Keagamaan;

5. Mewujudkan Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang Berkualitas dan

Akuntabel;

6. Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Umum Berciri Agama, Pendidikan

Agama pada Satuan Pendidikan Umum dan Pendidikan Keagamaan;

7. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Akuntabel dan Terpercaya.

Dari tujuhmisidiataskemudiandijabarkanenamsasaranstrategisterkaitbidang agama

dantujuhsasaranstrategisterkaitbidangpendidikanyaitu:

1. SasaranStrategisterkaitbidang agama antara lain

a. Peningkatankualitasdanketersediaanbimbingandanfasilitaskeagamaan;

b. Peningkatanharmoni social dankerukunanumatberagama;

c. Peningkatankualitaspelayanankehidupanberagama;

d. Peningkatankualitasdanakuntabilitaspengelolaanpotensiekonomikeagamaan;

Page 5: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

v

Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama Prov.DKI Jakarta

e. Peningkatankualitaspenyelenggaraan haji danumrah yang transparan,

efisiendanakuntabel;

f. Terselenggaranyatatakelolapembangunanbidang agama yang efisien, efektif,

transparandanakuntabel.

2. Sasaranstrategisterkaitbidangpendidikanantara lain

a. Peningkatanaksesmasyarakattidakmamputerhadap Program Indonesia

Pintarpadapendidikandasar-menengah;

b. Peningkatanangkapartisipasipendudukusiapendidikandasardanmenengah;

c. Penurunanjumlahsiswa yang tidakmelanjutkanpendidikan;

d. Peningkatanjaminankualitaspelayananpendididkan;

e. Peningkatanproporsipendidik yang

kompetendanprofesionalpadapendidikanumumbercirikhas agama;

f. Peningkatanketersediaan guru pendidikan agama yang telahbersertifikat;

g. Peningkatanaksespendidikankeagamaansesuaiaspirasiumatberagama.

Secara keseluruhan capaian sasaran strategis Kementerian Agama sudah

baikdanmemuaskan, maka hasil yang diperoleh perlu dipertahankandanditingkatkan guna

merespon tuntutan pelayanan masyarakat yang semakin tinggi.

Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta Tahun 2017

merupakan wujud pelaksanaan kinerja organisasi yang berorientasi pada hasil dan sebagai

penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas menuju tata kelola pemerintahan yang baik

(good governance). Penyusunan LKT disusun dengan sistem berjenjang dengan

menerapkan sistem pengumpulan dan pengolahan data serta Monitoring dan Evaluasi

Rencana KinerjaTahunan dari setiap satuan organisasi.

Semoga Laporan Kinerja Triwulan II Kementerian Agama Tahun 2017 selain sebagai

media pertangungjawaban atas mandat yang diemban dan kinerja yang telah ditetapkan,

juga dapat menjadi sarana evaluasi atas pencapaian kinerja serta memberi umpan balik bagi

upaya perbaikan kinerja pada masa yang akan datang.

Jakarta, Juli2017 Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta

Dr. H. ABDURRAHMAN, M.Ag NIP. 19621128 198303 1 002

Page 6: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag Evaluasi Kinerja Kabag Evaluasi

Kinisasi

Kepala Biro Organisasi dan Tata

Laksana

Kabag Ev. Kinerja Org

Kepala Biro Ortala

SekretarisJenderal

1 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama Prov.DKI Jakarta

A. Latar Belakang

Agama memiliki kedudukan dan peran yang sangat penting dalam kehidupan

bangsa Indonesia. Pengakuan akan kedudukan dan peran penting agama ini tercermin

dari penetapan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama falsafah negara

Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya.

Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan bagian integral

pembangunan nasional, melainkan juga bagian yang seharusnya melandasi dan

menjiwai keseluruh arah dan tujuan pembangunan nasional, yang untuk periode tahun

2005-2019 mengarah pada upaya untuk mewujudkan visi ”Indonesia yang Mandiri,

Maju, Adil dan Makmur” dan untuk Tahun 2017 Visi Indonesia adalah ”Terwujudnya

Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, Dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”.

Pembangunan bidang agama diarahkan kepada pemantapan fungsi, peran dan

kedudukan agama sebagai landasan moral spiritual dan etika dalam penyelenggaraan

negara. Selain itu agama memiliki kedudukan dan peran yang sangat penting dalam

kehidupan bangsa Indonesia. Selain memiliki posisi yang sangat penting, agama juga

menempati posisi yang unik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Tatanan

kehidupan berbangsa dan bernegara tidak didasarkan pada satu paham atau keyakinan

agama tertentu, namun nilai-nilai keluhuran, keutamaan dan kebaikan yang terkandung

dalam agama-agama diakui sebagai sumber dan landasan spiritual, moral dan etika

bagi kehidupan bangsa dan negara.

Dalam dunia birokrasi akuntabilitas suatu instansi pemerintah merupakan

perwujudan kewajiban instansi pemerintah dalam mempertanggungjawabkan

keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi instansi. Instruksi Presiden RI Nomor 7

tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, mewajibkan setiap

instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara untuk

mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan

pengelolaan sumber daya, pelaksanaan kebijakan dan program dengan menyusun

BAB I PENDAHULUAN

Page 7: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

2 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama Prov.DKI Jakarta

laporan akuntabilitas melalui proses penyusunan rencana strategis, rencana kinerja dan

pengukuran kinerja.Untuk maksud tersebut telah ditetapkan Keputusan Kepala

Lembaga Administrasi Negara Nomor 589/IX/6/Y/99 tentang Pedoman Penyusunan

Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah, yang telah disempurnakan oleh Keputusan

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan

Pedoman Penyusunan LAKIP dan Menindaklanjuti Instruksi Presiden RI Nomor 7 tahun

1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara

Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010

tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja

Satuan Organisasi/Unit Kerja di lingkungan Kementerian Agama.

Agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik dan memenuhi

harapan masyarakat dengan menunjukkan kinerja yang optimal dan sebagai penjabaran

dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional dan maka seluruh instansi

pemerintah menyusun rencana strategis (Renstra) setiap lima tahun sekali sehingga di

capai tujuan yang obyektif, terukur, dan tepat sasaran. Renstra dijabarkan lebih lanjut

dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) setiap setahun sekali guna menentukan dan

melaksanakanprioritas pembangunan.Sedangkan hasil pencapaian sasaran, kemudian

dilaporkan dan dievaluasi melalui penyusunan LKT.

B. Kedudukan, TugasPokok, danFungsi

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan

Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama, maka kedudukan, tugas dan fungsi,

susunanorganisasidantatakerjaKantor Wilayah Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta

adalahsebagai berikut:

1. Kedudukan

Kementerian Agama

beradadibawahdanbertanggungjawabkepadaPresidendandipimpinolehMenteri

Agama. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta berkedudukan di

provinsi dan bertanggung jawab kepada Menteri Agama.

2. TugasPokok

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakartamempunyai tugas

melaksanakan tugas dan fungsi Kementerian Agama dalam wilayah provinsi

Page 8: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

3 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama Prov.DKI Jakarta

berdasarkan kebijakan Menteri Agama dan ketentuan peraturan perundang-

undangan.

3. Fungsi

Dalam melaksanakan tugas, Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta

menyelenggarakan fungsi:

a. Perumusan dan penetapan visi, misi, dan kebijakan teknis di bidang

pelayanan dan bimbingan kehidupan beragama kepada masyarakat di

provinsi;

b. Pelayanan, bimbingan, dan pembinaan di bidang haji dan umrah;

c. Pelayanan, bimbingan, dan pembinaan di bidang pendidikanmadrasah,

pendidikan agama dan keagamaan;

d. Pembinaan kerukunan umat beragama;

e. Perumusan kebijakan teknis di bidang pengelolaan administrasi dan

informasi;

f. Pengkoordinasian perencanaan, pengendalian, pengawasan, dan evaluasi

program; dan

g. pelaksanaan hubungan dengan pemerintah daerah, instansi terkait,dan

lembaga masyarakat dalam rangka pelaksanaan tugas kementerian di

provinsi.

C. Aspek strategis

Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019 telah menetapkan 9 prioritas nasional

yaitu:

1. Stabilitas Politik dan Keamanan;

2. Tata Kelola : Birokrasi Efektif dan Efisien;

3. Pemberantasan Korupsi;

4. Pertumbuhan Ekonomi;

5. Percepatan Pemerataan dan Keadilan;

6. Keberlanjutan Pembangunan;

7. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia;

8. Kesenjangan Antar Wilayah;

9. Percepatan Pembangunan Kelautan.

Page 9: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

4 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama Prov.DKI Jakarta

Prioritas yang menjadi tanggung jawab dan terkait dengan tugas fungsi Kementerian

Agama adalah prioritas bidang pendidikan dan yang berhubungan dengan bidang

kesejahteraan. Selain itu Kementerian Agama juga mendukung keseluruhan kegiatan

prioritas lainnya dalam upaya peningkatan pelayanan di berbagai sektor.

Berkaitan dengan pencapaian target prioritas dalam RPJMN Tahun 2015-2019, maka

ditetapkan pokok-pokok strategi dan kebijakan Kementerian Agama Tahun 2015-2019

yang difokuskan pada 5 bidang yaitu:

1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama, agar terwujud suatu kondisi

keberagamaan masyarakat yang dinamis dan mampu mendukung percepatan

pembangunan nasional;

2. Meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama, agar terwujud kehidupan yang

harmoni intern dan antar umat beragama sebagai pilar kerukunan nasional;

3. Meningkatkan kualitas raudhatul athfal, madrasah, perguruan tinggi agama,

pendidikan agama, dan pendidikan keagamaan, agar terwujud pelayanan pendidikan

yang merata, bermutu, dan berdaya saing, serta mampu memperkuat jati diri bangsa;

4. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, agar tercapainya tingkat

kepuasan jemaah dalam berbagai bidang pelayanan dan pengelolaan dana haji untuk

sebesar-besarnya bagi kesejahteraan umat;

5. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa, agar terwujud

penyelenggaraan birokrasi yang efektif, efisien, dan akuntabel, serta tersedianya

aparatur pelayanan keagamaan yang profesional.

D. Struktur Organisasi

Untuk melaksanakan tugaspokok, fungsi, susunanorganisasidantatakerjaKementerian

Agama, sesuaiPeraturanMenteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 susunan Organisasi

Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta adalah :

a. Bagian Tata Usaha;

b. Bidang Pendidikan Madrasah;

c. Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam;

d. Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah;

e. Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah;

f. Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf;

g. Pembimbing Masyarakat Kristen;

Page 10: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

5 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama Prov.DKI Jakarta

h. Pembimbing Masyarakat Katolik;

i. Pembimbing Masyarakat Hindu;

j. Pembimbing Masyarakat Buddha; dan

k. Kelompok Jabatan Fungsional.

Secararincidapatdilihat pada lampiran struktur organisasi(lampiran 1).

E. Sistem Penyajian

PadadasarnyaLaporanKinerjaTriwulan IKementerian Agama

inimenyampaikancapaiankinerjaKantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI

Jakarta Triwulan I tahun 2017.

Capaiankinerjatersebutdiperbandingkandenganperjanjian/penetapankinerja yang

ditargetkantahun 2017sebagaitolokukurkeberhasilankinerjaKanwil Kementerian Agama.

Analisiscapaiankinerjaterhadapperencanaankinerja yang

sudahditetapkaniniakandiketahuimasalahataukendala demi

perbaikankinerjadimasadatang.

SistematikapenyajianLaporanKinerjaTriwulan IIKantor Wilayah Kementerian Agama

Prov. DKI Jakarta berpedomanpadaKeputusanMenteri Agama Republik Indonesia

Nomor 702 Tahun 2016tentangPedomanPerjanjianKinerja, PelaporanKinerja,danTata

Cara ReviuAtasLaporanKinerjaPadaKementerian Agama,yang sistematikanyameliputi:

BAB I – Pendahuluan,menjelaskan secara ringkas latar belakang, kedudukan,

tugaspokokdanfungsi, aspek strategis dan struktur organisasi Kementerian

Agama.

BAB II – Perencanaan dan Penetapan/Perjanjian Kinerja,menjelaskan secara ringkas

dokumenperencanaan yang menjadi dasar pelaksanaan program, kegiatan

dan anggaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta Tahun

2017 meliputi RPJMN 2015-2019, Rencana StrategisKanwil Kementerian

Agama Prov. DKI JakartaTahun2015-2019 dan PenetapanKinerjaTahun 2017.

BAB III – Realisasi Kinerja, menjelaskan analisis pencapaian kinerja Kantor Wilayah

Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta

dikaitkandenganpertanggungjawabanpublikterhadappencapaiansasaranstrateg

isuntuktahun 2017yang dikaitkandengandukungananggaran/keuangan.

BAB IV – Penutup,menjelaskan simpulan menyeluruh dari LaporanKinerjaTriwulan II

Tahun 2017Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta

Page 11: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

6 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama Prov.DKI Jakarta

danmenguraikanrekomendasi yang diperlukanuntukperbaikankinerja di masa

datang.

Page 12: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag Evaluasi Kinerja Kabag Evaluasi

Kinisasi

Kepala Biro Organisasi dan Tata

Laksana

Kabag Ev. Kinerja Org

Kepala Biro Ortala

Sekretaris Jenderal

1 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta sebagaimana diatur dalam Peraturan

Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal

Kementerian Agama, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi berkedudukan di provinsi

dan bertanggung jawab kepada Menteri Agama yang mempunyai tugas melaksanakan tugas

dan fungsi Kementerian Agama dalam wilayah provinsi berdasarkan kebijakan Menteri

Agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tugas dan tanggung jawab bidang agama diarahkan pada upaya pemerintah untuk

memantapkan fungsi dan peran agama sebagai landasan moral, landasan etika, pembinaan

akhlak mulia dan menjadi orientasi dan motivasi bagi daya dorong umat dalam mewujudkan

Indonesia yang religius, aman, damai dan sejahtera. Untuk menyelenggarakan tugas

sebagaimana dimaksud, Kanwil Kementerian Agama Provinsi menyelenggarakan fungsi:

Dalam melaksanakan tugas, Kantor Wilayah Kementerian Agama menyelenggarakan fungsi:

a. Perumusan dan penetapan visi, misi, dankebijakan teknis di bidangpelayanan dan

bimbingan kehidupan beragama kepada masyarakat diprovinsi;

b. Pelayanan, bimbingan,danpembinaan di bidang haji dan umrah;

c. Pelayanan, bimbingan, danpembinaan dibidang pendidikanmadrasah, pendidikan

agama dan keagamaan;

d. Pembinaan kerukunan umat beragama;

e. Perumusan kebijakan teknisdi bidang pengelolaan administrasi daninformasi;

f. Pengkoordinasian perencanaan,pengendalian, pengawasan, danevaluasi program;

dan

g. pelaksanaan hubungan dengan pemerintah daerah, instansi terkait,dan lembaga

masyarakat dalam rangka pelaksanaan tugas kementerian di provinsi

Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya agar efektif, efisien dan

akuntabel, Kantor Wilayah Kementerian Agama berpedoman pada dokumen perencanaan

yang terdapat pada:

1. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019

2. Rencana Strategis Kanwil Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta 2015-2019

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

Page 13: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

2 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

3. Penetapan Kinerja Tahun 2017

A. RPJMN 2015-2019

RPJMN 2015-2019 ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di

segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia

termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing

perekonomian. Berkaitan dengan hal tersebut telah ditetapkan kerangka Visi Indonesia

2017 yaitu “Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian

Berlandaskan Gotong Royong”.

Visi Indonesia 2017 kemudian dijabarkan di dalam Misi pembangunan 2015-2019.

Misi ini adalah rumusan dari usaha-usaha yang diperlukan untuk mencapai visi

Indonesia 2017, yaitu Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan

Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong. Misi pemerintah dalam periode 2015-

2019 diarahkan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera, aman dan damai

dan meletakkan fondasi yang lebih kuat bagi Indonesia yang adil dan demokratis. Misi

tersebut adalah 1) Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan

wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim

dan mencerminkan kepribadianIndonesia sebagai negara kepulauan; 2) Mewujudkan

masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan negara hukum; 3)

Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara

maritim; 4) Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan

sejahtera; 5) Mewujudkan bangsa yang berdaya saing; 6) Mewujudkan Indonesia

menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional;

7) Mewujudkan masyarakat yang bekepribadian dalam kebudayaaan..

Dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan nasional 2015-2019, pemerintah

menetapkan sembilan agenda prioritas pembangunan nasional tahun 2015-2019, yaitu:

Agenda I : Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan

memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara; Agenda II : Membuat Pemerintah

selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintah yang bersih, efektif, demokratis

dan terpercaya; Agenda III : Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat

daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan; AgendaIV: Memperkuat

kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang

Page 14: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

3 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya; Agenda V: Meningkatkan kualitas hidup

manusia dan masyarakat Indonesia; Agenda VI: Meningkatkan produktivitas rakyat dan

daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit

bersama bangsa-bangsa Asia lainnya; Agenda VII: Mewujudkan kemandirian ekonomi

dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik; Agenda VIII:

melakukan revolusi karakter bangsa; Agenda IX: memperteguh kebhinekaan dan

memperkuat restorasi sosial Indonesia.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 ini juga diarahkan

untuk menjadi sebuah rencana kerja jangka menengah yangbersifat menyeluruh.

Persoalan yang bersifat lintas sektoral harus ditanganisecara holistik dan tidak

terfragmentasi sehingga dapat menyelesaikanpersoalan yang sebenarnya.Pencapaian

kinerja pembangunan tersebut menjadi komitmen semua pihak khususnya instansi

pemerintah untuk dapat merealisasikannya secarasungguh-sungguh untuk kepentingan

rakyat dan bangsa Indonesia. Olehkarena itu, disusun pula rencana kerja yang bersifat

lintas bidang. Kebijakanlintas bidang ini akan menjadi sebuah rangkaian kebijakan antar

bidang yang terpadu meliputi prioritas, fokus prioritas serta kegiatan prioritas lintas

bidang untuk menyelesaikan permasalahan pembangunan yang semakin kompleks.

Berkaitan dengan hal ini telah ditetapkan 9 (sembilan) bidang pembangunan yaitu: 1)

Bidang Sosial Budaya dan Kehidupan Beragama; 2) Bidang Ekonomi; 3) Bidang Ilmu

Pengetahuan dan Teknologi; 4) Bidang Sarana dan Prasarana; 5) Bidang Politik; 6)

Bidang Pertahanan dan Keamanan; 7) Bidang Hukum dan Aparatur; 8) Bidang Wilayah

danTata ruang; serta 9) Bidang Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup.

Dari 9 (sembilan) bidang pembangunan, Arah kebijakan Kementerian Agama

juga terkait erat dengan sasaranstrategis nasional bidang pendidikan yang

diarahkan kepada peningkatan akses,kualitas dan relevansi pendidikan menuju terangat

nya kesejahteraan hiduprakyat,kemandirian,

keluhuran budipekerti, dan kemandirianbangsa yang kuat. Selaras dengan sasaran

strategis nasional bidang agama dan pendidikan yang sangat terkait dengan tugas

dan fungsi Kementerian Agama dalam renstra 2015-2019yaitu:

1. Peningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama masyarakat

dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan beragama;

2. Peningkatan kualitas kerukunan umat beragama yang harmonis sebagai salah satu

pilar kerukunan nasional;

Page 15: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

4 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

3. Peningkatan kualitas pelayanan kehidupan beragama yang berkualitas dan merata;

4. Peningkatan pemanfaatan dan perbaikan kualitas pengelolaan potensi ekonomi

keagamaan dalam meningkatkan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan

masyarakat dan percepatan pembangunan;

5. Peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umroh yang transparan dan

akuntabel untuk pelayanan ibadah haji yang prima;

6. Peningkatan kualitas tata kelola pembangunan bidang agama dalam menunjang

penyelenggaraan pembangunan bidang agama yang efektif, efisien, transparan, dan

akuntabel;

7. Peningkatan akses pendidikan yang setara bagi masyarakat tidak mampu terhadap

pendidikan dasar-menengah (wajib belajar 12 tahun);

8. Peningkatan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat pada berbagai

jenjang pendidikan;

9. Penurunan tingkat kegagalan masyarakat dalam menyelesaikan pendidikan pada

jenjang pendidikan dasar-menengah (wajib belajar 12 tahun);

10. Peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan pada semua jenjang pendidikan;

11. Peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan dalam melakukan proses

mendidik yang profesional di seluruh satuan pendidikan;

12. Peningkatan akses masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan agama pada

satuan pendidikan umum yang berkualitas;

13. Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan keagamaan yang berkualitas.

B. RencanaStrategis

Rencana Strategis (Renstra) 2015-2019 merupakan perencanaan jangka

menengah Kementerian Agama yang berisi tentang gambaran sasaran atau kondisi

hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu 5(lima) tahun oleh Kementerian Agama

beserta strategi yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran sesuai dengan tugas,

fungsi dan peran yang diamanatkan Presiden kepada Kementerian Agama.

Maksud disusunnya Rencana Strategis ( Renstra ) adalah sebagai pedoman

umum (guide line) dan arahan bagi segenap pimpinan dan jajaran staf untuk

melaksanakan tugas, fungsi dan tanggungjawabnya didalam menyusun berbagai

kebijakan, program dan kegiatan yang berhubungan dengan proses perencanaan

pembangunan agama di Provinsi DKI Jakarta. Sebagai pedoman umum yang berlaku

Page 16: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

5 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

secara internal, maka secara substansial rencana strategis ini berisikan arahan makro

tentang segala hal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dan sasaran internal

dan eksternal organisasi. Karena itu agar dapat diimplementasikan secara nyata,

selanjutnya harus diterjemahkan secara lebih detail dalam bentuk Rencana Kegiatan

Tahunan oleh masing-masing Kepala Unit dan Satuan Kerja dilingkungan internal

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta.

Secara ringkas substansi Renstra Kementerian Agama dapat diilustrasikan

sebagai berikut:

1. Visi

“Terwujudnya Masyarakat Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang Taat

Beragama, Rukun, Cerdas, dan Sejahtera Lahir Batin Dalam Rangka

Mewujudkan Provinsi Daerah Khusus Ibukota yang Berdaulat, Mandiri dan

Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”.

Visi ditetapkan sebagai panduan untuk mengimplementasikan strategi serta

menetapkan arah dan kebijakan pembangunan agama. Visi juga diharapkan bisa

menyediakan nilai-nilai penting, memberi inspirasi dan menumbuhkan kreatifitas bagi

aparat. Dengan demikian, aparat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI

Jakarta harus disiplin untuk menegaskan visinya dan bekerja keras agar visi tersebut

menjadi kenyataan.

2. Misi

Dalam rangka untuk mewujudkan visi tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama

Prov. DKI Jakarta menetapkan 7 (tujuh) misi yang akan dilakukan secara konsisten,

yaitu:

1. Meningkatkan Pemahaman dan Pengalaman Ajaran Agama;

2. Memantapkan Kerukunan Intra dan Antar Umat Beragama;

3. Menyediakan Pelayanan Kehidupan Beragama yang Merata dan Berkualitas;

4. Meningkatkan Pemanfaatan dan Kualitas Pengelolaan Potensi Ekonomi

Keagamaan;

5. Mewujudkan Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang Berkualitas dan

Akuntabel;

6. Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Umum Berciri Agama, Pendidikan

Agama pada Satuan Pendidikan Umum dan Pendidikan Keagamaan;

Page 17: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

6 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

7. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Akuntabel dan Terpercaya.

3. Tujuan

Dalam melaksanakan tugas, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI

Jakarta mengemban tugas dan fungsi pembangunan bidang agama dan bidang

pendidikan. Tujuan pembangunan dibidang agama untuk periode 2017 antara lain:

1. Peningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama masyarakat;

2. Peningkatan kualitas kerukunan umat beragama yang harmonis;

3. Peningkatan kualitas pelayanan kehidupan beragama yang berkualitas dan

merata;

4. Peningkatan pemanfaatan dan perbaikan kualitas pengelolaan potensi ekonomi

keagamaan;

5. Peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umroh yang transparan

dan akuntabel;

6. Peningkatan kualitas tata kelola pembangunan bidang agama.

Adapun untuk tujuan pembangunan dibidang pendidikan untuk periode 2017 antara

lain:

1. Peningkatan akses pendidikan yang setara bagi masyarakat tidak mampu;

2. Peningkatan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat pada berbagai

jenjang pendidikan;

3. Penurunan tingkat kegagalan masyarakat dalam menyelesaikan pendidikan;

4. Peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan pada semua jenjang

pendidikan;

5. Peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan;

6. Peningkatan akses masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan agama;

7. Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan keagamaan yang

berkualitas.

4. Sasaran

Dalam rangka mencapai tujuan bidang agama dan pendidikan, Kantor

Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan sasaran

strategis yang akan dicapai dalam masa waktu lima tahun kedepan yaitu sasaran

terkait bidang agama dan sasaran terkait bidang pendidikan.

Page 18: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

7 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

Sasaran strategis Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta

terkait bidang agama adalah sebagai berikut:

1. Sasaran terkait peningkatan kualitas dan ketersediaan bimbingan dan fasilitasi

keagamaan antara lain ditandai dengan:

a. Meningkatnya jumlah penyuluh agama dan tenaga teknis keagamaan yang

difasilitasi dalam pembinaan dan pengembangan dengan target kinerja pada

tahun 2017sebesar99,56 %;

b. Meningkatnya persentase lembaga sosial keagamaan yang difasilitasi untuk

meningkatkan pelayanannya dengan target kinerja pada tahun 2017 sebesar

28 %.

2. Sasaran terkait peningkatan harmoni sosial dan kerukunan umat beragama

antara lain ditandai dengan:

a. Indeks Kerukunan Umat Beragama dengan target kinerja pada tahun 2017

sebesar 100%;

b. Jumlah FKUB pada tingkat Kabupaten / Kota dengan target kinerja pada

tahun 2017 sebanyak 7 lembaga;

c. Jumlah dialog kerukunan untuk meningkatkan kerukunan intern umat

beragama dengan target kinerja pada tahun 2017 sebanyak 5 dialog.

3. Sasaran terkait peningkatan kualitas pelayanan kehidupan beragama antara lain

ditandai dengan :

a. Adanya jumlah rumah ibadah yang difasilitasi untuk ditingkatkan kualitas

pelayanannya dengan target kinerja pada tahun 2017 sebanyak 30 rumah

ibadah;

b. Adanya kantor urusan agama yang memenuhi standar dengan target kinerja

pada tahun 2017 sebanyak 44 KUA;

c. Meningkatnya indeks kepuasan layanan KUA dengan target kinerja pada

tahun 2017 sebesar 100%;

d. Meningkatnya jumlah kitab suci yang didistribusikan dengan target kinerja

pada tahun 2017 sebanyak 12.000 exemplar.

4. Sasaran terkait peningkatan kualitas dan akuntabilitas pengelolaan potensi

ekonomi keagamaan antara lain ditandai dengan :

a. Meningkatnya dana zakat yang terhimpun dengan target kinerja pada tahun

2017 sebesar Rp. 2.350.000.000;

Page 19: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

8 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

b. Adanya lembaga zakat yang memenuhi standar pelayanan minimal dengan

target kinerja pada tahun 2017sebanyak 5.700 lembaga;

c. Meningkatnya persentase tanah wakaf bersertifikat dengan target kinerja

pada tahun 2017sebesar 85%.

5. Sasaran terkait peningkatan kulitas penyelengaraan ibadah haji dan umrah yang

transparan, efisien dan akuntabel antara lain ditandai dengan :

a. Adanya jemaah haji yang dilayani dengan target kinerja pada tahun

2017sebanyak 5.668 orang;

b. Adanya pembimbing dan penyuluh haji yang bersertifikat dengan target

kinerja pada tahun 2017sebanyak 185 orang;

c. Meningkatnya persentase lokasi pelayanan ibadah haji provinsi dan

kabupaten / kota yang memenuhi standar dengan target kinerja pada tahun

2017sebesar 30%.

6. Sasaran terkait terselenggaranya tatakelola pembangunan bidang agama yang

efisien, efektif, transparan dan akuntabel antara lain ditandai dengan:

a. Persentase temuan BPK, BPKP dan Itjen yang ditindaklanjuti mencapai 100%

pada tahun 2017;

b. Index predikat opini laporan keuangan yang WTP pada tahun 2017;

c. Index evaluasi akuntabilitas kinerja yang meningkat dengan target kinerja

pada tahun 2017dengan predikat B.

Sedangkan untuk sasaran strategis Kantor Wilayah Kementerian Agama

Provinsi DKI Jakarta terkait dengan fungsi pendidikan adalah sebagai berikut:

1. Sasaran terkait peningkatan akses masyarakat tidak mampu terhadap Program

Indonesia Pintar pada pendidikan dasar-menengah antara lain ditandai dengan :

a. Meningkatnya jumlah siswa MI / Ula penerima KIP dengan target kinerja pada

tahun 2017sebanyak 6.836 siswa;

b. Meningkatnya jumlah siswa MTs / Wustha penerima KIP dengan target kinerja

pada tahun 2017sebanyak 3.299siswa;

c. Meningkatnya jumlah siswa MA / Ulya penerima KIP dengan target kinerja

pada tahun 2017sebanyak 1.509 siswa.

2. Sasaran terkait peningkatan angka partisipasi penduduk usia pendidikan dasar

dan menengah antara lain ditandai dengan :

Page 20: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

9 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

a. Meningkatnya APK RA dengan target kinerja pada tahun 2017sebesar

32,41%;

b. Meningkatnya APK MI/Ula dengan target kinerja pada tahun 2017sebesar

15,53%;

c. Meningkatnya APM MI/Ula dengan target kinerja pada tahun 2017sebesar

12,05%;

d. Meningkatnya APK MTs / Wutsha dengan target kinerja pada tahun

2017sebesar 19.49%;

e. Meningkatnya APM MTs / Wutsha dengan target kinerja pada tahun

2017sebesar 16,14%;

f. Meningkatnya APK MA / Ulya dengan target kinerja pada tahun 2017sebesar

9,61%;

g. Meningkatnya APM MA / Ulya dengan target kinerja pada tahun 2017sebesar

6,38%.

3. Sasaran terkait penurunan jumlah siswa yang tidak melanjutkan pendidikan

antara lain ditandai dengan :

a. Menurunnya jumlah angka putus sekolah MI / Ula dengan target kinerja pada

tahun 2017sebesar 1,41 %;

b. Menurunnya jumlah angka putus sekolah MTs / Wutsha dengan target kinerja

pada tahun 2017sebesar 2,22 %;

c. Menurunnya jumlah angka putus sekolah MA / Ulya dengan target kinerja

pada tahun 2017sebesar 1,4 %.

4. Sasaran terkait peningkatan jaminan kualitas pelayanan pendidikan antara lain

ditandai dengan :

a. Meningkatnya persentase pendidikan MI yang terakreditasi minimal B dengan

target kinerja pada tahun 2017sebesar 30%;

b. Meningkatnya persentase MTs yang terakreditasi minimal B dengan target

kinerja pada tahun 2017 sebesar 35 %;

c. Meningkatnya persentase MA yang terakreditasi minimal B dengan target

kinerja pada tahun 2017 sebesar 18 %

d. Meningkatnya rata-rata nilai ujian sekolah MA/SMATK dengan target kinerja

pada tahun 2017 sebesar 80 %;

Page 21: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

10 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

e. Meningkatnya indeks kepuasan capaian layanan pendidikan agama dengan

target kinerja pada tahun 2017 sebesar 100 %;

f. Meningkatnya rata-rata nilai ujian sekolah MA/SMATK dengan target kinerja

pada tahun 2017 sebesar 80 %;

g.

5. Sasaran terkait peningkatan proporsi pendidik yang kompeten dan profesional

pada pendidikan umum berciri khas agama antara lain ditandai dengan :

a. Meningkatnya persentase guru RA-madrasah berkualifikasi minimal S1 /D4

dengan target kinerja pada tahun 2017sebesar 45%;

b. Meningkatnya persentase guru pendidikan agama islam berkualifikasi minimal

S1 / D4 dengan target kinerja pada tahun 2017sebesar 100%;

c. Meningkatnya persentase guru RA-madrasah bersertifikat dengan target

kinerja pada tahun 2017sebesar 45%.

6. Sasaran terkait peningkatan ketersediaan guru pendidikan agama yang telah

bersertifikat antara lain ditandai dengan :

a. Meningkatnya persentase guru pendidikan agama islam bersertifikat dengan

target kinerja pada tahun 2017sebesar 30%;

b. Meningkatnya persentase guru pendidikan agama kristen bersertifikat dengan

target kinerja pada tahun 2017sebesar 100%;

c. Meningkatnya persentase guru pendidikan agama katolik bersertifikat dengan

target kinerja pada tahun 2017sebesar 53 %;

d. Meningkatnya persentase guru pendidikan agama hindu bersertifikat dengan

target kinerja pada tahun 2017sebesar 100%

e. Meningkatnya persentase guru pendidikan agama buddha bersertifikat

dengan target kinerja pada tahun 2017sebesar 79%.

7. Sasaran terkait peningkatan akses pendidikan keagamaan sesuai aspirasi umat

beragama antara lain ditandai dengan :

a. Adanya peserta didik pada pendidikan keagamaan islam dengan target

kinerja pada tahun 2017sebanyak 4000 siswa;

b. Adanya peserta didik pada pendidikan keagamaan kristen dengan target

kinerja pada tahun 2017sebanyak 746siswa;

c. Adanya peserta didik pada pendidikan keagamaan katolik dengan target

kinerja pada tahun 2017sebanyak 100siswa;

Page 22: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

11 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

d. Adanya peserta didik pada pendidikan keagamaan hindu (pasraman) dengan

target kinerja pada tahun 2017sebanyak 55siswa;

e. Adanya peserta didik pada pendidikan keagamaan buddha (SMB,

dhammasekha, pabbajja, samanera, dan widya darma) dengan target kinerja

pada tahun 2019 sebanyak 200siswa.

5. Indikator KinerjaUtama (IKU)

1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

Program tersebut diatas dengan sasaran (outcomes) meningkatnya

kualitas tata kelola dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya

yang ditandai dengan predikat opini laporan keuangan dengan nilai opini WTP

pada tahun 2017dan predikat evaluasi akuntabilitas kinerja dengan nilai B pada

tahun 2017.

Untuk mencapai outcomes tersebut dilaksanakan sejumlah kegiatan:

a. Pembinaan administrasi Perencanaan dengan output meningkatnya kualitas

administrasi perencanaan, yang ditandai dengan:

1. Jumlah data perencanaan program;

2. Jumlah dokumen rencana kerja dan anggaran;

3. Jumlah laporan evaluasi program.

b. Pembinaan administrasi kepegawaian dengan output meningkatnya kualitas

administrasi kepegawaian, yang ditandai dengan:

1. Jumlah peserta assessmen dan pengembangan pegawai;

2. Persentase pembinaan dan layanan kesejahteraan sosial;

3. Persentase dokumen data PNS yang tervalidasi dan terverifikasi.

c. Pembinaan administrasi keuangan dan BMN dengan output meningkatnya

kualitas administrasi keuangan dan BMN, yang ditandai dengan:

1. Jumlah dokumen pengelolaan keuangan dan BMN;

2. Jumlah laporan keuangan dan BMN.

d. Pembinaan administrasi organisasi dan tatalaksana dengan output

meningkatnya kualitas administrasi organisasi dan tatalaksana, yang ditandai

dengan:

1. Jumlah rancangan regulasi bidang organisasi dan tatalaksana;

2. Jumlah laporan kinerja:

Page 23: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

12 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

3. Jumlah dokumen laporan tindak lanjut hasil pemeriksaan.

e. Pembinaan administrasi hukum dan KLN dengan output meningkatnya

kualitas administrasi hukum dan KLN, yang ditandai dengan:

1. Jumlah aparatur sipil negara yang dibina dalam bidang hukum;

2. Jumlah aparatur sipil negara yang mengikuti sosialisasi dalam produk-

produk hukum;

3. Jumlah tenaga asing yang diverifikasi.

f. Pembinaan administrasi umum dengan output meningkatnya kualitas

adminsitrasi umum dan meningkatnya penyediaan sarana prasarana aparatur,

yang ditandai dengan:

1. Jumlah dokumen pelayanan dan rancangan kebijakan di bidang

administrasi dan umum;

2. Persentase terlaksananya pembinaan adminsitrasi;

3. Persentase tersedianya sarana dan prasarana aparatur.

g. Pembinaan adminsitrasi informasi keagamaan dan kehumasan dengan output

meningkatnya kualitas kehumasan, meningkatnya kualitas data dan informasi

keagamaan, dan meningkatnya sistem informasi yang terintegrasi, yang

ditandai dengan:

1. Jumlah layanan masyarakat;

2. Persentase penyelenggaraan layanan call centre;

3. Jumlah penyelenggara PPID;

4. Persentase kelengkapan data keagamaan dan pendidikan;

5. Jumlah integrasi sistem aplikasi data;

6. Jumlah operasional layanan data center, jaringan dan internet;

7. Jumlah operasional portal, website dan email;

8. Jumlah operasional LPSE

2. Program Kerukunan Umat Beragama

Pada program ini, sasaran (outcomes) yaitu meningkatnya kualitas

pemahaman, pengamalan, pelayanan, dan pendidikan agama khonghucu yang

ditandai dengan jumlah penyuluh agama khonghucu yang difasilitasi dalam

pembinaan dan pengembangan sebanyak 20 orang pada tahun 2017. Untuk

Page 24: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

13 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

mencapai sasaran (outcomes) tersebut dilaksanakan sejumlah kegiatan antara

lain:

a. Pembinaan kerukunan hidup umat beragama dengan output meningkatnya

kapasitas aktor-aktor kerukunan umat beragama, meningkatnya kualitas

FKUB, lembaga keagamaan dan institusi media, dan meningkatnya mutu

kesadaran kerukunan umat beragama, yang ditandai dengan:

1. Persentase provinsi dan kabupaten/kota yang melibatkan tokoh

perempuan dan unsur pemuda dalam keanggotaanFKUB dan lembaga

keagamaan;

2. Jumlah kegiatan koordinasi lintas lembaga keagamaan yang

diselenggarakan pada level provinsi dan kabupaten/kota;

3. Jumlah paket bantuan operasional SEKBER FKUB provinsi;

4. Jumlah paket bantuan operasional SEKBER FKUB kabupaten/kota;

5. Jumlah dialog lintas agama.

b. Bimbingan masyarakat khonghucu dengan ouput meningkatnya kualitas

bimbingan masyarakat khonghucu, yang ditandai dengan:

1. Jumlah fasilitas dan prasarana keagamaan khonghucu;

2. Jumlah penyuluh agama khonghucu yang difasilitasi dalam pembinaan

dan pengembangan.

3. Program Pendidikan Islam

Pada program pendidikan islam sasaran (outcomes) antara lain

meningkatnya angka partisipasi peserta didik RA, MI/Ula, MTs/Wustha dan

MA/Ulya, menurunnya angka putus sekolah lulusan MI/Ula, MTs/Wustha dan

MA/Ulya, tercapainya keseimbangan peserta didik perempuan, laki-laki pada

MI/Ula, MTs/Wustha dan MA/Ulya, meningkatnya kualitas layanan pendidikan

pada RA, MI/Ula, MTs/Wustha dan MA/Ulya yang ditunjukkan dengan nilai

akreditasi minimal B, meningkatnya jumlah madrasah yang layanan

pendidikannya sesuai SNP, meningkatnya jumlah satuan pendidikan madrasah

yang menerapkan SPM, meningkatnya jumlah ruang kelas madrasah/ madin

dalam kondisi baik, terlaksananya program bantuan siswa/santri miskin melalui

kartu indonesia pintar, dan meningkatnya kualifikasi dan kompetensi guru PAI

pada sekolah.

Page 25: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

14 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

Untuk mencapai sasaran (outcomes) tersebut dilaksanakan sejumlah

kegiatan antara lain:

a. Meningkatnya akses, mutu, kesejahteraan dan subsidi pendidikan agama

islam yang ditandai dengan:

1. Jumlah guru PAI non PNS yang menerima tunjangan profesi;

2. Jumlah PAI yang ditingkatkan kualifikasi S1;

3. Jumlah guru PAI yang ditingkatkan kompetensinya;

4. Jumlah guru PAI berprestasi yang megikuti program visiting teacher;

5. Jumlah pengawas PAI yang ditingkatkan kompentensinya;

6. Jumlah calon pengawas PAI yang berkualifikasi S2;

7. Jumlah guru dan pengawas PAI yang mengikuti bimtek kurikulum yang

berlaku;

8. Jumlah guru yang mengikuti lomba pengembangan pembelajaran PAI;

9. Jumlah pengawas PAI yang terbina.

b. Meningkatnya mutu siswa pendidikan agama islam pada sekolah yang

ditandai dengan:

1. Jumlah siswa yang mengikuti lomba kreatif PAI;

2. Jumlah dokumen penyelenggaraan USBN PAI.

c. Meningkatnya pemahaman siswa atas keberagaman melalui pendidikan

Agama Islam pada sekolah yang ditandai dengan:

1. Jumlah siswa yang mendapat pengembangan PAI berwawasan

kebangsaan.

d. Meningkatnya mutu kelembagaan pendidikan agama islam pada sekolah

yang ditandai dengan:

1. Jumlah lembaga pokjawas yang ditingkatkan kapasitasnya;

2. Jumlah lembaga yang melakukan pengembangan pembelajaran dan

penilaian kurikulum PAI;

3. Jumlah KKG dan MGMP yang dikembangkan di sekolah

4. Jumlah sekolah penerima bantuan sarana media pembelajaran PAI.

e. Meningkatnya akses pendidikan diniyah dan pondok pesantren yang ditandai

dengan:

Page 26: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

15 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

1. Jumlah santri pada pendidikan diniyah formal/satuan pendidikan

muadah/program persamaan lulusan/progrm wajar dikdas tingkat Ula

serta paket A yang mendapatkan biaya operasional santri;

2. Jumlah santri pada pendidikan diniyah formal/satuan pendidikan

muadalah/program persamaan lulusan/program wajar dikdastingkat

Wutsha serta paket B yang mendapatkan biaya operasional santri;

3. Jumlah santri pada pendidikan diniyah formal/satuan pendidikan

muadalah/program persamaan lulusan/program wajar dikdastingkat Ulya

serta paket C yang mendapatkan biaya operasional santri;

4. Jumlah santri pada pendidikan diniyah formal/satuan pendidikan

muadah/program persamaan lulusan/program wajar dikdas tingkat Ula

serta paket A yang mendapatkan bantuan KIP;

5. Jumlah santri pada pendidikan diniyah formal/satuan pendidikan

muadalah/program persamaan lulusan/program wajar dikdas tingkat

Wutsha serta paket B yang mendapatkan bantuan KIP;

6. Jumlah santri pada pendidikan diniyah formal/satuan pendidikan

muadalah/program persamaan lulusan/program wajar dikdastingkat Ulya

serta paket C yang mendapatkan bantuan KIP;

7. Jumlah madrasah diniyah takmiliyah/pendidikan al-quran/pendidikan

pesantren yang mendapatkan dukungan biaya operasional pendidikan;

8. Jumlah santri yang menerima layanan pendidikan terpadu anak harapan

(dikterapan).

f. Meningkatnya mutu sarana dan prasarana pendidikan diniyah dan pondok

pesantren yang ditandai dengan:

1. Jumlah asrama pada pondok pesantren yang direhab;

2. Jumlah lembaga pendidikan keagamaan islam yang ditingkatkan mutu

sarana dan prasarana;

3. Jumlah madrasah diniyah takmiliyah/pendidikan al-quran/pendidikan

pesantren ditingkatkan mutunya;

4. Jumlah kitab yang diajarkan pada lembaga pendidikan diniyah dan

pondok pesantren yang disediakan;

5. Jumlah lembaga penyelenggara pendidikan keagamaan yang ditingkatkan

mutunya;

Page 27: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

16 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

6. Jumlah lembaga pesantren diniyah, diniyah takmiliyah, pendidikan al-

quran yang terbina.

g. Meningkatnya mutu santri pendidikan diniyah dan pondok pesantren yang

ditandai dengan:

1. Jumlah santri pondok pesantren yang mendapatkan dukungan

pembiayaan pemagangan santri pondok pesantren;

2. Jumlah santri yang mengikuti perkemahan pramuka santi nusantara;

3. Jumlah santri yang mengikuti pekan olahraga dan seni antar pondok

pesantren tingkat nasional.

h. Meningkatnya mutu pendidik dan tenaga kependidikan pda pendidikan

diniyah dan pondek pesantren yang ditandai dengan:

1. Jumah pendidik madrasah diniyah takmiliyah/pendidikan al-quran/

pendidikan pesantren yang ditingkatkan mutunya.

i. Meningkatnya kaminan kualitas (quality insurance) kelembagaan pendidikan

diniyah dan pondok pesantren yang ditandai dengan:

1. Jumlah mitra kerja pendidikan keagamaan islam (FKDT/FKPP/FKPM/

FKMA dll) yang diberdayakan;

2. Jumlah penyelenggaraan bahtsul masail/halaqoh pada lembaga

pendidikan keagamaan yang dilaksanakan;

3. Jumlah lembaga pendidikan keagamaan yang menyelenggarakan layanan

pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan kerja;

4. Terusunnya standar nasional pendididikan keagamaan islam.

j. Meningkatnya akses pendidikan madrasah yang ditandai dengan :

1. Jumlah siswa MI penerima BOS;

2. Jumlah siswa MI penerima KIP;

3. Jumlah siswa MTs penerima BOS;

4. Jumlah siswa MTs penerima KIP;

5. Jumlah siswa MA/MAK penerima BOS;

6. Jumlah siswa MA/MAK penerima KIP;

7. Jumlah siswa MI/MTs/MA/MAK yang menerima kartu dan

tersosialisasikan progam wajar 12 tahun dengan KIP;

8. Jumlah ruang kelas MI yang dibangun;

9. Jumlah ruang kelas MTs yang dibangun;

Page 28: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

17 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

10. Jumlah ruang kelas MA/MAK yang dibangun.

k. Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana pendidikan madrasah yang

ditandai dengan:

1. Jumlah RA yang mendapat bantuan sarana dan prasarana pembelajaran;

2. Jumlah ruang kelas RA yang direhab;

3. Jumlah ruang kelas MI rusak sedang yang direhabilitasi;

4. Jumlah ruang kelas MI rusak berat yang direhabilitasi;

5. Jumlah perpustakaan MI yang dibangun;

6. Jumlah MI yang meningkat standar UK

7. Jumlah MI yang memiliki sarana prasarana termsuk meubelair;

8. Jumlah ruang kelas MTs rusak sedang yang direhabilitasi;

9. Jumlah ruang kelas MTs rusak berat yang direhabilitasi;

10. Jumlah MTs yang meningkat standar UKS;

11. Jumlah asrama MTsN yang dibangun;

12. Jumlah ruang kelas MA/MAK rusak sedang yang direhabilitasi;

13. Jumlah ruang keas MA/MAK rusak berat yang direhabilitasi;

14. Jumlah perpustakaan MA/MAK yag dibangun;

15. Jumlah MA/MAK berasrama yang dibangun/dikembangkan;

16. Jumlah MA/MAK penerima bantuan pembangunan laboratorium IPA;

17. Jumlah MA/MAK yang mendapat peralatan laboratorium IPA;

18. Jumlah MA/MAK penerima bantuan pembangunan laboratorium bahasa;

19. Jumlah MA/MAK penerima bantuan pembangunan laboratorium komputer;

20. Jumlah peralatan laboratorium bahasa MA/MAK;

21. Jumlah peralatan laboratorium komputer MA/MAK;

22. Jumlah asrama MA/MAK yang dibangun;

23. Jumlah MA yang dipersiapkan menjadi madrasah unggulan.

l. Meningkatnya mutu siswa madrasah yang ditandai dengan:

1. Jumlah siswa MI mendapat beasiswa bakat dan berprestasi;

2. Jumlah siswa MI mengikuti lomba/festival/kompetisi/olimpiade nasional

danatau internasional;

3. Jumlah siswa MTs mendapat beasiswa bakat dan berprestasi;

4. Jumlah siswa MTs mengikuti lomba/festival/kompetisi/olimpiade nasional

danatau internasional;

Page 29: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

18 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

5. Jumlah siswa MA/MAK mendapat beasiswa bakat dan berprestasi;

6. Jumlah siswa MA/MAK mengikuti lomba/festival/kompetisi/olimpiade

nasional danatau internasional;

7. Jumlah siswa MI, MTs, MA yang mengikuti UAMBN PAI dan bahasa arab;

8. Jumlah siswa MI, MTs, MA yang mengikuti UN.

m. Meningkatnya mutu guru dan tenaga kependidikan madrasah yang ditandai

dengan:

1. Jumlah guru/kepala RA yang ditingkatkan kompetensinya;

2. Jumlah PTK MI yang ditingkatkan kompetensinya;

3. Jumlah PTK MTs yang ditingkatkan kompetensinya;

4. Jumlah PTK MA/MAK yang ditingkatkan kompetensinya;

5. Jumlah PTK non-PNS yang menerima tunjangan fungsional;

6. Jumlah PTK non-PNS yang menerima tunjangan profesi;

7. Jumlah PTK non-PNS yang menerima tunjangan khusus;

8. Jumlah guru madrasah mapel umum yang disertifikasi;

9. Jumlah guru yang dinilai kinerjanya;

10. Jumlah PTK madrasah penerima penghargaan dan perlindungan;

11. Jumlah guru yang disiapkan menjadi kepala madrasah.

n. Meningkatnya jaminan kualitas (quality insurance) kelembagaan madrasah

yang ditandai dengan:

1. Jumlah RA yang dipersiapkan untuk ditingkatkan mutu akreditasinya;

2. Jumlah MI yang dipersiapkan untuk ditingkatkan mutu akreditasinya;

3. Jumlah MI yang disiapkan menjadi madrasah unggulan;

4. Jumlah MI menerapkan manajemen berbasis madrasah;

5. Jumlah KKM MI yang diberdayakan;

6. Jumlah KKG MI yang diberdayakan;

7. Jumlah MTs yang dipersiapkan untuk ditingkatkan mutu akreditasinya;

8. Jumlah MTs yang menerapkan manajemen berbasis madrasah;

9. Jumlah KKM MTs yang diberdayakan;

10. Jumlah MGMP MTs yang diberdayakan;

11. Jumlah MA/MAK yang dipersiapkan untuk ditingkatkan mutu

akreditasinya;

12. Jumlah MA/MAK menerapakan manajemen berbasis madrasah;

Page 30: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

19 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

13. Jumlah KKM MA/MAK yang diberdayakan;

14. Jumlah MGMP MA/MAK yang diberdayakan;

15. Jumlah MA yang menyelenggarakan program keterampilan;

16. Jumlah MA yang menyelenggarakan program keagamaan;

17. Jumlah MA melaksanakan program riset;

18. Jumlah madrasah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi.

o. Meningkatnya mutu kurikulum pembelajaran madrasah yang ditandai dengan:

1. Jumlah dokumen pengembangan kurikulum RA yang dipersiapkan;

2. Jumlah MI yang melaksanakan kurikulum yang berlaku;

3. Jumlah MTs yang melaksanakan kurikulum yang berlaku;

4. Jumlah MA/MAK yang melaksanakan kurikulum yang berlaku;

5. Jumlah buku PAI dan bahasa arab sesuai kurikulum yang berlaku yang

digandakan;

6. Jumlah PTK yang dilatih kurikulum yang berlaku;

7. Jumlah madrasah yang melaksanakan pendampingan kurikulum yang

berlaku.

4. Program Penyelenggaraan Haji dan Umroh

Pada program penyelenggaraan haji dan umroh sasaran (outcomes)

antara lain, pelayanan haji dalam negeri, pembinaan haji dan umrah, pengelolaan

dana haji, dan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya

penyenggaraan haji dan umroh.

Untuk mencapai sasaran (outcomes) tersebut dilaksanakan sejumlah

kegiatan antara lain:

a. Meningkatnya akuntabilitas pengelolaan dana haji yang ditandai dengan:

1. Jumlah rehabilitasi dan pengembangan asrama haji;

2. Jumlah lokasi pelayanan pendaftaran haji.

b. Meningkatnya kualitas pembinaan ibadah haji dan umrah yang ditandai

dengan:

1. Jumlah petugas PPIH arab saudi yang difasilitasi dalam pelatihan

manajemen dan pelayanan prima;

2. Jumlah petugas PPIH embarkasi yang difasilitasi dalam pelatihan

manajemen dan pelayanan prima;

Page 31: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

20 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

3. Jumlah rekuitmen tenaga musiman PPIH arab saudi;

4. Jumlah pembimbing dan penyuluh haji bersertifikat;

5. Jumlah jemaah haji yang mendapatkan bimbingan manasik haji.

c. Meningkatnya akuntabilitas pengelolaan dana haji yang ditandai dengan:

1. Jumlah dokumen laporan pengelolaan dan pengembangan dana haji;

2. Jumlah dokumen laporan keuangan operasional haji;

3. Jumlah dokumen laporan aset haji.

d. Meningkatnya kualitas tata kelola dukungan manajemen dan tugas teknis

lainnya penyelenggaraan haji dan umrah yang ditandai dengan:

1. Jumlah dokumen administrasi perencanaan, keuangan, umum dan ortala

kepegawaian yang disusun tepat waktu;

2. Jumlah naskah kebijakan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis

lainnya;

3. Jumlah dokumen monev, LAKIP dan BMN;

4. Jumlah lokasi pengelolaan data base, jaringan dan informasi haji;

5. Jumlah penyediaan sarana dan prasarana PHU.

5. Program Bimbingan Masyarakat Islam

Pada program ini sasaran (outcomes) antara lain pengelolaan dan

pembinaan pemberdayaan wakaf, pengelolaan dan pembinaan pemberdayaan

zakat, pengelolaan dan pembinaan penerangan agama islam, pengelolaan uruan

agama islam dan pembinaan syariah, dan dukungan manajemen dan

pelaksanaan tugas teknis lainnya bimas islam. Untuk mencapai sasaran

(outcomes) tersebut dilaksanakan sejumlah kegiatan antara lain:

a. Meningkatnya kualitas SDM operator SIWAK yang ditandai dengan:

1. Jumlah operator SIWAK pada KUA yang difasilitasi dalam pelatihan;

2. Jumlah operator SIWAK pada Kankemenag yang difasilitasi dalam

pelatihan;

3. Jumlah operator SIWAK pada kanwil yang difasilitasi dalam pelatihan.

b. Meningkatnya pengamanan tanah wakaf yang ditandai dengan:

1. Jumlah midis billboard tanah wakaf.

c. Terbinanya nazhir dan lembaga wakaf yang ditandai dengan:

1. Jumlah bantuan tanah wakaf yang produktif;

2. Persentase tanah wakaf;

Page 32: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

21 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

3. Jumlah terbentuknya BWI provinsi;

4. Jumlah terbentuknya BWI kabupaten/kota.

d. Terbinanya lembaga zakat yang ditandai dengan:

1. Jumlah verifikasi perizinan lembaga zakat;

2. Jumlah terlaksananya penilaian dan pemberian penghargaan terhadap

kontestan zakat award;

3. Jumlah penilaian kontestan zakat award;

4. Jumlah dana operasional BAZNAS pusat, provinsi dan kabupaten/kota

diseluruh indonesia.

e. Meningkatnya pemahaman dan kepatuhan BAZNAS pusat, provinsi dan

kabupaten/kota serta LAZ terhadap regulasi zakat dan penerapan prinsip-

prinsip syariah pada pengelolaan zakat yang ditandai dengan:

1. Jumlah pengawasan lembaga zakat tingkat pusat (33 BAZNAS provinsi,

18 LAZ Nasional, 1 BAZNAS Pusat)

2. Jumlah sosialisasi standar akuntansi lembaga zakat;

3. Jumlah temu konsultasi compliance audit lembaga zakat;

f. Tersedianya pedoman dalam pelakanaan pengawasan dan audit syariah yang

ditandai dengan:

1. Jumlah dokumen regulasi tentang zakat.

g. Terbentuknya unit pengumpulan zakatyang ditandai dengan:

1. Jumlah terbentuknya UPZ di setiap desa/kelurahan;

2. Jumlah terbentuknya UPZ di setiap kecamatan;

3. Jumlah terbentuknya UPZ di setiap kantor kementerian/lembaga, SKPD

tingkat provinsi dan SKPD tingkat kabupaten/kota.

h. Terselenggaranya publikasi dakwah yang ditandai dengan:

1. Jumlah workshop jurnalis keagamaan;

2. Jumlah publikasi dakwah melalui media;

3. Jumlah lokakarya penyelenggaraan HBI;

4. Jumlah dokumen regulasi tentang penerangan agama islam.

i. Terselenggaranya MTQ/STQ nasional dan internasional yamg ditandai

dengan :

1. Jumlah bimbingan peningkatan kualitas dewan hakim;

2. Jumlah bimbingan qari/qariah, hafidz/hafidzah.

Page 33: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

22 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

j. Terjalinnya sinergi bimas islam, ormas islam dan KL dalam penanganan

keumatan dan pemberdayaan umat yang ditandai dengan:

1. Jumlah sinergitas bimas islam, ormas islam dan KL yang difasilitasi;

2. Persentase kontribusi terhadap penyelesaian masalah keumatan.

k. Meningkatnya kualitas penyuluhan agama yang ditandai dengan:

1. Jumlah penyuluh agama islam non-PNS;

2. Jumlah bimbingan SDM penyuluh agama islam.

l. Berkembangnya lembaga sosial seni dan budaya islam yang ditandai dengan:

1. Jumlah pembinaan lembaga sosial, seni dan budaya islam;

2. Jumlah pembinaan mental remaja muslim melalui seni budaya islam.

m. Meningkatnya kualitas SDM penghulu yang ditandai dengan:

1. Jumlah penghulu yang terbina;

2. Jumlah penghulu bertambah;

3. Jumlah bimbingan teknis administrasi NR;

4. Terlaksananya PNBP biaya nikah rujuk.

n. Meningkatnya kualitas standar pelayanan KUA yang ditandai dengan:

1. Jumlah KUA yang memenuhi standar pelayanan;

2. Jumlah KUA yang menerima biaya operasional;

3. Jumlah rehabilitasi ringan KUA;

4. Jumlah pengadaan lahan dan sertifikasi tanah KUA;

5. Jumlah pembangunan KUA;

6. Jumlah pengadaan sarana perkantoran KUA online;

7. Jumlah pengadaan prasarana perkantoran KUA online;

8. Jumlah pengelola IT dan administrasi KUA terampil.

o. Meningkatnya kualitas keluarga sakinah yang ditandai dengan:

1. Jumlah bimbingan kursus pranikah;

2. Jumlah pelaksanaan pemilihan keluarga sakinah teladan tingkat

kabupaten/kota, provinsi dan nasional;

3. Jumlah bantuan kelompok prasakinah;

4. Jumlah bantuan operasional BP4.

p. Penyatuan kalender hijriyah yang ditandai dengan:

1. Jumlah kajian akademis;

2. Jumlah pertemuan tokoh/pakar.

Page 34: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

23 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

q. Terpenuhinya kebutuhan al-quran kepada masyarakat yang ditandai dengan:

jumlah distribusi al-quran kepada masyarakat.

r. Terciptanya suasana kehidupan internal umat islam yang harmonis yang

ditandai dengan jumlah fasilitas pembinaan, pemberdayaan dan kerukunan

inter umat beragama islam.

s. Meningkatnya pemberdayaan masjid dan mushola yang ditandai dengan:

1. Jumlah masjid/mushalla yang memperoleh bantuan;

2. Jumlah pembinaan terhadap masjid agar tidak meminta bantuan yang

menggangu ketertiban umum;

3. Jumlah validasi data kemasjidan melalui SIMAS;

4. Jumlah kualitas standar tipologi masjid melalui penilaian dan penetapan

masjid percontohan;

5. Jumlah kualitas sarana penunjang sistem informasi masjid;

6. Jumlah identifikasi masjid dan musholla melalui ID card masjid dan

musholla.

t. Meningkatnya kualitas penjamin produk halal yang ditandai dengan :

1. Jumlah kegiatan gerakan masyarakat sadar halal;

2. Jumlah bimbingan dan pengawasan produk halal di tempat produksi,

RPH, RPU, pasar tradisional dan pasar modern.

u. Terlaksananya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya

bimas islam yang tepat waktu, yang ditandai dengan :

1. Persentase tersedianya layanan manajemen bimas islam;

2. Persentase tersedianya data dan sistem informasi bimas islam sebagai

basis perencanaan, penganggaran dan monev.

6. Program Bimbingan Masyarakat Kristen

Pada program bimbingan masyarakat kristen sasaran (outcomes) antara

lain pengelolaan dan pembinaan urusan agama kristen, pengelolaan dan

pembinaan pendidikan agama kristen, dan dukungan manajemen dan tugas

teknis lainnya bimas kristen. Untuk mencapai sasaran (outcomes) tersebut

dilaksanakan sejumlah kegiatan antara lain:

a. Meningkatnya bimbingan masyarakat kristen yang ditandai dengan:

1. Jumlah penyuluh agama kristen Non-PNS penerima honorarium;

2. Jumlah penyuluh agama kristen yang ditingkatkan kualitas SDM nya;

Page 35: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

24 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

3. Jumlah kendaraan operasional roda 2 untuk penyuluh PNS;

4. Jumlah tenaga teknis keagamaan kristen yang terbina (pendeta, guru

sekolah minggu, koster, evangelis, diakones, guru injil/jemaat);

5. Jumlah lembaga sosial keagamaan, lembaga gereja, yayasan dan

asosiasi keagamaan kristen yang menerima bantuan.

b. Meningkatnya kualitas guru dan pengawas pendidikan agama kristen pada

sekolah umum yang ditandai dengan:

1. Jumlah guru PAK Non-PNS yang menerima tunjangan profesi;

2. Jumlah guru PAK Non-PNS yang menerima tunjangan fungsional;

3. Jumlah guru PAK yang bersertifikat;

4. Jumlah guru PAK yang mengikuti program PLGP/PPG dan pembinaan.

c. Meningkatnya kualitas guru dan tenaga kependidikan pada semua jenjang

sekolah pendidikan keagamaan yang ditandai dengan:

1. Jumlah guru bidang studi yang menerima tunjangan profesi;

2. Jumlah guru bidang studi yang menerima tunjangan fungsional.

d. Meningkatnya kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan kristen

yang ditandai dengan:

1. Jumlah lembaga pokjawas yang ditingkatkan kapasitasnya;

2. Jumlah KKG dan MGMP yang dibina dan dikembangkan;

3. Jumlah dokumen pengembangan kurikulum SDTK, SMPTK dan SMTK

serta SMAK yang dipersiapkan;

4. Jumlah SDTK, SMPTK dan SMTK yang dipersiapkan akreditasinya.

e. Meningkatnya kualitas tatakelola dukungan manajemen dan tugas teknis

lainnya bimas kristen yang ditandai dengan jumlah dokumen perencanaan,

keuangan, umum dan ortala kepegawaian yang disusun tepat waktu.

7. Program Bimbingan Masyarakat Katolik

Pada program bimbingan masyarakat katolik sasaran (outcomes) antara

lain pengelolaan dan pembinaan urusan agama katolik, pengelolaan dan

pembinaan pendidikan agama katolik, penyelenggaraan adminsitrasi perkantoran

pendidikan bimas katolik, dan dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya

bimas katolik. Untuk mencapai sasaran (outcomes) tersebut dilaksanakan

sejumlah kegiatan antara lain:

Page 36: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

25 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

a. Meningkatnya kualitas pemahaman, pengalaman ajaran agama katolik yang

ditandai dengan:

1. Jumlah penyuluh agama katolik PNS dan Non-PNS yang mengikuti

pendidikan dan latihan (pengembangan kemampuan subtansi dan teknis);

2. Jumlah laporan pelaksanaan tugas dan fungsi penyuluh agama katolik

PNS;

3. Jumlah penyuluh agama katolik Non-PNS yang menerima honorarium;

4. Jumlah juklak/juknis pelaksanaan penyuluhan agama katolik;

5. Jumlah kendaraan operasional roda dua bagi penyuluh agama katolik

PNS.

6. Jumlah tokoh agama dan masyarakat katolik yang mengikuti dialog

kerukunan umat beragama;

7. Jumlah keluarga katolik yang mengikuti pembinaan keluarga bahagia;

8. Jumlah kelompok kategorial yang terbina;

9. Jumlah pegawai yang mengikuti pembinaan kerohanian katolik;

10. Jumlah juklak/juknis pemberian bantuan kepada institusi/lembaga

keagamaan katolik;

11. Jumlah pedoman pembinaan keluarga katolik;

12. Jumlah naskah bimbingan kepada kelompok keagamaan katolik;

13. Jumlah lembaga keagamaan katolik yang terbina.

b. Meningkatnya kualitas pelayanan kehidupan beragama katolik yang ditandai

dengan:

1. Jumlah rumah ibadah yang menerima bantuan;

2. Jumlah keuskupan agung dan sufragan yang menerima bantuan;

3. Jumlah paroki/stasi/lingkungan yang menerima bantuan;

4. Jumlah lembaga keagamaan katolik yang menerima bantuan (sarana

keagamaan);

5. Jumlah lembaga sosial keagamaan katolik yang menerima bantuan

(seminari/kongregasi/tarekat/ordo/unio/lembaga sekuler);

6. Jumlah kelompok kategorial katolik yang menerima bantuan (BIARLU,

ME/LM);

7. Jumlah ormas katolik yang menerima bantuan pembinaan kerohanian

katolik;

Page 37: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

26 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

8. Jumlah buku peribadatan katolik;

9. Jumlah perlengkapan dan peralatan misa.

c. Meningkatnya kualitas Tenaga Pendidik dan Kependidikan agama katolik

yang ditandai dengan :

1. Jumlah guru pendidikan agama katolik tingkat dasar dan menengah yang

memenuhi standar kualifikasi (DMS) (S.1);

2. Jumlah guru pendidikan agama katolik yang memenuhi standar

kompetensi tersertifikasi;

3. Jumlah pengawas pendidikan agama katolik tingkat dasar dan menengah

yang memenuhi standar kompetensi;

4. Jumlah GPAK tingkat dasar dan menengah yang mengikuti pembinaan

dan latihan teknis kependidikan yang berlaku;

5. Jumlah pengawas PAK tingkat dasar dan menengah yang mengikuti

pembinaan dan latihan teknis kependidikan yang berlaku;

6. Jumlah guru pendidikan agama katolik tingkat dasar dan menengah yang

menerima TPG (Non-PNS yang sudah diinpasing);

7. Jumlah GPAK tingkat dasar dan menengah Non-PNS yang menerima

TPG;

8. Jumlah guru pendidikan agama katolik Non-PNS tingkat dasar dan

menengah yang belum tersertifikasi menerima tunjangan fungsional;

9. Jumlah juklak/juknis pembinaan kepada guru pendidikan agama katolik,

dosen agama katolik, pembina agama katolik dan tenaga kependidikan;

10. Jumlah buku guru dan silabus tingkat dasar;

11. Jumlah buku guru dan silabus tingkat menengah;

12. Jumlah GPAK tidak tetap tingkat dasar dan menengah yang menerima

bantuan;

d. Lembaga pendidikan keagamaan katolik yang berkualitas (memenuhi standar)

yang ditandai dengan:

1. Jumlah lembaga pendidikan keagamaan katolik tingkat dasar dan

menengah yang mendapat bantan sarana prasarana;

2. Jumlah KKG dan MGMP yang menerima bantuan;

3. Jumlah kegiatan pembinaan kerohanian katolik yang diikuti oleh peserta

didik.

Page 38: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

27 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

e. Terlaksananya administrasi perkantoran pendidikan bimas katolik yang

ditandai dengan:

1. Jumlah guru PNS penerima tunjangan profesi;

2. Jumlah guru PNS yang menerima gaji dan tunjangan.

f. Meningkatnya kualitas tata kelola dukungan manajemen dan tugas teknis

lainnya bimas katolik yang ditandai dengan:

1. Jumlah dokumen adminsitrasi perencanaan, keuangan, umum, ortala

kepegawaian yang disusun tepat waktu;

2. Jumlah pegawai yang mendapatkan gaji, tunjangan dan operasional.

8. Program Bimbingan Masyarakat Hindu

Pada program bimbingan masyarakat hindu sasaran (outcomes) antara

lain pengelolaan dan pembinaan urusan agama Hindu, pengelolaan dan

pembinaan pendidikan agama Hindu, penyelenggaraan adminsitrasi perkantoran

pendidikan bimas Hindu, dan dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya

bimas Hindu. Untuk mencapai sasaran (outcomes) tersebut dilaksanakan

sejumlah kegiatan antara lain:

a. Meningkatnya kualitas pembinaan dan pengelolaan urusan agama hindu yang

ditandai dengan:

1. Jumlah fasilitasi operasional penyuluh Non-PNS;

2. Jumlah dialog pinandita/tokoh agama/cendekiawan/tokoh

masyarakat/pemuda/wanita;

3. Jumlah pembinaan dan pemberdayaan ekonomi umat;

4. Jumlah fasilitasi pembinaan dan pemberdayaan ekonomi umat;

5. Jumlah desa binaan kerukunan intern;

6. Jumlah pembinaan keluarga sukinah;

7. Jumlah BOP PHIDI;

8. Jumlah BOP LPDG;

9. Jumlah BOP BPH;

10. Jumlah BOP lembaga keagamaan pemuda;

11. Jumlah BOP lembaga pinandita;

12. Jumlah fasilitasi rumah ibadah;

13. Jumlah fasilitasi sarana keagamaan;

14. Jumlah kita suci yang disediakan;

Page 39: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

28 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

15. Jumlah fasilitasi rumah duka Hindu;

16. Jumlah event budaya keagamaan Hindu;

17. Jumlah fasilitasi event budaya keagamaan Hindu;

b. Meningkatnya akses pendidikan agama dan keagamaan hindu tingkat dasar

dan menengah yang ditandai dengan jumlah fasilitasi sarana dan prasarana.

c. Meningkatnya kualitas pendidikan agama dan keagamaan hindu tingkat dasar

dan menengah yang ditandai dengan:

1. Jumlah satuan pendidikan agama hindu yang melaksanakan kurikulum

yang berlaku;

2. Jumlah sekolah minggu yang dibina;

3. Fasilitasi event pendidikan agama dan keagamaan hindu.

d. Meningkatnya kualitas tenaga pendidik dan kependidikan tingkat dasar dan

menengah yang ditandai dengan:

1. Jumlah guru berkualifikasi S1/D4 dan S2;

2. Jumlah guru bersertifikasi pendidik;

3. Jumlah guru penerima tunjangan;

4. Jumlah KKG/MGMP yang difasilitasi;

5. Jumlah tenaga kependidikan yang dibina;

6. Jumlah tenaga kependidikan yang ditingkatkan kompetensinya;

7. Jumlah guru yang diberikan pembinaan.

e. Terlaksananya adminsitrasi perkantoran pendidikan bimas hindu yang

ditandai dengan:

1. Jumlah guru PNS penerima tunjangan profesi;

2. Jumlah guru PNS penerima gaji dan tunjangan.

f. Meningkatnya kualitas tata kelola dukungan manajemen dan tugas teknis

lainnya bimas hindu yang ditandai dengan :

1. Jumlah dokumen rencana kerja tahunan;

2. Jumlah dokumen pagu indikatif, pagu anggaran dan alokasi anggaran;

3. Jumlah dokumen administrasi;

4. Jumlah pegawai yang mendapatkan gaji, tunjangan dan operasional;

5. Jumlah dokumen laporan keuangan;

6. Jumlah dokumen pengadaan dan pemeliharaan peralatan perkantoran.

Page 40: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

29 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

9. Program Bimbingan Masyarakat Buddha

Pada program bimbingan masyarakat buddha sasaran (outcomes)

antara lain pengelolaan dan pembinaan urusan agama buddha, pengelolaan

dan pembinaan pendidikan agama buddha, penyelenggaraan adminsitrasi

perkantoran pendidikan bimas buddha, dan dukungan manajemen dan tugas

teknis lainnya bimas buddha. Untuk mencapai sasaran (outcomes) tersebut

dilaksanakan sejumlah kegiatan antara lain:

a. Meningkatnya kualitas pemahaman, pengamalan dan pelayanan agama

Buddhayang ditandai dengan :

1. Jumlah penyuluh dan tenaga teknis keagamaan Buddha yang

difasilitasi dalam pembinaan dan pengembangan;

2. Jumlah lembaga sosial keagamaan yang difasilitasi untuk ditingkatkan

kualitas pelayanannya.

b. Meningkatnya kualitas kerukunan intern umat beragama yang ditandai

dengan :

1. Jumlah dialog kerukunan untuk meningkatkan kerukunan intern umat

beragama.

2. Jumlah lembaga sosial keagamaan (organisasi kepemudaan/

organisasi wanita buddhis/organisasisangha/lembaga keagamaan

yang dibantu;

3. Jumlah kegiatan pembinaan penguatan dan pemberdayaan pengurus

lembaga keagamaan buddha;

4. Jumlah rumah ibadat yang dibantu;

5. Jumlah event penyelenggaraan svayamvara tripitaka gatha (STG);

6. Jumlah event penyelenggaraan dhamma camp pemuda buddhis.

c. Meningkatnya akses pendidikan keagamaan sesuai aspirasi masyarakat

yang ditandai dengan :

1. Jumlah peserta didik yang mengikuti pendidikan keagamaan Buddha

di SMB, Dhammasekha, Pabbajja samanera, dan Widya Dharma yang

difasilitasi dalam penguatan dan pemberdayaan;

2. Jumlah lembaga pendidikan agama dan keagamaan Buddha di SMB,

Dhammasekha, Pabbajja Samanera, dan Widya Dharma yang

difasilitasi dalam penguatan dan pemberdayaan.

Page 41: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

30 Laporan Kinerja Triwulan IIKanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

d. Meningkatnya kualitas tenaga pendidik dan kependidikan agama dan

keagamaan Buddha tingkat dasar dan menengah yang ditandai dengan:

1. Jumlah tenaga pendidik dan kependidikan yang difasilitasi dalam

pembinaan dan pengembangan;

2. Jumlah sarana dan prasarana pelayanan pendidikan agama Buddha.

e. Meningkatnya kualitas pelayanan kehidupan beragama Buddha yang

ditandai dengan:

1. Jumlah rumah ibadah yang difasilitasi untuk ditingkatkan kualitas

pelayanannya;

2. Jumlah sarana dan prasarana pelayanan keagamaan.

f. Meningkatnya kualitas tata kelola Bimas Buddha yang bersih, akuntabel

dan terpercaya yang ditandai dengan:

1. Jumlah persentase penyerapan anggaran;

2. Jumlah laporan yang disusun tepat waktu;

3. Jumlah kegiatan yang dilaksanakan tepat waktu.

g. Terlaksananya tata kelola dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya

bimas buddha yang ditandai dengan:

1. Jumlah dokumen perencanaan dan penganggaran;

2. Jumlah dokumen data perencanaan dan layanan sistem informasi;

3. Jumlah dokumen tata kelola kepegawaian;

4. Jumlah dokumen laporan keuangan;

5. Jumlah dokumen perbendaharaan pelaksanaan anggaran.

C. Penetapan Kinerja (PK)

Kementerian Agama telah membuat penetapan kinerja tahun 2017secara berjenjang

sesuai dengan kedudukan, tugas, dan fungsi yang ada. Penetapan kinerja ini telah

mengacu pada Renstra Kementerian Agama serta RPJMN tahun 2015-2019. Oleh

karena itu indikator-indikator kinerja dan target tahunan yang digunakan dalam

penetapan kinerja ini adalah indikator kinerja utama tingkat kementerian yang telah

ditetapkan dan telah diintegrasikan dalam Renstra Kementerian Agama tahun 2015-

2019. Penetapan Kinerja Kanwil Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta Tahun

2017terlampir dalam (lampiran 2).

Page 42: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag Evaluasi Kinerja Kabag Evaluasi

Kinisasi

Kepala Biro Organisasi dan Tata

Laksana

Kabag Ev. Kinerja Org

Kepala Biro Ortala

SekretarisJenderal

1 Laporan Kinerja Triwulan II Kanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

A. PENGUKURAN KINERJA

Tolok ukur keberhasilan sasaran strategis Kementerian Agama memang tidak

seluruhnya dapat dituangkan dalam grafik dan angka-angka yang bersifat kualitatif. Dari

lima sasaran strategis yang ingin dicapai Kanwil Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta

sebagaimana telah ditetapkan dalam Renstra 2015-2019, tiga diantaranya mencakup

dimensi pembangunan manusia dan perubahan perilaku masyarakat yang

membutuhkan proses dan waktu dalam pencapaiannya. Namun demikian pengukuran

tingkat capaian kinerja Kementerian Agama tahun 2017 telah dilakukan dengan cara

membandingkan antara target pencapaian indikator sasaran yang telah ditetapkan

dalam Penetapan Kinerja Kementerian Agama Tahun 2017 dengan realisasinya. Tingkat

capaian kinerja Kementerian Agama Tahun 2017 berdasarkan hasil pengukurannya

dapat diilustrasikan dalam lampiran Pengukuran Realisasi Kinerja Kanwil Kementerian

Agama Prov. DKI Jakarta Tahun 2017.

1. Perbandingan Target danRealisasiKinerja

1.1 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

Program tersebut diatas dengan sasaran (outcomes) meningkatnya

kualitas tata kelola dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya

yang ditandai dengan predikat opini laporan keuangan dengan nilai opini WTP

pada tahun 2017 dan predikat evaluasi akuntabilitas kinerja dengan nilai B pada

tahun 2017.

Untuk mencapai outcomes tersebut dilaksanakan sejumlah kegiatan:

a. Pembinaan administrasi Perencanaan dengan output meningkatnya kualitas

administrasi perencanaan, yang ditandai dengan:

1. Jumlah data perencanaan program dengan target sejumlah 4 data dan

dilaksanakan 4 data (50%);

2. Jumlah dokumen rencana kerja dan anggaran dengan target sejumlah 32

data dan dilaksanakan 16 data (50%);

3. Jumlah laporan evaluasi program dengan target sejumlah 4 data dan

dilaksanakan 4 data (50%).

BAB III REALISASI KINERJA

Page 43: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

2 Laporan Kinerja Triwulan II Kanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

b. Pembinaan administrasi kepegawaian dengan output meningkatnya kualitas

administrasi kepegawaian, yang ditandai dengan:

1. Jumlah peserta assessmen dan pengembangan pegawai dengan target

sebanyak 2 orang dan dilaksanakan sebanyak 2 orang (100%);

2. Persentase pembinaan dan layanan kesejahteraan dengan target

sejumlah 26 orang dan dilaksanakan sebanyak 26 orang (100%);

3. Persentase dokumen data PNS yang tervalidasi dan terverifikasi dengan

target sejumlah 60 orang dan dilaksanakan sebanyak 60 orang (100%).

c. Pembinaan administrasi keuangan dan BMN dengan output meningkatnya

kualitas administrasi keuangan dan BMN, yang ditandai dengan:

1. Jumlah dokumen pengelolaan keuangan dan BMN dengan target sejumlah

826dokumen dan dilaksanakan 826 (50%);

2. Jumlah laporan keuangan dan BMN dengan target sejumlah 32dokumen

dan dilaksanakan (75%).

d. Pembinaan administrasi organisasi dan tatalaksana dengan output

meningkatnya kualitas administrasi organisasi dan tatalaksana, yang ditandai

dengan:

1. Jumlah rancangan regulasi bidang organisasi dan tatalaksana dengan

target sejumlah 3 dokumen dan dilaksanakan 3 dokumen (100%);

2. Jumlah laporan kinerja dengan target sejumlah 2 dokumen dan

dilaksanakan 2 dokumen (100%);

3. jumlah dokumen laporan tindak lanjut hasil pemeriksaan dengan target

sejumlah 60 dokumen dan dilaksanakan 60 dokumen (100%).

e. Pembinaan administrasi hukum dan KLN dengan output meningkatnya

kualitas administrasi hukum dan KLN, yang ditandai dengan:

1. Jumlah aparatur sipil negara yang dibina dalam bidang hukum dengan

target sejumlah 30 dokumen dan dilaksanakan 30 dokumen (50%);

2. Jumlah aparatur sipil negara yang mengikuti sosialisasi dalam produk-

produk hukum dengan target sejumlah 100 orang dan dilaksanakan 100

orang (100%);

3. Jumlah tenaga asing yang diverifikasi437Orang

Page 44: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

3 Laporan Kinerja Triwulan II Kanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

f. Pembinaan administrasi umum dengan output meningkatnya kualitas

adminsitrasi umum dan meningkatnya penyediaan sarana prasarana aparatur,

yang ditandai dengan:

1. Jumlah dokumen pelayanan dan rancangan kebijakan di bidang

administrasi dan umum dengan target sejumlah 12 dokumen dan

dilaksanakan 12 dokumen (50%);

2. Persentase terlaksananya pembinaan adminsitrasi dengan target sejumlah

144 orang dan dilaksanakan sebanyak 144 orang (50%);

g. Pembinaan administrasi informasi keagamaan dan kehumasan dengan output

meningkatnya kualitas kehumasan, meningkatnya kualitas data dan informasi

keagamaan, dan meningkatnya sistem informasi yang terintegrasi, yang

ditandai dengan:

1. Jumlah layanan masyarakat belum dilaksanakan karena tidak ada

anggaran 0%;

2. Persentase penyelenggaraan layanan call centrebelum dilaksanakan

karena tidak ada anggaran 0%;

3. Jumlah penyelenggara PPIDdengan target sejumlah 2 PPID dan

dilaksanakan 2 PPID100%;

4. Persentase kelengkapan data keagamaan dan pendidikan dengan target

sejumlah 50% dan dilaksanakan 50%;

5. Jumlah integrasi sistem aplikasi datadengan target sejumlah 2 unit dan

dilaksanakan 2 unit 100%;

6. Jumlah operasional layanan data center, jaringan dan internet

dilaksanakan 100%;

7. Jumlah operasional portal, website dan email dengan target sejumlah 75

dan dilaksanakan 75 (50%);

1.2 Program Kerukunan Umat Beragama

Pada program ini, sasaran (outcomes) yaitu meningkatnya kualitas

pemahaman, pengamalan, pelayanan, dan pendidikan agama khonghucu yang

ditandai dengan jumlah penyuluh agama khonghucu yang difasilitasi dalam

pembinaan dan pengembangan sebanyak 20 orang pada tahun 2017. Untuk

Page 45: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

4 Laporan Kinerja Triwulan II Kanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

mencapai sasaran (outcomes) tersebut dilaksanakan sejumlah kegiatan antara

lain:

a. Pembinaan kerukunan hidup umat beragama dengan output meningkatnya

kapasitas aktor-aktor kerukunan umat beragama, meningkatnya kualitas

FKUB, lembaga keagamaan dan institusi media, dan meningkatnya mutu

kesadaran kerukunan umat beragama, yang ditandai dengan:

1. Persentase provinsi dan kabupaten/kota yang melibatkan tokoh

perempuan dan unsur pemuda dalam keanggotaanFKUB dan lembaga

keagamaan dengan target sejumlah 50% dan dilaksanakan 50%;

2. Jumlah kegiatan koordinasi lintas lembaga keagamaan yang

diselenggarakan pada level provinsi dan kabupaten/kota dengan target

sejumlah 1 dan dilaksanakan 1 (100%);

3. Jumlah paket bantuan operasional FKUB provinsi dengan target sejumlah

1 dan dilaksanakan 1 (100%);

4. Jumlah paket bantuan operasional FKUB kabupaten/kota dengan target

sejumlah 6 dan dilaksanakan 6 (100%);

5. Jumlah dialog lintas agama dengan target sejumlah 1 paket dan

dilaksanakan 1 (100%).

b. Bimbingan masyarakat khonghucu dengan ouput meningkatnya kualitas

bimbingan masyarakat khonghucu, yang ditandai dengan:

1. Jumlah fasilitas dan prasarana keagamaan khonghucu tidak dianggarkan;

2. Jumlah penyuluh agama khonghucu yang difasilitasi dalam pembinaan

dan pengembangan dengan target sejumlah 20 orang dan dilaksanakan

20 orang (100%).

3. Program Pendidikan Islam

Pada program pendidikan islam sasaran (outcomes) antara lain

meningkatnya angka partisipasi peserta didik RA, MI/Ula, MTs/Wustha dan

MA/Ulya, menurunnya angka putus sekolah lulusan MI/Ula, MTs/Wustha dan

MA/Ulya, tercapainya keseimbangan peserta didik perempuan, laki-laki pada

MI/Ula, MTs/Wustha dan MA/Ulya, meningkatnya kualitas layanan pendidikan pada

RA, MI/Ula, MTs/Wustha dan MA/Ulya yang ditunjukkan dengan nilai akreditasi

Page 46: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

5 Laporan Kinerja Triwulan II Kanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

minimal B, meningkatnya jumlah madrasah yang layanan pendidikannya sesuai

SNP, meningkatnya jumlah satuan pendidikan madrasah yang menerapkan SPM,

meningkatnya jumlah ruang kelas madrasah / madin dalam kondisi baik,

terlaksananya program bantuan siswa/santri miskin melalui kartu indonesia pintar,

dan meningkatnya kualifikasi dan kompetensi guru PAI pada sekolah.

Untuk mencapai sasaran (outcomes) tersebut dilaksanakan sejumlah kegiatan

antara lain:

a. Meningkatnya mutu dan relevansi pendidikan agama Islamsebesar Rp.

13.409.008.000,- dan telah dilaksanakan dengan realisasi anggaran Rp.

670.4504.000,-(50%);

b. Meningkatnya akses, mutu, kesejahteraan dan subsidi pendidikan keagamaan

Islam sebesar Rp. 14.890.580.000,- dan telah dilaksanakan dengan realisasi

anggaran Rp. 7.445.290.000,-(50%);

c. Meningkatnya kualitas tata kelola dukungan manajemen pendidikan dan

pelayanan tugas teknis lainnya pendidikan Islam ditandai dengan target pagu

anggaran Rp. 1.193.630.000,- dan telah dilaksanakan dengan realisasi anggaran

Rp. 59.6815.000,- (50%).

4. Program Penyelenggaraan Haji dan Umroh

Pada program penyelenggaraan haji dan umroh sasaran (outcomes) antara

lain, pelayanan haji dalam negeri, pembinaan haji dan umrah, pengelolaan dana

haji, dan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya

penyenggaraan haji dan umroh.

Untuk mencapai sasaran (outcomes) tersebut dilaksanakan sejumlah kegiatan

antara lain:

a. Meningkatnya pelayanan haji dalam negeritidak direalisasikan dikarenakan self

bloking (0%);

b. Meningkatnya kualitas pembinaan ibadah haji dan umrah realisasi (81%) yang

ditandai dengan:

1. Verifikasi Administrasi Penyelenggaraan Perjalanan Haji dan Umrah Target

sebanyak 138 orang dan realisasi sebanyak 66 orang (50%);

Page 47: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

6 Laporan Kinerja Triwulan II Kanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

2. Rakernis Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah ditargetkan peserta 45

Orang dapat direalisasikan peserta 22 orang telah mencapai target yang

diharapkan yaitu sebesar (50%);

3. Monitoring Perjalanan Ibadah Umrah di Bandara Soekarno Hatta ditargetkan

sebanyak 3 orang dalam 8 kali selama 10 bulan belum dapat direalisasikan

karena Self Blocking (0%);

4. Petugas PPIH Embarkasi Masa Operasional Pemberangkatan ditargetkan

185 Orang belum terealisasi.

5. Petugas PPIH Embarkasi Masa Operasional Pemulangan ditargetkan 165

Orang belum dapat.

6. Peserta Calon Petugas Kloter Tingkat Kanwil ditargetkan sebanyak 59 Orang

belum direalisasikan.

7. Peserta Calon Petugas Kloter Tingkat Provinsi ditargetkan sebanyak 80

Orang belum direalisasikan.

8. Peserta Pelatihan Calon Petugas Kloter ditargetkan 98 Orang Orang belum

direalisasikan.

9. Peserta Evaluasi Petugas ditargetkan sebanyak 78 peserta Orang belum

direalisasikan.

10. Petugas PPIH Arab Saudi ditargetkan sebanyak 78 orang Orang belum

direalisasikan.

c. Peserta Bimbingan Ibadah Haji dan Penyuluh Haji yang bersertifikat ditargetkan

sebanyak 100 orang Orang belum direalisasikan.

d. Meningkatnya akuntabilitas pengelolaan dana haji tidak dilaksanakan karena self

blocking (0%)

e. Meningkatnya kualitas tata kelola dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya

penyelenggaraan haji dan umrah realisasi (50%) yang ditandai dengan:

1. Rencana Kerja dan Anggaran tidak dilaksanakan karena self blocking (0%)

2. Sinkronisasi Rencana Kerja Anggaran Kanwil dan Kabupaten tidak

dilaksanakan karena self blocking (0%)

3. Tim operasional siskohat ditargetkan 10 orang Orang belum direalisasikan.

4. Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran realisasi 50%

Page 48: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

7 Laporan Kinerja Triwulan II Kanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

5. Program Bimbingan Masyarakat Islam

Pada program ini sasaran (outcomes) antara lain :

a. Pengelolaan dan pembinaan pemberdayaan wakaf dengan realisasi 50%;

b. Pengelolaan dan pembinaan pemberdayaan zakat dengan realisasi 50%;

c. Pengelolaan dan pembinaan penerangan agama islam dengan realisasi 50%;

d. Pengelolaan urusan agama islam dan pembinaan syariah dengan realisasi

50%;

e. Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya bimas islam

dengan realisasi 50%;

f. Meningkatnya pengelolaan dan pembinaan zakat, wakaf dan penerangan

agama islam dengan realisasi 50%;

g. Meningkatnya pengelolaan urusan agama islam dan pembinaan syariah

dengan realisasi 50%;

h. Meningkatnya kualitas tata kelola dukungan manajemen dan tuga teknis lainnya

bimas islam dengan realisasi 50%.

6. Program Bimbingan Masyarakat Kristen

Pada program bimbingan masyarakat kristen sasaran (outcomes) antara lain:

1. Pengelolaan dan pembinaan urusan agama kristen realisasi (98%)

a. Dialog interaktif dengan pengurus Gereja ditargetkan 35 orang dapat

direalisasikan sebanyak 50%.

b. Pembinaan penyuluh agama Kristen non PNS ditargetkan 50 dapat

direalisasikan sebanyak 50%.

c. Character Building ditargetkan 28 orang Belum direalisasikan.

d. Tunjangan penyuluh agama Kristen ditargetkan 50 orang dapat

direalisasikan sebanyak 50%.

e. Pengadaan peralatan dan fasilitas perkantoran ditargetkan 25 unit dapat

direalisasikan sebanyak 50%.

2. Pengelolaan dan pembinaan pendidikan agama kristen;

a. Bimbingan teknis kurikulum 13 ditargetkan 100 orang belum direalisasikan.

b. Peningkatan profesionalisme guru PAK ditargetkan 100 orang dapat Belum

direalisasikan.

Page 49: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

8 Laporan Kinerja Triwulan II Kanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

c. Siswa penerima kartu indonesia pintar (KIP) ditargetkan 83 orang dapat

direalisasikan sebanyak 50%

3. Dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya bimas kristen ditargetkan 12

bulan dapat direalisasikan sebanyak 50%

7. Program Bimbingan Masyarakat Katolik

Pada program bimbingan masyarakat Katolik sasaran (outcomes) antara lain :

1. Pengelolaan dan pembinaan urusan agama Katolik realisasi (50%)

a. Tunjangan Penyuluh Agama Katolik Non PNS ditargetkan 75 Orang dapat

direalisasikan sebanyak 50%

b. Pembinaan Orang Muda Katolik ditargetkan 50 Orang dapat direalisasikan

sebanyak 50%

c. Bantuan Rahab/Pembangunan Rumah Ibadah Katolik ditargetkan 1 Buah

Belum direalisasikan.

2. Pengelolaan dan pembinaan pendidikan agama Katolik realisasi (50%)

a. Bimtek Kurikulum 2013 ditargetkan 55 Orang Belum direalisasikan.

b. Pengadaan Peralatan dan Fasilitas Perkantoran ditargetkan 6 Unit dapat

direalisasikan sebanyak 50%

c. Honor Penanggung Jawab Pengelola Anggaran ditargetkan 12 Orang dapat

direalisasikan sebanyak 50%

d. Peningkatan Koordinasi Pengawas dan Pegawai Bimas Katolik ditargetkan

16 Orang Belum direalisasikan.

e. Tunjangan Guru Non PNS ditargetkan 151 Orang Belum direalisasikan.

f. Tunjangan Fungsional Guru Pendidikan Agama Katolik Non PNS ditargetkan

2 Orang dapat direalisasikan sebanyak 2 Orang atau (100%);

g. Rekoleksi Siswa-siswi Agama Katolik ditargetkan 130 Orang Belum

direalisasikan.;

h. Rekoleksi Siswa-siswi Agama Katolik Tingkat SMP ditargetkan 60 Orang

dapat direalisasikan sebanyak 30 Orang atau (50%).

3. Penyelenggaraan administrasi perkantoran pendidikan bimas Katolik

ditargetkan 100 % dapat direalisasikan sebesar (50%).

4. Dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya bimas Katolikditargetkan 100%

dapat direalisasikan sebesar (50%).

Page 50: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

9 Laporan Kinerja Triwulan II Kanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

8. Program Bimbingan Masyarakat Hindu

Pada program bimbingan masyarakat hindu sasaran (outcomes) antara lain :

1. Pengelolaan dan pembinaan urusan agama Hindu realisasi (50%)

a. Orientasi Penyuluh Agama Hindu Non PNS ditargetkan 75 Orang dapat

direalisasikan sebanyak 35 Orang atau (50%);

b. Tunjangan Penyuluh Agama Hindu Non PNS ditargetkan 25 Orang dapat

direalisasikan sebanyak 50%

c. Penyelenggaraan Dialog Tokoh Agama Hindu ditargetkan 55 Orang dapat

direalisasikan sebanyak 50%

d. Penyelenggaraan Simakrama Umat Hindu ditargetkan 55 Orang Belum

direalisasikan.

e. PenyelenggaraanWorkshop Pinandita ditargetkan 50 Orang Belum

direalisasikan.

f. Penyelenggaraan Workshop Sarati Banten ditargetkan 65 Orang Belum

direalisasikan.

g. Pemberian Bantuan Operasional Lembaga Keagamaan Hindu ditargetkan 5

Lokasi dapat direalisasikan sebanyak 50%

2. Pengelolaan dan pembinaan pendidikan agama Hindu realisasi (500%)

a. Tunjangan Profesi Guru Agama Hindu Non PNS ditargetkan 2 Orang dapat

direalisasikan sebanyak 2 Orang atau (100%);

b. Orientasi Pengelolaan Pasraman ditargetkan 40 Orang Belum direalisasikan.

c. Pembinaan Peserta Jambore Pasraman Tingkat Nasional ditargetkan 41

Orang Belum direalisasikan.

d. Persiapan Pemberangkatan Kontingen Jambore Pasraman Tingkat Nasional

ditargetkan 21 Orang Belum direalisasikan.

e. Workshop Guru Agama Hindu ditargetkan 50 Orang dapat direalisasikan

sebanyak 50%

f. Orientasi Guru Pasraman ditargetkan 50 Orang dapat direalisasikan

sebanyak 50%

g. Pasraman Kilat Agama Hindu ditargetkan 50 Orang dapat direalisasikan

sebanyak 50%

Page 51: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

10 Laporan Kinerja Triwulan II Kanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

h. Bantuan Sarana dan Prasarana Pendidikan Agama Hindu ditargetkan 1

Lokasi Belum direalisasikan.

3. Penyelenggaraan administrasi perkantoran pendidikan bimas Hindu ditargetkan

20 Orang dapat direalisasikan sebanyak 50%.

4. Dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya bimas Hindu realisasi (50%)

a. Layanan Sekretariat ditargetkan 11 Orang dapat direalisasikan sebanyak

50%;

b. Layanan Perkantoran ditargetkan 7 Orang dapat direalisasikan sebanyak

50%;

c. Pembayaran Gaji dan Tunjangan ditargetkan 5 Orang dapat direalisasikan

sebanyak 50%.

9. Program Bimbingan Masyarakat Buddha

Pada program bimbingan masyarakat buddha sasaran (outcomes) antara lain

1. Pengelolaan dan pembinaan urusan agama buddha realisasi (50%)

a. Tunjangan penyuluh agama Buddha non PNS ditargetkan 82 orang dapat

direalisasikan 50%;

b. Orientasi pandita agama Buddha ditargetkan 50 orang dapat direalisasikan

sebanyak 50%;

c. Pembinaan kerukunan umat beragama Buddha ditargetkan 50 orang dapat

direalisasikan sebanyak 50%

d. Pembinaan pengurus majelis agama Buddha ditargetkan 50 orang dapat

direalisasikan sebanyak 50%

e. Bantuan untuk majelis keagamaan Buddha tingkat provinsi ditargetkan 6

lokasi dapat direalisasikan sebanyak 50%

f. Bantuan untuk majelis keagamaan Buddha tingkat Kab/Kota ditargetkan 8

lokasi dapat direalisasikan sebanyak 0 lokasi (0%);

g. Kegiatan Yobbana Dhamma Samaya ditargetkan 15 kegiatan dapat

direalisasikan sebanyak 50%;

h. Rehab rumah ibadah Buddha ditargetkan 3 lokasi dapat direalisasikan

sebanyak 50%.

2. Pengelolaan dan pembinaan pendidikan agama buddhadapat direalisasikan

sebanyak 50%

Page 52: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

11 Laporan Kinerja Triwulan II Kanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

a. Sosialisasi anti narkoba ditargetkan 6 kegiatan dapat direalisasikan

sebanyak 50%;

b. Tunjangan profesi guru non PNS ditargetkan 23 orang dapat direalisasikan

sebanyak 50%;

c. Orientasi guru sekolah minggu Buddha ditargetkan 55 orang dapat

direalisasikan sebanyak 50%;

d. Bimbingan teknis kurikulum 13 ditargetkan 100 orang dapat direalisasikan

sebanyak 50%;

e. Workshop penelitian tindakan kelas ditargetkan 140 orang dapat

direalisasikan sebanyak 50%;

f. Workshop penilaian kinerja guru pendidikan agama Buddha ditargetkan 70

orang dapat direalisasikan sebanyak 50%;

g. Workshop penyusunan kisi-kisi dan soal pendidikan agama Buddha

ditargetkan 105 orang dapat direalisasikan sebanyak 50%;

h. Penyusunan silabus dan RPP ditargetkan 105 orang dapat direalisasikan

sebanyak 50%;

i. Honor operasional pengelola anggaran ditargetkan 12 bulan dapat

direalisasikan sebanyak 50%;

j. Tunjangan fungsional guru non PNS ditargetkan 130 orang dapat

direalisasikan sebanyak 50%;

k. Orientasi lembaga pendidikan agama dan keagamaan Buddha ditargetkan

135 orang dapat direalisasikan sebanyak 50%;

l. Bantuan lembaga pendidikan dan mahasiswa Buddhis ditargetkan 6 lokasi

dapat direalisasikan sebanyak 50%;

m. Bantuan sekolah minggu Buddha ditargetkan 6 lokasi dapat direalisasikan

sebanyak 50%;

n. Bantuan keyboard/organ ditargetkan 5 unit dapat direalisasikan sebanyak

50%;

o. Pengadaan sound system ditargetkan 5 unit dapat direalisasikan sebanyak

50%.

3. Penyelenggaraan adminsitrasi perkantoran pendidikan bimas buddha

ditargetkan 12 bulan dapat direalisasikan sebanyak 50%.

Page 53: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

12 Laporan Kinerja Triwulan II Kanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

4. Dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya bimas buddhadapat

direalisasikan sebanyak 50%

a. Layanan perkantoran ditargetkan 12 bulan dapat direalisasikan sebanyak

50%;

b. Belanja perjalanan dinas ditargetkan 12 bulan dapat direalisasikan sebanyak

50%;

c. Biaya operasional dan pemeliharaan kendaraan roda empat ditargetkan 12

bulan dapat direalisasikan sebanyak 50%;

d. Operasional peralatan dan fasilitas perkantoran ditargetkan 1 unit belum

dapat direalisasikan.

Page 54: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag Evaluasi Kinerja Kabag Evaluasi

Kinisasi

Kepala Biro Organisasi dan Tata

Laksana

Kabag Ev. Kinerja Org

Kepala Biro Ortala

SekretarisJenderal

1 Laporan Kinerja Triwulan II Kanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

BAB IV PENUTUP

Laporan Kinerja Triwulan II Kementerian Agama tahun 2017 ini merupakan bentuk

pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan tahun 2017 dan sebagai tindak lanjut dari

Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan

Kinerja Tahunan Instansi Pemerintah.

Kinerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. DKI Jakartapada Tahun 2017

secara keseluruhan mencapai rata-rata capaian kinerja sebesar 50% dan realisasi

penyerapan anggaran sebesar 50%. Salah satu yang mendukung keberhasilan capaian

kinerja Kanwil Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta adalah keberhasilan capaian kinerja

sasaran strategis pada setiap unit kerja Sekretariat, Bidang dan Bimas, dimana capaian

Bimbingan Masyarakat Islam rata-rata sebesar 50%, Pendidikan Islam mencapai 50%, ,

Penyelenggara Haji dan Umroh sebesar 50%, untuk Bimas Kristen sebesar 50%, Bimas

Katolik sebesar 25%, Bimas Hindu mencapai 50%, Bimas Buddha sebesar 50%, sedangkan

untuk bagian Tata Usaha digabungkan mencapai 50% sedangkan khusus untuk program

kerukunan umat beragama mencapai 50%. Terkait koordinasi dan kerjasama yang lebih

intensif antara unit kerja dengan bagian perencanaan harus lebih ditingkatkan

terutamamengenaihal-hal yang berhubungan dengan keseragaman mata anggaran dalam

perencanaan dan penyusunan anggaran, salah satunya yang terjadi penghentian bantuan

sosial karena mata anggaran yang tidak sesuai dengan Akun serta keterbatasan waktu

untuk melakukan penyesuaian terhadap jenis belanja bantuan sosial menjadi jenis belanja

yang sesuai dengan ketentuan bagan akun standar sehingga tidak dapat

terserap.SelainitufaktorpenghematananggaranolehKementerian Agama Pusatmenjadifaktor

yang signifikandalampenyerapananggaran.

Secara umum sasaranstrategisKantor Wilayah Kementerian Agama Prov. DKI

Jakarta Tahun 2017 telah dapat dilaksanakan dengan sangat baik, jika diperhatikan dari

kondisi pembukaan blokir anggaran yang memasuki semester kedua dibandingkan dengan

pelaksanaan tahun sebelumnya.

Page 55: KATA PENGANTAR - Kemenag · 2018. 9. 3. · Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan

Kasubbag

Evaluasi

Kinerja

Kabag

Evaluasi

Kinerja

Organisasi

Kepala

Biro

Organisasi

dan Tata

Laksana

Kasubbag Evaluasi Kinerja

Kabag Evaluasi

Kinerja Organisasi

Kepala Biro Organisasi

dan Tata Laksana

2 Laporan Kinerja Triwulan II Kanwil Kementerian Agama ProvinsiDKI Jakarta

Secara umum capaian sasaran strategis Kementerian Agama sudah

baikdansangatmemuaskan, namun demikian hasil yang diperoleh tersebut perlu

dipertahankanatauditingkatkan terus guna merespon tuntutan pelayanan masyarakat yang

semakin tinggi.

Demikian Laporan Kinerja Triwulan II Kementerian Agama tahun 2017inidisusun,

semoga bermanfaat bagi semua pihak.

Jakarta, Juli 2017 Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta Dr. H. ABDURRAHMAN, M.Ag NIP. 19621128 198303 1 002