kontribusi desa pakraman di bali dalam pengentasan kemiskinan pengentasan kemiskinan ... pendidikan

Download KONTRIBUSI DESA PAKRAMAN DI BALI DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN PENGENTASAN KEMISKINAN ... pendidikan

Post on 27-Jun-2019

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1

    USULAN PENELITIAN

    KONTRIBUSI DESA PAKRAMAN DI BALI

    DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN

    Oleh

    Tim Peneliti Fakultas Hukum

    Universitas Udayana

    Denpasar, 2014

  • 1

    A. JUDUL : Kontribusi Desa Pakraman di Bali dalam Pengentasan

    Kemiskinan.

    B. PENDAHULUAN :

    Kemiskinan merupakan satu problema nasional yang sedang dihadapi

    dewasa ini bahkan sejak berpuluh tahun lalu, dan menjadi tugas negara untuk

    menanggulanginya. Namun tentunya persoalan ini bukanlah semata-mata

    menjadi tugas negara sebagaimana diamanatkan oleh pembukaan UUD 1945

    melainkan adalah juga menjadi bagian dari tugas kita bersama, tugas dari seluruh

    bangsa dan rakyat Indonesia untuk secara bersama-sama menanggulanginya.

    Secara umum, angka kemiskinan Indonesia sejak 1998 2011 terus

    menurun. Penurunan tersebut tidak lepas dari upaya keras pemerintah untuk

    menanggulangi kemiskinan melalui berbagai program pro-rakyat. Kendati belum

    bisa dikatakan maksimal, akan tetapi tren penurunan menunjukkan bahwa

    program-program penanggulangan kemiskinan yang diluncurkan pemerintah

    telah memberikan efek positif bagi peningkatan kemampuan masyarakat dalam

    mengembangkan hak-hak dasar mereka.

    Gambar Penurunan angka kemiskinan di Indonesia sejak 1998 2010. Sumber

    data BPS.

  • 2

    Berdasarkan Worldfactbook, BPS, dan World Bank, di tingkat dunia

    penurunan jumlah penduduk miskin di Indonesia termasuk yang tercepat

    dibandingkan negara lainnya. Tercatat pada rentang 2005 2009 Indonesia

    mampu menurunkan laju rata-rata penurunan jumlah penduduk miskin per tahun

    sebesar 0,8%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian negara lain

    semisal Kamboja, Thailand, Cina, dan Brasil yang hanya berada di kisaran 0,1%

    per tahun. Bahkan India mencatat hasil minus atau terjadi penambahan

    penduduk miskin.

    Kendati Indonesia adalah negara yang paling berhasil menurunkan angka

    kemiskinan, akan tetapi masih terdapat disparitas antar provinsi. Ada provinsi

    yang berhasil menurunkan prosentase penduduk miskinnya dengan cepat dan ada

    pula yang lambat. Gambar 4 berikut menggambarkan profil kemiskinan beberapa

    provinsi di Indonesia tahun 2011.

    Profil Kemiskinan Per Provinsi Tahun 2011. Sumber data BPS.

  • 3

    Selain itu, sebaran penduduk miskin juga tidak merata di seluruh wilayah

    kepulauan Indonesia. Penduduk miskin tersebut tinggal di wilayah perkotaan

    maupun perdesaan, dengan prosentase terbesar berada di wilayah perdesaan di

    Pulau Jawa, disusul Pulau Sumatera, baru kemudian pulau-pulau lain di

    Indonesia. Secara rinci, gambaran jumlah penduduk miskin di perdesaan dan

    perkotaan seperti tergambar berikut ini.

    Jumlah Penduduk Miskin Perdesaan dan Perkotaan 2011 (dalam ribuan).

    Sumber data BPS.

    Sebagai catatan, ada beberapa hal yang patut dijadikan bahan kajian. Pertama,

    tingkat kemiskinan masyarakat Bali. Dari data di Badan Pusat Statistik (BPS)

    Provinsi Bali, pada 2 Januari 2013, jumlah angka kemiskinan masyarakat Bali

    hingga September 2012 adalah 160.950 orang. Jumlah ini tentu sangat besar

    dibandingkan jumlah penduduk Bali secara keseluruhan yang mencapai lebih dari

    3,6 juta orang. Itu artinya, pemimpin ke depan mesti mampu terus-menerus

  • 4

    mengentaskan kemiskinan masyarakat Bali, karena akibat kemiskinan akan

    menimbulkan multi efek yang kurang positif bagi peningkatan kesejahteraan

    rakyat. Dengan kemiskinan, tentu akan berdampak pada tingkat kesehatan yang

    rendah. Jika kesehatan masyarakat rendah, maka kesempatan untuk mendapatkan

    pendidikan juga kecil. Berarti upaya peningkatan kemampuan bersaing dalam

    memperebutkan lahan pekerjaan akan berkurang sehingga tingkat pengangguran

    pun naik. Jadi persoalan mendasar dari rantai kehidupan ini adalah dengan

    mengentaskan kemiskinan.

    Secara garis besar, penurunan angka kemiskinan dari tahun ke tahun juga

    terus mengalami penurunan. Pada tahun 2008, penduduk miskin di Bali tercatat

    sebanyak 6,17 persen. Selanjutnya pada tahun 2009 menurun menjadi 5,13

    persen, tahun 2010 tercatat sebanyak 4,88 persen. Selanjutnya pada tahun 2011

    dan 2012 terus bergerak turun menjadi 4,20 persen dan terakhir 3,95 persen.

    Angka kemiskinan dari 6,17% tahun 2008, sudah mampu ditekan menjadi 3,95%

    pada tahun 2012 (terbaik kedua nasional, setelah Provinsi DKI Jakarta).

    Penurunan angka kemiskinan itu menjadi sebuah bukti keberhasilan

    berbagai program Bali Mandara yang pelaksanaannya telah memasuki tahun

    kelima. Sejumlah program yang manfaatnya bisa dinikmati langsung oleh

    masyarakat antara lain Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), Bedah Rumah,

    Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri), Beasiswa bagi siswa dan mahasiswa

    kurang mampu, bantuan desa pakraman dan subak serta Gerakan Pembangunan

    Desa Terpadu (Gerbangsadu). Semuanya merupakan program yang langsung

    menyentuh kepentingan masyarakat luas dan terkait dengan upaya pengentasan

    kemiskinan

  • 5

    Penjabaran rencana aksi yang dilakukan Pemprov Bali dalam

    mengentaskan kemiskinan menunjukkan keberhasilan. Laporan resmi dari Badan

    Pusat Statistik No. 45/07/th.XIII tertanggal 1 Juli 2010 tentang Profil Kemiskinan

    Indonesia, menunjukkan keberhasilan Bali dalam pengentasan angka penduduk

    miskin. Berdasarkan data yang dirujuk pada Maret 2010 dengan pendataan

    konsep garis kemiskinan, tercatat 174.930 jiwa (4,88%) masuk kategori miskin.

    Angka ini jauh menurun dibandingkan angka penduduk miskin pada bulan yang

    sama tahun 2009. Saat itu angka penduduk miskin di Bali mencapai 181.720 jiwa

    (5,13%).

    ''Berdasarkan perbandingan angka ini, Bali mampu mengentaskan penduduk

    miskin mencapai 6.790 jiwa. Angka ini melampaui target nasional yang

    dibebankan pemerintah pusat 6.360 jiwa.

    Angka kemiskinan di Bali per Maret 2008 tercatat mengalami penurunan

    13.400 orang. Pada bulan Maret 2007 tercatat ada 229.100 orang di Bali yang

    berada di bawah kemiskinan atau mencapai 6,63 persen dari jumlah keseluruhan

    penduduk Bali. Jumlah itu menurun menjadi 215.700 orang pada bulan Maret

    2008 atau sekitar 6,17 persen dari total penduduk Bali.Data Badan Pusat Statistik

    (BPS) 2006 tentang angka kemiskinan di Bali menunjukkan masih cukup tinggi

    jumlah keluarga miskin di Bali yaitu 147.044 kepala keluarga (KK). Jumlah

    terbesar berada di Buleleng, yaitu 47.908 KK. Berikutnya di Karangasem (41.826

    KK), Bangli (13.191 KK), Tabanan (11.672 KK), Klungkung (8.460 KK),

    Gianyar (7.629 KK), Jembrana (6.998 KK), Badung (5.201 KK), dan Denpasar

    sebanyak 4.159 KK.

  • 6

    Dari hasil survei yang dilakukan, dapat diketahui bahwa dari 413

    responden yang meliputi 67 desa/kampung di seluruh Bali, diketahui bahwa

    sebagian besar bermatapencaharian sebagai buruh/tukang (29,5%), pedagang

    (21,1%), dan petani (16,5%) dengan penghasilan rata-rata kurang dari 200

    ribu/bulan (52,5%) dan sebagian besar memiliki hutang (77,5%). Dilihat dari

    latar belakang pendidikan, sebagian besar responden telah tamat SD (33,7%) dan

    tidak tamat SD (27%).Wakil Gubernur Bali I Gusti Ngurah Alit Kelakan

    mengatakan bahwa pemerintah memiliki target penurunan angka kemiskinan di

    Bali mencapai 5 persen per tahun. Dan jumlah kemiskinan terparah adalah tahun

    2005 yaitu sebanyak 1.07. Begitulah tingkat kemiskinan di pulau Bali atau

    Provinsi Bali yang naik turun dan tidak selalu stabil. sekarang, bagaimana

    pemerintah akan menanggulanginya

    Pelaksanaan berbagai program Bali Mandara yang diluncurkan oleh

    Gubernur Bali Made Mangku Pastika telah memasuki tahun kelima. Upaya

    pengentasan kemiskinan merupakan salah satu fokus dari berbagai program pro

    rakyat yang dilaksanakan Gubernur Mangku Pastika beserta jajaran. Pelan tapi

    pasti, berbagai program yang dilaksanakan terbukti mampu menurunkan jumlah

    penduduk miskin. Data resmi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi

    Bali menyebutkan, presentase penduduk miskin di Bali pada September 2012

    hanya tersisa 3,95 persen atau sebanyak 160.950 jiwa. Jumlah tersebut tentunya

    sudah jauh lebih kecil jika dibandingkan jumlah penduduk miskin pada tahun

    2008 yang tercatat sebesar 6,17 persen. Itu artinya, penurunan angka kemiskinan

    Bali mendekati presentasi 50 persen. Bali pun menduduki peringkat II setelah

    DKI Jakarta yang presentase penduduk miskinnya sebesar 3,70 persen.

  • 7

    Penurunan angka kemiskinan tersebut bukan semata di tataran angka-

    angka. Dalam aktualisasi, berbagai dampak nyata program Bali Mandara sangat

    dirasakan oleh masyarakat. Desa Pengotan, Bangli merupakan salah satu desa

    yang merasakan dampak positif berbagai program Bali Mandara. Bahkan, secara

    nyata angka kemiskinan di desa ini berhasil dikurangi hingga lebih dari 50 persen

    dalam kurun waktu empat tahun. Hal tersebut disampaikan Perbekel Desa

    Pengotan Wayan Arsana dalam penyerahan Program Gerbangsadu oleh Gubernur

    Bali Made Mangku Pastika kepada kelompok ekonomi produktif di Pasar Desa

    Pengotan baru-baru ini. Lebih jauh Arsana mengurai, Desa Pengotan yang

    berpenduduk 1315 KK atau 3617 jiwa. Pada catatan tahun 2008, desa ini

    mengantongi 517 KK miskin. Pada tahun 2012, tambah Arsana, penduduk miskin

    di wilayahnya bisa dikurangi hingga hanya tersisa sebanyak 295 KK.

    "Berkurangn

Recommended

View more >