krista log rafi

6
Siti Azizah Susilawati, S.Si.,MP. FKIP Prodi.Geografi, UMS Mineralogi & Petrografi II. KRISTALOGRAFI 1. Kristalografi ialah cabang ilmu mineralogi yang mempelajari tentang sistem-sistem kristal. (Senechal, 1995). Sedangkan pengertian kristal ialah : a. Kristal ialah suatu padatan yang secara esential mempunyai pola defraksi tertentu. b. Kristal ialah suatu padatan dengan susunan atom yang berulang secara tiga dimensi yang dapat mendefraksi sinar X. c. Kristal ialah suatu zat padat yang mempunyai susunan atom atau molekul yang teratur. d. Kristal adalah material padat dimana atom-atomnya tersusun dalam susunan yang berulang dan periodik pada dimensi yang besar yaitu atom-atom berada pada kondisi “keteraturan jarak panjang”. e. (Material non-kristal atau amorfus, keteraturan atom jarak panjang tidak muncul). Keteraturan tampak dari permukaan kristal yang berupa bidang-bidang datar dan rata mengikuti pola-pola tertentu. Sedangkan pola tiga dimensi pada kristal merupakan struktur kristal yang berupa susunan geometri sejumlah atom yang membentuk Unit Cell (sel satuan). Sel satuan tersebut berulang secara terus-menerus dan reguler sehingga membentuk suatu kristal. 2. Unit Cell Unit Cells ialah bagian terkecil dari unit struktur (building block) yang dapat menjelaskan struktur kristal. Unit cell menyusun kisi ruang (space lattice/ bravais lattice) yang berupa garis-garis imaginer sehingga membentuk kerangka tiga dimensi. Pengulangan dari unit cells akan mewakili struktur secara keseluruhan. Lattice = kisi

Upload: tak-punya-nama

Post on 03-Dec-2015

216 views

Category:

Documents


4 download

DESCRIPTION

kristal

TRANSCRIPT

Page 1: Krista Log Rafi

Siti Azizah Susilawati, S.Si.,MP.

FKIP Prodi.Geografi, UMS

Mineralogi & Petrografi

II. KRISTALOGRAFI

1. Kristalografi ialah cabang ilmu mineralogi yang mempelajari tentang sistem-sistem

kristal. (Senechal, 1995).

Sedangkan pengertian kristal ialah :

a. Kristal ialah suatu padatan yang secara esential mempunyai pola defraksi tertentu.

b. Kristal ialah suatu padatan dengan susunan atom yang berulang secara tiga

dimensi yang dapat mendefraksi sinar X.

c. Kristal ialah suatu zat padat yang mempunyai susunan atom atau molekul yang

teratur.

d. Kristal adalah material padat dimana atom-atomnya tersusun dalam susunan yang

berulang dan periodik pada dimensi yang besar yaitu atom-atom berada pada

kondisi “keteraturan jarak panjang”.

e. (Material non-kristal atau amorfus, keteraturan atom jarak panjang tidak muncul).

Keteraturan tampak dari permukaan kristal yang berupa bidang-bidang datar dan

rata mengikuti pola-pola tertentu. Sedangkan pola tiga dimensi pada kristal

merupakan struktur kristal yang berupa susunan geometri sejumlah atom yang

membentuk Unit Cell (sel satuan). Sel satuan tersebut berulang secara terus-menerus

dan reguler sehingga membentuk suatu kristal.

2. Unit Cell

Unit Cells ialah bagian terkecil dari unit struktur (building block) yang dapat

menjelaskan struktur kristal. Unit cell menyusun kisi ruang (space lattice/ bravais

lattice) yang berupa garis-garis imaginer sehingga membentuk kerangka tiga dimensi.

Pengulangan dari unit cells akan mewakili struktur secara keseluruhan.

Lattice = kisi

Page 2: Krista Log Rafi

Siti Azizah Susilawati, S.Si.,MP.

FKIP Prodi.Geografi, UMS

Mineralogi & Petrografi

Setiap • harus dikelilingi oleh sistem yang identik yang disebut dengan motif/basis”

Laticce + Basis / Motif = Kristal

(tampak 2 dimensi)

Laticce + Basis / Motif = Kristal

(tampak 3 dimensi)

Page 3: Krista Log Rafi

Siti Azizah Susilawati, S.Si.,MP.

FKIP Prodi.Geografi, UMS

Mineralogi & Petrografi

4. Lattice parameter

lattice parameter adalah faktor yang mendefinisikan sel satuan (jarak antar titik dan

sudut antar sumbu). Faktor-faktor ini disebut dengan tetapan kisi (kadang disebut juga

parameter kisi). lattice parameter meliputi a,b,c dan Alpha, betta, gamma.

Dalam beberapa sistem kristal diatas terdapat beberapa kemungkinan jenis latis yang

dapat menghasilkan simetri yang tertinggi. Tipe latis tersebut adalah:

P = primitive

I = body-centred

F = face-centred

C = base/side centred

Page 4: Krista Log Rafi

Siti Azizah Susilawati, S.Si.,MP.

FKIP Prodi.Geografi, UMS

Mineralogi & Petrografi

Lattice yang mungkin akan terbentuk

5. Daya Ikat dalam Kristal

Diatas, telah dijelaskan bahwa kristal tersusun dari atom-atom yang teratur, keteraturan

kristal terjadi karena adanya ikatan antar atom. Ikatan-ikatan atom pembentuk kristal

antara lain : ikatan ionik, ikatan kovalen, ikatan hidrogen, ikatan Van Der Waals, dan

ikatan logam.

a. ikatan ionik

Terjadi akibat ikatan ionik antara ion-ion dalam zat padat.

Ikatan ionik terjadi karena gaya tarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif.

Pada kristal ionik, tiap ion dikelilingi oleh ion-ion yang lain.

Contoh : kristal NaCl

Page 5: Krista Log Rafi

Siti Azizah Susilawati, S.Si.,MP.

FKIP Prodi.Geografi, UMS

Mineralogi & Petrografi

Ikatan natrium dan klorin terjadi karena adanya serah terima elektron, natrium merupakan

logam dengan reaktivitas tinggi karena mudah melepas elektron dengan energi ionisasi

rendah sedangkan klorin merupakan nonlogam dengan afinitas atau daya penagkapan

elektron yang tinggi. Apabila terjadi reaksi antara natrium dan klorin maka atom klorin

akan menarik satu elektron natrium. Akibatnya natrium menjadi ion positif dan klorin

menjadi ion negatif. Adanya ion positif dan negatif memungkinkan terjadinya gaya tarik

antara atom sehingga terbentuk natrium klorida.

b. Ikatan Kovalen

Ikatan yang terjadi karena adanya pemakaian bersama elektron-elektron dari atom-atom

yang bersangkutan.Ikatan kovalen disebut juga sebagai patungan elektron valensi dari

kedua atom.

Page 6: Krista Log Rafi

Siti Azizah Susilawati, S.Si.,MP.

FKIP Prodi.Geografi, UMS

Mineralogi & Petrografi

c. Ikatan Hidrogen

Ikatan ini merupakan gaya tarik menarik antara atom H dengan atom lain yang

mempunyai keelektronegatifan besar pada satu molekul dari senyawa yang sama.

d. Ikatan Van Der Waals

Ikatan Van Der Waals ialah ikatan yang erupa tarik menarik molekul-molekul yang

berdekatan. Ikatan ini terjadi pada gas dimana mempunyal sifat bentuk dan volumenya

dapat berubah sesuai tempatnya. Jarak antara molekul-molekul gas relatif jauh dan gaya

tarik menariknya sangat lemah. Pada penurunan suhu, fasa gas dapat berubah menjadi

fasa cair atau padat sehingga pada keadaan ini jarak antara molekul-molekulnya

menjadi lebih dekat dan gaya tarik menariknya relatif lebih kuat.

e. Ikatan logam.

Ikatan logam ialah ikatan antara atom-atom logam dalam kristal logam. Pada logam

elektron-elektron yang menyebabkan terjadinya ikatan di antara atom-atom logam tidak

hanya menjadi milik sepasang atom saja, tetapi menjadi milik semua atom logam,

sehingga elektron-elektron dapat bergerak bebas. Karena itulah maka logam-logam

dapat menghantarkan arus listrik.