kumpulan bahan latihan pemantauan dan evaluasi program-program pengentasan kemiskinan

Download KUMPULAN BAHAN LATIHAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI PROGRAM-PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN

Post on 26-Jun-2015

1.357 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

DIREKTORAT PENANGGULANGAN KEMISKINAN, BAPPENAS dan PROJECT PRO-POOR PLANNING AND BUDGETING (ADB TA 4762 INO) December 2007

TRANSCRIPT

  • 1. KUMPULAN BAHAN LATIHANPEMANTAUAN DAN EVALUASI PROGRAM-PROGRAMPENGENTASAN KEMISKINANDIREKTORAT PENANGGULANGAN KEMISKINAN, BAPPENAS dan PROJECT PRO-POOR PLANNING AND BUDGETING(ADB TA 4762 INO)December 2007

2. Daftar IsiKata Pengantaroleh Pungky Sumadi, Direktorat Penanggulangan Kemiskinan ................................ 1Modul 1Pilihan Kebijakan dan Program yang RealistisDisiapkan oleh Suahasil Nazara(Kepala Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi,Universitas Indonesia) ..................................................................................................... 8Modul 2Sistem Monitoring yang Efektif dalam StrategiPenanggulangan Kemiskinanoleh Wenefrida Widyanti dan Sudarno Sumarto(Lembaga Penelitian SMERU) .................................................................................... ..20Modul 3Target, Indikator dan BasisdataOleh Profesor Mayling Oey-Gardiner Ph.D.(Direktur Eksekutif, Insan Hitawasana Sejahtera) .................................................... 44Modul 4Persyaratan dan Unsur-unsur Evaluasi yang BaikOleh Asep Suryahadi(Lembaga Penelitian SMERU) ..................................................................................... 84Modul 5Evaluasi dan Identifikasi Pelajaran yang telah Diperoleh:Pendekatan Kualitatif Kajian CepatOleh Widjajanti I. Suharyo dan Rizki Fillaili(Lembaga Penelitian SMERU) ................................................................................... 102Modul 6Evaluasi Dampak Pendaftaran Tanah Secara SistematikMelalui Proyek Administrasi Pertanahan (PAP)di Indonesia dengan Menggunakan Pendekatan KuantitatifOleh Wenefrida D. Widyanti(Lembaga Penelitian SMERU) ................................................................................... 170 3. Kata PengantarPada tahun 2005, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2005-2010 PemerintahIndonesia mengumumkan unsur-unsur utama Rencana Penanggulangan Kemiskinan Nasionaldengan disertai fokus pada tercapainya upaya pengurangan kemiskinan secara signifikan melaluiperluasan lapangan kerja, peningkatan pendapatan serta peningkatan akses pendidikan,kesehatan, dan infrastruktur dasar bagi masyarakat miskin. Salah satu prioritas lain yangditekankan pemerintah adalah memastikan dilaksanakannya monitoring dan evaluasi terhadapseluruh program penanggulangan kemiskinan dan melakukan penguatan kapasitas baik di tingkatnasional maupun daerah guna melaksanakan monitoring dan evaluasi pro-rakyat miskin yangefektif.Pemerintah Indonesia telah memenuhi komitmen tersebut dengan melakukan beberapa evaluasiyang baru-baru ini dilaksanakan terhadap program penanggulangan kemiskinan seperti subsiditunai kepada keluarga miskin, bantuan operasional ke sekolah dasar, pembangunan infrastrukturpedesaan, kredit mikro, dan program pembangunan masyarakat. Di samping itu, pada awal tahun2006 BAPPENAS memutuskan untuk meminta bantuan donor dalam peningkatan kapasitas danpengembangan keterampilan para perumus kebijakan dan perencana program di BAPPENAS,maupun di departemen pemerintahan lain atau di tingkat kabupaten untuk menyusun danmelaksanakan rencana dan sistem monitoring dan evaluasi.Melalui bantuan teknis dan pendanaan dari Asian Development Bank (ADB), pengembangankapasitas untuk monitoring dan evaluasi tersebut saat ini sedang dilaksanakan. Salah satulangkahnya adalah mensponsori beberapa lokakarya dan program kajian monitoring dan evaluasiyang antara lain meliputi lokakarya tiga hari mengenai Monitoring & Evaluasi dan PerencanaanKebijakan yang Pro-Rakyat Miskin. Lokakarya tersebut diselenggarakan di Bogor pada tanggal21-23 Mei 2007, dan diikuti oleh 24 pejabat dari BAPPENAS, Departemen Dalam Negeri,Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, dan Departemen Sosial serta empatperwakilan dari tiga provinsi (NTT, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan). Perwakilan daerah inidiundang guna menghadirkan pengalaman di tingkat daerah pada pembahasan di tingkatnasional.Tujuan lokakarya tersebut adalah memperluas pengetahuan dasar dan meningkatkan kemampuanpara peserta lokakarya agar mereka mampu:- menyusun rencana monitoring dan evaluasi yang kemudian akan dilaksanakan oleh pihak ketiga berdasarkan ikatan kontrak;- melakukan kajian kritis terhadap kualitas laporan monitoring dan evaluasi yang disajikan; dan- menggunakan temuan yang ada dalam penyusunan program pro-rakyat miskin di masa mendatang.Tujuan lain adalah menyusun dan menyesuaikan paket pelatihan Monitoring dan Evaluasi yangdigunakan dalam lokakarya tersebut agar dapat digunakan di masa mendatang dalam lokakaryaMonitoring dan Evaluasi lainnya atau seminar di tingkat provinsi, kabupaten, atau kota.Dengan mempertimbangkan hal itulah buku panduan ini disusun oleh Tim Bantuan Teknis ADBdi bidang Perencanaan dan Penganggaran Pro-Rakyat Miskin. Buku ini terdiri dari seluruhpresentasi tertulis yang disajikan dalam lokakarya tersebut ditambah satu bab pendahuluan yangberisi penjelasan umum secara singkat. Buku panduan ini akan digunakan pada sesi pelatihan 3 4. monitoring dan evaluasi di masa mendatang dengan keikutsertaan sebelas kabupaten melaluiTim Bantuan Teknis ADB di bidang perencanaan dan penganggaran pro-rakyat miskin.Selain itu, BAPPENAS berharap bahwa dokumen-dokumen yang tercakup dalam buku inibermanfaat bagi analis program lain di semua tingkat pemerintahan, LSM, dan para mahasiswayang mempunyai ketertarikan pada monitoring dan evaluasi program penanggulangankemiskinan. Jakarta , November 1, 2007 Dr. Pungky Sumadi, MCP, PhD Direktur Penanggulangan Kemiskinan, BAPPENAS4 5. PENDAHULUANIndonesia telah menerapkan berbagai kebijakan dan program untuk menanggulangi kemiskinandan mengupayakan pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals MDG). Tantangan pertama yang dihadapi dalam mewujudkan tujuan itu adalah memilihkebijakan dan program yang tepat dari alternatif yang ada. Memilih program dan kebijakan baruyang efektif tergantung antara lain pada: (a) pemahaman mendalam tentang kekuatan dankelemahan program penanggulangan kemiskinan tahun sebelumnya atau yang sedang berjalandan (b) adanya sistem monitoring dan evaluasi yang baik. Pada gilirannya, sistem monitoringdan evaluasi yang berhasil hanya berguna jika keluaran, hasil, dan dampak yang jelas, layak, danterukur sebagaimana diharapkan, serta indikator pengukuran penanggulangan kemiskinanditentukan sejak awal. Kadang kala, menetapkan indikator tersebut merupakan tantangantersendiri. Hal itu membutuhkan, antara lain, pemahaman dan keterampilan yang lebih memadaiterkait monitoring dan evaluasi yang efektif di kalangan analis program dan kebijakan di seluruhtingkat pemerintahan.Untuk memenuhi kebutuhan peningkatan pengetahuan tentang monitoring dan evaluasi programpenanggulangan kemiskinan, Tim Bantuan Teknis 4762 ADB bidang perencanaan danpenganggaran pro-rakyat miskin merancang dan melaksanakan sebuah lokakarya untukmembantu pejabat negara dalam menyempurnakan Monitoring dan Evaluasi programpenanggulangan kemiskinan. Sesuai dengan permintaan BAPPENAS, lokakarya tersebutdiadakan selama tiga hari pada bulan Mei 2007 di Bogor dan diikuti oleh 24 pejabat dariBAPPENAS, Departemen Dalam Negeri, Kementerian Koordinator Bidang KesejahteraanRakyat, Departemen Sosial, dan empat perwakilan dari tiga provinsi (NTT, Jawa Tengah, danSumatera Selatan). Perwakilan daerah ini diundang untuk menghadirkan pengalaman di tingkatdaerah pada pembahasan di tingkat nasional.Laporan ini terdiri dari seluruh presentasi versi tertulis dan seluruh presentasi yang benar-benardisajikan serta dokumentasi terkait yang digunakan dalam lokakarya tersebut. Untuk memberipara pembaca konteks dari laporan ini, mengenai alasan di balik penyusunan presentasi dandokumen ini serta cara penggunaan presentasi dan dokumen ini, mungkin akan bermanfaat jikafokusnya sedikit ditekankan pada Program Lokakarya dan hasil-hasil yang dicapai.Program Lokakarya Hari 1 Pendahuluan: Indikator, Sasaran, dan Perencanaan Program/Kebijakan1) Pengantar dan Tinjauan Umum tentang Tujuan dan Hasil Program Lokakarya Tiga Hari itu; Unsur-unsur Utama; Studi Kasus; Dua Tugas Kerja; dan Kesimpulan Hari Terakhir.2) Perumusan Kebijakan Realistis/Pilihan Program - Bagaimana melaksanakan Perencanaan Program dan Kebijakan yang efektif dalamberbagai permasalahan penting penanggulangan kemiskinan (mungkin denganmenggunakan satu atau dua MDG di mana Indonesia mengalami ketertinggalan) ataupenetapan harga beras dan kebijakan perdagangan. - Proses memutuskan kebijakan realistis dan pilihan program, serta menetapkan tujuan danhasil yang realistis, mungkin berupa keluaran dan manfaat yang potensial.3) Sasaran, Indikator, dan Database - Bagaimana memilih dan menggunakan Sasaran dan Indikator untuk memantau danmengevaluasi program sekali lagi, dengan menggunakan kasus relevan yang terjadibaru-baru ini, misalnya beberapa MDG, KDP, CCT, dan sebagainya.5 6. -Jumlah, mutu, konsistensi, dan penggunaan database kemiskinan yang ada dari BPSdan sumber lain; sekali lagi, dengan contoh-contoh spesifik.4) Tugas Khusus 1 bagi Peserta Program Menyusun Usulan Program Pro-Rakyat Miskin Menyiapkan Usulan pada malam hari terkait dengan Program Pro-Rakyat Miskinbaru/yang direvisi serta tujuan, hasil, sasaran, dan indikatornya. Memilih usulan dari berbagai bidang program terkait dengan cara mencapai Sasaran PRSatau MDG utama di mana Indonesia mengalami ketertinggalan (misalnya, perluasanlapangan kerja dan peningkatan pendapatan, pendidikan, kesehatan ibu, dan angkakematian bayi).Hari 2 Monitoring dan Evaluasi yang Efektif1) Presentasi-Pembahasan Hasil Tugas Khusus 1 Presentasi dan Pembahasan; Pelajaran yang Dipetik.2) Ketentuan dan Unsur-unsur Sistem Monitoring yang Baik Kerangka Kerja Monitoring Konseptual; Ketentuan pokok dan unsur-unsur Sistem Monitoring yang baik (sasaran, indikator, data,sumber daya, pertanggungjawaban, ketidakberpihakan, pelaporan, dan lain-lain); Studi kasus dan hasil-hasil yang dicapai di Indonesia seperti MDG, penelusurankemis

Recommended

View more >