makalah hidro karbon

14
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor dan industri berasal dari minyak bumi, gas alam, dan batubara. Ketiga jenis bahan bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil. Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik, tumbuhan dan hewan yang mati. Sisa-sisa organisme itu mengendap di dasar bumi kemudian ditutupi lumpur. Lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik itu menjadi minyak dan gas. Selain bahan bakar, minyak dan gas bumi merupakan bahan industri yang penting. Bahan-bahan atau produk yang dibuat dari minyak dan gas bumi ini disebut petrokimia. Dewasa ini puluhan ribu jenis bahan petrokimia tersebut dapat digolongkan ke dalam plastik, serat sintetik, karet sintetik, pestisida, detergen, pelarut, pupuk, dan berbagai jenis obat BAB II

Upload: akhmad-puryanto

Post on 11-Jan-2017

168 views

Category:

Education


2 download

TRANSCRIPT

Page 1: Makalah hidro karbon

BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor

dan industri berasal dari minyak bumi, gas alam, dan batubara. Ketiga jenis

bahan bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme sehingga

disebut bahan bakar fosil. Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik,

tumbuhan dan hewan yang mati.

Sisa-sisa organisme itu mengendap di dasar bumi kemudian ditutupi lumpur.

Lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan

lapisan di atasnya. Sementara itu dengan meningkatnya tekanan dan suhu,

bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik itu menjadi minyak dan gas.

Selain bahan bakar, minyak dan gas bumi merupakan bahan industri yang

penting. Bahan-bahan atau produk yang dibuat dari minyak dan gas bumi ini

disebut petrokimia. Dewasa ini puluhan ribu jenis bahan petrokimia tersebut

dapat digolongkan ke dalam plastik, serat sintetik, karet sintetik, pestisida,

detergen, pelarut, pupuk, dan berbagai jenis obat

BAB II

PEMBAHASAN

A. Kegunaan Hidrokarbon

Hidrokarbon banyak memberi manfaat bagi kebutuhan manusia, baik dalam bidang

pangan, sandang, papan, seni dan estetika. Dalam hal ini akan dipaparkan kegunaan

hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari bagi manusia, yaitu dalam bidang pangan,

sandang, papan, seni dan estetika.

Page 2: Makalah hidro karbon

1. Bidang pangan

Jika sudah berbicara kegunaan hidrokarbon dalam bidang pangan, maka bahasanya

bukan hidrokarbon murni lagi, tapi sedikit lebih luas yaitu karbohidrat. Karbohidrat

merupakan senyawa karbon, hidrogen dan oksigen yang terdapat dalam alam. Banyak

karbohidrat mempunyai rumus empiris CH2O.

Tipe karbohidrat

• Monosakarida

Monosakarida adalah suatu karbohidrat yang tersederhana yang tidak dapat

dihidrolisis menjadi molekul karbohidrat yang lebih kecil lagi.

- Glukosa / gula anggur banyak terdapat dalam buah , jagung, dan madu.

- Fruktosa terdapat bersama dengan glukosa dan sukrosa dalam buah-buahan dan

madu.

- Galaktosa, sumber dapat diperoleh dari laktosa yang dihidrolisis melalui pencernaan

makanan kita.

• Disakarida

Disakarida adalah suatu karbohidrat yang tersusun dari dua monosakarida.

- Maltosa (glukosa + glukosa), tidak dapat difermentasi bakteri kolon dengan mudah,

maka digunakan dalam makanan bayi, susu bubuk beragi (malted milk)

- Laktosa (glukosa + galaktosa), terdapat dalam susu sapi dan 5-8% dalam susu ibu.

- Sukrosa (glukosa + fruktosa), ialah gula pasir biasa. Bila dipanaskan akan membentuk

gula invert berwarna coklat yang disebut karamel. Digunakan untuk pembuatan es

krim, minuman ringan, dan permen.

• Polisakarida

Polisakarida adalah suatu karbohidrat yang tersusun dari banyak monosakarida.

Kegunaan hidrokarbon pada polisakarida dalam bidang pangan seperti beras, pati,

jagung, dll.

2. Bidang sandang

Dari bahan hidrokarbon yang bisa dimanfaatkan untuk sandang adalah PTA (purified

terephthalic acid) yang dibuat dari para-xylene dimana bahan dasarnya adalah kerosin

(minyak tanah). Dari Kerosin ini semua bahannya dibentuk menjadi senyawa aromatik,

yaitu para-xylene

Page 3: Makalah hidro karbon

Para-xylene ini kemudian dioksidasi menggunakan udara menjadi PTA (lihat peta

proses petrokimia diatas). Dari PTA yang berbentuk seperti tepung detergen ini

kemudian direaksikan dengan metanol menjadi serat poliester. Serat poli ester inilah

yang menjadi benang sintetis yang bentuknya seperti benang. Hampir semua pakaian

seragam yang adik-adik pakai mungkin terbuat dari poliester. Untuk memudahkan

pengenalannya bisa dilihat dari harganya. Harga pakaian yang terbuat dari benang

sintetis poliester biasanya relatif lebih murah dibandingkan pakaian yang terbuat dari

bahan dasar katun, sutra atau serat alam lainnya. Kehalusan bahan yang terbuat dari

serat poliester dipengaruhi oleh zat penambah (aditif) dalam proses pembuatan benang

(saat mereaksikan PTA dengan metanol). Sebetulnya ada polimer lain yang juga

dibunakan untuk pembuatan serat sintetis yang lebih halus atau lembut lagi. Misal serat

untuk bahan isi pembalut wanita. Polimer tersebut terbuat dari polietilen.

3. Bidang papan

Bahan bangunan yang berasal dari hidrokarbon pada umumnya berupa plastik. Bahan

dasar plastik hampir sama dengan LPG, yaitu polimer dari propilena, yaitu senyawa

olefin / alkena dari rantai karbon C3. Dari bahan plastik inilah kemudian jadi macam,

mulai dari atap rumah (genteng plastik), furniture, peralatan interior rumah, bemper

mobil, meja, kursi, piring, dll.

4. Bidang seni

Untuk urusan seni, terutama seni lukis, peranan utama hidrokarbon ada pada tinta / cat

minyak dan pelarutnya. Mungkin adik-adik mengenal thinner yang biasa digunakan

untuk mengencerkan cat. Sementar untuk urusan seni patung banyak patung yang

berbahan dasar dari plastik atau piala, dll. Hidrokarbon yang digunakan untuk pelarut

cat terbuat dari Low Aromatic White Spirit atau LAWS merupakan pelarut yang

dihasilkan dari Kilang PERTAMINA di Plaju dengan rentang titik didih antara 145o C —

195o C. Senyawa hidrokarbonyang membentuk pelarut LAWS merupakan campuran

dari parafin, sikloparafin, dan hidrokarbon aromatik.

5. Bidang estetika

Sebetulnya seni juga sudah mencakup estetika. Tapi mungkin lebihluas lagi dengan

Page 4: Makalah hidro karbon

penambahan kosmetika. Jadi bahan hidrokarbon yang juga digunakan untuk estetika

kosmetik adalah lilin. Misal lipstik, waxing (pencabutan bulu kaki menggunakan lilin)

atau bahan pencampur kosmetik lainnya, farmasi atau semir sepatu. Tentunya lilin

untuk keperluan kosmetik spesifikasinya ketat sekali. Lilin parafin di Indonesia

diproduksi oleh Kilang PERTAMINA UP- V Balikpapan melalui proses filtering press.

Kualifikasi mutu lilin PERTAMINA berdasarkan kualitas yang berhubungan dengan titik

leleh, warna dan kandungan minyaknya.

B. Industri Petrokimia

Kegunaan hidrokarbon pada bidang sandang, papan, seni, dan estetika dapat kita peroleh dari

hasil industri petrokimia. Industri petrokimia adalah industri yang bahan industrinya berasal

dari bahan bakar, minyak da gas bumi (gas alam).

Dewasa ini, puluhan ribu jenis bahan petrokimia telah dihasilkan. Bahan petrokimia tersebut

dapat digolongkan kedalam plastik, serat sintetis, pestisida, detergen, pelarut, pupuk, berbagai

jenis obat da vitamin.

Bahan dasar petrokimia

Pada umumnya, proses industri petrokimia melalui tiga tahapan, yaitu:

1. Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia

2. Mengubah bahan dasar menjadi produk antara, dan

3. mengubah produk antara menjadi produk akhir.

Hampir semua produk petrokimia berasal dari tiga jenis bahan dasar, yaitu: olefin, aromatika,

dan gas-sintesis (syn-gas).

a. Olefin (alkana-alkena)

Olefin merupakan bahan dasar petrokimia paling utama. Produksi olefin di seluruh dunia

mencapai miliaran kg per tahun. Diantara olefin yang terpenting (paling banyak diproduksi)

adalah etilena (etena), propilena (propena), butilena (butena), dan butadiene.

Olefin pada umumnya dibuat dari etana, propane, nafta, atau minyak gas (gas-oil) melalui

proses perengkahan (cracking). Etana dan propane dapat berasal dari gas bumi atau dari

fraksi minyak bumi; nafta berasal dari fraksi minyak bumi dengan molekul C-6 hingga C-10;

sedangkan gas-oil berasal dari fraksi minyak bumi dengan molekul dari C-10 hingga C-30

atau C-30.

b. Aromatika

Aromatika adalah benzena dan turunannya. Aromatika dibuat dari nafta melalui proses yang

Page 5: Makalah hidro karbon

disebut reforming. Di antara aromatic yang terpenting adalah benzene (C6H6, toluene

(C6H5CH3), dan xilena (C6H¬4(CH3)2). Ketiga jenis senyawa ini disebut BTX.

c. Gas sintetis

Gas sintesis (syn-gas) adalah campuran dari karbon monoksida (CO) dan hydrogen (H2).

Syn-gas dibuat dari reaksi gas bumi atau LPG melalui proses yang disebut steam reforming

atau oksidasi parsial. Reaksinya berlangsung sebagai berikut:

Steam reforming: campuran metana (gas bumi) dan uap air dipanaskan pada suhu dan

tekanan tinggi dengan bantuan katalis (bahan pemercepat reaksi).

CH4(g) CO (g) + 3H2¬ (g)

oksidasi parsial: metana direaksikan dengan sejumlah terbatas oksigen pada suhu dan tekanan

tinggi.

2CH4 (g) 2CO (g) + 4 H2(g)

1. Petrokimia dari olefin

a. Beberapa diantara produk petrokimia yang berbahan dasar etilena sebagai berikut:

- Polietilena

polietilena adalah plastic yang paling banyak diproduksi. Plastik polietilena antara lain

digunakan sebagai kantong plastik dan plastik pembungkus / sampul. Pembentukan

polietilena dari etilena merupakan reaksi polimerisasi.

nCH2 = CH¬2 (-CH2-CH2-)n

Plastic polietilena (maupun plastic lainnya) yang kita kenal , selain mengandung poliertilena

juga mengandung berbagai bahan tambahan, misalnya bahan pengisi, plasticer dan pewarna.

- PVC

PVC atau polivinilklorida juga merupkan plastic, yang antara lain digunakan untuk membuat

pipa (pralon) dan pelapis lantai.

PVC dibuat dari etilena melalui tiga tahapan reaksi sebagai berikut.

CH2 = CH2 + Cl2 CH2Cl – CH2Cl (adisi)

CH2Cl – CH2Cl CH2 = CHCL + HCl (pirolisis, pemanasan)

CH = CHCl (- CH2 – CHCl -)n (polimerisasi)

Page 6: Makalah hidro karbon

- Etanol

Etanol adalah bahan yang sehari-hari biasa kita kenal sebagai alcohol. Etanol digunakan

untuk bahan baker atau bahan antara untuk berbagai produk lain, misalnya asam asetat.

Pembuatan etanol dari etilena melalui reaksi sebagai berikut.

CH2 = CH2 + H2O CH3 - CH2OH (adisi)

- Etilena glikol atau glikol

Glikol digunakan sebagai bahan antibeku dalam radiator mobil di daerah beriklim dingin.

Reaksi pembentukan glikol berlangsung sebagai berikut.

CH2 = CH2 + O2 CH2 - CH2 (adisi)

O

Etilena oksigen etilena oksida

CH2 – CH2 + H2O CH2OH – CH2OH

O

Etilena oksida etilena glikol

- Serat atau bahan tekstil

b. beberapa diantara produk petrokimia yang berbahan dasar propilena sebagai berikut:

- Polipropilena

Plastic prolpilena lebih kuat dibandingkan dengan plastic polietilena. Polipropilena antara

lain digunakan untuk karung plastic dan tali plastic. Reaksi pembentukannya berlangsung

sebagai berikut.

nCH3 – CH = CH2 ( - CH – CH2 - )n (polimerisasi)

CH3

¬propilena polipropilena

- Gliserol

Zat ini antara lain digunakan sebagai bahan kosmetik (pelembab), industri makanan, dan

bahan peledak (nitrogliserin).

CH2OH CH2ONO2

CHOH CHONO2

CH2OH CH2ONO2

Gliserol nitrogliserol

Page 7: Makalah hidro karbon

- Isopropyl alcohol

Zat ini digunakan sebagai bahan antara untuk berbagai produk petrokimia lainnya misalnya

aseton (bahan pelarut, digunakan untuk melarutkan pelapis kuku /kutek)

c. Beberapa diantara produk petrokimia yang berbahan dasar butillena sebagai berikut:

- karet sintetis, seperti SBR (styrene-butadiena-rubber)

- nilon, yaitu nilon 6,6.

d. Produk petrokimia yang berbahan dasar isobutilena antara lain adalah MTBE (metal

tertiary butyl eter). Zat ini digunakan untuk menaikka nilai oktan bensin. MTBE dibuat dari

reaksi iso butilena dengan methanol.

CH3 CH3

CH3 – C = CH2 = CH3OH CH3 – C- O – CH3

CH3

isobutilena metanol MTBE

2. Petrokimia dari aromatika

Bahan aromatika yang terpenting adalah benzene, toluene, dan xilena (BTX). Pada industri

petrokimia berbahan dasar benzene. Umumnya benzene diubah menjadi stirena, kumena, dan

sikloheksana.

- Stirena digunakan untuk membuat karet sintetis, seperti SBR dan polistirena.

- Kumena digunakan untuk membuat fenol, selanjutnya fenol digunaka untuk membuat

perekat dan resin.

- Sikloheksana digunakan untuk membuat nilon, missal nilon 6,6 dan nilon 6.

Selain itu sebagian benzene digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat detergen, missal

LAS dan ABS.

Beberapa contoh produk petrokimia berbahan dasar toluene dan xilenaantara lain:

o bahan peledak yaitu trinitrotoluene (TNT).

o Asam tereftalat yang merupakan bahan untuk membuat serat seperti metiltereftalat.

3. petrokimia dari gas-sintetis (syn-gas)

Gas sintetis (syn-gas) merupaka campuran dari karbon monoksida (CO) dan hydrogen (H2).

Berbagai contoh petrokimia syn-gas sebagai berikut:

- ammonia (NH3)

Page 8: Makalah hidro karbon

ammonia dibuat dari nitrogen dan hydrogen menurut reaksi berikut ini:

N2 (g) + 3H2(g) 2H3(g)

Pada industri petrokimia, gas nitrogen diperoleh dari udara, sedangkan gas hydrogen dari

syn-gas. Sebagian besar produksi ammonia digunakan untuk membuat pupuk seperti urea

[CO(NH2¬)2], ZA [(NH4)2SO4], dan ammonium nitrat (NH¬4NO3). Sebagian lainnya

digunakan untuk membuat berbagai senyawa nitrogen lainnya, seperti asam nitrat (HNO3) da

sebagai bahan untuk membuat resin dan plastic.

- urea [CO(NH2¬)2]

urea dibuat dari ammonia da gas karbon dioksida melalui 2 tahap reaksi berikut:

CO2(g) + 2NH3(g) NH2CO2NH4(s)

NH2CO2NH4(s) CO(NH2)2 (s) + H2O (g)

Sebagian besar urea digunakan sebagai pupuk. Kegunaan yang lain yaitu untuk makanan

ternak, industri perekat, plastic ,dan resin.

- methanol (CH3OH)

Methanol dibuat dari syn-gas melalui pemanasan pada suhu dan tekanan tinggi dengan

bantuan katalis.

CO(g) + 2H2(g) CH3OH

Sebagian methanol diubah menjadi formaldehida. Sebagian lain digunakan untuk membuat

serat, dan campuran bahwa bakar.

- formaldehida (HCHO)

formaldehida dibuat melalui oksidasi methanol dengan bantuan katalis.

CH3OH(g) HCHO(g) + H2(g)

formaldehida

Larutan formaldehida dalam air dikenal dengan nama formalin. Formalin digunakan untuk

mengawetkan preparat biologi (termasuk mayat). Akan tetapi, penggunaan utama dari

formadehida adalah untuk membuat resin urea- formaldehida dan lem. Lem formaldehida

banyak digunakan dalam industri kayu lapis.

Page 9: Makalah hidro karbon

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

1.       Kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari dapat

dikelompokkan dalam bidang pangan, sandang, papan, perdagangan, seni, dan estetika.

2. Contoh kegunaan hidrokarbon dalam bidang pangan yaitu dalam karbohidrat.

3. Contoh kegunaan hidrokarbon dalam bidang sandang adalah PTA (purified terephthalic

acid) yang dibuat dari para-xylene dimana bahan dasarnya adalah kerosin (minyak tanah).

4. Contoh kegunaan hidrokarbon dalam bidang papan adalah polimer dari propilena, yaitu

senyawa olefin / alkena dari rantai karbon C3.

5. Contoh kegunaan hidrokarbon dalam bidang seni: peranan utama hidrokarbon ada pada

tinta / cat minyak dan pelarutnya.

6. Contoh kegunaan hidrokarbon dalam bidang estetika, antara lain: lipstik, waxing

(pencabutan bulu kaki menggunakan lilin) dan bahan pencampur kosmetik lainnya, farmasi

atau semir sepatu.

7. Petrokimia adalah bahan hasil industri yang berbasis minyak dan gas bumi. Beberapa

contoh petrokimia adalah plastik, deterge, dan karet buatan.

8. Bahan dasar petrokimia dapat berupa olefin, sy-gas dan aromatika.

Hidrokarbon : Senyawa karbon yang terdiri dari atom hidrogen dan atom karbon.

Karbohidrat : Merupakan senyawa karbon, hidrogen dan oksigen yang terdapat dalam alam

yang mempunyai rumus empiris CH2O.

Industri petrokimia : Industri petrokimia adalah industri yang bahan industrinya berasal dari

bahan bakar, minyak da gas bumi (gas alam).

Olefin : Bahan dasar petrokimia yang paling utama seperti etilena (etena), propilena

(propena), butilena (butena), dan butadiena.

Aromatika : Benzena dan turunanya contoh benzena (C6H6), toluena (C6H5CH3) , dan

xilena (C6H4(CH3¬)2)

Gas sintetis : Campuran dari karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H2)

Page 10: Makalah hidro karbon

DAFTAR PUSTAKA

Purba Michael. 2004. Kimia Untuk SMA : Jakarta. PT Erlangga.

www.bloggerbinuangeun.blogspot.com

www.bahanajarguru.blogspot.com

www.wikipedia.org