makalah sejarah sma 1 tnb

of 20 /20
Sejarah merupakan kejadian masa lampau yang patut kita ketahui keberadaannya karena itu merupakan cerita perjuangan leluhur kita yang harus kita teladani. A. MAKAM RAJA – RAJA BANGGAE Kompleks makam Raja – Raja Banggae terletak di puncak bukit, selain melihat makam Raja – Raja yang begitu bagus dan coraknya yang indah dan unik, kita juga dapat menikmati kota Majene dengan pemandangan kota Majene dengan hamparan laut birunya. Tidak dapat di pastikan berapa jumlah makam di kompleks pemakaman tersebut, karena tidak ada informasi yang mendukung dari sumber tertentu. Namun, kami menemukan beberapa makam yang yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan, tidak di ketahui itu adalah makam Raja – Raja Banggae atau makam bawahan Raja – Raja Banggae. Berikut adalah gambar dari makam yang sangat memprihatinkan tersebut. Namun, ada juga beberapa Makam yang unik seperti gambar Makam berikut ini

Upload: iin-echa-masihchayankdyaclalluw

Post on 28-Nov-2015

122 views

Category:

Documents


9 download

DESCRIPTION

mkmnnnhgggggggggggggggggggggccccccccccccccccccccc

TRANSCRIPT

Sejarah merupakan kejadian masa lampau yang patut kita ketahui keberadaannya karena itu merupakan cerita perjuangan leluhur kita yang harus kita teladani.

A. MAKAM RAJA – RAJA BANGGAE

Kompleks makam Raja – Raja Banggae terletak di puncak bukit, selain melihat makam Raja – Raja yang begitu bagus dan coraknya yang indah dan unik, kita juga dapat menikmati kota Majene dengan pemandangan kota Majene dengan hamparan laut birunya.

Tidak dapat di pastikan berapa jumlah makam di kompleks pemakaman tersebut, karena tidak ada informasi yang mendukung dari sumber tertentu. Namun, kami menemukan beberapa makam yang yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan, tidak di ketahui itu adalah makam Raja – Raja Banggae atau makam bawahan Raja – Raja Banggae. Berikut adalah gambar dari makam yang sangat memprihatinkan tersebut.

Namun, ada juga beberapa Makam yang unik seperti gambar Makam berikut ini

Coraknya yang indah dengan lafaz Allah SWT yang berada di tengah dan lafaz Muhammad SAW yang berada di sekeliling lafaz Allah SWT konon katanya artinya adalah Allah SWT mencerminkan Allah pusat dari seluruh makhluk dan pusat dari seluruh alam semesta. Untuk itulah lafaz Allah SWT berda di tengah.

Ada beberapa perbedaan diantara seluruh Makam – Makam yang berada di kompleks pemakaman tersebut. Pada waktu kita memasuki kompleks pemakaman tersebut, kita sudah di suguhkan dengan pemandangan indah Makam – Makam Raja tersebut. Setelah di telisik lebih dalam, ternyata banyak perbedaan diantara makam – makam tersebut. Ada makam yang sudah terlihat memprihatinkan, ada pula makam yang begitu indah corak maupun bentuknya seperti gambar – gambar di atas. Di lokasi yang tidak jauh dari makam yang memprihatinkan tersebut, terdapat makam yang berjejer yang ukurannya berbeda – beda, mulai dari ukuran yang paling besar, sedang maupun yang kecil. Namun tetap berada dalam satu lingkaran batu yang telah di susun secara rapi. Kemungkinan makam – makam tersebut adalah makam Sang Raja dengan keluarga Beliau. Di tempat yang tidak jauh dari makam itu, terdapat juga makam yang semua bentuk dan ukurannya besar. Di perkirakan makam – makam tersebut adalah makam – makam istimewa yang sengaja di satukan dan lokasinya juga sangat strategis, yaitu berada di ujung kompleks makam dimana disana tidak terlalu banyak orang yang mengunjungi namun suasana di sana sangat menenangkan dan juga kita dapat melihat kota Majene dari sana juga terdapat tempat peristirahatan berupa bangku yang terbuat dari batu yang berjumlah 2 buah.

Berikut adalah gambar dari makam yang semua ukurannya sama

Adapun gambar makam yang berjejer yang ukuran dan bentuknya berbeda yang di perkirakan adalah makam satu keluarga Raja karena terdapatnya batu yang melingkari semua makam tersebut

Di kompleks makam tersebut juga terdapat tempat peristirahatan bagi yang merasa kelelahan saat perjalanan jauh. Konon kerajaan Banggae termasuk dalam kelompok pitu baqbana binanga. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Semua cerita kerajaan yang berada di daerah Mandar ini tentu tidak dapat di pisahkan dari daerahnya tersebut yaitu daerah Mandar. Semua cerita berawal dari Mandar. Berikut adalah cerminan dari daerah Mandar itu sendiri.

A. Keberadaan Mandar

Mandar adalah Nama atau istilah kesatuan Suku dan Budaya untuk seluruh rakyat yang mendiami wilayah Mandar. Itu sebabnya sepanjang Sejarah sama sekali tidak pernah ada Kerajaan Mandar yang rajanya di sebut Raja Mandar dan menguasai seluruh Mandar.

Yang pernah ada di zaman tradisional adalah raja – raja di Mandar yang jumlahnya empat belas, yang terbagi dalam Pitu Ulunna Salu dan Pitu Babaqna Binanga. Yang termasuk dalam kerajaan Pitu Ulunna Salu adalah sebagai berikut :1. Kerajaan Tabulahang2. Kerajaan Rantebulahang3. Kerajaan Aralle4. Kerajaan Mambi5. Kerajaan Matangnga6. Kerajaan Tabang7. Kerajaan Bambang

Kerajaan yang termasuk dalam kerajaan Pitu Baqbana Binanga adalah sebagai berikut :1. Kerajaan Balanipa2. Kerajaan Sendana3. Kerajaan Banggae4. Kerajaan Pamboang5. Kerajaan Tappalang6. Kerajaan Mamuju7. Kerajaan Binuang

Kerajaan – kerajaan tersebut masing – masing berkuasa / berdaulat penuh dalam kerajaannya dan mempunyai derajat yang sama di antara kerajaan - kerajaan tersebut.

B. Letak Geografis MandarWilayah Mandar terletak di ujung utara Sulawesi Selatan

tepatnya di Sulawesi Barat dengan letak Geografis diantara 1° - 3° Lintang Selatan dan di antara 118° - 119° Bujur Timur.

C. Batas – Batas Wilayah MandarSemula dari zaman dahulu kala, minimum di zaman perjanjian

atau Allamungang Batu di Luyo, batas – batas wilayah Mandar adalah - Sebelah utara dengan Lalombi, wilayah Sulawesi Tengah- Sebelah timur dengan Kabupaten Poso, Kabupaten Luwu dan

Kabupaten Tana Toraja- Sebelah selatan dengan Binanga Karaeng, Kabupaten Pinrang- Sebelah barat dengan Selat Makassar

Kini batas Mandar di Utara berubah jadi Suremana, yang berarti kita kehilangan wilayah sekitar 10 km, dan juga kehilangan lebih 10 km di Selatan, karena batas wilayah Mandar sekarang sudah bukan Binanga Karaeng melainkan Paku.

D. Mandar dalam beberapa Perjanjian internal Mandar Sebelum Mandar secara resmi memakai istilah Mandar, leluhur

Mandar tampil dengan dua predikat yang baku dan umum di sepakati oleh leluhur di Mandar, yakni dua predikat kelompok yaitu kelompok kerajaan di daerah pegunungan yang lazim di kenal dengan istilah Pitu Ulunna Salu ( tujuh kerajaan di hulu sungai ) dan kelompok kerajaan yang terletak di muara sungai, yang lazim di kenal dengan istilah Pitu Baqbana Binanga ( tujuh kerajaan di muara sungai ), mereka leluhur Mandar menggunakan istilah &Idquo;hulu” dan &Idquo;muara;rdquo; sungai, perlabang jalinan persatuan antar dua kelompok itu teramat erat dan tidak mungkin dapat di pisahkan, laksana satu sungai yang hanya bisa di pilih antara Hulu dengan Muara. Antara lain perjanjiannya bertujuan kesepakatan bulat demi untuk hidup bersatu, seiya sekata, senasib dan sepenanggungan antara dua kelompok, ialah :

1. Perjanjian RantebulahangPerjanjian ini terjadi kira – kira abad XVII Masehi, antara

kerajaan Rantebulahang mewakili Pitu Ulunna Salu dan kerajaan Balanipa mewakili Pitu Baqbana Binanga. Tujuannya untuk memperkecil perbedaan pendapat, guna menjalin persatuan dan kesatuan.

2. Perjanjian MalundaqPerrjanjian ini terjadi kira – kira abad XVII Masehi di antara

Pitu Ulunna Salu dan Pitu Baqbana Binanga. Tujuannya untuk menyelesaikan masalah Lalilakang Tallu di Malundaq dan Lante Samballa di Taang.

3. Passullurang Basi di LakahangPerjanjian ini terjadi kira – kira abad XVII Masehi, antara Pitu

Ulunna Salu dan Pitu Baqbana Binanga. Tujuannya ialah masalah orang Passokkorang sebagai rampasan perang di Mandar dan masalah ¾ dari daerah palilinq Massedan menghadap Pitu Ulunna Salu dan ¼ menghadap ke Pitu Baqbana Binanga.

4. Perjanjian SungkiqPerjanjian ini terjadi kira – kira abad XVII Masehi, antara

Pitu Ulunna Salu, kakaruanna Tiparittiqna Uhai dan Pitu Baqbana Binanga . tujuannya menjadikan daerah palilinq Masedan menjadi kakaruanna Tiparittiqna Uhai, waktu itu terjadi istilah Pitu Ulunna Salu, kakaruanna Tiparittiqna Uhai, Pitu Baqbana Binanga.

5. Perjanjian Dama – DamaqPerjanjian ini terjadi kira – kira abad XVII Masehi, di antara

Pitu Ulunna Salu, daerah palilinq Massedan dan Pitu Baqbana Binanga. Tujuannya pembebasan daerah Palilinq Massedan untuk memakai hukumannya sendiri di dalam daerahnya.a

6. Allamungang Batu di Luyo ( Spamandaq di Lujo )Transliterasi :a. Taqlemi manurunna peneneang uppasambulobulo anaq,

appona di Pitu Ulunna Salu, Pitu Baqbana Binanga, nasaqbi Dewata Diaya Dewata diang, Dewata di kanang Dewata di kairi, Dewata di olo Dewata di boeq, menjarimi passemandarang.

b. Tannisapaq tanniatongang, maqallonang mesa malatte samballa, siluang sambusambu sirondong langiqlangiq, tassipande peogdong tassipadundu pelango, tassipelei di panraq tassialuppei diapjangang.

c. Sipatuppu diadaq sipalete dirapang, adaq tuho di Pitu Ulunna Salu, Adaq Mate di Muane di adaqna Pitu Baqbana Binanga.

d. Saputangang di Pitu Ulunna Salu, simbolong di Pitu Baqbana Binanga.

e. Pitu Ulunna Salu memata di sawa, Pitu Baqbana Binanga memata di Mangiwang.

f. Sisaraqpai mata malotong anna mata mapute, anna sisaraq Pitu Ulunna SSalu Pitu Baqbana Binanga. Moaq diang tomangipi mangidang mambattangang tommutomuane, namappasisaraq Pitu Ulunna Salu Pitu Baqbana Binanga, sirumungngii anna musesseqi, pasungi anaqna anna mumanusangi sau di uwai tammembaliq.Terjemahan :

a. Sudah terfakta kesaktian leluhur moyang menyatu bulatkan anak cucunya di Pitu Ulunna Salu dan Pitu Baqbana Binanga, di atas kesaksian Dewata ( Tuhan ) diatas Dewata di bawah, Dewata dikanan Dewata dikiri Dewata di muka Dewata di belakang, lahirlah persatuan seluruh Mandar.

b. Tak berpetak tak berpembatas, bersatu bantal, bertikar selembar, sepembalut tubuh selangit – langit, saling tidak memberi makanan yang menyebabkan bisa tertulang, saling tidak memberi minuman yang memabukkan atau beracun, saling tidak meninggalkan di kesusahan, saling tidak melupakan di kebaikan.

c. Saling menghormati hukum dan peraturan masing – masing, Hukum hidup di Pitu Ulunna Salu, Hukum mati di suami adatnya Pitu Baqbana Binanga ( kerajaan Balanipa ).

d. Destar ( ikat kepala )di Pitu Ulunna Salu, sanggul di Pitu Baqbana Binanga.

e. Pitu Ulunna Salu menjaga ular ( musuh dari darat ), Pitu Baqbana Binanga menjaga hiu ( musuh dari laut ).

f. Nanti berpisah mata hitam dengan mata putih, baru juga bisa berpisah Pitu Ulunna Salu dengan Pitu Baqbana Binanga.

g. Barang siapa yang bermimpi mengidamkan seorang anak laki – laki yang bakal memisahkan Pitu Ulunna Salu dengan Pitu Baqbana Binanga, bersepakatlah untuk segera membedah perut yang hamil itu, lalu keluarkan ubang bayi laki – laki itu, kemudian hanyutkanlah ke air yang tidak mungkin kembali lagi.

Perjanjian ini terjadi kira – kira abad XVIII/XIX Masehi antara leluhur Mandar yang mendiami daerah Pitu Ulunna Salu dan daerah Pitu Baqbana Binanga. Tujuannyya kesepakatan bulat untuk secara resmi menggunakan Mandar sebagai nama kesatuan suku dan budaya dan kesepakatan mengakui bahwa Mandar adalah wilayah yang tercakup di daerah Pitu Ulunna Salu dan Pitu Baqbana Binanga. Mulai saat itu leluhur orang Mandar mengakui penggunakan istilah Mandar secara formal dan resmi sebagai nama kesatuan suku dan budaya seluruh rakyat yang mendiami wilayah tertentu yang di beri nama Mandar.

Maka berdasarkan Sipamandaq di Lujo ini, lahirlah :

- Mandar yang mempunyai wilayah tertentu dengan letak geografis dan batas – batas tertentu.

- Mandar yang mempunyai rakyat tertentu yang di sebut suku Mandar.

- Mandar sebagai satu diantara empat etnis di Sulawesi Selatan.- Mandar dengan budaya yang spesifik yang di kenal dengan budaya

MandarDengan demikian, maka Mandar tidak bisa di jadikan nama salah

satu kabupaten di Mandar, karena akan bertentangan dengan syarat – syarat yang dimiliki oleh Mandar, baik Mandar sebagai nama kesatuan suku budaya, maupun syarat – syarat lain seperti letak geografis, luas wilayah dan rakyat yang masuk criteria rakyat Mandar.

Kwalitas kemandaran diantara empat belas kerajaan yang ada di Mandar semua sama, yang olehnya tidak ada satu kerajaan yang bisa mengklain nama Mandar untuk di pakai sendiri, karena Mandar adalah milik bersama empat belas bekas kerajaan di Mandar.

Kecuali di adakan lagi pertemuan seluruh Mandar dan di bicarakan bersama lalu di capai kesepakatan untuk mengizinkan salah satu bekas kerajaan Mandar untuk memakainya.

E. Kekerabatan kerajaan yang berada di MandarSecara umum kekerabatan Pitu Ulunna Salu dan Pitu Baqbana

Binanga sudah tidak dapat di ragukan lagi, berdasarkan fakta sejarah, bahwa manusia yang berkembang di dua kelompok tersebut adalah Pongkapadang dan keturunannya.

Namun, kita masih perlu melukiskan perkembangan kekerabatan itu pada beberapa kerajaan di Pitu Baqbana Binanga, hingga lebih jelaslah proses perkembangan kekerabatan tersebut sebagai berikut :a. Manusia yang berkembang Balanipa

Seperti yang telah di uraikan terdahulu, bahwa Daeng Lumalleq ( cucu Pongkapadang ) melahirkan 11 orang anak yang dalam sejarah Mandar di kenal dengan istilah manusia sebelas. Anak kesebelas diantara manusia sebelas ini adalah Topali. Topali inilah yang kawin dengan Tosimbaqdatu, lahirlah Tobittoeng, Tobittoang yang melahirkan Tomakakaq Napo yang kawin dengan putra Tolemo, lahirlah Weapas yang di peristrikan Puang Digandang, yang melahirkan pula I Manyambungi, raja Balanipa yang pertama.

Demikianlah Proses keturunan itu berkembang sampai sekarang ini, dimana sesudah I Menyambungi Todilaling ini, lebih luas dan berkembang Pula peraturan kekerabatan diantara Balanipa dengan seluruh Mandar.

b. Manusia yang berkembang di SendanaSelain itu Daeng Palulung saudara kandung Topali ( anak

ketujuh dari manusia sebelas ), juga anak keenam dari manusia sebelas yaitu Taandiri berkembang pula di Tallangbalao Sendana. Tidak lama kemudian, datang pula Inuji Tokearaq alias Tosibaba adaq di Limboro Ramburambu Sendana dan berkembang pula keturunannya sampai sekarang.

Tosibaba Adaq ini juga adalah keturunan manusia sebelas yang berkembang di Pitu Ulunna Salu. Begitulah proses perbauran tali – menali kekerabatan diantara tiga sumber keturunan itu di Sendana sampai sekarang, dimana perkembangan lanjutan sesudah ketiga sumber itu jauh meluas, baik diantara Pitu Baqbana Binanga dan Pitu Ulunna Salu, maupun dengan orqang di luar Mandar.

c. Manusia yang berkembang di BanggaeSemula, Banggae di kenal dengan keturunan Tomakakaq

di Salogang ( Baruga ). Tomakakaq di Salogang ini adalah keturunan manusia sebelas juga, yang turun kepantai bersama – sama dengan Topali dan Tosimbaqdatu.Setelah Tosimbaqdatu dengan putrinya Tobittoeng tinggal di Balanipa, tinggal pula Tomakakaq di Salogang di sebuah bukit di Baruga sekarang dan berkembang disana.

Lama kelamaan beralihlah pusat pemerintahan kepantai yang berkedudukan di Salabose. Dari perkembangan ini, lebih mekarlah pertalian kekerabatannya dengan keturunan Tobittoeng di Balanipa dan bahkan di dunia luar. Terbukti dengan kawinnya Imerruparupa Bulawang dengan Topolepole ( pendatang ).

Demikian perkembangan keturunan yang ada di Banggae dengan dunia luar dan antar Pitu Baqbana Binanga dan Pitu Ulunna Salu labih berkebang luas sampai sekarang.

F. Sistem SosialKerajaan – kerajaan yang masih mempunyai kedaulatan pada

masa berkuasanya raja – raja dahulu hakekatnya terbagi dalam dua stratifikasi, yaitu lapisan penguasa dan lapisan yang di kuasai. System mobilisasi social orang Mandar memiliki sifat yang amat sederhana dan elastic dimana lapisan penguasa bukan hanya dari golongan Tomaradeka ( orang biasa ), apabila mereka mampu memperlihatkan prestasi sosialnya misalnya :- To Panrita- To Sugi- To Baranito Sulasana- To Ajariang

Keempat macam tersebut di tempatkan dalam lapisan elit ( golongan atas orang terpandang ). Dengan demikian terjadilah mobilisasi social horizontal bagi anak puan. Lambat laun nampak pelapisan masyarakat ini makin tipis akibat pembauran dalam bentuk perkawinan. Keempat golongan tadi juga memiliki andi untuk dipilih sebagai pemimpin dalam masyarakat karena kelebihannya itu.

Menurut Friedricy 22 ( ahli Sosiologi ) pernah menulis lapisan masyarakat. Pelapisan masyarakat Mandar :- To Diang Layana ( Zijdie vors tenbloed hebben )

De Arajang ( De regeerende vorstengerslandth ) De Ana Mattola Payung ( De opvolgers van vorige vorsten ) De Araddia Tallupparappa ( De drie kwart maradiaas ) De Puwang Sassigi ( De halve heeren ) De puang siparapa ( De kwart heeven )

- Tau Maradeka ( Befijejen ) De Tau Pia ( regenten adel ) Tau Pia Nae ( hoorgere hoofdengeslachten ) Tau Pia ( lagere hoofdengeslachten )

- Batuwa Batua Sassorang ( erpslapen ) ( budak turun temurun ) Batuwa Dialli ( nieuwe salavan ) ( budak yang di beli )

- Batua Inrangang ( menjadi sahay karena kalah perang atau karena berutang )

G. Sistem KesenianSystem kesenian yang berlaku di Mandar, seperti tari

pattuqdu. Tarian tersebut berasal dari kerajaan Balanipa Mandar dahulu . adapun seni rakyat yang juga terkenal ialah kuda pattuqdu, yakni menari-nari mengikut irama music.

Beberapa alat music yang di gunakan di kerajaan Balanipa maupun Banggae dan sampai sekarang masih di gunakan adalah sebagai berikut :- Pakkeke : Suling yang terbuat dari bamboo dililit daun lontar- Gambus- Rebana- Kecapi- Gamelan - Suling

a. System teknologi meliputi1. Alat produksi2. Bambu = semacam bakul

- Keranjang = anyaman yang terbuat dari bambu3. Alat – alat rumah tangga

a. Alat dapur- Sipi – sipi ( bahasa Mandar ) = penyepit api- Balenga = belanga- Gusi = tempat beras / tempat air- Pamuttu = wajan- Tappiang = penampi beras- Kawali = wajan dari tanah- Okkang = alas periuk dari rotan- Pegaru bassi = untuk menggoreng

b. Alat makan- Rotta = sendok nasi dari kayu- Gallas = gelas- Pindang = piring- Seru = sendok- Pattombong = tempat nasi- Okkang = alas periuk

c. Alat tidur- Tappere = tikar- Kasur = kasur- Paqdisang = bantal

d. Alat pertanian- Sodo = sabit- Parrassang = linggis- Dakkala = bajak- Sikopag = skop

4. Alat – alat perburuan- Pattado = jerat

- Bassi / peratu = tombak5. Alat perikanan

- Jala = jala- Jala – jala rambang = jala kecil lubangnya- Parappang = untuk menagkap cakalang dari bambu- Bose = dayung- Lopi = perahu- Lepa – lepa = sampan

6. Alat peternakan- Salokko = kurungan ayam- Kola = kandang

7. Alat kerajinan- Panette = alat untuk memintal benang- Panasi = kanji dari pepaya mentah di rebus lalu di

busukkan- Roeng = alat untuk menggulung benang- Unusan = alat untuk membuat benang

8. Alat peperangan- Gajang = keris- Doe = tombak- Kowi = pisau- Jambia = bidiik

9. Alat untuk upacara- La’lang = payung- Lamming = pelaminan hanya di gunakan untuk

bengsawan- Cerek = tempat air- Pambulukang = semacam pipa untuk rokok- Ti uduang = tempat ludah Alat upacara

- Doe pakka = tombak yang bercabang dua- Ganrang = gendang- Gong = gong- Sia – sia = semacam alat bunyi – bunyian yang di

bunyikan kalau upacar mau mulai. Tempat upacara

- Baruga = sejenis rumah, dindingnya dari bambu bersilang tempat upcara adat yang lebih besar.

- Battayang = bangunannya lebih kecil10. Alat distribusi dan transport

- Bendi = dokar ( transport darat )- Lopi = perahu

B. MAKAM PAHLAWAN

Makam pahlawan yang di maksud dalam makalah ini adalah makam pahlawan yang terletak di Kab. Majene tepatnya di kec. Pangali – ali yang lokasinya terletak di dekat jalan poros setempat. Lokasi yang strategis tersebut menyebabkan makam tersebut mudah di kunjungi dan sangat mudah di jangkau. Didalam lokasi makam pahlawan tersebut di perkirakan terdapat beratus – ratus orang yang telah di makamkan. Namun, untuk jumlah pastinya tidapk dapat di katakana secara pasti. Berhubung karena tidak ada yang mengetahuinya secara pasti. Seperti inilah gambar makan pahlawan tersebut.

Tidak satu pun media, baik di Indonesia maupun Belanda yang menulis mengenai penderitaan rakyat yang menjadi korban agresi militer Belanda di Indonesia antara tahun 1945 – 1949, setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Ribuan penduduk di peristiwa “ Rawagede “ di bantai yang sebelumnya ribuan penduduk di Sulawesi yang juga di bantai oleh tentara bayaran KNIL pimpinan Westerling.

Kehadiran Menlu Belanda Ben Bot yang menyatakan menerima proklamasi 17 Agustus 1945 secara politis dan moral serta menyatakan rasa penyesalan atas penderitaan bangsa Indonesia atas tindakan militer yang di lancarkan tentara Belanda setela 1. 08. 1945, di salah artikan oleh berbagai media di Indonesia sebagai pernyatan pengakuan atas proklamasi 17. 08. 1945, dan permintaan maaf. Mungkin para wartawan Indonesia kurang paham Bahasa Inggris sehingga membuat kesimpulan yang keliru atas pernyataan Ben Bot tersebut. Media di Belanda jelas menulis, bahwa Ben Bot menyatakan anvaarden (menerima) dan bukan erkenning ( pengakuan ), dan radio Nederland sendiri pada 17 Agustus 2005 menyiarkan berita dengan judul Sedih, Tapi Tidak Minta Maaf.

Harian Belanda Handelsblad mengutip pernyataan Ben Bot pada 15 Agustus 2005 yang mengatakan antara lain :

“ Waar het nu in de eerste plaats om gaat, is dat wij de Indonesia<<rs eindelijk klare wijn schenken. Al decennia lang zijn Nederlandse vertegenwoordigers op 17 Augustus aanwezig bij vieringen van de Indonesische onafhankelijkheid. Ik zal met steun van het cabinet aandemensen in Indonesia<< duidelijk maken dat in Nederland het besef bestaat dat de onafhankelijkheid van de republiek Indonesia<< de fakto al begon op 17 Augustus 1945 en dat wij zestig jaar na dato dit feit in politieke en morele zin ruimhartig aanvaarden “.

Ben Bot jelas mengatakan RI de fakto mulai 17 Agustus 1945, dan menerima secara politis dan moral. Jadi tetap tidak mengakui de jure . di Indonesia atas pertanyaan wartawan, dia mengatakan bahwa pengakuan hanya di berikan satu kali, yaitu tahun 1949.

Pada 13 Agustus 2005, harian Belanda de telegraaf menulis, Menlu RI Hassan Wirajuda menyatakan, bahwa Indonesia tidak memerlukan permintaan maaf dari Belanda, dan setelah pernyataan Ben Bot pada 16 Agustus 2005 di Jakarta, Menlu Hassan Wirajuda mengatakan tidak menuntut kompensasi dari Belanda. Memang sebagai Menteri luar negeri, Hassan Wirajuda berbicara atas nama bangsa Indonesia, namun benarkah pernyataannya, bahwa seluruh rakyat Indonesia tidak menuntut kompensasi atas kerugian dan penderitaan rakyat selama masa agresi Militer Belanda antara tahu 1945 – 1949. Belum lagi menuntut pengembalian warisan budaya dan pengurasan kekuasaan Nusantara yang telah di boyong ke Belnda selama ratusan tahun sejak tahun 1602 – 1942 ?

Ben Bot menyatakan, bahwa selama puluhan tahun belakangan, Belanda telah banyak membantu ( maksudnya adalahh pinjaman dalam bentuk hutang yang harus di bayar kembali berikut bunganya ) Indonesia dibidang pembangunan.

Tahukan seluruh rakyat Indonesia bahwa sebagai hasil keputusan Konferensi MMeja Bundar tahun1949, Republik Indonesia Serikat ( RIS ) yang dipandang dari kelanjutan dari Pemerintah Hindia Belanda ( Nederlands Indies )- diharuskan membayar hutang pemerintah Hindia Belanda sebesar 4 ½ milyar Golden, dan oleh pemerintah RIS, kemudian setelah RIS di bubarkan pada 16 Agustus 1950, dilanjutkan pemerintah RI telah di bayar sebesar 4 milyar Golden, sebelum di hentikan pembayarannya tahun 1956oleh pemerintah RI ?

Di bawah ini di sampaikan menngenai pembantaian yang di lakukan oleh tentarra Belanda yang di pimpin oleh Letnan ( waktu itu ) R. P. P. Westerling di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sekarang antara Desember 1946 – Februari 1947. Selain pembantaian missal yang menelan ribuan korban jiwa rakyat tidak berdosa di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, pembantaian besar kedua terjadi di desa Rawagede pada 9 Desember 1947, dimana sekitar 500 penduduk desa tewas di bantai oleh tentara Belanda, yang mencari Lucas Kustario, seorang pejuan Republik Indonesia, sebagaimana juga di beritakan media Belanda RTL 5, yang dikirim oleh Jeffrey Pondaag dri Belanda Citaat uit RTL 5 ducumentaire Rawagede.

“ Excessen van Rawagede 1947 – 1950. Tijdens de Indonesische onafhankelijkheid srtid warden in het dorp Rawagede West Java honderden Burgers, onder verabtwoordelijkheid van het Nederlandse Militaire gezag doelbewust vermoord. De Nederlandse militaireautoriteiten wilden inlichtingeng verkrijgen over de Indinesische vrijheidstrijder Lukas Kustario die regelmatig in Rawagede verblijft. Bij de zoektocht naar Kustario werd het overgrote deel de mannelijke bevolking ge<< xecuteerd. De eerste militaire actie in Rawagede waarbij in total 431 dodelijke slachtoffers vielen. Werd in January 1948 onderzocht door een speciale commissie van de VN. De VN commissie, bekritiseerde de handelwijze van het Nederlandse militaire gezag.

Ondanks deze conclusive is de voor de excessen verantwoordelijke Nederlandse officier niet vervolgd. Na overleg tussen de Nederlandse militaire en justitie autoriteiten werd de zaak Rawagede Geseponeerd “.

Een produktie van Willy Lindwer. AVA Production 1995. Pembantaian Westerling di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat

sekarang.Pembantaian Westerling adalah sebutan untuk peristiwa

pembunuhan ribuan rakyat sipil di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang di lakukan oleh pasukan Belanda Depoot Speciale Troepen pimpinan Westerling. Peristiwa ini terjadi pada Desember 1946 – Februari 1947 selama operasi militer Counter Insurgency ( penumpasan pemberontakan ).

Latar belakangSementara perjanjian Linggarjati sedang berlanngsung,

didaerah – daerah luar Jawa dan Sumatera, tetap terjadi perlawanan sengit dari warga setempat. Walaupun banyak pemimpin mereka yang di tangkap, di buang bahkan di bunuh, perlawana rakyat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat tidak kunjung padam. Hampir setiap malam terjadi serangan dan penembakan terhadapa pos – pos pertahanan tentara Belanda. Para pejabat Belanda sudah sangat kewalahan, karena tentara KNIL yang sejak bulan Juli menggantiikan tentara Australia, tidak sanggup mengatasi gencarnya serangan – serangan pendukung Republik. Mereka menyampaikan kepada pimpinan militer Belanda di Jakarta, bahwa apabila perlawanan bersenjata pendukung Republik tidak dapat di atasi, mereka haru melepaskan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang sekarang.

Maka pada tanggal 9 November 1946, Letna Jenderal Spoor dan kepala stafnya, Mayor Jenderal Buurman van Vreeden memanggil seluruh pimpinan pemerintahan Belanda di Sulawesi Selatan dan di Sulawesi Barat kemarkas besar tentara di Batavia. Di putuskan untuk mengirim pasukan khusus dari DST pimpinan Westerling untuk menghancurkan kekuatan bersenjata Republik serta memathakn semangat rakyat yang mendukung Republik Indonesia. Westerling di beri kekuasaan penuh untuk melaksanakan tugasnya dan mengambil langkah – langkah yang di pandang perlu.

Peristiwa Galung LombokPeristiwa maut Galung Lombok terjadi pada tanggal 2 Februari

1947. Ini adalah peristiwa pembantaian Westerling yang telah menelan korban jiwa terbesar di antara semua korban yang jatuh di daerah lain sebelumnya.

Pada peristiwa itu M. Yusuf Pabicara Baru ( Anggota Dewan Penasehat PRI ) bersama dengan H. Maaruf Imam Baruga , Sulaiman Kapala Baruga, Daaming Kapala Segeri, H. Nuhung Imam Segeri, H. Sanoesi, H. Dunda, H. Hadang, Muhammad Saleh, Sofyan dan lain – lain, di rebahkan di ujung bayonet dan menjadi sasaran peluru. Setelah itu, barulah menyusul adanya pembantaian serentak terhadap orang – orang yang tidak berdosa yang turut di giring ketempat tersebut. Semua itu belum termasuk dalam korban yang di bantai habis di tempat lain, seperti Abdul Jalil Daenaan Salahuddin ( Qadhi Sendana ), Tambaru Pabicara Banggae, Atjo Benya Pabicara Pangali – ali, ketiganya anggota Dewan Penasehat PRI, Baharuddin Kepala Bianga ( Keetua Majelis Pertahanan PRI ), Dahlan Tjadang ( Ketua Majelis Urusan Rumah Tangga PRI ) dan masih banyak lagi. Ada pula yang

diambil dari tangsi Majene waktu itu dan di bawa ke Galung Lombok lalu di akhiri hidupnya.

Sepuluh hari setelah terjadinya peristiwa yang lazim di sebut peristiwa Galung Lombok itu, menyusul penyergapan terhadap delapan orang pria dan wanita, yaitu Andi Tonra ( Ketua Umum PRI ), A. Zamawi Yahya ( ketua Majeli Pendidikan PRI ), Abdul Wahab Anas ( Ketua Majelis Pilitik PRI ), Abdul Rasyid Sulaiman ( pegawai kejaksaan pro PRI ), Anas ( ayah kandung Abdul Wahab ), Nur Daeng Pabeta ( Kepala Jawatan Perdangan Dalan Negeri), Soeradi ( Anggota Dewan Pimpinan Pusat PRI ), dan tujuh hari kemudian di tahan pula Ibu Siti Djohrah Halim ( Pimpinan Aisyah dan Muhammadiyah cabang Mandar ), yang pada masa PRI menjadi Ketua Majelis Kewanitaan.

Dua diantara mereka yang disiksa adalah Andi Tonran dan Abdul Wahab Anas. Sedangkan Soeradi tidak di giring ke tiang gantungan, melainkan disksa secara bergantian oleh lima orang NICA, sampai menghembuskan nafas terakhir dibawah saksi mata Andi Tonra dan Abdul Wahab Anas.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat Rahmat dan Hidayah – NYA lah sehingga kita dapat menyelesaikan makalah ini tanpa suatu kendala yang berarti. Tak lupa pula kita kirimkan Salam dan Taslim kepada Junjungan kita Rasulullah Muhammmd SAW yang telah membawa kita dari alam yang gelap gulita menuju alam yang terang benderang.

Makalah ini membahas tentang peristwa sejarah yang pernah terjadi di

masa lampau. Secara umum makalah ini berisi tentang makam Belanda yang baru

saja di ketahui keberadaaannya semenjak 5 tahun silam, makam pahlawan yang

memancarkan aroma mistisnya karena di sana terdapat banyak pohon besar, dan

juga makam Raja – raja Banggae yang menakjubkan dengan suasana yang

menenangkan dan pesona alamnya yang begitu indah.

Di dalam makalah ini juga berisi penjelasan tentang Kerajaan –

kerajaan Mandar yang pernah memerintah. Akan banyak yang anda bias ketahui

dengan membaca makalah ini.

Tak ada gading yang tak retak, demikian pula dengan makalah ini yang

masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu di butuhkan kritik dan saran yang

membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Sekian dan terima kasih

Selamat Membaca !!!

Tinambung, 7 Oktober 2012

PENYUSUN

( KELOMPOK III )

A. Kesimpulan

Dari penjelasan sebelumnya dalam makalah ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa semuanya hanya Allah yang mengetahuinya dan takdir seseorang tidak ada yang mengetahuinya, kecuali Sang Pencipta. Banyak pelajaran yang bisa di tarik dari Laporan ini seperti kita tidak boleh menusuk teman kita dari belakang layaknya para pasukan Belanda yang melatih tentara di Indonesia untuk memerangi bangsanya sendiri.

B. Saran

Kami sebagai penulis hanya bisa memberikan saran sebagai sesama manusia yang tidak sempurna, bahwa kita semua akan kembali kepada Sang Pencipta, walaupun kita sedang dalam keadaan yang sangat baik seperti saat kamu sedang beruntung, namun jika sang Pencipta berkehendak lain, maka semuanya tidak

dapat terelakkan. Untuk itu jangan terlalu membanggakan dunia yang fana ini.

A. Latar Belakang

Masyarakat yang maju dan makmur sekarang ini, dengan segala kecanggihan teknologi tidak menyadari apa yang akan di akibatkan oleh teknologi tersebut. Untuk itulah, nenek moyang kita terdahulu sangat mencintai kesederhanaan dan lebih mementingkan memakai alat – alat tradisional untuk segala kepentingannya. Banyak masyarakat sekarang yang tidak memperdulikan sejarah yang tedapat di tempatnya, itu semua di karenakan kurangnya rasa kecintaan kita terhadap sejarah kita sendiri.

Di daerah Mandar pun demikian, banyak masyarakatnya yang tidak mengetahui betapa beratnya perjuangan orang – orang terdahulu untuk mempertahankan daerah Mandar yang mungkin sekarang kita tinggali tanpa perlu mendapat usikan, seperti yang terjadi di masa lampau. Kurangnya keingintahuan tentang sejarah inilah yang membuat masyarakat di zaman yang modern sekarang ini tidak mengetahui perjuangan leluhurnya di masa lampau. Factor lain yang mungkin melatar belakangi kurangnya pengetahuan tentang sejarah adalah factor dari orang tua yang sama sekali tidak mengajarkan dan mengingatkan anak mereka tentang sejarah nenek moyang mereka.

Mengetahui sejarah sangatlah penting, karena itu merupakan cerita perjuangan leluhur kita untuk mempertahankan wilayahnya dengan

mempertaruhkan nyawa mereka sampai tetes darah penghabisan. Walaupun demikian berat perjuangan leluhur kita, masih banyak saja yang mempertanyakan kebenaran cerita masa lampau itu.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian sejarah ?

2. Bagaimana cerita perjuangan orang – orang yang berada di kerajaan - kerajaan Mandar ?

3. Bagaimana cara tentara Belanda untuk menghancurkan sekutunya ?

4. Untuk apa tentara Belanda melatih orang – orang Indonesia ?

C. Tujuan

1. Mengetahui pengertian sejarah

2. Mengetahui cerita perjuangan orang – orang yang berda di kerajaan – kerajaan mandar

3. Mengetahui cara tentara Belanda untuk mengahncurkan sekutunya

4. Mengetahui tujuan tentara Belanda melati orang – orang Belanda