pembelajaran ipa - herisismarjono.files.wordpress.com file · web viewpendalaman materi pkn sd....

45
Materi PPG PGSD UMM MATERI 2 PENDALAMAN MATERI PKn SD A. Konsep Dasar PKn 1. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan N, bukan n) adalah Pendidikan Kewargaan Negara, sedangkan PKn (dengan n, bukan N) adalah Pendidikan Kewarganegaraan. Istilah PKN adalah merupakan terjemahan civic. Menurut Soemantri (!967), PKN merupakan matapelajaran sosial yang bertujuan membentuk atau membina warganegara yang baik, yaitu warganegara yang tahu, mau, sadar akan hak dan kewajibannya. Hal ini diwujudkan dengan kemampuannya dalam berbuat baik. Sedangkan PKn adalah pendidikan kewarganegaraan, yaitu pendidikan yang menyangkut status formal warganegara yang diatur dalam UU NO 2 tahun 1949, JO UU NO 62 tahun 1958, JO UU no 12 tahun 2006 tentang status warganegara yang telah berlaku mulai tanggal,1 Agustus 2006. 2. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Tujuan PKn untuk membentuk watak atau karakteristik warga negara yang baik. Sedangkan tujuan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, menurut Mulyasa (2007) adalah untuk menjadikan siswa: a. mampu berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi persoalan hidup maupun isu kewarganegaraan di negaranya, b. mau berpartisipasi dalam segala bidang kegiatan, secara aktif dan bertanggung jawab, sehingga dapat bertindak secara cerdas dalam semua kegiatan, dan c. dapat berkembang secara positif dan demokratis, sehingga mampu hidup bersama dengan bangsa lain di dunia dan mampu berinteraksi, serta mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan baik. Dengan demikian tujuan PKn di SD adalah untuk menjadikan warganegara yang baik, yaitu warganegara yang tahu, mau, dan sadar akan hak dan Pendalaman Materi PKn SD 2 - 1

Upload: phamduong

Post on 13-Mar-2019

288 views

Category:

Documents


5 download

TRANSCRIPT

Page 1: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

MATERI 2PENDALAMAN MATERI PKn SD

A. Konsep Dasar PKn1. Pengertian PKn

Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan N, bukan n) adalah Pendidikan Kewargaan Negara, sedangkan PKn (dengan n, bukan N) adalah Pendidikan Kewarganegaraan. Istilah PKN adalah merupakan terjemahan civic. Menurut Soemantri (!967), PKN merupakan matapelajaran sosial yang bertujuan membentuk atau membina warganegara yang baik, yaitu warganegara yang tahu, mau, sadar akan hak dan kewajibannya. Hal ini diwujudkan dengan kemampuannya dalam berbuat baik. Sedangkan PKn adalah pendidikan kewarganegaraan, yaitu pendidikan yang menyangkut status formal warganegara yang diatur dalam UU NO 2 tahun 1949, JO UU NO 62 tahun 1958, JO UU no 12 tahun 2006 tentang status warganegara yang telah berlaku mulai tanggal,1 Agustus 2006.

2. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)Tujuan PKn untuk membentuk watak atau karakteristik warga negara yang baik.

Sedangkan tujuan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, menurut Mulyasa (2007) adalah untuk menjadikan siswa:a. mampu berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi persoalan hidup

maupun isu kewarganegaraan di negaranya,b. mau berpartisipasi dalam segala bidang kegiatan, secara aktif dan bertanggung jawab,

sehingga dapat bertindak secara cerdas dalam semua kegiatan, danc. dapat berkembang secara positif dan demokratis, sehingga mampu hidup bersama dengan

bangsa lain di dunia dan mampu berinteraksi, serta mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan baik. Dengan demikian tujuan PKn di SD adalah untuk menjadikan warganegara yang baik, yaitu warganegara yang tahu, mau, dan sadar akan hak dan kewajibannya. Dengan demikian, diharapkan kelak dapat menjadi bangsa yang terampil dan cerdas, dan bersikap baik sehingga mampu mengikuti kemajuan teknologi modern.

3. Ruang Lingkup Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)Berdasarkan tujuan tersebut di atas, maka materi dalam pembelajaran PKn juga perlu

diperjelas. Dengan demikian, ruang lingkup PKn secara umum meliputi beberapa aspek sebagai berikut. a. Persatuan dan Kesatuan bangsa, meliputi hidup rukun dalam perbedaan, cinta lingkungan,

kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, sumpah pemuda, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, partisipasi dalam pembelaan negara, sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, keterbukaan dan jaminan keadilan.

b. Norma, Hukum, dan Peraturan, meliputi tertib dalam kehidupan keluarga, tata tertib di sekolah, norma yang berlaku di masyarakat, peraturan-peraturan daerah, norma-norma

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 1

Page 2: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sistim hukum dan peradilan nasional, dan hukum dan peradilan internasional.

c. Hak Asasi Manusia, meliputi hak dan kewajiban anak, hak dan kewajiban anggota masyarakat, instrumen nasional dan internasional HAM, pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM.

d. Kebutuhan Warganegara, meliputi hidup gotong royong, harga diri sebagai warga masyarakat, kebebasan berorganisasi, kemerdekaan rnengeluarkan pendapat, menghargai keputusan bersama, prestasi diri, persamaan kedudukan warga negara.

e. Konstitusi Negara, meliputi proklamasi kemerdekaañ dan konstitusi yang pertama, konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, Hubungan dasar negara dengan konstitusi.

f. Kekuasan dan Politik, meliputi pemerintahan desa dan kecamatan, pemerintahan daerah dan otonomi-pemerintah pusat, demokrasi dan sistem politik, budaya politik, budaya demokrasi menuju masyarakat madani, sistem pemerintahan, pers dalam masyarakat demokrasi.

g. Kedudukan Pancasila, meliputi kedudukan pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, proses perumusan pancasila sebagai dasar negara, pengamalan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari, pancasila sebagai ideologi terbuka.

h. Globalisasi, meliputi globalisasi di lingkungannya, politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, dampak globalisasi, hubungan internasional dan organisasi internasional, dan mengevaluasi globalisasi.

4. Pengertian dan Makna Konsep dalam materi Pembelajaran PKn.Menurut (Bruner, 1996) konsep adalah suatu kata yang bernuansa abstrak dan dapat

digunakan untuk mengelompokkan ide, benda, atau peristiwa. Setiap konsep memiliki nama, contoh positif, contoh negatif, dan ciri. Contoh konsep: HAM, demokrasi, globalisasi, dan masih banyak lagi. Menurut Bruner, setiap konsep mengandung nama, ciri/atribut, dan aturan.

Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa konsep adalah semua pengertian yang terdapat dalam pikiran seseorang tentang berbagai hal. Dalam matakuliah pembelajaran PKn SD, konsep perlu dikenalkan pada guru SD, agar kelak dapat menanamkan konsep-konsep materi PKn pada siswanya dengan benar, jelas, runtut, dan mudah dipahami oleh siswa. Begitu pula jika menghadapi masalah yang berkaitan dengan moral, atau yang lain, guru dapat mengatasinya secara runtut, kronologis, serta memiliki konsep yang matang.

5. Nilai dalam Materi Pembelajaran PKn SDPengertian nilai (value), menurut Djahiri (1999), adalah harga, makna, isi dan pesan,

semangat atau jiwa yang tersurat dan tersirat dalam fakta, konsep, dan teori, sehingga bermakna secara fungsional. Di sini nilai difungsikan untuk mengarahkan, mengendalikan, dan menentukan kelakuan seseorang karena nilai dijadikan standar perilaku. Sedangkan menurut Winataputra (1989), nilai adalah harga atau kualitas sesuatu. Artinya, sesuatu dianggap memiliki nilai apabila sesuatu tersebut secara intrinsik memang berharga.

Pendidikan nilai adalah pendidikan yang mensosialisasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai dalam diri siswa. PKn SD merupakan salah satu contoh pendidikan nilai. PKn SD

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 2

Page 3: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

merupakan matapelajaran yang menyosialisasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai budaya bangsa seperti yang terdapat pada Kurikulum PKn SD.

6. Pengertian Moral dalam Materi Pembelajaran PKn SDPengertian moral, menurut Suseno (1998), adalah ukuran baik buruk seseorang, baik

sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat, dan warga negara. Sedangkan pendidikan moral adalah pendidikan untuk menjadikan anak manusia bermoral baik dan manusiawi. Pada hakekatnya moral dan moralitas adalah berbeda, moral adalah prinsip baik buruk sedangkan moralitas merupakan kualitas pertimbangan baik buruk. Dengan demikian, hakekat dan makna moralitas dapat dilihat dari cara individu yang memiliki moral dalam mematuhi maupun menjalankan aturan.

Ada beberapa pakar yang mengembangkan pembelajaran nilai moral, dengan tujuan membentuk watak atau karakterstik anak. Menurut, Lickona pembentukan karakter atau watak anak dapat dilakukan melalui tiga kerangka pikir, yaitu konsep moral (moral knowing), sikap moral (moral feeling), dan perilaku moral (moral behavior). Dengan demikian, hasil pembentukan sikap karakter anak pun dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu konsep moral, sikap moral, dan perilaku moral.

Untuk lebih jelasnya dapat dicermati bagan alur pikir Lickona di bawah ini

7. Pengertian Norma dalam materi PKnNorma adalah tolok ukur/alat untuk mengukur benar salahnya suatu sikap dan tindakan

manusia. Norma juga dapat diartikan sebagai aturan yang berisi rambu-rambu yang menggambarkan ukuran tertentu, yang di dalamnya terkandung nilai benar/salah. Dengan demikian norma adalah petunjuk hidup bagi warga yang ada dalam masyarakat. Norma dalam

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 3

KONSEP MORALKesadaran moralPengetahuan nilai moralPandangan ke depanPenalaran moralPengambilan keputusanPengetahuan diri

KARAKTER/ WATAK

PERILAKU MORALkemampuankemauankebiasaan

SIKAP MORAL Kata hati Rasa percaya

diri Empati Cinta

kebaikan Pengendalian

Page 4: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

masyarakat hendaknya dipatuhi oleh anggota masyarakat, karena norma tersebut mengandung sanksi. Siapa saja, baik individu maupun kelompok, yang melanggar norma mendapat hukuman yang berwujud sanksi moral.

B. Prinsip-prinsip Demokrasi dan praktik Demokrasi di Indonesia

Demokrasi merupakan istilah politik, secara harfiah berarti pemerintahan rakyat, (bentuk) pemerintahan negara yang segenap rakyat serta pemerintah dengan perantara wakil-wakilnya (Poerwodarminto; 1984). Kata demokrasi secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yaitu demos dan cratein, secara harfiah diartikan sebagai "rakyat berkuasa" yang dewasa ini secara populer diartikan sebagai pemerintahan rakyat. Di dalam demokrasi terkandung perjuangan yang mendasar akan partisipasi seluruh rakyat sebagai pondasinya, sehingga terwujud asas "dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Kriteria untuk menentukan suatu situasi demokratis atau tidak dalam masyarakat ditandai oleh variabel:a. Kekuasaan: bahwa pemerintahan yang demokratis sangat erat kaitannya dengan

bagaimana alokasi kekuasaan dibuat. Pemerintah harus menghormati hak warga negara untuk menikmati kekuasaan dengan jalan ikut berpartisipasi dalam kegiatan politik seperti pemilu, penentuan pilihan atas anggota perwakilan dan kebebasan partai politik.

b. Keadilan: perlakuan yang sama di depan hukum, keadilan diupayakan melalui jalur hukum.

c. Kesejahteraan: adanya kesempatan yang sama untuk menikmati hasil-hasil pembangunan.d. Peradaban meliputi: pendidikan, adanya tempat kreativitas, dan adanya kebebasan dalam

menciptakan karya intelektual.e. Afeksi: Hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat di parlemen. Sejauh mana wakil

rakyat memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat.f. Keamanan: Adanya jaminan keamanan untuk seluruh warga negara dalam hidup,

berusaha, berpendapat, berkreasi dan bermsayarakat.g. Kebebasan: kebebasan dalam berpikir, berkelompok, berbicara dan mengutarakan

pendapat sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

1. Prinsip-prinsip DemokrasiAda 11 prinsip yang diyakini sebagai kunci untuk memahami bagaimana perkembangan demokrasi, yaitu:a. Pemerintahan berdasarkan konstitusi. Penyelenggaraan pemerintahan harus

dilaksanakan bedasarkan konstitusi yang disepakati bersama oleh rakyat. Konstitusi adalah suatu produk hukum, undang-undang, dokumen organik dari pemerintahan, yang mengatur kekuasaan dari pilar-pilar pemerintahan yang berbeda sekaligus acuan batasan kewenangan pemerintah.

b. Pemilu yang demokratis. Suatu pemerintahan dikatakan demokratis, bilamana para pejabat yang memimpun pemerintahan dipilih secara bebas oleh warga negara dengan cara terbuka dan jujur untuk semuanya melalui pemungutan suara.

c. Pemerintahan Lokal (desentralisasi kekuasaan). Keberadaan pemerintah lokal yang memiliki kewenangan lebih luas, bukan hanya sekedar kepanjangan tangan pemerintah

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 4

Page 5: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

pusat, tetapi memiliki makna yang sangat besar untuk meningkatkan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan dan partisipasi masyarakat.

d. Pembuatan undang-undang. Proses pembuatan undang-undang dalam masyarakat demokratis dimulai dari level yang paling bawah dalam masyarakat, kemudian bergerak ke atas sebelum ditetapkan oleh dewan perwakilan rakyat. Kunci pokok pembuatan undang-undang (hukum) yang demokratis tidak terletak pada tata cara atau forum dimana peraturan itu dihasilkan, tetapi pada sifat keterbukaan prosesnya bagi rakyat dan pemahaman terhadap harapan rakyat.

e. Sistem peradilan yang independen. Hamilton pernah menyatakan “pengadilan tanpa kekuatan pedang dan dana akan menjadi cabang pemeintahaan yang paling tidak berbahaya”, tetapi pengadilan bisa menjadi sangat kuat dalam demokrasi, karena ia adalah tangan yang menafsirkan dan memberlakukan aturan-aturan yang ada dalam konstitusi.

f. Kekuasaan lembaga Kepresidenan. Suatu masyarakat demokratis harus memiliki pimpinan eksekutif yang mampu memikul tanggung jawab pemerintahan, mulai dari administrasi kecil hingga membela negara tatkala perang.

g. Media yang bebas. Media merupakan wahana bagi rakyat untuk menyampaikan kritik, ide dan gagasan kepada pemerintah. Media merupakan salah satu instrumen yang bisa menginvestigasi jalannya pemerintahan dan melaporkannya tanpa takut adanya penuntutan. Hal ini dikarenakan media (pers) merupakan lembaga yang berperan sebagai kontrol atas jalannya pemerintah, oleh karena itu kadang dikatakan sebagai penjaga demokrasi.

h. Kelompok-kelompok kepentingan. Kelompok-kelompok kepentingan merupakan wadah yang dibentuk masyarakat untuk mengakomodasi berbagai kepentingan, ide, gagasan dan kritik yang perlu disampaikan kepada pemerintah. Kelompok-kelompok kepentingan ini seperti organisasi-organisasi profesi, LSM, organisasi kepemudaan dan sebagainya.

i. Hak masyarakat untuk tahu (Transparan). Dalam demokrasi, pemerintah seharusnya bersikap terbuka, artinya memberi tahu (publikasi) dan keleluasaan pada rakyat untuk mengetahui berbagai proses legislatif dan pemerintahan. Bahkan, pemerintah seharusnya terbuka bagi pengujian publik secara seksama.

j. Melindungi hak-hak minoritas. Demokrasi sering dimaknai sebagai kehendak mayoritas dari rakyat, lantas bagaimana dengan mereka yang tergabung dalam kelompok minoritas, yaitu orang-orang yang berbeda pendapat dengan sebagian besar rakyat. Walaupun demokrasi merupakan cerminan dari kehendak mayoritas, kelompok minoritas hendaknya tetap mendapat perlakuan, hak dan kewajiban, serta penghormatan yang sama (setara) dengan yang lainnya, termauk diantaranya dalam berpartisipasi dalam kegiatan pemerintahan dan perlindungan hukum atas perbuatan yang semena-mena.

k. Kontrol sipil atas militer. Dalam demokrasi, militer bukan hanya harus berada di bawah kontrol kewenangan sipil sepenuhnya, namun ia juga harus memiliki budaya yang menegaskan bahwa peran militer adalah sebagai abdi negara bukan sebagai penguasa. Tugas militer adalah melindungi masyarakat dan demokrasi, bukan menguasainya.

Berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi di atas, dapatlah ditarik kesimpulan, bahwa: (1) dalam demokrasi, sumber utama dari semua kewenangan adalah rakyat, semua kewenangan/kekuasaan di pemerintahan harus berasal dari rakyat; (2) harus ada pembagian kekuasaan sehingga tidak ada satu bagianpun dari pemerintahan yang bisa menjadi begitu kuat

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 5

Page 6: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

yang akan menindas keinginan rakyat; dan (3) hak-hak individu dan golongan minoritas harus dihargai, dan mayoritas tidak boleh menggunakan kekuatannya untuk mencabut kemerdekaan mendasar setiap orang.

2. Susunan Pengurus Organisasi dan Dasar Hukum Berorganisasi Sebuah organisasi biasanya terdiri dari beberapa pengurus dengan tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Adapun susunan kepengurusan suatu organisasi yaitu:a. Ketua, tugasnya adalah mengurus organisasi, memimpin rapat, membuat rencana kerja dan

lain-lain.b. Wakil ketua tugasnya adalah membantu ketua dalam mengurus organisasi,

bertanggungjawab menggantikan ketua, jika ketua berhalangan hadirc. Sekretaris tugasnya adalah membuat agenda kegiatan organisasi, membuat surat-surat yang

diperlukan, membuat arsip, dan lain-lain.d. Bendahara tugasnya adalah mengurus masalah keuangan, membuat dan melaporkan

keuangan organisasi, dan lain-lain e. Seksi-seksi tugasnya adalah membidangi setiap kegiatan

Suatu organisasi harus mempunyai kegiatan yang terarah dan terencana untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai bersama.Pada umumnya organisasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu organisasi pemerintah dan non pemerintah.a. Organisasi Pemerintah adalah organisasi yang dibentuk dan didirikan oleh pemerintah

untuk mengurusi dan menangani berbagai masalh yang ada. Organisasi pemerintah tersebut antara lain MPR, DPR, Presiden, DPD, BPK, Mahkamah Agung dan lain-lain.

b. Organisasi Non Pemerintah adalah organisasi yang dibentuk oleh segelintir orang yang mempunyai jiwa kepedulian social yang tinggi terhadap kehidupan masyarakat. Organisasi tersebut antara lain: Organisasi sosial (yayasan panti jompo, panti asuhan, penyandang cacat) Organisasi ekonomi (Pegadaian, perusahaan, dan lain-lain) Organisasi Partai politik Organisasi Profesi (PGRI, IDI, Ikadin, dan lain-lain) Organisasi kepemudaan ( karang taruna, perkumpulan remaja) Organisasi wanita (PKK, Dharma wanita, dan lain-lain) Organisasi olahraga ( PSSI, PBSI, Percasi, dan lain-lain) Organisasi keagamaan (MUI, NU, Muhammadiyah, PGI, WKRI, PHDI, Walubi dan

lain-lain)

Mengingat begitu besar peran organisasi dalam membina persatuan dan kesatuan, Negara telah menjamin kebebasan berorganisasi. Hal itu ditegaskan dalam pasal 28 dan pasal 28 E ayat 3 UUD 1945 yang berbunyi : “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, megeluarkan pendapat, pikiran dengan lisan dan tulisan”. Dan pasal 28 E ayat 3 yang berbunyi “ Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat dan berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”.

C. Norma-Norma Dalam Kehidupan Masyarakat

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 6

Page 7: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

Norma adalah kaidah atau aturan-aturan, yang berisi petunjuk tentang tingkah laku yang wajib dilakukan atau tidak boleh dilakukan oleh manusia dan bersifat mengikat (Muchson, 2002). Kata “mengikat” di sini berarti bahwa setiap orang dalam lingkungan berlakunya norma itu wajib menaatinya. Bilamana terjadinya pelanggaran, maka kepada setiap pelanggar norma itu akan dikenai sanksi-sanksi tertentu.

Tujuan dari suatu norma pada dasarnya adalah untuk menjamin terciptanya ketertiban dan keteraturan dalam kehidupan bermasyarakat. Berbagai macam norma yang ada dalam masyarakat dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok besar, yaitu norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan/adat, dan norma hukum.1. Norma Agama. Norma agama adalah aturan-aturan hidup yang bersumber dari wahyu

Tuhan Yang Maha Esa. Menurut Dudu Durachman (2001) kaidah agama terbagi menjadi dua, yaitu agama wahyu dan agama budaya. Agama wahyu adalah suatu ajaran Allah yang berisi perintah, larangan, dan kebolehan yang disampaikan kepada umat manusia berupa wahyu melalui Malaikat dan Rosul-Nya. Sedangkan agama budaya adalah ajaran yang dihasilkan oleh pikiran dan perasaan manusia secara komulatif. Contoh norma agama antara lain: hormatilah orang tuamu agar engkau selamat di dunia dan di akherat, jangan membunuh sesama manusia, kebersihan sebagian daripada iman, dan sebagainya. Oleh karena itu para penganut agama merasa yakin bahwa apa yang diatur dalam ajaran agama merupakan kaidah yang datangnya dari Tuhan. Meskipun ajaran agama hanya akan diimani oleh pemeluknya, akan tetapi dalam hubungannya dengan sesama manusia dan lingkungannya, agama-agama itu kadang mengajarkan hal-hal yang umumnya sama, misalnya perintah agar jangan membunuh, jangan mencuri, jangan berdusta, berbaktilah kepada kedua orang tua, cintailah sesama manusia, santunilah fakir miskin dan sebagainya.

2. Norma Kesusilaan. Norma kesusilaan adalah aturan-aturan tentang tingkah laku yang baik dan tidak baik, yang bersumber dari hati nurani manusia. Sesuai dengan kodratnya, manusia adalah makhluk yang berbudi, yakni unsur batin yang merupakan perpaduan antara akal dan perasaan, yang mampu membedakan antara perbuatan yang baik dan buruk. Apabila manusia tidak mengingkari hati nuraninya, niscaya ia akan mampu membedakan hal-hal yang baik dan yang buruk menurut kesusilaan. Contoh norma kesusilaan: hormatilah orang tuamu, jangan membunuh sesama manusia, berbuat dan bersikaplah secara jujur dan sebagainya. Norma kesusilaan bersifat universal, artinya berlaku di manapun dan kapanpun dalam kehidupan umat manusia.

3. Norma Kesopanan. Norma kesopanan adalah aturan-aturan tentang tingkah laku yang berlaku dalam suatu lingkungan kelompok masyarakat tertentu, yang bersumber dari adat istiadat, budaya, atau tradisi setempat. Norma kesopanan kadang disebut juga dengan norma adat/kemasyarakatan, sopan-santun, tata krama atau adat istiadat. Hal ini dikarenakan kaidah atau aturan hidup yang timbul dalam norma kesopanan dari pergaulan hidup suatu masyarakat. Landasan kaidah ini adalah kepatutan, kepantasan dan kebiasaan yang berlaku pada suatu masyarakat.

Norma kesopanan sering juga disebut sebagai norma moral. Akan tetapi berbeda dengan norma kesusilaan yang bersifat universal, norma kesopanan itu bersifat lokal, kultural, tradisional, atau kontekstual, oleh karena itu sering disebut dengan norma adat. Artinya, norma kesopanan itu berlaku di suatu wilayah tertentu, dalam lingkungan budaya terstentu, berdasar tradisi tertentu, atau dikaitkan dengan kontek tertentu. Apa yang

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 7

Page 8: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

dianggap sopan di suatu daerah mungkin dianggap tidak sopan di daerah lain. Demikian juga apa yang dianggap tidak sopan pada masa lalu mungkin dianggap sopan pada masa sekarang.

Norma kesopanan atau norma adat merupakan bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia. Oleh karena itu mempelajari norma adat atau kesopanan berarti mempelajari sebagian dari kebudayaan bangsa. Norma adat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi banyak orang tidak menyadari kalau mereka sedang melaksanakan norma adat, disamping itu sering orang mencampuradukkan pengertian adat yang mengandung sanksi hukum dengan pengertian adat yang tidak mengandung sanksi hukum, yaitu kebiasaan.

4. Norma Hukum. Norma hukum adalah aturan-aturan yang bersumber atau dibuat oleh lembaga negara yang berwenang, yang bersifat mengikat dan memaksa. Negara berkuasa untuk memaksakan aturan-aturan hukum agar dipatuhi dan bagi siapa saja yang bertindak melawan hukum dapat diancam dan dijatuhi hukuman tertentu. Sifat “memaksa” dengan sanksi hukumnya yang tegas dan nyata inilah kelebihan norma hukum dibanding dengan norma-norma yang lain. Demi tegaknya hukum, negara mempunyai lembaga beserta aparat-aparatnya di bidang penegakan hukum, yakni hakim, jaksa, dan polisi. Norma hukum ada dan timbul dalam masyarakat suatu negara karena dirasakan ketiga norma yang telah ada belum mencukupi untuk menjamin suatu ketertiban dalam hidup bermasyarakat, karena tidak adanya sanksi yang tegas dan paksaan dari negara.

D. Peraturan Perundang-Undangan di Tingkat Pusat dan DaerahPeraturan perundangan merupakan satu bentuk keputusan bersama. Tata urutan

perundang-undangan Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang NO. 15 tahun 2004 tentang pembentukan Peraturan Perundang-Undangan dalam pasal 7 ayat (1) berisi bahwa jenis dan urutan perundang-undangan adalah sebagai- berikut:1. Undang-Undang dasar 19452. Undang-Undang3. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU)4. Peraturan Pemerintah (PP)5. Peraturan Presiden6. Peraturan Daerah (Perda)

Adapun yang termasuk peraturan perundang-undangan nasional antara lain:1. UUD 19452. UU NO. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah3. UU NO. 40 Tahun 1999 tentang Pers4. UU NO. 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik5. UU NO. 12 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD6. UU NO. 23 Tahun 2003 tentang Pemilu Presiden dan wakil Presiden

Berdasarkan tingkatannya, perundang-undangan dibedakan menjadi dua, yaitu:1. Peraturan perundangan tingkat pusat:

a. Undang-Undang (UU)b. Perpu

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 8

Page 9: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

c. Peraturan Pemerintah (PP)d. Peraturan Presiden

2. Peraturan Daeraha. Peraturan daerah propinsib. Peraturan Daerah Kabupaten atau Kotac. Keputusan Gubernurd. Keputusan Bupati atau Walikota

E. Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa Pemahaman mengenai Pancasila hendaknya diawali dengan adanya pemahaman yang

utuh tentang hakekat Pancasila. Pemahaman tentang hakekat Pancasila merupakan suatu upaya penalaran rasional untuk memahami makna hakiki nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Republik Indonesia. Bagi bangsa dan negara Indonesia, hakekat dari Pancasila adalah sebagai Pandangan Hidup bangsa dan sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.

1. Kedudukan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa IndonesiaSetiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah mana

tujuan yang ingin dicapainya, sangat memerlukan pandangan hidup. Dengan menggunakan pandangan hidup, suatu bangsa memandang persoalan yang dihadapinya dan menentukan arah serta memecahkannya secara tepat.

Suatu bangsa yang tidak memiliki pandangan hidup, akan terombang ambing dalam menghadapi berbagai persoalan yang timbul, baik persoalan masyarakatnya sendiri maupun persoalan umat manusia dalam pergaulan masyarakat bangsa-bangsa di dunia.

Dalam pandangan hidup bangsa terkandung konsepsi dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan, terkandung pula dasar pikiran terdalam, dan gagasan mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. Pandangan hidup adalah kristalisasi dan institusionalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki, yang diyakini kebenarannya, dan menimbulkan tekad untuk mewujudkannya.

Pancasila dalam pengertian sebuah pandangan hidup sering juga disebut way of life, pegangan hidup," pedoman hidup, petunjuk hidup. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dipergunakan sebagai petunjuk arah serta kegiatan atau aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, setiap sikap dan perilaku manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari nilai-nilai Pancasila. Mengamalkan Pancasila sebagai pandangan hidup berarti setiap orang Indonesia melaksanakan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dan menggunakanya sebagai petunjuk hidup dalam berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Pandangan hidup berfungsi sebagai kerangka acuan baik untuk menata kehidupan diri pribadi maupun dalam interaksi antar manusia dalam masyarakat serta alam sekitarnya.

Manusia dikategorikan sebagai makhluk individu dan makhluk sosial, oleh karena itu manusia tidak mungkin dapat memenuhi segala kebutuhannya sendiri. Oleh karena itu, untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya manusia senantiasa memerlukan interkasi dengan orang lain. Dengan demikian dalam kehidupan bersama dalam suatu negara membutuhkan suatu tekad kebersamaan, cita-cita yang ingin dicapainya yang bersumber pada pandangan hidup tersebut.

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa terkandung konsepsi dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan, dasar pikiran terdalam, dan gagasan mengenai kehidupan yang

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 9

Page 10: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

dicita-citakan, serta terkandung dasar pikiran terdalam dan gagasan mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. Oleh karena itu, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan kristalisasi dari nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat Indonesia, dan dijunjung tinggi oleh warga negara Indonesia.

Pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari ini sangat penting, karena dengan demikian diharapkan adanya tata kehidupan yang harmonis antara hidup kenegaraan dan hidup kemasyarakatan dalam negara. Sekalipun pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari tidak disertai sanksi-sanksi hukum, tetapi secara moral mempunyai sifat mengikat untuk mewujudkannya dalam hidup dan kehidupannya. Misalnya, seseorang yang tidak bergotong-royong atau tidak menolong orang lain, tidak akan dikenakan sanksi hukum oleh negara, tetapi orang tersebut mempunyai kewajiban moral dan sosial untuk melakukan perbuatan positif tersebut.

Secara umum pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah apabila kita mempunyai sikap mental, pola pikir, dan pola tindak yang dijiwai sila-sila Pancasila secara kebulatan, bersumber kepada UUD 1945, tidak bertentangan dengan norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, serta tidak bertentangan dengan norma hukum yang berlaku.

Pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat disebut pengamalan Pancasila secara subyektif (pelaksanaan subyektif Pancasila), yang meliputi bidang-bidang yang sangat luas yaitu bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan kebudayaan. Selain itu juga meliputi lingkungan hidup pribadi, hidup keluarga, dan hidup kemasyarakatan.

2. Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara IndonesiaSetiap negara mempunyai dasar negara yang dijadikan landasan dalam

menyelenggarakan pemerintahan. Dasar negara Republik Indonesia adalah Pancasila yang berarti bahwa Pancasila dipergunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Sebagai landasan untuk menyelenggarakan negara.

Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara termaktub secara yuridis-konstitusional dalam Pembukaan UUD 1945, yang merupakan cita-cita hukum dan norma hukum yang menguasai hukum dasar negara Republik Indonesia dan dituangkan dalam pasal-pasal UUD 1945 dan kemudian diatur lebih lanjut dalam peraturan perundang-undangan di bawahnya.

Pancasila sebagai dasar negara, dalam pengamalannya mempunyai sifat imperatif (memaksa), artinya mengikat dan memaksa semua warga negara untuk tunduk kepada Pancasila, dan siapa yang melanggar Pancasila sebagai dasar negara harus ditindak menurut hukum yang berlaku di Indonesia. Dengan demikian, pelaksanaan Pancasila sebagai dasar negara disertai sanksi-sanksi hukum.

F. Pentingnya Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) perlu ditanamkan pada anak-anak SD karena merupakan pengamalan nilai-nilai Pancasila, yaitu unsur persatuan dan kesatuan. Apabila konsep tersebut disimulasikan secara tepat, materi NKRI dapat lebih mudah dipahami oleh anak.

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 10

Page 11: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

Bangsa Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Wilayah Indonesia meliputi wilayah daratan dan perairan yang sangat luas. Terhampar melintasi garis khatulistiwa dan tersebar dari Sabang sampai Merauke. NKRI merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Sejalan dengan kebutuhan bangsa, Wilayah NKRI mengalami perubahan. Wilayah bertambah luas, sehingga jumlah provinsipun bertambah banyak. Sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan bangsa, jumlah provinsi NKRI bertambah banyak, sehingga pelayanan pemerintah menjadi lebih mudah dan lebih dekat. Dengan bertambahnya jumlah provinsi, berarti semakin banyak juga ragam maupun permasalahannya. Oleh karena itu, persatuan dan kesatuan bangsa perlu ditingkatkan. Macam ragam budaya daerah hendaknya dijadikan kekayaan bangsa, bukan memecah-belah bangsa. Semua suku bangsa yang tinggal di bumi NKRI adalah bangsa Indonesia. Adat kebiasaan gotong royong merupakan ciri khas nenek moyang kita yang perlu dilestarikan, mengingat keadaan geografis Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau yang tersebar luas di hamparan lautan yang luas. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dijaga oleh seluruh rakyat Indonesia. hal ini sangat penting karena Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki banyak manfaat. Manfaat-manfaat itu antara lain sebagai berikut:a. Pembangunan dapat diselenggarakan secara damaib. Setiap daerah dapat saling berbagic. Hasil pembangunan dapat dirasakan bersama

Untuk menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat dilakukan hal-hal sebagai-berikut;a. menghargai adanya perbedaanb. Bangga dengan produk dalam negeric. Mewaspadai budaya asingd. Menumbuhkan budaya belajar dan bekerja kerase. Mengembangkan rasa dan sikap solidaritas

Adapun strategi pembinaan persatuan bangsa Indonesia dalam konteks NKRI, dapat dilaksanakan dengan beberapa program, antara lain:a. Mempersatukan potensi perbedaan bangsa Indonesiab. Menghormati bendera kebangsaanc. menghormati dan menghayati isi dan makna lagu kebangsaand. Menghormati makna lambang negara Republik Indonesia

1. Faktor-Faktor Penguat Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Indonesia.

Dalam sejarah perjalanan kehidupan bangsa Indonesia yang sudah hampir memasuki 70 tahun, tidak sedikit ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) menimpa bangsa Indoneisia terutama di awal-awal proklamaasi kemerdekaan Bangsa Indonesia dikumandangkan. Berbagai bentuk ATHG tersebut telah memberikan pembelajaran yang sangat mahal bagi bangsa Indonesia yang sekaligus sebagai sarana dalam proses membentuk kesadaran dalam hidup berbangsa dan bernegara ke depan.

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 11

Page 12: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

Beberapa factor penting yang berperan sebagai penguat atau pengokoh bagi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan mengambil hikmah dari sejarah perjalanan kehidupan bangsa Indonesia sejak proklamasi dikumandangkan oleh Soekarno dan Hatta tahun 1945 hingga saat ini antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Pancasila; b. UUD 19 45;c. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia;d. Alat dan Kelengkapan Negara yang sesuai dengan UUD 1945;e. Bahasa Nasional yaitu Bahasa Indonesia;f. Sejarah Pergerakan Indonesia;g. Kepemimpinan Nasional dan Daerah yang kuat, bijak, memiliki legalitas dan legitimasi; h. Sistem dan Penyelenggaraan Negara yang sesuai dengan UUD 1945/Konstitusi;i. Pemerataan dan Pemanfaatan Pembangunan oleh seluruh rakyat;j. Pelaksanaan dan Penegakan Hukum;k. Desentralisasi dan Dekonsentrasi Penyelenggaraan Pemerintahan dan lain-lain.

Seluruh potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia harus dikelola secara baik dan benar dan juga optimal serta dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran bangsa Indonesia yang sekaligus sebagai bagian dari potensi pemersatu bangsa. Sangat tepat dalam arti sesuai dengan subjek dan objeknya penggunaan Bhineka Tunggal Eka sebagai semboyan dan jargon persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang berada dan berdiri di atas keberagaman ini. Pancasila-lah dengan segala kedudukannya sebagai pusat dan alat pemersatu (center and tool of unity) bagi bangsa Indonesia yang nilai-nilai umumnya tertuang dalam Konstitusi sebagai dasar dan pedoman dalam perencanaan, pelaksanaan, pengaturan serta evaluasi dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

G. Sistem pemerintahan Kabupaten, Kota, Propinsi dan PusatSistem pemerintahan desa, kabupaten/kota, propinsi dan pusat secara umum dapat

digambarkan dalam bagan di bawah ini:

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 12

Page 13: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

Bagan 1. Struktur Pemerintah Desa

Desa merupakan kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluarga. Sebagai suatu kesatuan wilayah, desa memiliki batas wilayah dan kekuasaan hukum. Desa dikepalai oleh kepala desa yang berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat.. Kepala desa dipilih secara langsung oleh warga desa berdasarkan suara terbanyak. Yang berhak menjadi kepala desa adalah penduduk desa dengan status Warga Negara Indonesia. Masa jabatan kepala desa selama 6 tahun dan dapat dipilih lagi untuk satu periode kemudian. Kepala desa terpilih dilantik oleh bupati/walikota selambat-lambatnya 30 hari setelah pemilihan.

Tugas dan tanggung jawab kepala desa dituliskan sebagai berikut.a. Memimpin pemerintahan tingkat desa.b. Menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat desa.c. Membina kehidupan perekonomian masyarakat desa.d. Bertanggung jawab kepada rakyat desa yang disampaikan kepada bupati/walikota melalui

camat kepada rakyat desa disampaikan informasi pokok-pokok pertanggungjawabannya.

Sesuai UU Nomor 32 Tahun 2004 sebagai perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, dibentuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Badan Permusyawaratan Desa bersama kepala desa menetapkan peraturan desa. Di samping itu, Badan Permusyawaratan Desa juga berfungsi menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa.

Bagan 2. Struktur Pemerintah Kabupaten

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 13

Kepala Dusun Sekretaris Desa

Kepala urusan:PemerintahPembangunanKesra KeuanganUmum

Kepala Desa Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

BUPATI

Wakil Bupati

Sekretaris daerah

Satuan Polisi Pamong Praja

Kecamatan

Kelurahan

Lembaga Teknis Daerah

Dinas Daerah

DPRD

SekretarisDPRD

Page 14: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 14

Page 15: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

Bagan 3. Struktur Pemerintah Pusat

H. Politik Luar negeri Indonesia 1. Makna Politik Luar Negeri Yang Bebas dan Aktif

Di era globalisasi sekarang ini, persahabatan dan kerjasama antarnegara menjadi hal penting yang harus dilakukan. Tiap-tiap negara akan saling tergantung satu sama lainnya. Tidak ada satu negarapun yang mampu memenuhi kebutuhan warga negaranya tanpa bantuan negara lain.misalnya, bangsa Indonesia harus memenuhi kebeutuhan warga negaranya akan pesawat terbang sebagai sarana transportasi modern. Namun, karena bangsa Indonesia belum mampu memproduksi sendiri, maka bangsa Indonesia harus mendatangkan dari negara lain.Sebaliknya bangsa lain (Eropa), sangat membutuhkan bahan mentah seperti tambang, dan karena bangsa Indonesia kaya akan bahan tambang, maka bangsa-bangsa Eropa mengimpor dari Indonesia.

Kerjasama antar bangsa tidak terbatas pada hubungan perdagangan saja, tetapi juga hubungan politik, hukum, sosial, dan budaya.Dalam menjalin hubungan antar negara, maka hal yang harus diperhatikan adalaha adanya prinsip saling menghormati dan menghargai kedaultan masing-masing negara.

Hubungan dengan negara-negara lain sering disebut hubungan luar negeri. Berdasarkan negara yang terlibat, hubungan luar negeri dibedakan menjadi dua bentuk sebagai berikut:a. Hubungan bilateral adalah hubungan antara dua negara, misalnya hubungan kerjasama

antara Indonesia dengan Malaysia.b. Hubungan multilateral adalah hubungan antara negara yang satu dengan dua atau lebih

negara.Misalnya hubungan antara Indonesia dengan negara anggota ASEAN.Dalam menjalin hubungan dengan negara lain, tidak bisa dilepaskan dari kepentingan

nasional bangsa Indonesia, yaitu:a. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia..

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 15

BPKYugikatif

MAMK KY

Legislatif

MPR DPR DPD

Eksekutif

Rakyat

UUD 45

PresidenDan

Wakil Presiden

Page 16: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

b. Memajukan kesejahteraaan umum.c. Mencerdaskan kehidupan bangsad. Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan

keadilan sosial.

2. Landasan Politik Luar nageri IndonesiaPolitik luar negeri yang dijalankan harus dilandasai oleh nilai-nilai moral yang sesuai

dengan Pancasila dan kepentingan warga negara pada umumnya serta harus mendukung pencapaian tujuan nasional.Adapun landasan politik luar negeri Indonesia adalah:a. Pancasila sebagai landasan idealb. UUD 1945 sebagai landasan konstitusionalc. Tujuan Politik Luar negeri Indonesia

Sasaran dari politik luar negeri suatu negara adalah tercapainya tujuan nasional dari negara yang bersangkutan. Adapun yang menjadi sasaran politik luar negeri Indonesia secara otomatis berkaitan dengan tujuan politik luar negeri Indonesia yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945 alinea I dan alinea IV yang dapat dirinci sebagai-berikut:a. Mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai, saling menghormati dan

menghargai kedaulatan setiap negara.b. Menciptakan pergaulan internasional yang tertib tanpa adanya pertikaian perang maupun

penjajahan dari satu negara ke negara lain.c. Menghilangkan kesenjangan ekonomi, sosial, dan politik antar negara di dunia.d. Memberikan sumbangan kepada negara lain yang membutuhkan bantuan.e. Memperkuat sendi-sendi hukum internasional dan berpartisipasi aktif dalam organisasi

internasional untuk mewujudkan perdamaian dunia yang abadi.

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 16

Page 17: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

I. Kebudayaan Nasional Kebudayaan Nasional Indonesia didefinisikan adalah kebudayaan hasil produk setelah

adanya Sumpah Pemuda (1928) atau sesudah Indonesia Merdeka (1945). Sebagai pendampingnya adalah kebudayaan yang ada di Indonesia. Kebudayaan yang ada di Indonesia ini juga dapat dibagi dua yaitu kebudayaan etnik, seperti etnik Batak (Toba, Karo, Mandailing, Pakpak, Simalungun), Melayu, Bali, Aceh, Minang, Sunda, Betawi, Jawa, Sulawesi, sampai ke Papua (Irianjaya) dan lainnya serta kebudayaan asing, seperti Arab, Belanda, Inggris dan lainnya.

Pada pasal 32, UUD 45, amandemen dijelaskan (1) Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradapan dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan pengembangkan nilai-nilai budayanya, (2) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.

Pengertian kebudayaan nasional Indonesia tersebut juga tidak mendapat penjelasan, yang mana kebudayaan nasional Indonesia dan yang mana kebudayaan bukan nasional Indonesia. Hanya saja bagaimana bentuk material kebudayaan nasional Indonesia tidak dijelaskan.

Padahal Kebudayaan Nasional Indonesia juga jelas-jelas telah ada yaitu pada UUD 1945 yang diamandemen tersebut yaitu dasar negara Pancasila dan UUD 45 itu sendiri (wujud gagasan), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) (pasal 1), lembaga MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) (pasal 2), lembaga kepresidenan (Bab III), Dewan Perwakilan Daerah (Bab VIIA), DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) (Bab VII), Bendera, Bahasa, dan lembang negara serta lagu kebangsaan (Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih (pasal 35), Bahasa negara ialah Bahasa Indonesia (Pasal 36) lambang negara garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika (pasal 36A), Lagu kebangsaan Indonesia Raya (Pasal 36B) dan lainnya seperti sistem pendidikan nasional, sistem pertahanan dan keamanan negara, penghormatan dan penghargaan kepada hak asasi manusia yang mendidik warganya selain mempunyai hak juga mempunyai tanggung jawab, semua ini dalam bentuk material kebudayaan.

e. Wujud Kebudayaan

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 17

Page 18: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

Secara umum, setiap kebudayaan mempunyai wujud, apakah itu disebut wujud ide atau gagasan, maupun wujud materi sebagai benda-benda hasil karya. Kebudayaan dalam pengertian luas, pun demikian, tetap mempunyai wujud Secara umum wujud kebudayaan dapat juga dibagi atas empat yaitu:a. wujud kebudayaan sebagai suatu ide-ide, cita-cita, rencana-rencana, gagasan-gagasan,

keinginan, kemauan. Ini adalah wujud ideal yang berfungsi memberi arah pada tingkah laku manusia di dalam di kehidupannya.

b. wujud kebudayaan sebagai nilai-nilai, norma-norma, peraturan, pedoman, cara-cara dan sebagainya. Ini adalah wujud yang berfungsi mengatur, mengendalikan dan penunjuk arah pada tingkah laku manusia di dalam bermasyarakat.

c. wujud kebudayaan suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia. Wujud ini disebut juga sistem sosial yaitu sistem yang mengatur, menata aktivitas-aktivitas manusia dalam berinteraksi, bergaul.

d. wujud kebudayaan benda-benda hasil karya manusia. Wujud kebuda-yaan ini merupakan benda-benda yang dapat diraba, dilihat melalui pancaindra, seperti mobil, kapal dsbnya.

f. Kebudayaan Nasional Indonesia

a. Wujud Ide (Cita-Cita)Wujud ide ini dipelopori oleh Gerzt. Gerzt melihat kebudayaan sebagai keseluruhan

pengetahuan yang dimiliki manusia untuk mengintepretasi dan mewujudkan tindakan-tindakan dalam rangka menghadapi lingkungan alam dan sosialnya. Gerzt hanya membatasi pengertian kebudayaan kepada keseluruhan pengetahuan yang dimiliki manusia, perilaku dan benda-benda tidak lagi dianggap sebagai kebudayaan, melainkan sebagai hal-hal yang diatur atau ditata oleh kebudayaan.

Berdasarkan definisi di atas, definisi Kebudayaan Nasional Indonesia berdasarkan sisi ide dapat dijelaskan semua pola atau cara berfikir/merasa bangsa Indonesia dalam suatu ruangan dan waktu. Pola atau cara berfikir/merasa ini dapat dimulai sesudah adanya Sumpah Pemuda (1928) atau sesudah Indonesia Merdeka (1945) hingga saat ini. Pilihan angka tahun ini (1928) karena, pada masa ini sudah tumbuh keinginan untuk bersatu (cara berfikir/merasa yang seragam untuk mencapai cita-cita atau tujuan bersama) ke dalam sebuah negara. Keinginan ini kemudian wujudkan pada tahun 1945 (kemerdekaan Indonesia).

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 18

Page 19: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

b. Wujud MaterilMaterialisme adalah salah satu paham yang beranggapan bahwa manusia hidup di dunia

adalah hasil rekayasa materi. Artinya selagi seorang manusia hidup di dunia, dia sebenarnya hidup di dunia materi. Dia mau hidup, harus makan, dia mau menata sistem nilai dan budayanya harus menggunakan alat (materi).

Dalam kaitan ini, kebudayaan didefinisikan adalah sebagai kumpulan dari pikiran-pikiran yang dipelajari dan kelakuan-kelakuan yang diperlihatkan oleh anggota-anggota dari kelompok-kelompok sosial. Semua ini diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kebudayaan terlepas dari faktor hereditas genetika.

Berdasarkan pengertian di atas, definisi Kebudayaan Nasional Indonesia berdasarkan sisi materialisme budaya adalah produk dari suatu bangsa dalam suatu ruangan dan waktu. Penjabaran hal ini dapat dilihat pada produk suatu bangsa tersebut misalnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), lembaga MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat), lembaga kepresidenan, DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), Dewan Perwakilan Daerah, sistem pendidikan nasional, sistem politik nasional, sistem hukum nasional, bangunan arsitektur, produk kesenian, teknologi, bahasa Indonesia, bendera nasional, lagu kebangsaan, lambang negara garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika dan lainnya. Maka definisi Kebudayaan Nasional Indonesia berdasarkan sisi material adalah semua produk yang dihasilkan bangsa Indonesia baik yang dikembangkan di luar Indonesia, maupun yang dikembangkan di Indonesia, yang tumbuh dan berkembang sejak Indonesia merdeka (1945) atau sesudah Sumpah Pemuda (1928) hingga saat ini, apakah itu diserap dari kebudayaan etnik maupun kebudayaan asing, baik melalui proses difusi, akulturasi yang disepakati menjadi bagian dari milik nasional di dalam negara kesatuan RI.

g. Masalah Dalam Kebuadayaan Nasional

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 19

Page 20: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

Masalah dalam Kebudayaan Nasional Indonesia saat ini adalah tidak sesuainya perilaku dengan gagasan atau ide nasioan yang dibangun. Sebagai contoh, Pancasila dan UUD 45 sebagai pandangan hidup dan dasar negara beserta normatifnya sudah bagus, tetapi di lapangan aktivitas sehari-hari justru kerap tidak sejalan. Lain dalam tataran gagasan lain dalam tataran perilaku. Contoh nyata masalah penghargaan kepada kebhinekaan atau pluralitas atau kemajemukan.

Kita sepakat bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang pluralis dalam segala hal. Normatifnya penghargaan kita terhadap kebhinekaan totalitas, artinya tidak ada satu kelompok pun, apakah itu karena faktor etnis atau budaya atau agama yang dipinggirkan. Namun penghargaan tersebut dalam tingkatan aktivitas tidak demikian. Masih kerap kita dengar etnis tertentu, penganut agama tertentu, aksesnya ke bidang-bidang tertentu dimarjinalkan, dipinggirkan, dijadikan warganegara kelas 2 atau kelas 3, hanya faktor karena etnis, faktor agama dan lainnya.

Alasan peminggiran karena faktor agama, karena tidak sesuai dengan ajaran agama yang sedang dianut. Penyesuaian ini dikatakan karena Tuhan mensyaratkan demikian. Tetapi bila ditanya mana bukti material Tuhan mengatakan demikian tidak pernah ada. Artinya belum pernah ada mandat yang diberikan Tuhan secara faktual kepada manusia untuk mewakili diriNya sebagao pencipta, yang ada hanyalah mandat non material. Mandat seperti ini susah membuktikannya karena lebih banyak berdasarkan mimpi atau tafsiran atau pengkultusan, sementara di sisi lain, material kehidupan tidak seperti itu, karena material kehidupan ini adalah faktual, seharusnya tidak perlu terjadi pemarjinalan karena faktor agama tersebut. Idealnya memang demikian, kenyataannya tidak demikian. Inilah contoh perilaku kelompok tertentu di Indonesia yang tidak sesuai dengan Kebudayaan Nasional Indonesia, baik dalam tingkat gagasan, maupun material, sebab tidak ada undang-undang produk Indonesia yang berisi diskriminatif tersebut. Tetapi budaya politik yang dikembangkan bersifat diskriminatif.

Perilaku korupsi, bermental atau berkarakter monyet, menunggangi masyarakat untuk kepentingan yang tidak sesuai dengan kemajemukan Indonesia adalah beberapa perilaku yang belum sesuai dengan Kebudayaan Nasional Indonesia dari sisi gagasan.

J. Kemerdekaan Mengeluarkan Pendapat1. Hakekat Kemerdekaan Mengelurakan pendapat

Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umu adalah hak asasi manusia sekaligus merupakan perwujudan demokrasi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pada masa reformasi sekarang ini banyak waraga masyarakat yang melakukan penyampaian pendapat. Mereka menyampaikan pendapatnya kepada pihak-pihak lain atau badan seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi, perusahaan, lembaga pendidikan, dan badan-badan lain sesuai dengan kebutuhan mereka.Masyarakat merasa mudah dan senang melakukan aksi-aksi penyampaian pendapat. Mereka tidak takut lagi menyampaikan pendapat di muka umum bilamana merasa dirugikan atau merasa tidak puas dengan keadaan yang ada.

UUD 1945 Pasal 28 menyebutkan Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan oleh undang-undang.Selanjutnya pasal 28 tersebut pada tahun 2000 diamandemen dalam pasal 28A sampai 28J.

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 20

Page 21: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

Dari uraian yang ada dalam pasal tersebut hak asasi manusia meliputi berbagai bedang, antara lain:a. Hak asasi bidang politikb. Hak asasi bidang Ekonomic. Hak asasi bidang Kebudayaand. Hak asasi bidang hukum dan pemerintahane. Hak asasi bidang peradilan

Di Indonesia ketentuan yang mengatur dan menjamin kebebasan mengeluarkan pendapat dapat dilihat selain dalam Pasal 28 UUD 1945, dijabarkan dalam Undang-Undang

2. Dasar hukum Dalam Kemerdekaan Mengeluarkan Pendapata. Pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi: Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan

pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan oleh undang-undangb. Pasal 28 E ayat (3) yang berbunyi: Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat,

berkumpul dan menegeluarkan pendapat.c. Piagam Hak Asasi Manusia Indonesia dalam TAP MPR NO: XVII/1998, Pasal 19 yaitu

Setiap orang berhak atas kemerdekaan, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.d. Undang-Undang NO. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Pasal 3 ayat 2 sebagai

berikut: setiap orang berhak mempunyai, mengeluarkan dan menyebarluaskan pendapat sesuai dengan hati nuraninya, secara lisan dan atau tulisan melalui media cetak maupun elektronik dengan memeprhatikan nilai-nilai agama, kesusilaan, ketertiban, kepentingan umum dan keutuhan bangsa

e. Undang-Undang N0. 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan mengeluarkan pendapat di muka umum yang diundangkan pada Lembaran Negara N). 181 Tahun 1998 tanggal 26 Oktober 1998.Tertuang dalam Pasal 2 ayat (1) yang berbunyi sebagai berikut: Setiap warganegar secara perorangan atau kelompok bebas menyampaikan pendapat sesuai hati nurani, dan hak memperoleh informasi, merupakan Hak Asasi

f. Undang-Undang NO. 40 tahun 1999 tentang Pers. Bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, kemerdekaan menyampaikan pendapat dan pikiran sesuai hati dan hak memperoleh informasi, merupakan Hak Asasi Manusia yang hakiki dan diperlukan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, memajukan kesejahteraan umu, dan mencerdaskan kehidupan bangsa

3. Menghargai Kemerdekaan Mengemukakan PendapatNegara demokrasi, seprti Indonesia berkewajiban menjamin terpenuhinya hak wara negara

dalam mengemukakan pendapatnya. Kemerdekaan mengemukakan pendapat dilakukan secara bebas dan bertanggung jawab.Dengan demikian setiap warganegara tidak perlu takut atau segan dalam mengemukakan pendapatnya.hak untuk menyampaikan pendapat di Indonesia sekarang ini terutama di era reformasi telah dijamin.Kita menghargai kemerdekaan mengemukakan pendapat karena:a. Kemerdekaan mengemukakan pendapat adalah hak asasi manusia dan hak warga negara

yang patut dijun Kemerdekaan mengemukakan pendapat jung tinggi.b. Kemerdekaan mengemukakan pendapat merupakan perwujudan dari demokrasi

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 21

Page 22: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

c. Kemerdekaan mengemukakan pendapat merupakan wujud rasa tanggung jawab dan partisipasi waragnegara dalam pembangunan.

d. Kemerdekaan mengemukakan pendapat menciptakan keterbukaan dalam penyelenggaraan bernegara

Oleh karena itu kita patut menghargai orang lain dalam mengemukakan opendapat-pendapatnya. Orang yang menyampaikan pendapat pada dasarnya bermaksud agar pendapatnya, gagasan, usul dan penyataan-pernyataannya didengangr dan diperhatikan oleh pihak-pijak yang terkait.

Kita tidak boleh membatasi atau menghalang-halangi orang dalam menyampaikan pendapat. Didalam Undang-Undang dinyatakan bahwa mengahalang-halangi orang lain dalam menyampaikan pendapat dapat dikategorikan tindaka pidana. Disebutkan bahwa barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan mengahalang-ha;angi hak wara negara untuk menyampikan pendapatnya di muka umum yang telah memenuhi ketentuan Undang-Undang dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun.

Kita mengharagai oarang yang mengemukakan pendapatnya secara benar menurut ketentuan Undang-Undang. Kita mendukung agar setiap orang bersedia menyatakan pendapatnya-pendapatnya dalam kehidupan berbagsa dan bernegara. Bila waragnegara terjamin hak-haknya teramsuk hak mengemukakan pendapat maka demokrasi akan tumbuh dengan baik. Sebaliknya kita menyesalakan orang-orang yang mengemukakan pendapat secara tidak benar yaitu tanpa batas dan tidak beratnggung jawab. Penyampaian pendapat semacam ini akan menganggu hak dan kebebasan orang lain srta merugikan kepentingan yang lebih luas. Penyampaian pendapat seperti ini justeru tidak bertanggung jawab bagi kelangsungan negara demokrasi.

Dalam Undang-Undang NO.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyatakan pendapat di muka umum, dalam pasal ^, yaitu warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum berkewajiban dan bertanggung jawab untuk :a. Menghormati hak-hak dan kebebasan orang lainb. Menghormati aturan0aturan moral yang diakui umumc. Mentaati hukum dan peraturan perungang-undangan yang berlakud. Menjaga dan menghormati kemanan dan ketertiban umum, dane. Menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa

Sementara bentuk-bentuk penyampaian pendapat di muka umum, menurut Undang-Undang No. 9 tahun 1998 adalah:a. Unjuk rasa atau demontrasib. Pawaic. Rapat umumd. Mimbar bebas

4. Bentuk dan Cara Mengeluarkan Pendapat Di Muka UmumUndang-Undang NO.9 tahun 1998 merupakan Undang-Undang secara khusus

mengatur tentang kemerdekaan penyampaikan pendapat di muka umum.Bentuk-bentuk dalam penyampaian pendapat antara lain :a. Lepas melalui pidato, dialog, diskusib. Tertulis (tulisan) seperti brosur, spandun, famlet, petisi, poster, gambara, selebaranc. Cara lain melalui: mogok kakan, demontrasi/unjuk rasa, sikap membisu/mogok bicara

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 22

Page 23: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

d. Pawai, yaitu penyampaian pendapat dengan arak-arakan di jalam umume. Rapat umum, yaitu pertemuan terbuka yang dilakukan untuk menyampaikan pendapatf. Mimbar bebas, yaitu dilakukan secara bebas dan terbuka tanpa tema tertentu.

5. Tata cata Menyampaikan Pendapat Di Muka UmumSesuai dengan pasal 10 Undan-Undang NO. 9 tahun 1998, cara menyampaikan

pendapat di muka umum adalah:a. Penyampaian pendapat di muka umum wajib memberitahukan secara tertulis kepada

Kepolisian (POLRI) setempat, bisa Polsek, Polres,Polda atau mabes POLRI tergantung luasnya lingkup penyamapaian pendapat.

b. Pemberitahuan secara tertulis disampaikan oleh yang bersangkutan,pemimpin atau penanggung jawab kelompok.

c. Pemberitahuan tersebut selambat-lambatnya 3 X 24 jam sebelum kegiatan dimulai harus dudah diterima pihak kepolisian setempat.

d. Surat pemberitahuan yang dimaksud memuat antara lain1) Maksud dan tujuan2) Tempat, lokaso, rute3) Waktu/lama4) Bentuk kegiatan5) Penangyug-jawab6) Nama dan alamat organisasi kelompok7) Alat Peraga8) Jumlah peserta.

e. Penganggung jawab kegiatan wajib bertanggung jawab agae kegiatannya berjalan dengan tertib

f. Bila ada pembatalan maka penanngung jawab memberitahukannya pada kepolisian selambat-lambatnya 1 X 24 jam sebelum pelaksanaan

6. Asas Dalam Penyampaian Pendapat Di Muka UmumKebebasan menyampaikan pendapat merupakan manifestasi atau perwujudan hak dan

tanggung jawab sebagai warganegara. Kehidupan yang demokrasis tidak akan dapat tercapai tanpa adanya kebebasan menyatakan pendapat bagai warganya. Kemerdekaan atau kebebasan menyatakan pendapat tidak dalam pengertian bebas yang seluas-luasnya tanpa memandang keberadaan peraturan dan norma yang berklaku, melainkan kebebasaba yang disertai tanggung-jawab moral dan hukum dalam berdemokrasiAsasa-sasa yang dijadikan dalam melaksabakan kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum meliputia. Asas keseimbangan antara hak dan kewajiban. Asas keseimangan natara hak dan

kewajiban adalah bahwa setiap orang atau pihak dalam menyampaikan pendapat harus memperhatikan hakdan kewajiban.Hak-hak yang harusdiperhatikan, antra lain1) Mengeluarkan pikiran pikiran secara bebas2) Memperoleh perlindungan hukum3) Senentra kewajiban yang harus dipenuhi antra lain

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 23

Page 24: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

4) Menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain5) Menghormati aturan-aturan moral yang diakui umum6) Mentaati hukum dan ketentuan peraturan perungang-undangan yang berlaku7) Menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban umum8) Menjaga keutuhan perstuan dan kesatuan bangsa

b. Asas musyawarah dan mufakat. Dalam menyamapikan pendapat haeus fdidasari oleh sikap saling mengharagai pendapat

c. Asas kepastian hukum dan keadilan d. Asas manfaat

7. Tujuan Pengaturan Penyampaian Pendapat Di Muka UmumAdapun tujuan dari pengaturan penyampaian pendapat di muka umum dapat dirinci

sebagai-berikut: Mewujudkan perlindungan hukum yang konsisten dan berkesinambungan dalam menjamin

kemerdekaan menyampaikan pendapat. Mengutamakan tanggung jawab sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tanpa

mengabaikan kepentingan pribadi. Meningkatkan partisipasi dan kreativitas warga negara dalam berdemokrasi.

a. Temapat dan waktu Tempat-tempat dan waktu yang dilarang untuk menyampaikan pendapat dalam bentuk

unjuk rasa (demonstrasi)- Istana kepresidenan- Tempat ibadah- Instansi militer- Rumah sakit- Pelabuhan udara dan laut.

Waktu yang dilarang :- Hari besar nasional- Hari besar keagamaan

Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban saat menyampaikan pendapatnya di muka umum.a. Hak dan Kewajiban

Hak dan kewajiban dalam menyampaikan pendapat di muka umum telah diatur dalam Pasal 5 dan 6 UU No. 9 Tahun 1998. Menurut Pasal 5 setiap warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum berhak:1) Memperoleh perlindungan hukum.2) Mengeluarkan pikiran secara bebas.

Adapun kewajiban Warga Negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum dalam Pasal 6 UU No. 9 Tahun 1998.1) Menghormati aturan moral yang diakui umum.2) Menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain.

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 24

Page 25: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

3) Menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa.4) Menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban umum.5) Mentaati hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selanjutnya menurut Pasal 7 UU No. 9 Tahun 1998 dinyatakan bahwa aparatur pemerintah, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab terhadap warga negara untuk:1) Menghargai asas legalitas2) Melindungi HAM3) Menyelenggarakan pengamanan4) Menghargai prinsip praduga tak bersalah.

b. Peran Serta masyarakatMenurut Pasal 8 UU No. 9 Tahun 1998 menyatakan bahwa “Masayrakat berhak berperan

serta secara bertanggung jawab untuk berupaya agar penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung secara aman, tertib, maka hendaknya dilaksanakan secara Proporsional maksudnya segala kegiatan yang dilakukan harus sesuai dengan konteks dan tujuan kegiatan yang dilakukan dengan dilandasi etika.”

c. Penyampaian Pendapat Yang Tanpa batas dan Tidak Bertanggung jawab Menyampaikan pendapat yang tanpa batas berarti menyampaikan pendapat sebebas-

bebasnya tanpa mematuhi adanya batasan-batasan dal mengemukakan pendapat. Menyampaikan pendapat yang tidak bertanggung jawab berarti tidak mau tahu serta mengelak dari segala akibat yang ditimbulkan dari penyampaian pendapat yang tanpa batas tersebut.

Penyampaian pendapat yang tanpa batas dan tidak bertanggung jawab akan terjadi hal-hal berikut:1) Melahirkan suasana tidak tertib, kekacauan, dan tidak memberi rasa aman.2) Merusak rasa kebersamaan dan persatuan sebagai bangsa.3) Memunculkan rasa permusuhan, penghinaan, dendam dan kebencian antar warga.4) Memunculkan hasutan, provokasi dan saling memfitnah antar warga.5) Menimbulkan ancaman bahaya bagi keselamatan umum.6) Menimbulkan kerusakan pada fasilitas umum.7) Melanggar hak dan kebebasan orang lain.

d. Faktor penghambat Dalam penyampaian pendapatAda beberapa faktor penyebab terjadinya hambatan dalam pelaksanaan penyampaian

pendapapat, diantaranya :1) Tidak tumbuhnya budaya kreatif dalam diri setiap warga negara.2) Adanya intervensi dari pihak lain terutama rezim penguasa untuk membatasi kemerdekaan

menyampaikan pendapat.3) Rendahnya kesadaran masyarakat sehingga kemerdekaan menyatakan pendapat tidak

diaktualisasikan dengan baik.Kemerdekaan menyatakan pendapat dapat dilaksanakan dengan baik melalui berbagai jenis

saluran yang tersedia. Salah satu saluran untuk mengaktualisasilan kemerdekaan menyatakan pendapat adalah melalui media massa atau pers. Pers berfungsi sebagai berikut :

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 25

Page 26: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

1) Media informasi Pers adalah sarana yang dapat dimanfaatkan warga masyarakat untuk bertukar informasi dengan sesama anggota masyarakat lainnya.

2) Media PendidikanPers berperab sebagai salah satu sumber belajar dalam proses pendidikan.

3) Media HiburanPers atau media massa berperan sebagai alat atau media yang menyuguhkan hal-hal yang dapat menghibur pembacanya sehingga mereka merasa terkesan.

Dalam melakukan demonstrasi atau unjuk rasa misalnya, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah :a. Apakah tuntutan yang hendak diajukan dalam demonstrasi sudah disiapkan secara matang.b. Apakah tuntutan itu sudah mewakili kepentingan semua kelompok.c. Tuntutan yang diajukan tidak boleh ditunggangi kepentingan-kepentingan orang lain yang

tidak bertanggung jawab.d. Demonstrasi yang dilakukan harus dilakukan dengan memperhatikan keamanaan dan

ketertiban masyarakat secara umum.e. Mengutamakan pendekatan-pendekatan dialog.

Apakah yang dilakukan sebagai aparat keamanan dalam menghadapi para demonstran ?a. Segera memberikan surat tanda terima pemberitahuan.b. Mengadakan koordinasi dengan penanggung jawabnya.c. Berkoordinasi dengan pimpinan instansi/lembaga yang menajdi sasaran penyampaian

pendapat.d. Mempersiapkan tempat/lokasi.e. Menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan setempat / ketertiban umum.f. Melindungi dan mejamin keamanan baik bagi pelaku atau peserta.g. Bersikap netral tidak memihak salah satu baik pihak pelaku atau pada objek (sasaran.)

K. GLOBALISASIGlobalisasi berasal dari kata global yang berarti umum atau mendunia dan kata isasi

yang berati proses. Globalisai berati suatu proses masuk keruang lingkup dunia. Globalisasi adalah suatu proses terintegrasinya berbagai unit kehidupan negara-bangsa menjadi sebuah unit kehidupan global. Globalisasi merupakan suatu proses yang berlangsung secara terus menerus dalam berbagai bentuk dan dimensi. Globalisasi juga didefinisikan sebagai suatu proses yang merujuk kepada penyatuan seluruh warga dunia menjadi sebuah kelompok masyarakat global.

Globalisasi merupakan satu proses untuk meletakkan dunia dibawah satu unit yang sama tanpa dibatasi oleh batasan dan kedudukan geografi sebuah negara. Melalui proses ini, dunia akhirnya tidak lagi mempunyai batasan dengan ruang udara sebuah negara itu terbuka luas untuk dimasuki oleh berbagai kehendak yang disalurkan melalui perantaraan berbagai media komunikasi seperti internet, media elektronik, dan teknologi cyber. Perkembangan ini memungkinkan hubungan diantara sebuah negara dengan negara yang lain dan hubungan sesama manusia dapat dilakukan dalam tempo singkat. Globalisasi didefinisikan sebagai

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 26

Page 27: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

fenomena yang menjadikan dunia mengecil dari segi hubungan manusia disebabkan perkembangan teknologi lomunikasi dan informasi.

Ciri khusus dari globalisasi adalah adanya keterbukaan informasi atau yang dikenal dengan istilah cyber space yang memungkinkan komunikasi yang bersifat massal menyentuh hampir di semua bidang kehidupan masyarakat, termasuk aspek kehidupan manusia secara personal.

Globalisasi ditandai oleh adanya saling ketergantungan dan pengaruh antar satu daerah dengan daerah lain, apa yang terjadi di suatu daerah dengan cepat mempengaruhi kehidupan masyarakat di daerah lainnya.

1. Proses GlobalisasiGlobalisasi adalah suatu proses yang pada saat sekarang masih berlangsung. Proses

globalisasi diawali ketika muncul pengetahuan manusia tentang ruang dan wilayah. Pengetahuan tersebut mendorong manusia untuk menciptakan sarana dan prasarana transportasi dan komunikasi untuk berhubungan (berinteraksi) dengan manusia lain yang berada di ruang dan wilayah yang berbeda. Jadi awal dari proses globalisasi adalah ditemukannya sarana transportasi dan komunikasi. Penemuan ini ditindaklanjuti dengan penemuan peta dan kesadaran bahwa bumi ini bulat.sekarang.

Proses globalisasi dewasa ini menjadi pusat perhatian (mainstream) banyak pihak karena proses interaksi antar manusia atau masyarakat menjadi semakin tinggi akibat dari adanya kemajuan teknologi komunikasi, informasi dan transportasi. Perkembangan ini menjebabkan manusia semakin cepat mengetahui apa yang terjadi di sisi dunia yang letaknya berjauhan serta semakin cepat mencapai wilayah (daerah) yang letaknya berkilo-kilo meter dari tempat tinggalnya.

Proses globalisasi merupakan suatu hal wajar, karena adanya kesadaran bahwa setiap manusia atau masyarakat memiliki sifat saling membutuhkan dan ketergantungan. Tidak ada manusia atau masyarakat yang mampu memenuhi segala bentuk kebutuhan hidupnya secara mandiri, apalagi bila dilihat bahwa kebutuhan hidup manusia bersifat sangat dinamis, sehingga selalu berkembang dan berubah. Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya interaksi antar manusia dan masyarakat. Interaksi inilah yang menyebabkan segala bentuk kebutuhan hidup manusia bisa terpenuhi.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang transportasi dan komunikasi yang sangat pesat menjadi faktor penyebab berlangsungnya globalisasi secara lebih cepat dan bahkan tidak terkendali, serta membawa pengaruh ke sektor-sektor lain, terutama ekonomi masyarakat dalam suatu negara.

Kemajuan teknologi transportasi dan telekomunikasi menyebabkan terjadinya: (1) mudah dan cepatnya seseorang mencapai suatu tempat, sehingga waktu yang dibutuhkannya menjadi lebih pendek, singkat, hal ini secara tidak langsung dapat meningkatkan efisiensi dan produktifitas kerja seseorang; (2) kecepatan seseorang memperoleh informasi tentang suatu peristiwa di tempat lain, sehingga berpengaruh terhadap pegambilan keputusan hidupnya; (3) kemudahan dan kecepatan dalam mencapai suatu tempat dan memperoleh informasi menjadikan seseorang secara cepat mengambil keputusan, kondisi ini menjadikan pengaruh suatu peristiwa di tempat lain terhadap kehidupan kita menjadi lebih cepat.

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 27

Page 28: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

Transportasi dan komunikasi adalah dua hal yang menjadi pemicu proses globalisasi berlangsung secara cepat, dan mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia. Aspek pertama yang terpengaruh dari globalisasi adalah ekonomi, kemudian politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Aspek-aspek ini sebetulnya tidak berurutan, karena kadang bersamaan datangnya dalam mempengaruhi kehidupan manusia.

Kesadaran akan adanya saling ketergantungan dan saling membutuhkan, ditunjang dengan adanya kecepatan dalam memperoleh informasi, mendorong seseorang secara lebih cepat untuk mengambil keputusan. Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa suatu peristiwa di suatu tempat pengaruhnya menjalar ke seluruh penjuru dunia, bahkan pada masyarakat yang tidak memiliki kaitan sama sekali dengan peristiwa tersebut. Kondisi inilah yang membuat dunia menjadi sebuah desa global karena antar bagian dunia, baik pelosok terpencil maupun perkotaan, sudah saling berhubungan dan berkaitan.

Proses globalisasi tidak pernah berhenti, terus berlangsung merambah penjuru dunia, bahkan berlangsung secara lebih cepat, lebih kuat dan menyentuh lapisan masyarakat secara lebih luas tidak peduli dia bersedia atau tidak. Globalisasi telah mengakibatkan manusia harus terlibat di dalamnya, sebab kalau tidak mengikuti maka akan tertinggal dan mengalami kerugian (baik materiil maupun spirituil), sebaliknya bila tidak ada filter akan terbawa arus tanpa arah yang jelas. Senjata pamungkas dalam menghadapi globalisasi adalah memiliki pengetahuan dan selalu belajar serta mau berubah.

2. Pengaruh Globalisasi dalam Kehidupan Berbangsa dan BernegaraGlobalisasi membawa pengaruh pada seluruh aspek kehidupan manusia di Indonesia,

tidak perduli siapa mereka, sadar atau tidak. Bahwa kehidupannya dipengaruhi oleh globalisasi.Globalisasi selain berpengaruh terhadap semua orang, juga berpengaruh terhadap

segala aspek kehidupan manusia. Adalah salah kalau berpikir bahwa globalisasi hanya berpengaruh dalam kehidupan komunikasi dan ekonomi masyarakat. Singkatnya globalisasi telah mempengaruhi segala bentuk perilaku manusia.

Menurut Dryden & Vos, ada 16 kecenderungan yang akan membentuk masa depan manusia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu: (1) berkembangnya komunikasi serba instan, (2) timbulnya dunia tanpa batas-batas teritorial (kewilayahan), terutama dalam bidang ekonomi, (3) terjadi empat lompatan besar menuju ekonomi dunia tunggal (menyatu), (4) berkembangnya perdagangan dan pembelajaran melalu media cyber, maya (internet), (5) berkembangnya pola layanan baru mayarakat, (6) terjadinya penyatuan antara yang besar (global) dan yang kecil (lokal), (7) makin kuatnya era baru kesenangan dan kegembiraan, (8) terjadinya perubahan bentuk kerja secara mendasar, (9) semakin banyak tampilnya perempuan sebagai pemimpian, (10) semakin banyak penemuan baru tentang otak yang sangat mengagumkan, (11) menguatnya nasionalisme budaya, (12) adanya kelas bawah yang makin besar, (13) semakin besarnya jumlah manula (lansia), (14) terjadinya ledakan praktik mandiri-otonom, (15) berkembangnya perusahaan cooperative, dan (17) bangkitnya kekuatan dan tanggung jawab individu (individualisme).

Globalisasi telah membawa manusia dan masa depan manusia berlari kencang, tunggang langgang dan menggenggam kehidupan setiap insan manusia, bilamana manusia tidak mau belajar keras untuk menggenggamnya. Hal ini dikarenakan pada masa globalisasi sekarang ini, oleh Anthony Giddens menyebutnya dunia berada dalam kondisi runaway world.

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 28

Page 29: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

Anthony Giddens berpendapat bahwa ada 4 kecenderungan di masa globalisasi, yaitu: (1) kecepatan perubahan yang demikian dasyat dan susah diperkirakan jalan, proses, dan dampaknya, (2) kebaruan segala sesuatu yang berlangsung sedemikian cepat dan kilat, (3) keusangan segala sesuatu yang demikian cepat dan kuat, (4) kesesaatan segala sesuatu dalam kehidupan manusia sehari-hari. Kecenderungan ini menyebabkan manusia terserang oleh Alvin Toffler disebut dengan gegar budaya atau future shock.

Kecenderungan tersebut pada dasarnya sudah terwujud dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga bukan lagi kecenderungan, tetapi realita. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa globalisasi telah mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Aspek Positif dan Negatif GlobalisasiGlobalisasi yang telah melanda kehidupan manusia di dunia dewasa ini membawa

implikasi baik yang bersifat negatif maupun positif kepada kehidupan manusia. Implikasi ini merupakan sesuatu hal yang tidak bisa dihindari atau ditolak oleh manusia, bahkan ketika mereka diam sekalipun tetap akan terkena dampaknya. Oleh karena itu, kita harus jeli dan mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk bisa memilih secara cerdas implikasi dari arus globalisasi yang melanda kehidupan kita, dimanapun kita berada.

Aspek positif dari globalisasi antara lain; (1) kemudahan dalam hidup, kemudahan dalam memperoleh informasi dan mencapai suatu tempat dengan cepat; (2) kemudahan dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi, yang bisa dijadikan pijakan dalam mengembangkan pengetahuan dan teknologi; (3) dimanfaatkan sebagai peluang demi tercapainya tujuan nasional; (4) meningkatkan daya saing dengan bangsa lain dalam berprestasi; (5) memotivasi seseorang untuk selalu berkreasi, berfikir, dan berkompetisi; (6) waktu terasa berlalu secara lebih cepat, sehingga mempercepat sesuatu hal untuk menjadi usang.

Sedangkan aspek negatif dari globalisasi antara lain: (1) pengaruh budaya asing yang sering kali tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan falsafah bangsa Indonesia; (2) aesuatu hal menjadi cepat usang, berusia pendek atau ketinggalan jaman. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan produk elektronik, komputer dan sarana telekomunikasi (telpon genggam), termasuk diantaranya ide, pendapat, hasil penelitian dan sebagainya; (3) kapitalisme, globalisasi menyebabkan banyak pihak memfokuskan pikiran pada bagaimana meningkatkan jumlah kapital (modal) yang dimiliki. Jadi orientasi hidup pada bagaimana upaya untuk meningkatkan jumlah harta yang dimiliki. Melalui kapital yang dimiliki orang dapat mengkonsumsi segala sesuatu yang dapat memudahkan hidupnya; (4) konsumerisme, globalisasi membawa pengaruh pada perilaku manusia yang konsumtif berbagai jenis barang yang menjadi kebutuhan hidup dan yang memudahkan hidupnya. Globalisasi menyebabkan manusia lebih cenderung bertindak konsumtif dibandingkan produktif; (5) hedonisme, adalah perilaku manusia yang lebih mengutamakan pada kesenangan yang bersifat duniawi. Kapitalisme dan konsumerisme merupakan tanda-tanda awal manusia yang memiliki sifat hedonis, yaitu senang pada kemewahan duniawi, seperti makan di restoran mewah, busana mewah, mobil mewah, asesoris yang dipakai juga mewah, membelki sesuatu haruslah di tempat yang wah, misalnya beli pisang goreng tidak mau di pinggir jalan tetapi harus di restoran besar yang punya papan nama, dan sebagainya.

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 29

Page 30: Pembelajaran IPA - herisismarjono.files.wordpress.com file · Web viewPENDALAMAN MATERI PKn SD. Konsep Dasar PKn. Pengertian PKn Pengertian PKn(n) tidak sama dengan PKN(N). PKN (dengan

Materi PPG PGSD UMM

Bahan BacaanBudiardjo, Miriam, 1986. Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia.Budimansyah, Dasim, 2007, Pengembangan kurikulum dan pembelajaran PKn,

Jakarta: Universitas Terbuka.Darmodiharjo Darji (et. al), 1991. Santiaji Pancasila (Cet. Ke-10). Surabaya, Usaha

Nasional.Dekker, Nyoman, 1993b. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa: dari Satu-Satunya

Pilihan ke Satu-Satunya Asas. Malang: IKIP Malang.Dirdjosisworo Soejono, 2003. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta, PT. Raja Grafindo

Persada. Erwin Muhammad, 2010. Pendidikan Kewarganegaraan Republik Indonesia.

Bandung, Refika Aditama.Kaelan, 2002. Pendidikan Pancasila. JakartaKartohadiprodjo, Soediman, 1986. Pengantan Tata Hukum Indonesia, Jakarta: Pustaka

Pelajar.

Laboratorium Pancasila IKIP Malang, 1994. Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi. Malang: Lapasila IKIP Malang

Laboratorium Pancasila IKIP Malang, 1979. Pengertian Pancasila atas Dasar UUD 1945 dan Ketetapan MPR. Malang: Lapasila IKIP Malang

Koentjaraningrat, 1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta, Rineka Cipta.Maksum Ali dkk, 2007. Pendidikan Kewarganegaraan Demokras, HAM, Civil Society,

dan Multikulturalisme, Yogyakarta, Nuansa Aksara.Rochmadi Nur Wahyu, 2007. Materi pelajaran Pendidikan kewarganegaraan Sekolah

Menengah Pertama (Naskah Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Tingkat SMP Di BPSG Rayon 15 Universitas Negeri Malang) . Malang, Badan Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 15 Universitas Negeri Malang.

Satjipto Rahardjo , 2000. Ilmu Hukum (Cet. Ke V). Bandung, Citra Aditya Bakti.Soehino,2008. Ilmu Negara. Yogyakarta, Liberty.Sumarsono S (et.al), 2005. Pendidikan Kewarganegaraan. (Cet. Ke 5) Jakarta, PT.

Gramedia Pustaka Utama.Sekretaris Jendral MPR RI, 2008. Materi Sosialisasi Tap MPR dan UUD 1945..Rahardo, Satjipto, 1996. Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya BaktiSoehino, 1996. Teknik Perancangan Peraturan Perundang-undangan. Yogyakarta:

Liberty.Soeprapto, Maria Farida Indrati. 1998. Ilmu Perundang-Undangan: Dasar-Dasar dan

Pembentukannya. Yogyakarta: KanisiusSoetomo,1993, Ilmu Negara, Surabaya: Usaha Nansional.

Pendalaman Materi PKn SD 2 - 30