perusahaan melinda - ftp.unpad.ac.id fileshub dki udar pristono saat dihubungi media indonesia,...

of 1 /1
TINGGINYA apresiasi masyarakat terhadap bus Trans- Jakarta pada jam malam pukul 22.00-23.00 WIB mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mempertimbang- kan penerapannya pada busway Koridor 1 jurusan Blok M-Kota. Dishub saat ini sedang meng- kaji untung ruginya. “Kami sedang mempela- jari kalau bus Trans-Jakarta malam ini diterapkan juga di Koridor 1,” kata Kepala Di- shub DKI Udar Pristono saat dihubungi Media Indonesia , kemarin. Pada jam reguler, yakni 06.00 hingga 22.00, jumlah penum- pang di koridor ini mencapai 80 ribu penumpang setiap harinya. Dengan tingginya angka pengguna tersebut, Pristono yakin banyak pe- numpang yang membutuhkan kehadiran bus Trans-Jakarta di malam hari. Terkait dengan evaluasi ter- hadap keberadaan bus Trans-Ja- karta malam hari di Koridor IX jurusan Cililitan-Pluit, Pristono mengaku animo masyarakat cukup tinggi. Tercatat sekitar 700 hingga 1.250 penumpang terangkut. Para karyawan yang selama ini mengaku kesulitan untuk mendapatkan angkutan umum saat pulang malam merasa terlayani. Namun, harus diakui bahwa pendapatan dari tiket tidak sebanding dengan pengeluaran operasional. “Tapi kita masih memper- tahankan jam malam di Ko- ridor IX ini, demi pelayanan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, DPRD DKI mendukung langkah penataan dan pembenahan transportasi di DKI Jakarta yang menggu- nakan sistem pola transportasi makro (PTM). Oleh karena itu, pihaknya meminta Gubernur DKI lebih serius lagi membangun moda transportasi yang menjadi agenda pembangunan tahun 2011. Seperti pembangunan mass rapid transit (MRT), pemba- ngunan busway Koridor XI (Pu- logebang-Kampung Melayu) dan peningkatan pelayanan bus Trans-Jakarta. (VB/Ssr/J-2) ANINDITYO WICAKSONO P IHAK kepolisian mulai mengarahkan peme- riksaan terhadap peru- sahaan milik tersang- ka penggelapan dana nasabah Citibank, Melinda Dee. Sebab ia diduga mengalirkan dana hasil pembobolan rekening nasabah ke rekening perusahaan yang dimilikinya. Perusahaan yang diperiksa adalah Sharwahita Group. Komisaris utama perusahaan itu telah diperiksa Polisi. “Yang diperiksa itu komisaris uta- ma perusahaan Sharwahita Group. Namanya Rita,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam, di Mabes Polri, kemarin. Namun, Anton mengaku tidak mengetahui berapa besar proporsi saham yang dimiliki Melinda di perusahaan itu. Selain itu, penyidik kembali memeriksa sejumlah rekening milik Melinda. Pemeriksaan ini untuk mengetahui aliran dana dari dan ke rekening mi- lik Relation Manager Citibank cabang Landmark tersebut. Penyidik juga akan bekerja sama dengan Citibank untuk mengetahui aliran dana ke dan dari rekening Melinda. “Nanti kita lihat data dari Ci- tibank, rekening punya Melinda dari mana saja masuknya. Di situ nanti akan dimintai ke- terangan ke pemilik rekening,” tandasnya. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap petugas teller yang menjadi kaki tangan Meinda dalam menjalankan aksinya, Dwi alias D. Sementara itu, terkait dengan tidak dikenakannya baju ta- hanan kepada Melinda, Anton mengatakan hal itu disebabkan tersangka hendak menjalani pemeriksaan di luar. Oleh kar- ena itu baju tahanan tidak dikenakan. Adapun Kepala Bareskim Mabes Polri Komjen Ito Sumar- di mengatakan bahwa Melinda tidak dikenakan baju tahanan karena tidak ada ukuran baju yang pas untuk dirinya. Atasan perlu diperiksa Kemarin, keluarga Melinda Dee tampak datang berkun- jung. Seorang anak Melinda berinisial D tampak datang ke rumah tahanan Bareskrim Mabes Polri dengan didam- pingi tiga perempuan. Saat ditanya mengenai kon- disi ibunya di dalam rutan, D hanya berujar pendek. “Agak sakit. Kita serahkan semuanya pada yang berwajib. Kita tung- gu saja proses yang terbaik.” Sementara itu, pengacara Me- linda, Halapancas Simanjuntak mengatakan bahwa polisi perlu memeriksa juga atasan dari Melinda di Citibank. Sebab, sesuai standard ope- rating procedure (SOP), untuk transfer dana nasabah senilai Rp500 juta ke atas harus ditan- datangani head teller dan Rp1 miliar ke atas oleh kepala cabang. “Penyidik bisa konfrontir hal ini dengan manajemen Citibank,” ujar Halapancas. Ia kembali menegaskan jika terbukti bersalah, kliennya ber- sedia mengembalikan seluruh kerugian yang ditimbulkannya kepada nasabah. Melinda akan mengembalikannya melalui manajemen Citibank. “Total nilai kerugian hingga kini kan masih hitung-hitung- an. Kalau sudah jelas, kami sedia kembalikan semua. Nanti kan ada aset-aset yang bisa dijual karena ibu belum ada dana segar. Ada salah satu re- kening ibu yang sudah diblokir penyidik, nilainya Rp11 miliar,” ujarnya. Sementara itu, Mabes Polri telah mengembalikan barang- barang milik Melinda yang sempat ikut disita sebanyak 71 item. Barang-barang itu dikembalikan setelah terbukti tidak diperoleh tidak dari hasil kegiatan yang disangkakan kepadanya. “Barang bukti dari barang- barang ibu yang sudah dikem- balikan ini seperti perhiasan emas dan sertikat,” tandas- nya. (Bob/J-2) [email protected] Polisi mengembalikan 71 item barang milik Melinda karena tidak terbukti hasil dari kejahatan. Perusahaan Melinda Mulai Diperiksa TAMBAH KORIDOR: Bus Trans-Jakarta malam koridor IX (Cililitan- Pluit) melintas di perempatan Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu. Saat ini sedang dikaji penambahan koridor yang dilayani Bus Trans-Jakarta malam. Penembak Trans-Jakarta Dilimpahkan ke Kejaksaan Dikaji, Bus Trans-Jakarta Malam untuk Koridor Blok M-Kota BERKAS kasus Nico alias Siang Fuk, 28, telah lengkap (P-21). Tersangka bersama barang bukti kemarin diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Utara (Kejari Jakut). Selambatnya dalam waktu 20 hari, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakut. Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Jakut Adhyaksa Darma menjelaskan berkas Nico dibagi dua. Pertama, terkait kepemilikan senjata api, penembakan, pengancam- an, dan perampasan hak ke- merdekaan orang lain. Semen- tara berkas kedua berhubungan dengan praktik pembuatan dan kepemilikan narkoba dengan ancaman melanggar Pasal 114 (2) dan 112 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Nico bisa dihukum 20 tahun. Sebelumnya Kapolres Jakut Kombes Andap Budi Revi- anto menjelaskan Nico akan dijerat dengan pasal produsen narkoba. Ia mencurigai Nico sebagai pemilik pabrik narkoba di Perumahan Mediterania Golf, Jl Kenari Raya, Panjaringan, Ja- kut. Pasalnya, jarak rumah Nico dengan pabrik berdekatan. Secara terpisah, Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman juga mendukung Andap dengan mengatakan pihaknya akan menelusuri Nico sebagai pro- dusen narkoba. “Kami terus melakukan pengembangan terkait aktivitas dia (Nico) yang diduga memiliki pabrik narkoba. Hal itu berdasarkan temuan bahan baku pembuatan narkoba,” katanya. Terkait dengan tidak adanya pasal produsen dalam berkas yang dilimpahkan ke kejaksaan, Kapolres Jakut menjelaskan pihaknya belum menemukan bukti. “Kami masih mengem- bangkan. Saya berjanji tidak akan mengkhianati masyarakat karena narkoba musuh kita bersama,” terangnya. Penasihat Indonesia Police watch Johnson Panjaitan me- nilai, dengan banyaknya barang bukti narkoba yang disita, polisi seharusnya menjerat Nico de- ngan pasal produsen. “Sehar- usnya jaksa jangan main terima saja. Polisi harus mengenakan pasal produsen,” tegasnya. Nico ditangkap karena me- nembaki bus Trans-Jakarta di Koridor XI (Pluit-Pinang Ranti), Sabtu (15/1) malam. Pelaku diduga kesal karena laju ken- daraannya terhalang bus Trans- Jakarta nomor polisi B 7282 VI. Padahal Nico sendiri menero- bos jalur khusus bus itu. Pemilik saham Diskotek Raja Mas itu ditangkap di rumah- nya. Ternyata di rumah ter- sangka ditemukan 11.650 butir pil ekstasi, 957 gram sabu, 2.737 happy ve, dan prekursor (pembuat sabu/ekstasi) seberat 55 kg. Selain itu, pen gun tiga laras dan dua senjata api rakit- an. (*/J-1) KUALITAS udara Kota Depok bertambah buruk karena se- makin tingginya jumlah pen- duduk dan kendaraan bermo- tor di kota itu. Kondisi itu diperburuk de- ngan banyaknya daerah ter- buka yang beralih fungsi men- jadi kawasan perbelanjaan atau niaga dan perkantoran. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok Rah- mat Subagio mengatakan hal itu saat mengambil hasil uji laboratorium limbah Tempat Pembangunan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, kemarin. “Berjubelnya jumlah ken- daraan bermotor dan bertam- bahnya penduduk penyebab buruknya kualitas udara di Kota Depok,” kata Rahmat. Dari uji sampel Oktober 2010, kualitas udara terburuk ditemukan di Jalan Margonda Raya. “Rusaknya udara di pusat pemerintahan, pusat perdagangan dan perbelanjaan terbesar di Kota Depok itu karena tingginya mobilitas ken- daraan bermotor,” ujarnya. Selain Jalan Margonda Raya, kondisi udara di Jalan Sili- wangi, Jalan Raden Ajeng Kar- tini, Jalan Dewi Sartika, Jalan Nusantara juga sangat buruk. “Namun tidak seburuk di Jalan Margonda Raya. Kualitas udara pada empat kawasan ini belum di ambang batas,” jelasnya. Di Jalan Margonda banyak ditemukan partikel-partikel debu serta bahan kimia seperti asap dari knalpot kendaraan. Hal itu bisa berpengaruh pada kesehatan pernapasan. Pen- dengaran juga bisa terganggu akibat dari suara bising ken- daraan. BLH Kota Depok meng- gandeng Dinas Perhubungan Kota Depok untuk mengatasi masalah ini dengan melakukan uji emisi kendaraan roda dua dan empat. Selain itu, BLH Kota Depok telah berkoordinasi dengan Di- nas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok untuk melakukan penghijauan dengan cara pe- nanaman pohon di sekitar ka- wasan yang rawan polusi. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok Ulis Sumardi mengatakan pihaknya akan menghijaukan kawasan di daerahnya den- gan pohon. Terlebih di tempat penampungan sampah (TPS) dan unit pengolahan sampah (UPS) agar bau busuk sampah tidak mencemari lingkungan masyarakat. “Penanaman pohon ini bisa lebih efektif mengurangi par- tikel debu dan polusi yang mengganggu pernapasan,” tandasnya. (KG/J-2) Kualitas Udara di Jalan Margonda Terburuk di Depok FBR Tawuran dengan Petugas Tiket Bus SISA-SISA tawuran antara ang- gota Forum Betawi Rempug (FBR) dengan penjual tiket bus di Terminal Bus Pulo Gadung, Jakarta Timur, masih beranta- kan. Belum semua batu dan pecahan kaca dibersihkan. Namun, situasi keamanan sudah kondusif. Terminal bah- kan telah dibuka untuk umum. Polisi tetap berjaga-jaga di seki- tar terminal. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Kalau ingin bepergian ke luar kota dengan bus, silakan ke Terminal Pulo Gadung. Kejadian semalam su- dah bisa diredam aparat kepoli- sian,” tegas Kepala Terminal Bus Pulo Gadung Muhamad Nur, kemarin. Awal muasal terjadinya ben- trokan versi FBR menyebutkan Ketua FBR Gardu 502 Unus Hamdila datang ke terminal bersama tiga rekan, Senin (4/4). Mereka bermaksud mengklari- kasi masalah tiket bus seorang anggota FBR yang lebih mahal ketimbang harga resmi. Klarifikasi Unus berujung cekcok dan bentrok sik. Unus dan ketiga rekan dipukul mun- dur. “Kami kalah jumlah, eng- gak bisa melawan,” tutur Unus saat ditemui di RS Mediros, kemarin. Seusai insiden pukul 17.30 WIB, datanglah balasan sekitar pukul 21.00. Puluhan anggota FBR dari Gardu 0226 Kema- yoran, Gardu 0227 Cempaka Putih, dan Gardu 0121 Vespa merangsek ke Pulo Gadung. Bentrok melawan karyawan PO (perusahaan otobus) meletus. Kasubbag Humas Polres Metro Jaktim AK Didik Haryadi menyebutkan delapan luka aki- bat bentrokan. Tiga korban dari FBR yakni Acep Sahril, Unus Hamdila, dan Buyung. Di pihak kru bus tercatat Ihut, Bangun Pakpahan, Amir Gultom, Pener Nababan, dan Hendry Rizki. Kapolsek Pulo Gadung Komisaris Dani Hamdani be- lum menetapkan tersangka. Polisi masih berkonsentrasi mengembalikan suasana aman di terminal. “Kami terus memantau ter- minal. Masyarakat tak perlu cemas. Silakan melakukan aktivitas seperti biasa,” imbuh- nya. (Faw/J-1) 6 RABU, 6 APRIL 2011 M EGA POLITAN T m Ja 22 D D ka K D ka ja m K sh di ke hi pa 80 ha an Pr nu ke m ha ka ju m Saya berjanji tidak akan mengkhianati masyarakat karena narkoba musuh kita bersama.” Andap Budi Revianto Kapolres Jakut MI/RAMDANI A ka Ci di pe ke di ad K itu di m G Ka Ba ke tid pr M m m in da SI go (F di Jak ka pe su ka Po tar pe be bu Ga da sia Bu Nu tro Ke H be M k an ke ce da du ga sa ke W pu FB yo Pu m Be (p M m ba FB Ha kr Pa Na Ko lu Po m di m ce ak ny UDARA BURUK: Sejumlah angkutan kota melintas di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Jalan Margonda mempunyai kualitas udara yang paling buruk di wilayah Depok. MI/SUMARYANTO

Upload: vankhuong

Post on 12-Apr-2019

214 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

T I N G G I N YA a p r e s i a s i masyarakat terhadap bus Trans-Jakarta pada jam malam pukul 22.00-23.00 WIB mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mempertimbang-kan penerapannya pada busway Koridor 1 jurusan Blok M-Kota. Dishub saat ini sedang meng-kaji untung ruginya.

“Kami sedang mempela-jari kalau bus Trans-Jakarta malam ini diterapkan juga di Koridor 1,” kata Kepala Di-shub DKI Udar Pristono saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Pada jam reguler, yakni 06.00 hingga 22.00, jumlah penum-pang di koridor ini mencapai 80 ribu penum pang setiap harinya. Dengan tingginya angka pengguna tersebut, Pristono yakin banyak pe-numpang yang membutuhkan kehadiran bus Trans-Jakarta di malam hari.

Terkait dengan evaluasi ter-hadap keberadaan bus Trans-Ja-karta malam hari di Koridor IX jurusan Cililitan-Pluit, Pristono mengaku animo masyarakat

cukup tinggi. Tercatat sekitar 700 hingga 1.250 penumpang terangkut. Para karyawan yang selama ini mengaku kesulitan untuk mendapatkan angkutan umum saat pulang malam merasa terlayani.

Namun, harus diakui bahwa pendapatan dari tiket tidak sebanding dengan pengeluaran operasional.

“Tapi kita masih memper-tahankan jam malam di Ko-ridor IX ini, demi pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, DPRD DKI mendukung langkah penataan dan pembenahan transportasi di DKI Jakarta yang menggu-nakan sistem pola transportasi makro (PTM).

Oleh karena itu, pihaknya

meminta Gubernur DKI lebih serius lagi membangun moda transportasi yang menjadi agenda pembangunan tahun 2011.

Seperti pembangunan mass rapid transit (MRT), pemba-ngunan busway Koridor XI (Pu-logebang-Kampung Melayu) dan peningkatan pelayanan bus Trans-Jakarta. (VB/Ssr/J-2)

ANINDITYO WICAKSONO

PIHAK kepolisian mulai mengarahkan peme-riksaan terhadap peru-sahaan milik tersang-

ka penggelapan dana nasabah Citibank, Melinda Dee. Sebab ia diduga mengalirkan dana hasil pembobolan reke ning nasabah ke rekening perusahaan yang dimilikinya.

Perusahaan yang diperiksa adalah Sharwahita Group. Komisaris utama perusahaan itu telah diperiksa Polisi. “Yang diperiksa itu komisaris uta-ma perusahaan Sharwahita Group. Namanya Rita,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam, di Mabes Polri, kemarin.

Namun, Anton mengaku tidak mengetahui berapa besar proporsi saham yang dimiliki Melinda di perusahaan itu.

Selain itu, penyidik kembali memeriksa sejumlah rekening milik Melinda. Pemeriksaan ini untuk mengetahui aliran dana dari dan ke rekening mi-

lik Relation Manager Citibank cabang Landmark tersebut.

Penyidik juga akan bekerja sama dengan Citibank untuk mengetahui aliran dana ke dan dari rekening Melinda.

“Nanti kita lihat data dari Ci-tibank, rekening punya Melinda dari mana saja masuknya. Di situ nanti akan dimintai ke-terangan ke pemilik rekening,” tandasnya.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap petugas teller yang menjadi kaki tangan Meinda dalam menjalankan aksinya, Dwi alias D.

Sementara itu, terkait dengan tidak dikenakannya baju ta-hanan kepada Melinda, Anton mengatakan hal itu disebabkan tersangka hendak menjalani pemeriksaan di luar. Oleh kar-ena itu baju tahanan tidak dikenakan.

Adapun Kepala Bareskim Mabes Polri Komjen Ito Sumar-di mengatakan bahwa Melinda tidak dikenakan baju tahanan karena tidak ada ukuran baju yang pas untuk dirinya.

Atasan perlu diperiksaKemarin, keluarga Melinda

Dee tampak datang berkun-jung. Seorang anak Melinda berinisial D tampak datang ke rumah tahanan Bareskrim Mabes Polri dengan didam-pingi tiga perempuan.

Saat ditanya mengenai kon-disi ibunya di dalam rutan, D hanya berujar pendek. “Agak sakit. Kita serahkan semuanya pada yang berwajib. Kita tung-gu saja proses yang terbaik.”

Sementara itu, pengacara Me-linda, Halapancas Simanjuntak mengatakan bahwa polisi perlu memeriksa juga atasan dari Melinda di Citibank.

Sebab, sesuai standard ope-rating procedure (SOP), untuk transfer dana nasabah senilai Rp500 juta ke atas harus ditan-datangani head teller dan Rp1 miliar ke atas oleh kepala cabang.

“Penyidik bisa konfrontir hal ini dengan manajemen Citibank,” ujar Halapancas.

Ia kembali menegaskan jika terbukti bersalah, kliennya ber-

sedia mengembalikan seluruh kerugian yang ditimbulkannya kepada nasabah. Melinda akan mengembalikannya melalui manajemen Citibank.

“Total nilai kerugian hingga kini kan masih hitung-hitung-an. Kalau sudah jelas, kami sedia kembalikan semua. Nanti kan ada aset-aset yang bisa dijual karena ibu belum ada dana segar. Ada salah satu re-kening ibu yang sudah diblokir penyidik, nilainya Rp11 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Mabes Polri telah mengembalikan barang-barang milik Melinda yang sempat ikut disita sebanyak 71 item. Barang-barang itu dikembalikan setelah terbukti tidak diperoleh tidak dari hasil kegiatan yang disangkakan kepadanya.

“Barang bukti dari barang-barang ibu yang sudah dikem-balikan ini seperti perhiasan emas dan sertifi kat,” tandas-nya. (Bob/J-2)

[email protected]

Polisi mengembalikan 71 item barang milik Melinda karena tidak terbukti hasil dari kejahatan.

Perusahaan MelindaMulai Diperiksa

TAMBAH KORIDOR: Bus Trans-Jakarta malam koridor IX (Cililitan-Pluit) melintas di perempatan Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu. Saat ini sedang dikaji penambahan koridor yang dilayani Bus Trans-Jakarta malam.

Penembak Trans-Jakarta Dilimpahkan ke Kejaksaan

Dikaji, Bus Trans-Jakarta Malam untuk Koridor Blok M-Kota

BERKAS kasus Nico alias Siang Fuk, 28, telah lengkap (P-21). Tersangka bersama barang bukti kemarin diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Utara (Kejari Jakut). Selambatnya dalam waktu 20 hari, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakut.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Jakut Adhyaksa Darma menjelaskan berkas Nico dibagi dua. Pertama, terkait kepemilikan senjata api, penembakan, pengancam-an, dan perampasan hak ke-merdekaan orang lain. Semen-tara berkas kedua berhubungan dengan praktik pembuatan dan kepemilikan narkoba dengan ancaman melanggar Pasal 114 (2) dan 112 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Nico bisa dihukum 20 tahun.

Sebelumnya Kapolres Jakut Kombes Andap Budi Revi-anto menjelaskan Nico akan dijerat dengan pasal produsen narkoba. Ia mencurigai Nico sebagai pemilik pabrik narkoba di Perumahan Mediterania Golf, Jl Kenari Raya, Panjaringan, Ja-

kut. Pasalnya, jarak rumah Nico dengan pabrik berdekatan.

Secara terpisah, Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman juga mendukung Andap dengan mengatakan pihaknya akan menelusuri Nico sebagai pro-dusen narkoba. “Kami terus melakukan pengembangan

terkait aktivitas dia (Nico) yang diduga memiliki pabrik narkoba. Hal itu berdasarkan temuan bahan baku pembuatan narkoba,” katanya.

Terkait dengan tidak adanya pasal produsen dalam berkas yang dilimpahkan ke kejaksaan, Kapolres Jakut menjelaskan pihaknya belum menemukan bukti. “Kami masih mengem-

bangkan. Saya berjanji tidak akan mengkhianati masyarakat karena narkoba musuh kita bersama,” terangnya.

Penasihat Indonesia Police watch Johnson Panjaitan me-nilai, dengan banyaknya barang bukti narkoba yang disita, polisi seharusnya menjerat Nico de-ngan pasal produsen. “Sehar-usnya jaksa jangan main terima saja. Polisi harus mengenakan pasal produsen,” tegasnya.

Nico ditangkap karena me-nembaki bus Trans-Jakarta di Koridor XI (Pluit-Pinang Ranti), Sabtu (15/1) malam. Pelaku diduga kesal karena laju ken-daraannya terhalang bus Trans-Jakarta nomor polisi B 7282 VI. Padahal Nico sendiri menero-bos jalur khusus bus itu.

Pemilik saham Diskotek Raja Mas itu ditangkap di rumah-nya. Ternyata di rumah ter-sangka ditemukan 11.650 butir pil ekstasi, 957 gram sabu, 2.737 happy fi ve, dan prekursor (pembuat sabu/ekstasi) seberat 55 kg. Selain itu, pen gun tiga laras dan dua senjata api rakit-an. (*/J-1)

KUALITAS udara Kota Depok bertambah buruk karena se-makin tingginya jumlah pen-duduk dan kendaraan bermo-tor di kota itu.

Kondisi itu diperburuk de-ngan banyaknya daerah ter-buka yang beralih fungsi men-jadi kawasan perbelanjaan atau niaga dan perkantoran.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok Rah-mat Subagio mengatakan hal itu saat mengambil hasil uji laboratorium limbah Tempat Pembangunan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, kemarin.

“Berjubelnya jumlah ken-daraan bermotor dan bertam-bahnya penduduk penyebab buruknya kualitas udara di Kota Depok,” kata Rahmat.

Dari uji sampel Oktober 2010, kualitas udara terburuk ditemukan di Jalan Margonda Raya. “Rusaknya udara di pusat pemerintahan, pusat perdagangan dan perbelanjaan terbesar di Kota Depok itu karena tingginya mobilitas ken-daraan bermotor,” ujarnya.

Selain Jalan Margonda Raya, kondisi udara di Jalan Sili-wangi, Jalan Raden Ajeng Kar-tini, Jalan Dewi Sartika, Jalan Nusantara juga sangat buruk. “Namun tidak seburuk di Jalan Margonda Raya. Kualitas udara pada empat kawasan ini belum

di ambang batas,” jelasnya.Di Jalan Margonda banyak

ditemukan partikel-partikel debu serta bahan kimia seperti asap dari knalpot kendaraan. Hal itu bisa berpengaruh pada kesehatan pernapasan. Pen-dengaran juga bisa terganggu akibat dari suara bising ken-daraan.

BLH Kota Depok meng-gandeng Dinas Perhubungan Kota Depok untuk mengatasi masalah ini dengan melakukan uji emisi kendaraan roda dua dan empat.

Selain itu, BLH Kota Depok telah berkoordinasi dengan Di-nas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok untuk melakukan penghijauan de ngan cara pe-nanaman pohon di sekitar ka-wasan yang rawan polusi.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok Ulis Sumardi mengatakan pihaknya akan menghijaukan kawasan di daerahnya den-gan pohon. Terlebih di tempat penampungan sampah (TPS) dan unit pengolahan sampah (UPS) agar bau busuk sampah tidak mencemari lingkungan masyarakat.

“Penanaman pohon ini bisa lebih efektif mengurangi par-tikel debu dan polusi yang mengganggu pernapasan,” tandasnya. (KG/J-2)

Kualitas Udara di Jalan Margonda Terburuk di Depok

FBR Tawurandengan Petugas Tiket BusSISA-SISA tawuran antara ang-gota Forum Betawi Rempug (FBR) dengan penjual tiket bus di Terminal Bus Pulo Gadung, Jakarta Timur, masih beranta-kan. Belum semua batu dan pecahan kaca dibersihkan.

Namun, situasi keamanan sudah kondusif. Terminal bah-kan telah dibuka untuk umum. Polisi tetap berjaga-jaga di seki-tar terminal. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Kalau ingin bepergian ke luar kota dengan bus, silakan ke Terminal Pulo Gadung. Kejadian semalam su-dah bisa diredam aparat kepoli-sian,” tegas Kepala Terminal Bus Pulo Gadung Muhamad Nur, kemarin.

Awal muasal terjadinya ben-trokan versi FBR menyebutkan Ketua FBR Gardu 502 Unus Hamdila datang ke terminal bersama tiga rekan, Senin (4/4). Mereka bermaksud mengklari-fi kasi masalah tiket bus seorang anggota FBR yang lebih mahal ketimbang harga resmi.

Klarifikasi Unus berujung cekcok dan bentrok fi sik. Unus dan ketiga rekan dipukul mun-dur. “Kami kalah jumlah, eng-gak bisa melawan,” tutur Unus saat ditemui di RS Mediros, kemarin.

Seusai insiden pukul 17.30 WIB, datanglah balasan sekitar pukul 21.00. Puluhan anggota FBR dari Gardu 0226 Kema-yoran, Gardu 0227 Cempaka Putih, dan Gardu 0121 Vespa merangsek ke Pulo Gadung. Bentrok melawan karyawan PO (perusahaan otobus) meletus.

Kasubbag Humas Polres Metro Jaktim AK Didik Haryadi menyebutkan delapan luka aki-bat bentrokan. Tiga korban dari FBR yakni Acep Sahril, Unus Hamdila, dan Buyung. Di pihak kru bus tercatat Ihut, Bangun Pakpahan, Amir Gultom, Pener Nababan, dan Hendry Rizki.

Kapolsek Pulo Gadung Komisaris Dani Hamdani be-lum menetapkan tersangka. Polisi masih berkonsentrasi mengembalikan suasana aman di terminal.

“Kami terus memantau ter-minal. Masyarakat tak perlu cemas. Silakan melakukan aktivitas seperti biasa,” imbuh-nya. (Faw/J-1)

6 RABU, 6 APRIL 2011MEGAPOLITAN

TmJa22DDkaKDka

jamKshdike

hipa80haanPrnukem

hakajum

Saya berjanji tidak akan mengkhianati

masyarakat karena narkoba musuh kita bersama.”

Andap Budi ReviantoKapolres Jakut MI/RAMDANI

A

kaCidipekedi

adKitudimGKaBake

tidprM

mminda

SIgo(FdiJakkape

sukaPotarpebebuGadasiaBuNu

troKeHbeMfi kanke

cedadugasake

WpuFByoPumBe(p

MmbaFBHakrPaNa

KoluPomdi

mceakny

UDARA BURUK: Sejumlah angkutan kota melintas di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Jalan Margonda mempunyai kualitas udara yang paling buruk di wilayah Depok.

MI/SUMARYANTO