solusi pengentasan kemiskinan dan pengangguran perspektif ekonomi islam

Download Solusi Pengentasan Kemiskinan Dan Pengangguran Perspektif Ekonomi Islam

Post on 23-Jan-2016

15 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kemiskinan dalam Islam

TRANSCRIPT

20

MakalahSOLUSI PENGENTASAN KEMISKINAN PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

Disusun guna memenuhi tugas matakuliah Filsafat Ekonomi IslamDosen Pengampu: Drs. H. Syafaruddin Alwi, MS.

Oleh:Rizqi Anfanni Fahmi (14913021)

PROGRAM PASCASARJANAMAGISTER STUDI ISLAMFAKULTAS ILMU AGAMA ISLAMUNIVERSITAS ISLAM INDONESIA2015

A. PENDAHULUANKemiskinan merupakan permasalahan klasik di setiap negara dan menjadi masalah yang mengglobal. Menurut data World Bank, pada tahun 2011 tingkat kemiskinan di dunia mencapai 14,5% dari total populasi dunia. Paling banyak di daerah Gurun Sahara di Afrika Tengah dan Selatan yang mencapai 46,8% dari populasi penduduknya sedangkan angka terendah ada di belahan Eropa dan Asia Tengah. Perhitungan World Bank adalah dengan menggunakan batas minimal pendapatan per hari $1,25.[footnoteRef:2] [2: World Bank, Poverty, dikutip dari http://data.worldbank.org/topic/poverty#boxes-box-topic_cust_sec pada hari Jumat, 26 Juni 2015 pukul 13.40.]

Di Indonesia, pada September 2014, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 27,73 juta orang (10,96%), berkurang sebesar 0,55 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2014 yang sebesar 28,28 juta orang (11,25%), dan berkurang sebesar 0,87 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2013 yang sebesar 28,60 juta orang (11,46%).[footnoteRef:3] Bahkan, menurut data World Bank, masih ada sekitar 27,4% atau sekitar 68 juta orang yang rentan terhadap kemiskinan.[footnoteRef:4] Dari data tersebut dapat kita lihat bahwa angka kemiskinan masih cukup tinggi, walaupun dari tahun ke tahun angka kemiskinan terus menurun. [3: Badan Pusat Statistik, Profil Kemiskinan di Indonesia September 2014, Berita Resmi Statistik, dikutip dari http://www.bps.go.id/website/brs_ind/brsInd-20150130161955.pdf pada hari Jumat, 3 Juli 2015 pukul 10.10.] [4: World Bank, Infografik: Pentingnya Mengatasi Kemiskinan di Indonesia, dikutip dari http://www.worldbank.org/in/news/feature/2014/09/23/why-poverty-still-matters-in-indonesia pada hari Jumat, 26 Juni 2015 pukul 13.55.]

Islam, sebagai agama rahmatan lil alamin, sangat memperhatikan permasalahan kemiskinan. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjauhi kemiskinan karena memiliki beberapa dampak buruk. Tentu saja, Islam juga memiliki solusi untuk mengatasi permasalahan kemiskinan tersebut. Pada tulisan ini akan dipaparkan beberapa pengertian tentang kemiskinan, baik dari pengertian ekonomi barat maupun dari persepektif Islam. Telah disampaikan sebelumnya, kemiskinan juga berbahaya, untuk itu pada tulisan ini juga akan dipaparkan apa saja bahaya kemiskinan dalam pandangan Islam. Terakhir, penulis mencoba menawarkan solusi yang diberikan Islam untuk mengentaskan kemiskinan. Tidak ketinggalan, paad tulisan ini penulis juga akan mencoba mengungkap secara sekilas bagaimana stretegi pemerintah Indonesia dala menanggulangi masalah kemiskinan sebagai perbandingan dengan solusi yang telah diberikan Islam.

B. BEBERAPA PENGERTIAN KEMISKINANAda beberapa pengertian kemiskinan dan ukurannya yang muncul dari berbagai pihak. Berikut di antaranya:1. Menurut World Bank, kemiskinan ialah tentang kelaparan, kurangnya tempat berlindung, sakit, tidak bisa bersekolah, tidak memiliki pekerjaan. Kemiskinan adalah tentang ketakutan gagal di masa depan, khawatir esok tak bisa hidup. Kemiskinan adalah tentang ketidakberdayaan.[footnoteRef:5] [5: Ajid Hajiji, Sekilas tentang Angka Kemiskinan, diakses dari https://www.scribd.com/doc/49012725/Angka-Kemiskinan pada hari Selasa, 30 Juni 2015 pukul 23.00.]

2. Menurut BAPPENAS, kemiskinan didefinisikan sebagai kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang, laki-laki dan perempuan, tidak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat.[footnoteRef:6] [6: http://www.bappenas.go.id ]

3. Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan kemiskinan sebagai ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak.[footnoteRef:7] [7: Badan Pusat Statistik, http://www.bps.go.id/Subjek/view/id/23]

4. Menurut Edwin G. Dolan ada tiga pandangan tentang kemiskinan, yaitu:[footnoteRef:8] [8: Muhammad Soekarni, Kebijakan Pengentasan Kemiskinan dalam Islam, dalam Jusmaliani dan Soekarni (ed.) Kebijakan Ekonomi dalam Islam, (Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2005), hlm. 124.]

a. Kemiskinan berarti tidak cukupnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan yang plaing mendasar untuk menjaga keberlangsungan hidup yang ditetapkan secara objektif.b. Rendahnya pendapatan harus diukur secara subjektif, yakni relatif lebih rendah terhadap pendapatan orang lain di dalam masyarakat.c. Kemiskinan dihubungkan dengan usaha seseorang untuk menghasilkan pendapatan yang memadai.5. Menurut para mufassir, orang miskin adalah orang yang mempunyai pekerjaan tetap, namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan faqir adalah orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap, untuk kebutuhan sehari-hari tidak mencukupi.[footnoteRef:9] [9: Budiharjo, Kemiskinan dalam Perspektif Al-Quran, Hermeneia, Jurnal Kajian Islam Interdispliner, Vol. 6, No. 2, Juli-Desember 2007, (Yogyakarta: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga), hlm. 285.]

Dari sekian definisi, maka nampak pengertian kemiskinan merujuk pada permasalahan mulitedimensional, bukan tentang ekonomi semata. Ketidakberdayaan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya walaupun ia telah berusaha, itulah kurang lebih pengertian dari kemiskinan. Kemiskinan memiliki empat dimensi yang dapat membedakan penyebab asal kemiskinan, yaitu:[footnoteRef:10] [10: Hasan Aedy, Indahnya Ekonomi Islam (Bandung: Alfabeta, 2007), hlm. 87-89.]

1. Kemiskinan kultural, yaitu bentuk kemiskinan yang bersumber dari budaya miskin atau perilaku dan sikap mental yang tidak mendorogn produktivitas. Lewis menyatakan bahwa kemiskinan adalah suatu budaya yang terjadi karena penderitaan ekonomi yang berlangsung lama. Sikap mental yang tidak suka berusaha, malas, masa bodoh, manja dengan anugrah alam, suka pasarah dan malas bekerja adalah bagian dari budaya miskin.2. Kemiskinan Struktural, yaitu kemiskinan yang terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhi secara sistemik. Hal ini terjadi karena ketidakberpihakan aturan dan kebijakan suatu negara terhadap orang miskin sehingga jurang kesenjangan kaya dan miskin semakin nyata.3. Kemiskinan alamiah, yaitu kemiskinan yang terjadi karena bencana alam atau kecacatanUntuk dikatakan sebagai penduduk miskin, banyak pula ukuran yang digunakan. Misalnya, World Bank menggunakan ukuran pendapatan per kapita. Penduduk yang pendapatan per kapita nya kurang dari sepertiga rata-rata pendapatan per kapita nasional termasuk dalam kategori miskin.[footnoteRef:11] Menurut data terakhir, World Bank menetapkan garis batas kemiskinan sebesar US$ 1,25 per hari.[footnoteRef:12] [11: Muhammad Soekarni, Kebijakan, hlm 127.] [12: World Bank, http://data.worldbank.org/topic/poverty pada hari Selasa, 30 Juni 2015 pukul 16.00.]

Sedangkan menurut Badan Pusat Statistik, untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Jadi Penduduk Miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan.[footnoteRef:13] Sementara itu, ada pula ahli ekonomi Islam yang berpendapat bahwa Garis Batas Nishab dapat dijadikan sebagai ukuran yang membedakan penduduk kaya dan miskin.[footnoteRef:14] [13: Badan Pusat Statistik, http://www.bps.go.id/Subjek/view/id/23 pada hari Selasa, 30 Juni 2015 pukul 16.05.] [14: Muhammad Soekarni, Kebijakan, hlm 128.]

C. BAHAYA KEMISKINAN DALAM PANDANGAN ISLAMKemiskinan ternyata bukanlah sesuatu yang dianjurkan Islam. Islam memerintahkan kita untuk sebisa mungkin untuk menghindari kemiskinan.. Hal ini tidaklah tanpa alasan karena kemiskinan dekat dengan kekafiran. Banyak di pelosok-pelosok daerah yang dulu mayoritas muslim menjadi murtad karena kemiskinan yang mereka alami. Lalu ditambah dengan kehadiran para misionaris nasrani yang membawa iming-iming materi kepada mereka sehingga mereka dengan mudah menggadaikan akidahnya hanya dengan sejumlah uang atau kebutuhan pokok. Belum lagi kita sering mendengar berita orang tua yang membunuh anaknya karena takut miskin. Ini adalah beberapa efek negatif dari kemiskinan. Berikut ini adalah beberapa bahaya kemiskinan menurut Islam yang disampaikan oleh Yusuf Qardhawy:[footnoteRef:15] [15: Yusuf Qardhawi, Musykilah Al-Faqr wakaifa Aalajaha al-Islam, alih bahasa Syafril Halim, Kiat Islam Mengentaskan Kemiskinan, (Jakarta: Gema Insani Press, 1995), hlm. 23-30.]

1. Kemiskinan Membahayakan AkidahKemiskinan adalah ancaman yang sangat serius terhadap akidah, khususnya bagi kaum miskin yang bermukim di lingkungan kaum berada yang berlaku aniaya. Akibat kemiskinan dan ketimpangan sosial, bisa timbul penyimpangan akidah. Sebagian Salaf mengatakan, Bila seorang miskin pergi suatu negeri, maka kekafiran akan berkata kepadanya, Bawalah saya bersamamu. Rasulullah pernah menyatakan bahwa kemiskinan mengakibatkan kekafiran. Beliau juga selalu berlindung dari kekafiran dalam doa beliau.

2. Kemiskinan Membahayakan Akhlak dan MoralKemelaratan dan kesengsaraan seseorang, ditambah ia hidup di lingkungan orang kaya nan bakhil, sering mendorongnya untuk melakukan berbagai pelanggaran, seperti pencurian, perampokan, bahkan hingga pembunuhan. Sebuah ungkapan menyatakan, Suara perut mengalahkan suara nurani.

3. Kemiskinan Mengancam Kestabilan PemikiranMalapetakan kefakiran dan kemiskinan tidak hanya terbatas pada sisi rohani dan akhlak. Bahayanya juga mengancam sisi pemikiran manus

Recommended

View more >