tram railway sisrek2010

Download Tram Railway Sisrek2010

Post on 02-Jul-2015

559 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

UNIVERSITAS INDONESIA

PEMBANGUNAN URBAN TRAM RAILWAY

TUGAS BESAR MANAJEMEN SISTEM REKAYASA

KELOMPOK CREATIVE & PROGRESSIVE 1. 2. 3. 4. 5. ARIEF HENDRATNO ESTER LIDYA KARMY ASSAFAK SYLVIA YUNIAR VICTOR A P SIREGAR 0906651492 0906651510 0906651555 0906651593 0906651611

FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK SIPIL KEKHUSUSAN MANAJEMEN PROYEK SALEMBA, JAKARTA MEI 2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas karunia-Nya maka kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Penulisan makalah ini dilakukan dalam rangka memenuhi tugas besar mata kuliah Manajemen Sistem Rekayasa pada Program Magister Teknik Sipil Universitas Indonesia. Dalam hal ini Penulis, Group Creative & Progressive, melakukan suatu rangkaian studi, mulai dari tahapan Idea Generation, Idea Screening, Concept Development & Testing, Marketing Strategy, hingga tahapan Bussiness Analysis atas suatu proyek yang kami sebut Pembangunan Urban Tram Railway. Semoga makalah ini mampu memberikan ragam atas wacana implementasi tram di Indonesia.

Penulis menyadari bahwa studi dalam makalah ini tentu memiliki kekurangan, baik dari sisi kajian dan penyajian penulisannya. Oleh karena itu, Penulis dengan senang hati menerima pelbagai masukan, saran dan kritik konstruktif dalam rangka perbaikan dikemudian hari.

Jakarta, 08 April 2010 Salam,

Penulis (Group Creative &Progressive)

i

DAFTAR ISI

PENGANTAR .. DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1.2. Maksud dan Tujuan 1.3. Ruang Lingkup ... 1.4. Metodologi . PENGEMBANGAN KONSEP (CONCEPT DEVELOPMENT) 2.1. Karakteristik TRAM ... 2.2. Kebijakan Pengembangan Sistem . 2.3. Rencana Rute dan Stasiun . 2.4. Konfigurasi & Spesifikasi Tram, lintasan dan Substruktur .. 2.5. Rencana Operasional . MARKET REVIEW URBAN TRAM RAILWAY 3.1 Travel Demand pada Jalur Blok M Stasiun Kota ... 3.2 Passanger Service Plan . 3.3 Target Market . 3.4 Marketing Strategy . BUSINESS & RISK ANALYSIS ...................................................... 4.1 Investment Appraisal . 4.2 Risk Analysis : Stakeholders 4.3 Operation and Maintenance . KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 5.2 Saran ..

i ii iii iv v 1 1 8 9 9 11 11 14 15 16 20 22 22 23 23 24 26 26 35 36 38 38 39 40

II.

III.

IV.

V.

DAFTAR REFERENSI ..

ii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Gambar 1.2. Gambar 1.3. Gambar 1.4. Gambar 1.5. Gambar 1.6. Gambar 1.7. Gambar 2.1. Gambar 2.2. Gambar 2.3. Gambar 2.4. Gambar 2.5. Gambar 2.6. Gambar 2.7. Gambar 2.8. Gambar 2.9.

Busway .. Waterway Light rail ... Monorail / Aeromovel Mass Rapid Transit (MRT) Kereta Api Dalam Kota (Commuter Train) ... Tram .. Low floor Tram Articulated Tram . Double-decker Tram ... Tram train . Cargo Tram .. Rencana Rute dan Stasiun ... Tram Configuration Track Configuration .. Sub Structure Configuration

2 2 3 4 5 6 8 12 12 13 13 14 16 17 18 18

iii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Tabel 2.2. Tabel 2.3. Tabel 3.1. Tabel 3.3.

Tramline Technical Specification ... Rencana Operasional Tram ..... Desain Standar Data TransJakarta Busway Blok M Stasiun Kota Perbandingan Daya Angkut TransJakarta Busway Vs Tram Railway PT. INKA .... Rencana Cycles Tram Railway Perbandingan Biaya Pembangunan dan Kapasitas Tram di Beberapa Kota di Mancanegara .. Initial Investment Perkiraan Total Revenue ... Operation & Maintenance Financial Analysis Calculation ... Benefit / Cost Ratio Calculation . Schedule Pelaksanaan Project

19 20 20 22 23

Tabel 3.4. Tabel 4.1.

23 27

Tabel 4.2. Tabel 4.3. Tabel 4.4. Tabel 4.5. Tabel 4.6. Tabel 4.7.

28 29 30 31 34 35

iv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1.

Kuesioner Permohonan izin penyebaran kuesioner ke Dinas Perhubungan Darat, Jakarta. Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Undang-undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Undang-undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonom. Peraturan Pemerintah Nomr 47 Tahun 1997 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1993 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.

Lampiran 2. Lampiran 3.

Lampiran 4.

Lampiran 5.

Lampiran 6.

Lampiran 7.

Lampiran 8.

v

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Perkembangan sosial-ekonomi penduduk disuatu wilayah perkotaan sebagai hasil dari dinamika aktivitas manusia, secara sengaja atau tidak telah menciptakan suatu interaksi antar manusia yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Adanya suatu interaksi tersebut tentunya membutuhkan suatu fasilitas, salah satunya adalah moda transportasi. Semakin tinggi frekuensi interaksi yang terjadi, maka semakin tinggi pula kebutuhan fasilitas transportasi yang diperlukan. Ada beberapa jenis transportasi massal perkotaan atau pun tempat-tempat pariwisata serta properti besar untuk menghubungkan cluster ke cluster ataupun untuk kantor ke kantor yang mempunyai kesibukan tinggi. Angkutan massal dalam kota tidak memerlukan kecepatan tinggi seperti halnya di Jepang dan Jerman (High Speed train), yang terpenting adalah ketepatan waktu, kenyamanan, keteraturan dan ketersediaan sarana seperti : Busway Angkutan busway telah diterapkan di beberapa Negara, salah satunya di Indonesia yaitu koridor I sampai dengan koridor 10. Angkutan ini memerlukan bersinggungan prasarana dengan jalan aspal/beton yang khusus dan tidak stasiun prasarana angkutan lainnya serta

pemberhentian/pemberangkatan untuk menunjang turun dan naiknya penumpang. Kapasitas Angkut terbatas serta memerlukan bahan bakar seperti Bensin/Gas/dll. Angkutan busway ini akan efektif apabila sarana bus lebih banyak dengan perhitungan jumlah pemakai angkutan ini (penumpang) serta ketegasan peraturan untuk memberikan sanksi apabila pengguna jalan lain menggunakan prasarana jalan yang diperuntukkan busway.

1

Universitas Indonesia

Gambar 1.1. Busway

Waterway Angkutan massal ini telah diterapkan di negara-negara yang sebagian besar terdapat sungai-sungai yang melintas dalam kota. Di Indonesia sendiri sebenarnya sudah diterapkan di Pulau Kalimantan, Sumatra dan Irian Jaya. Di Jakarta telah di uji coba di Banjir kanal barat antara Manggarai dan Dukuh Atas. Prasarana menggunakan sungai dan Sarana menggunakan kapal-kapal motor dengan bahan bakar solar/bensin/dll. Untuk naik dan turunya penumpang di perlukan stasiun yang berada disisi sungai. Kapasitas angkut terbatas. Di Jakarta apabila sungai-sungai yang melintas di dalam kota dirawat kebersihan di kiri dan kanan sungai dari penghuni liar, sebenarnya angkutan ini dapat diterapkan.

Gambar 1.2. Waterway

2

UniversitasIndonesia

Kereta ringan (Light rail) Dengan berkembangnya penduduk dalam kota yang memerlukan mobilitas yang tinggi, dan memperhitungakan daya angkut serta tingkat polusi, pada akhirnya beberapa negara menerapkan angkutan jenis ini. Angkutan ini adalah pengembangan dari Tram, hanya dengan meningkatkan daya angkut yang besar. Prasarana juga menggunakan jalan rail dan Sarana memerlukan motor traksi dengan daya menengah dan terhubungan dengan pantograph yang terhubung dengan overhead contact wire (Kabel Aliran Atas).

Gambar 1.3. Light Rail

Monorail/Aeromovel Sama halnya dengan Light Rail, perbedaannya hanya angkutan jenis ini menggunakan prasarana elevated (jalur atas). Sungguh sayang di Jakarta yang sudah mau diterapkan jalur blue line dan green line, pada akhirnya tertunda karena perencanaan pembiayaan yang kurang didukung oleh semua pihak. Tiang tiang penyangga yang sudah dibangun dengan biaya tinggi, terlihat hanya sebagai hiasan kota. Angkutan ini sangat dibutuhkan untuk mobilitas penduduk serta mengurangi kemacetan dan mengurangi polusi dalam kota. Daya angkut yang besar seperti halnya dengan Light Rail. Biaya konstruksi khususnya untuk prasarana elevated yang lebih mahal dibanding dengan light rail serta stasiun-stasiun yang memerlukan anak tangga ataupun elevator/lift.

3

UniversitasIndonesia

Taman Mini Indonesia Indah, telah menerapkan prototype monorail yang kita sebut dengan aeromovel untuk fasilitas pariwisata. Prasarana menggunakan jalan rail dan motor penggerak dengan daya menengah.

Gambar 1.4. Monorail / Aeromovel

Mass Rapid Transit (MRT) Transportasi Cepat Massal (Mass Rapid Transit disingkat MRT) adalah sistem angkutan cepat berbentuk jalan rel dan menggunakan motor penggerak dengan daya besar. Sistem transportasi umum ini sangat populer di Singapura, Manila, Malaysia serta di negara-negara besar lainnya. Transportasi ini adalah pengembangan dari sistim transportasi monorail, dengan daya angkut yang lebih besar dan kecepatan yang lebih tinggi serta tidak menimbulkan polusi udara. Kecepatan dan Daya angkut berbanding lurus dengan penggunaan motor penggerak yang juga memerlukan daya yang lebih besar. Di Jakarta sendiri sebenarnya sudah diterapkan angkutan jenis ini, kita bisa lihat antara stasiun Manggarai sampai dengan Kota, semua prasarana elevated (jalur atas). Hanya namanya berbeda bukan MRT tetapi KA Jabotabek. Secara umum dari kriteria disain adalah sama. Rencana Pemprov DKI dengan Departemen Perhubungan akan menerapkan transportasi ini mulai Lebak Bulus sampai dengan Dukuh Atas, dan Dilanjutkan dengan koridor berikutnya Dukuh Atas sampai dengan Stasiun Kota. Dan mungkin akan dikembangkan ke koridor lainnya yaitu ke Bekasi dan Tangerang.

4

UniversitasIndonesia

Prasarana Jalan rail angkutan ini, untuk lahan-lahan yang sudah sempit dan suda