wajah itu bukan wajah kita

5

Click here to load reader

Upload: muhammad-abdullah

Post on 26-May-2015

1.177 views

Category:

Spiritual


1 download

DESCRIPTION

Wajah Itu bukan wajah kita

TRANSCRIPT

Page 1: Wajah Itu bukan wajah kita

Visit http://saranadakwah.wordpress.com

Wajah itu,.... Bukan Wajah Kita

“Katakanlah Wahai Rabb Yang memiiliki kerajaan. Engkau berikan kerajaan kepada orang yang engkau kehendaki dan engkau cabut kerajaan dari orang yang engkau kehendaki, Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. “(QA. Ali ‘Imran 3: 26 )

Kekayaan alam yang melimpah

Kekayaan alam di negeri negeri muslim itu berlimpah. SDA yang tidak dapat diperbarui (unrenewable) atau yang dapat diperbarui (renewable) semuanya berlimpah. Minyak bumi masih menjadi andalan di negeri negeri musliim. Belum lagi bahan-bahan tambang seperti timah, batubata, emas, bauxit, dsbg. Bahkan di negeri kita bahan bahan tambang itu terdapat di permukaan bumi. Perusahaan tambang (yang kebanyakan bukan milik pribumi) tidak membutuhkan investasi dan resiko tinggi untuk mengembangkannya. Emas, tembaga, batu bara misalnya tinggal mengeruk dari bukit dan permukaan bumi tanpa harus membuat terowongan di bawah tanah.

Demikian pula halnya dengan kekayaan hayati seperti misnyak sawit,kopi, rempah, perikanan dsb. Belum lagi kekayaan keragaman hayati (flora mauoun fauna) di negeri negeri muslim.

Di negeri kita saja ada potensi sumber daya perikanan berkisar 10,5 -12,9 juta ton/tahun, degan pemanfaatan baru 22,3 % saja. Itu baru potensi perikanan, belum termasuksumber daya perairan lain.

Potensi SDM juga tidak kalah pentingnya degna kekayaan alam. SDM di negeri negeri muslim sangatlah berlimpah. Penduduk indonesia saja menempati lima besat negeri degna penduduk terbesar. Belum lagi degan Mesir, Pakistan, Iraw ddsb.

Kualitasnya? Dengan pendidikan yang baik, SDM di negri negeri muslim tentu dapat diandalkan. Kenyataanya, ternyata pemerintah negera negara muslim tidak memberikan perhatian yang baik terhadap pendidikan.

Ditambah lagi distribusinya yang jauh dari efisien, Betapa banyak SDM denga kompetensi baik berbondong bondong bermigrasi ke negara-negara maju. Sejak tahun 1972-1990 lebih dari satu juta tenaga ahli dari negara negara berkembang menuju (terutama ) Amerika, Kanada, dan Inggris (75%). Sejumlah 70 % dan 65% insinyur meninggalkan negeri negeri muslim ke luar negeri. Sejak tahun 1962-1972 saja jumlah tenaga ahli arab sejumlah 450 ribu telah memberikan keuntungan 44,36 bilyun dolar pada Barat. Itu data puluhan tahun yang lalu, sekarang?

Apabila negeri negeri muslim mau memfokuskan perhatiannya pada pendidikan, Betapa besar hasilmya. Alangkah banyaknya SDM terampil dan ahli yang akan mengelola kekayaan alam . Dan... bayang bayang kesejahteraan itu memang baru mimpi. Namun kita harus punya mimpi itu.

Negeri Kaya yang Rakyatnya Melarat

Karunia Allah yang melimpah ruah itu rupa rupanya hanya singgah di negeri muslim . Kemudian dengan segala kecurangan berpindah ke negeri maju. Malahan sekarang mereka sedang

Visit http://saranadakwah.wordpress.com

Page 2: Wajah Itu bukan wajah kita

Visit http://saranadakwah.wordpress.com

menimbun sumber energi banyak banyak. Dan kita... sekian puluh tahun kedepan mngkin tinggal gigit jari saja karena tak mampu membeli.

Sejak beberapata puluh tahun yang lalu pun (1982) kita sudah dapat melihat deretan panjang negeri negeri muslim yang miskin dan terbelakang. Menurut majelis umum PBB. Negeri miskin dan terbelakang dunia itu berjumlah36 negara. 23 negara Afrika, 8 di Asia, 2 di pasifik,dan 1 di Amerika. Adapun yang di Asia dan Afrika kebanyakan penduduknya adalah muslimin. Di antaranya Somalia, Sudan, Uganda, Ethiopia, Afganistan, Banglades, Yaman Utara dan Yaman Selatan.

Kemiskinan yang hampir hampir menjadi kekafiran adalah keadaan serba kekurangan yang sangat. Sumber PBB mengatakan bahwa separuh penduduk Bangladesh yang 92 juta jiwa itu berada di bawah garis kemiskinan. Reuter memberitakan bahwa 10 % penduduk dacca terdiri dari pelacuran, 34 % dari mereka adalah kaum wanita dan 12% nya remaja berusai 12 sampai 17 tahun.

Tidak perlu rasanya diteruskan kutipan kutipan tentang kemelaratan di negeri negeri muslim termasuk di negeri kita ini. Hidup memang terasa semakin sulit bagi kaum khaira ummah ini. Padaha; Rasul Saw bertitah, “Adalah hak manusia memiliki tiga hal: rumah yang melindungi, baju yang menutupi auratnya, dan sepotong roti dan air”

Asy Syahid Quthb juga pernah berurai kata menjelaskan, “ Manusia adalah khalifahAllah du bumi-Nya. Telah dikuasakan-Nya untuk membangun dan meningkatkan taraf kehiduoan kepadanya. Kemudian menjadikannya penuh kesuburan dan kemakmuran agar ia-setelah itu- dapat menikmati keindahan dan kesegaranya. Dan bersama denga itu mensyukuri Allah swt yang telah mengkaruniai nikmat itu kepadanya. Manusia tidak mungkin mencapai sebahagian dari semua ini bilaman seluruh hidupnya dilewati hanya demi memperoleh sesuap nasi saja, walaupun yang demikian itu cukup baginya. Lehib lebih juka ia harus menghabiskan hidupnya tanpa memperoleh kecukupan.

Tampang Imperialis itu

Tanpa mencoba menafikkan konflik internal (politik dan madzhab), penyebab konsisi penuh ironi itu adalah serangan imperialisme modern. Peperangan tidak pernah usai. Ia hanya berganti bentuk. Serangan itu tentu membahayakan kehidupan negeri negeri muslim itu. Lebih berbahaya lagi, negeri negeri muslim itu kebanyakan sedang terpuruk, lengah, dan tidak siap.

Perang terbuka memang ridak lagi menjadi strategi mush-musuh islam. Imperialisme modern telah mengambil pelajaran dari perang salib. Ia kemudian merencanakan derangan ke negeri negeri muslim lebih mematikan.

“Imperialisme modern mencampakkan semangat religius dari perencanaanya meski tidak membuangnya dati tujuan dan maksudnya. Mereka masuk dengan alibi; melindungi kelompok minoritas, melindungi rezim yang meminta bantuan kpadanya, melindingi negara dari musuh yang mengancamnya, atau membebaskan kekuasaan pemimpin yang diktator. Malahan sebahagian oemimpin imperialisme modern menyatakn masuk Islam seperti Napoleo Bonaparte komandan operasi militerPerancis di Mesir pada tahun 1798”

Target pertama imperialisme modern adalah islam. Belajar dari perang salib, merekasadar Islam adalah kekuatan pemersatu. Islam adalah tuh yang membangkitakn kehidupan dan tanggung jawab kaum muslimin. Islam penghalang keberhasilan perang salib. Dua ratus tahun asukan salib

Visit http://saranadakwah.wordpress.com

Page 3: Wajah Itu bukan wajah kita

Visit http://saranadakwah.wordpress.com

memerangi umat tanpa hasll yang berarti. Oleh karena itu, tujuan imperialisme modern ternagkum sbb:menaklukan Islam, menghancurkan khilafahm membuka pasar baru untuk produk industri, memperluas jangkauan negara imperialis,mengambil aset negara jajahan, dan memabfaatkan potensi rakyat negara jajahan untuk kepentingan negara imperialis.

Ulah imperialis Memprak-porandakan Ummat

Kaum imperialis menyadai bahwa kedudukan merka menjadi rapuh selagi ummat islam masih kuat, bersatum dan komitmen terhadap dienul islam. Oleh karena itu,mereke mengimplementasikan target-targetnya dalam bentuk berikut ini:

a. Memecah belah teritorial ummat islamWilayah ummat islam yang memanjang dari perbatasan China samapi Afrika

Utara dibelah dengan nasionalisme sempit. Lalu wilayah wilayah serpihan itu ditempatkan dalam kendali negara negaraimperialis. Mereka memecah dan membenturkan satu nasionalisme dengan nasionalisme laiinya untu mencengkeramkan kendalinya.

Giliran beikutnya, mereka menyerukan negaranegara jajahannya untuk medirikan banyak partai dengan dalih demokrasi dan kemajuan. Sasarannya jelas, meruntuhkan ummat islam yang bersatu, sekaligus menanamkan api kedengkian dan permusuhan. Ketika ummat disibukkan konflik internal, maka imperialisme itu memanfaatkan aset ummat dan mengeruk kekayaan alamnya.

b. Memalingkan ummat dari dien nyaDengan melibatkan politikus, pemikir, dan pemimpin militer mereka berupaya bersungguh-sungguh untuk memalingkan ummat dari Al Islam, dengan segala usaha. Mereka tidak pernah merasa aman dengan uamt yang konsisten. William Gladstone, politisi kawakan Inggris, mengatakan, “Sesungguhnya kepentingan Eropa di Asia terancam bahaya selama di sana masih ada Al Qur’an yang di baca dan Ka’bah yang kerap dikunjungi”.

Pada akhirnya Al Quran memang hanya menjadi kitab suci dalam arti tidak pernah disentuh untuk di’amalkna. Begitu pula haji, sekedar fisik saja lalu tour ke negeri negeri lain. Pertemuan umat sedunia di Ka’bah tidak pernah dimanfaatkan sama sekali.

Upaya lain yakni degna mendikotomikan pendidikan sebagai pendidikan umum dan pemdidikan agama. Maka, timbul lagi konflik, perpecahan, dan permusuhan antara kedua kubu dan ujung-ujungnya adalah sekulerisme.

c. Merusak moralitas ummat

Akhalq adalah ruh peradaban. Tanpa moral, maka kehancuraperadaban suatu negeri tinggal menunggu waktu. Bangsa yang sudah kehilangan moral adalah bangsa yang mati. Negara negara imperialis menyadari moral sebagai faktor penentu jatuh bangunnya bangsa. Oleh karenanya, mereka manfaatkan sebagai senjata andalan untuk menghancurkan negeri negeri islam. Di antara yang mereka lakukan adalah

Visit http://saranadakwah.wordpress.com

Page 4: Wajah Itu bukan wajah kita

Visit http://saranadakwah.wordpress.com

mempoppulerkan makna ”kebebasan” yang salah dan hubungan bebas antar jenis. Maka, ummat islam menjadi aneh, karena merasa memiliki hari valentine, tahun baru,

Lalu, serangan itu menyatu dengan sebab sebab internal memjerembabkan Ummat Islam.

Meskipun demikian, semua itu tidak menggoyahkan kekuatan islam. Islam memiliki kekuatan . Apabila mengenai hati yang lurus, ia akan bersemayam kuat. Apabila melewati suatu tempat, ia akan meninggalkan jejak yang jelas.

Islam akan membalas serangan dengan ilmu pengethuan, hikmah, peradaban, kemajuan, dan hidupnya hati. Itulah watak Islam yang memberi pentunjuk dan menyelamatkan manusia. ‘Ala kulli hal... Allah akan menyediakan orang orang yang siap menegakkan panji panjinya dan menyaalakan obornya.

“Dan jika kaloan berpalng niscaya Ia akan menggantikan kaloan degna kaum yang lain, dan mereka tidak seperti kalian ini ( QS. Muhammad 47:38) ”

Maka... apakah Anda dan saya adalah bahagian dari pengganti tiu? Semoga

Wallahu a’lamu nishawab

Sumber:buletin wa islama edisi 12/xx

Visit http://saranadakwah.wordpress.com