budidaya ganyong 1.pdf

13
TUGAS MATA KULIAH ANALISIS SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN Tugas Product Knowledge GANYONG (Canna edulis Kerr) Oleh : ISMANDA HARRY SUCIPTO F34100002 2013 DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

Upload: faisal-pratama

Post on 25-Oct-2015

361 views

Category:

Documents


20 download

TRANSCRIPT

Page 1: budidaya ganyong 1.pdf

TUGAS MATA KULIAH

ANALISIS SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN

Tugas Product Knowledge

GANYONG (Canna edulis Kerr)

Oleh :

ISMANDA HARRY SUCIPTO

F34100002

2013

DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

Page 2: budidaya ganyong 1.pdf

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia adalah negara yang terkenal akan kekayaan sumberdaya alam dan hayati yang

dimilikinya. Dengan lebih dari 17.000 pulau dan 200 suku budaya membuat negara ini sangat berpotensi.

Memiliki banyak sumberdaya alam yang potensial menjadi berbagai macam produk yang salah satunya

adalah produk pangan maka Indonesia tidak pernah akan kehilangan sumberdaya pangannya. Salah satu

yang potensial untuk dikembangkan sebagai produk pangan bernutrisi dan bermanfaat sebagai adalah

umbi ganyong.

Umbi ganyong (Canna edulis Kerr) adalah sejenis umbi-umbian dan bekerabat dengan ubi jalar

dan ubi kayu. Tanaman ganyong merupakan tanaman berumpun atau herba, semua bagian vegetatif yaitu

batang, daun serta kelopak bunganya sedikit berlilin. Tanaman ini tetap hijau disepanjang hidupnya, di

akhir hidupnya, dimana umbi telah cukup dewasa, daun dan batang mulai mengering. Keadaan seperti ini

seakan-akan menunjukkan bahwa tanaman mati, padahal tidak. Karena bila hujan tiba maka rimpang atau

umbi akan bertunas dan membentuk tanaman lagi. Ganyong berasal dari Amerika Selatan (Amerika

Tropika) dan telah tersebar ke Asia, Australia, dan Afrika. Dengan nilai gizi tinggi yang terkandung oleh

umbi ini membuat umbi ini potensial untuk dikembangkan sebagai subsitusi ubi jalar, ubi singkong,

bahkan subsitusi karbohidrat untuk beras. Tanaman ini telah diusahakan penduduk walaupun secara

sampingan. Ganyong mereka tanam sebagai tanaman sela bersama jagung sesudah panen padi gogo.

Umbi ganyong sangat cocok dijadikan sebagai bahan untuk makanan anak-anak, sebagai bahan

pembuatan gethuk dan dapat dijadikan tepung ganyong yang bermanfaat untuk pembuatan produk pangan.

Untuk itu diperlukan pengetahuan berbagai jenis produk yang dapat dibuat dari bahan baku umbi ganyong

dan analisis kelayakan usahanya agar umbi ganyong dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai sebuah

usaha dan dapat berjalan dengan lancar.

B. Tujuan

Adapun tujuan dari tulisan ini adalah mengenalkan lebih dalam tentang umbi ganyong, termasuk

kandungan kimia, fungsi dan kegunaan serta pohon industri dari umbi ganyong dan macam-macam

produk yang bisa dibuat dari bahan baku umbi ganyong.

Page 3: budidaya ganyong 1.pdf

PEMBAHASAN

A. Profil Komoditi

Ganyong (Canna edulis Kerr) merupakan tanaman herba yang berasal dari Amerika Selatan

(Amerika Tropika) dan telah tersebar ke Asia, Australia, dan Afrika. Namun, menurut Nikolai Ivanovich

Vavilov, seorang ahli botani dari bekas Uni Soviet, asal-muasal ganyong adalah Amerika Selatan,

tepatnya di daerah Peru, Bolivia, dan Equador. Umbi mudanya di Amerika Selatan dimakan sebagai

sayuran, dan kadang-kadang digunakan sebagai pencuci mulut. Sisa umbinya yang tertinggal setelah

diambil patinya dapat digunakan sebagai kompos. Sementara pucuk dan tangkai daun muda dipakai untuk

pakan ternak. Selain itu, bunga daunnya cukup indah, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias.

Kita mengenal ganyong dengan banyak nama daerah. Sedangkan umbinya yang sudah dewasa dapat

dikonsumsi dan dapat diambil patinya. Saat panen umbi, sangat tergantung dari daerah tempat

menanamnya. Di dataran rendah sudah bisa dipanen pada umur 6 - 8 bulan, sedang di daerah yang

hujannya sepanjang tahun, waktu panennya lebih lama, yaitu pada umur 15 - 18 bulan. Dewasanya umbi

biasanya ditandai dengan menguningnya batang dan daun tanaman.

Ganyong adalah tanaman umbi-umbian yang termasuk dalam tanaman dwi tahunan (2 musim)

atau sampai beberapa tahun, hanya saja dari satu tahun ke tahun berikutnya mengalami masa istirahat,

daun-daunnya mengering lalu tanamannya hilang sama sekali dari permukaan tanah. Pada musim hujan

tunas akan keluar dari mata-mata umbi atau rhizomanya. Ganyong sering dimasukkan pada tanaman

umbi-umbian, karena orang bertanam ganyong biasanya untuk diambil umbinya yang kaya akan

karbohidrat, yang disebut umbi disini sebenarnya adalah rhizoma yang merupakan batang yang tinggal

didalam tanah. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan, tapi sekarang tanaman ini telah tersebar dari

Sabang sampai Merauke. Terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali, tanaman ini telah diusahakan

penduduk walaupun secara sampingan. Ganyong mereka tanam sebagai tanaman sela bersama jagung

sesudah panen padi gogo. Umbi yang dipanennya dibuat tepung, ternyata hasil penjualan tepung ini dapat

menambah penghasilan penduduk yang sangat berarti (Lingga dkk,1986).

Di Indonesia dikenal dua kultivar atau varietas ganyong, yaitu ganyong merah dan ganyong

putih. Ganyong merah ditandai dengan warna batang, daun dan pelepahnya yang berwarna merah atau

ungu, sedang yang warna batang, daun dan pelepahnya hijau dan sisik umbinya kecoklatan disebut dengan

ganyong putih. Dari kedua varietas tersebut mempunyai beberapa berbedaan sifat, sebagai berikut :

1. Ganyong Merah

Batang lebih besar. Agak tahan kena sinar dan tahan kekeringan Sulit menghasilkan biji Hasil

umbi basah lebih besar tapi kadar patinya rendah Umbi lazim dimakan segar (direbus). Karakteristik dari

ganyong merah adalah sebagai berikut :

Batang lebih besar

Agak tahan kena sinar dan tahan kekeringan

Sulit menghasilkan biji

Hasil umbi basah lebih besar tapi kadar patinya rendah

Umbi lazim dimakan segar (direbus)

Page 4: budidaya ganyong 1.pdf

2. Ganyong Putih

Lebih kecil dan pendek Kurang tahan kena sinar tetapi tahan kekeringan Selalu menghasilkan biji

dan bisa diperbanyak menjadi anakan tanaman Hasil umbi basah lebih kecil, tapi kadar patinya tinggi,

Hanya lazim diambil patinya. Karakteristik dari ganyong putih adalah sebagai berikut :

Lebih kecil dan pendek

Kurang tahan kena sinar tetapi tahan kekeringan

Selalu menghasilkan biji dan bisa diperbanyak menjadi

anakan tanaman

Hasil umbi basah lebih kecil, tapi kadar patinya tinggi (Ciptadi dan Machfud,1980)

Umbi ganyong dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan energi. Kandungan karbohidrat ganyong

cukup tinggi, setara dengan umbi-umbi yang lain, namun lebih rendah daripada singkong, tetapi karbohidrat

umbi dan tepung ganyong lebih tinggi bila dibandingkan dengan kentang, begitu juga dengan kandungan

mineral kalsium, phosphor dan besi. Dengan demikian ganyong sangat tepat bila digunakan untuk keragaman

makanan sebagai pengganti beras.

Komposisi kimia umbi ganyong :

Air

(g)

Protein

(g)

Lemak

(g)

Karbohidrat

(g)

Kalori

(mg)

Fospor

(mg)

Besi

(mg)

Vit.

A

(IU)

Vit.

B

Vit.

C

14 0,7 0,2 85,2 8 22 1,5 0 0,09 0

Tanaman ganyong merupakan tanaman berumpun atau herba, semua bagian vegetatif yaitu

batang, daun serta kelopak bunganya sedikit berlilin. Tanaman ini tetap hijau disepanjang hidupnya, di

akhir hidupnya, dimana umbi telah cukup dewasa, daun dan batang mulai mengering. Keadaan seperti ini

seakan-akan menunjukkan bahwa tanaman mati, padahal tidak. Karena bila hujan tiba maka rimpang atau

umbi akan bertunas dan membentuk tanaman lagi.

Tinggi tanaman ganyong antara 0.9 - 1,8 meter. Bahkan di Queensland dapat mencapai 2,7 meter.

Sedang untuk daerah Jawa, tinggi tanaman ganyong umumnya 1,35 – 1,8 meter. Apabila diukur lurus,

maka panjang batang bisa mencapai 3 meter. Panjang batang dalam hal ini di ukur mulai dari ujung

tanaman sampai ujung rhizoma atau yang sering disebut dengan umbi. Apabila diperhatikan ternyata

warna batang, daun, pelepah daun dan sisik umbinya sangat beragam. Adanya perbedaan warna ini

menunjukkan varietasnya (Rukmana,2000).

1. Daun

Tanaman ganyong memiliki karakteristik daun sebagai berikut :

Daunnya lebar

Berbentuk elip memanjang dengan bagian pangkal dan ujungnya agak runcing

Page 5: budidaya ganyong 1.pdf

Panjang daun 15 - 60 sentimeter, sedangkan lebarnya 7 - 20 sentimeter.

Bagian tengahnya terdapat tulang daun yang tebal

Warna daun beragam dari hijau muda sampai hijau tua

2. Bunga

Tanaman ganyong memiliki karakteristik bunga sebagai berikut :

Ukuran bunga ganyong relative lebih kecil (ganyong umbi)

Bunga relatif besar (ganyong hias), misalnya Canna coccinae, Canna hybrida, Canna indica dan

lain-lainnya

Warna bunga merah oranye dan pangkalnya kuning dengan benangsari tidak sempurna

Jumlah kelopak bunga ada 3 buah dan masing-masing panjangnya 5 sentimeter.

3. Buah

Tanaman ganyong memiliki karakteristik buah sebagai berikut :

Buah tidak sempurna dan tidak berbentuk.

Buah ini terdiri dari 3 ruangan yang berisi biji berwarna hitam sebanyak 5 biji per ruan

4. Umbi

Tanaman ganyong memiliki karakteristik umbi sebagai berikut :

Umbi relatif besar dengan diameter antara 5 - 8,75 cm dan panjangnya 10 - 15 cm, bahkan bisa

mencapai 60 cm.

Bagian tengahnya tebal dan dikelilingi berkas-berkas sisik yang berwarna ungu atau coklat

dengan akar serabut tebal.

Bentuk beraneka ragam

Tanaman ganyong tidak memerlukan syarat-syarat iklim tertentu yang sulit untuk dipenuhi.

Tanaman ganyong hanya tidak tahan di daerah yang anginnya kuat, karena ganyong merupakan tanaman

herba atau terna hingga mempunyai batang yang rapuh dan tidak tahan terhadap serangan angin. Pada

daerah berangin kuat, tanaman ini sangat memerlukan lajur pelindung untuk bertahan. Meskipun ganyong

toleran terhadap suhu udara tapi umumnya tanaman ini baru akan tumbuh dengan baik pada ketinggian 0 -

250 meter dpl. Tetapi hal ini tidak mutlak, karena di Hawai tanaman ini justru berproduksi maksimal pada

daerah yang mempunyai ketinggian dibawah 450 meter dpl sementara di Peru, di daerah dengan

ketinggian di atas 2.550 meter dpl, ganyong masih mampu tumbuh subur dan ganyong dapat tumbuh

dengan baik jika berada di daerah tropis.

Page 6: budidaya ganyong 1.pdf

Di daerah yang sangat dingin ganyong juga masih dapat bertahan hidup, akan tetapi proses

pembentukan umbi untuk menuju dewasa relatif lama. Di daerah yang suhu udaranya siang hari sangat

tinggi dan malam harin sangat rendah, ganyong masih mampu hidup dan berkembang biak dengan baik.

Misalnya di daerah Aparimacgorge/Peru yang pada siang hari bersuhu 320C dan pada malam hari cuma

70C. Tanaman ganyong memerlukan curah hujan yang sedang-sedang saja, sehingga tanaman ini dapat

hidup dengan baik di musim kemarau atau di daerah kering. Misalnya di Hawai yang curah hujan

tahunannya hanya 112 cm, tanaman mampu tumbuh dengan baik dan hasilnya sangat memuaskan. Jumlah

embun juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman ini. Embun yang terlalu banyak sering mengakibatkan

kelainan pada pertumbuhan daun dan merusak perkembangan umbinya (Anonim,2008).

Page 7: budidaya ganyong 1.pdf

B. Pohon Industri Umbi Ganyong

Daun dan batang

Gayong

Pati ganyong

Tepung Gayong

Pakan ternak

Mie cookis

Makanan bayi Agar-agar

Minuman sereal

Edible film

Gethuk

Biskuit

Bioetanol

Sirup Glukosa

Page 8: budidaya ganyong 1.pdf

Penjelasan :

1. Pati ganyong

Pati gayong dibuat dari ganyong yang sudah tua, sehingga diperoleh pati yang halus, dengan rasa

seperti tepung hunkwe. Pati ganyong dapat dimasak sebagai campuran dalam pembuatan makanan. Pati

ganyong memiliki kadar karbohidrat 80% dan kadar air 18%. Pati ganyong memiliki warna putih

kecoklatan dan tekstur halus. Kadar pati yang tinggi menunjukkan bahwa pati ganyong dapat dijadikan

bahan baku untuk pembuatan sirup glukosa.

2. Tepung ganyong

Tepung ganyong dalah tepung/bubuk halus yang berasal dari umbi ganyong, dan dapat

digunakan sebagai bahan dasar pembuat kue, mi, roti, dan pasta. Cara pembuatan tepung

ganyong :

BAHAN

1) Umbi ganyong yang sudah tua 5 kg

ALAT

1) Pisau

2) Parutan

3) Tampah (nyiru)

4) Panci

5) Kain saring atau kain blacu

6) Alat penumbuk (lumpang dan alu)

7) Ayakan

CARA PEMBUATAN

a. Cuci ganyong dan bersihkan. Iris tipis-tipis seperti membuat keripik. Irisan

dilakukan menurut arah serat umbi atau melintang.

b. Jemur di bawah sinar matahari selama ± 10 hari sampai irisan ganyong

mudah dipatahkan;

c. Tumbuk, lalu tampi tepung yang dihasilkan;

d. Tumbuk lagi sampai halus sisa yang masih ada, kemudian ayak kembali

3. Bioetanol umbi ganyong

Bioetanol (C2H5OH) adalah cairan biokimia dari proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat

menggunakan bantuan mikroorganisme. Produk bioetanol yang memenuhi standar, hampir bisa dikatakan

tidak mempunyai efek samping yang merugikan selama di pakai memenuhi kriteria. Umbi ganyong dapat

digunakan sebagai bahan bioetanol karena mempunya kadar gula yang relative tinggi.

Page 9: budidaya ganyong 1.pdf

4. Makanan tambahan bayi

Ubi ganyong dapat diproduksi menjadi makanan yang bervariasi dan lebih mudah dikonsumsi

dengan cara mengolah menjadi tepung. Hal ini dapat mempermudah masyarakat dalam memenuhi gizinya

terutama bagi balita yang sangat membutuhkan banyak kandungan gizi untuk pertumbuhan dan

perkembangannya. Dalam ubi ganyong terdapat kandungan kalsium dan fosfor yang lebih banyak apabila

dibandingkan dengan kandungan kalsium dan fosfor yang terdapat pada ubi jalar, jagung, padi, kentang,

sehingga ubi ganyong sangat baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada balita. Berdasarkan kandungan

gizinya yang cukup besar inilah maka ubi ganyong dapat dimanfaatkan untuk membuat sereal bayi. Sereal

merupakan makanan yang tepat untuk dikonsumsi balita, mudah dikonsumsi dan mengandung gizi yang

tinggi. Formula sereal tepung ganyong dapat diberikan pada balita mulai usia 4 bulan.

5. Agar-agar

Agar agar adalah jenis makanan yang berbentuk koloid atau padatan kenyal yang biasanya

terbuat dari rumput laut. Agar agar sangat disukai anak-anak karena memiliki bentuk dan rasa yang menis.

Sifatnya yang dapat dibuat sesuai kemauan sang pembuatnya membuat agar agar dapat dengan mudah

dibuat menjadi bentuk-bentuk yang menarik, seperti boneka misalnya.

Agar agar yang biasanya dibuat dari rumput laut ternyata dapat juga dibuat dari ubi ganyong.

Agar agar dari umbi ganyong memiliki kelebihan dibandingkan dengan agar agar dari rumput laut.

Kelebihan tersebut anatara lain dari cara membuatnya yang jauh lebih sederhana dari pada membuat agar

agar dari rumput laut yang harus dibuat didalam pabrik. Kelebihan yang lainnya adalah agar agar ubi

ganyong memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, terutama kandungan fosfor dan kalsiumnya. Fosfor

dan kalsium sangat diperlukan oleh balita dalam pembentukan tulang dan gigi (Margono, suryati dan

hartinah,1993).

C. Analisis Kelayakan Usaha

Diambil contoh untuk usaha tepung ganyong

1. Biaya investasi dan penyusutan

Investasi Harga (Rp) Jumlah Satuan Harga total

(Rp)

Masa

pakai

(bulan)

Penyusutan

(Rp/bulan)

Bangunan 5.000.000 1 Buah 5.000.000 24 208.333,33

Mesin

parut

500.000 2 Buah 1.000.000 18 55.555,56

Mesin

generator

750.000 2 Buah 1.500.000 18 83.333,33

Page 10: budidaya ganyong 1.pdf

Mesin

pemerasan

100.000 5 Buah 500.000 24 20.833,33

Oven 5.000.000 1 Buah 5.000.000 24 208.333,33

Bak

penampung

20.000 5 Buah 100.000 12 8.333,33

Timbangan 85.000 1 Buah 85.000 18 4.722,22

Mesin

ayakan

150.000 2 Buah 300.000 18 16.666,67

Total 13.485.000 606.111,1

2. Biaya Operasional

Rincian Harga (Rp/bulan) Jumlah bulan Harga total (Rp./tahun)

Transportasi 300.000 12 3.600.000

Listrik, air dan

telpon

200.000 12 2.400.000

Pemeliharaan 200.000 12 2.400.000

Total 8.400.000

3. Biaya produksi

Rincian Harga (Rp/bulan) Jumlah bulan Harga total

(Rp./tahun)

Bahan baku (umbi

ganyong)

300.000/ton

6.000.000/bulan

12 (1 bulan = 20

ton)

72.000.000

Tenaga kerja (20

orang)

5.000.000 12 (1 bulan

@250.000)

60.000.000

Total 132.000.000

Page 11: budidaya ganyong 1.pdf

Jumlah produksi 15000 kg/bulan

Dengan harga per kilo tepung ganyong sebesar Rp 1000/kg

4. Total Biaya

Biaya investasi : 13.485.000,-

Biaya penyusutan : 606.111,-

Biaya operasional : 8.400.000,-

Biaya produksi : 132.000.000,-

Total biaya : 154.491.111,-

5. Biaya tetap

Biaya tetap = biaya penyusutan + biaya operasional

= Rp. 606.111,- + Rp. 8.400.000,-

= Rp. 9.006.111,-

6. Harga Pokok Produksi

Harga Pokok Produksi = (biaya tetap + biaya produksi) / jumlah produksi

= (Rp. 9.006.111,- + Rp. 132.000.000,-)/ 15000

= Rp. 9400.4074 ,-/tahun

7. Analisis R/C

Total biaya produksi = biaya tetap + biaya produksi

= Rp. 9.006.111,- + Rp. 132.000.000,- = Rp. 141.006.111,-/tahun

Total pendapatan (@ Rp. 1.000,-) = harga satuan x jumlah produksi

= Rp. 1.000,- x 15000

= Rp. 15.000.000,- x 12 bulan

= Rp. 180.000.000/tahun

8. Keuntungan = Total pendapatan - Total biaya produksi

= Rp. 180.000.000,- - Rp. 141.006.111,-

= Rp. 38.993.889,-/tahun

9. R/C = pendapatan / total biaya produksi

= Rp. 180.000.000,-/ Rp. 141.006.111,-

= 1.276

10. Jangka waktu pengembalian modal = (biaya investasi x massa produksi) / keuntungan

= (Rp. 13.485.000,- x 12 bulan)/Rp. 38.993.889,-

= 4.14 bulan

Page 12: budidaya ganyong 1.pdf

PENUTUP

A. Simpulan

Ganyong (Canna edulis) merupakan tanaman berbentuk herba berumpun dan termasuk kelompok

umbi-umbian. Umbi ganyong dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan bahan baku industri. Ganyong

merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat. Umbi tua dimanfaatkan sebagai sumber pati, umbi

muda dibuat sayur atau dikukus, dan bagian tajuknya untuk pakan ternak. Tepung ganyong dapat diolah

menjadi aneka makanan tradisional, seperti kue kering, roti, kerupuk, mi, dan makanan olahan lainnya

seperti layaknya terigu, dengan rasa yang tidak berubah. Dengan demikian, tepung ganyong dapat menjadi

pengganti terigu. Dalam pati ganyong terdapat 80% karbohidrat dan 18% air.

Kadar pati yang tinggi pada umbi ganyong membuka peluang sebagai bahan baku industri,

seperti sirup glukosa dan alkohol. Umbi ganyong sangat baik untuk pertumbuhan anak balita karena

mengandung fosfor, zat besi, dan kalsium yang tinggi. Umbi ganyong juga berkhasiat obat sebagai

antipiretik dan diuretik, serta untuk penyakit diare, hepatitis akut, hipertensi, radang saluran kencing, dan

panas dalam. Walaupun ganyong memiliki banyak manfaat, konsumsi dan pemanfaatan ganyong masih

terbatas sehingga dapat mengancam kelestariannya. Umbi ganyong dapat menjadi bahan pangan

alternative saat paceklik. Saat harga bahan makanan pokok naik, umbi ganyong dapat menjadi salah satu

pilihan karena cukup murah dan bergizi.

Dari sekian banyak produk yang dapat dibuat dari umbi ganyong, pada tulisan ini dibuat analisis

kelayakan usaha untuk pembuatan tepung ganyong. Tepung ganyong dapat dijadikan subsitusi pengganti

untuk tepung tapioca dalam pembuatan berbagai jenis makanan seperti mie, roti, sereal bayi dan lain-lain.

Untuk satu kilogram tepung ganyong dijual dengan harga Rp. 1.000,-. Harga jual itu ditetapkan dengan

mempertimbangkan total biaya produksi yang bernilai Rp. 141.006.111,-/tahun. Maka dengan harga jual

tersebut dan jumlah produksi 180.000 kilogram dalam setahun, didapat waktu pengembalian modal, yaitu

4,14 bulan yang berarti 4 bulan 14 hari.

B. Saran

Banyak sekali keguanaan tanaman Ganyong ini, maka dari itu diperlukan usaha budidaya

tanaman ini dengan mengikuti peraturan perundang-undangan yang ada. Selain itu, perlu ada suatu usaha

untuk mendongkrak industri-industri berbasiskan umbi ganyong, baik dari daun, akar maupun batangnya.

Usaha tersebut dapat berupa pemberian modal ataupun izin yang tidak berbelit-belit untuk mendirikan

industrinya.

Page 13: budidaya ganyong 1.pdf

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Budidaya Ganyong. http://www.bisnisukm.com/2013/03/budidaya-ganyong.html.

[19 Maret 2013]

Ciptadi, W dan Machfud. 1980. Mempelajari Pendayagunaan Umbi-Umbian Sebagai Sumber Karbohidrat.

Institut Pertanian Bogor. Bogor. IPB, Bogor.

Lingga, P., B. Sarwono, F.Rahardi, C.Raharja, J.J. Anfiastini, Rini W., dan W.H. Apriadji. 1986.

Bertanam Umbi-Umbian. Penebar Swadaya, Jakarta.

Margono, T., D. Suryati., dan S. Hartinah, 1993. Buku Panduan Teknologi Pangan. Pusat Informasi

Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation.

Jakarta.

Rukmana Rahmat. 2000. Ganyong Budi Daya dan Pasca Panen. Yogyakarta: Kanisius.