etap (electric transient analysis program) _ novikaginanto blog

15
novikaginANTO Blog BERBAGI ITU ADALAH HAL YANG INDAH DAN SEDERHANA. MEMBUAT KITA MENJADI MANUSIA YANG LEBIH BERGUNA ETAP (Electric Transient Analysis Program) 24 MAR ETAP (Electric Transient Analysis Program) merupakan suatu software (perangkat lunak) yang digunakan suatu sistem tenaga listrik. Perangkat ini dapat bekerja dalam keadaan offline ( hĴp://en.wikipedia.org /wiki/Online_and_offline ) yaitu untuk simulasi tenaga listrik, dan ( hĴp://en.wikipedia.org /wiki/Dan_%28rank%29 ) juga dalam keadaan online untuk pengelolaan data real time. Analisa tenaga listrik yang daoat dilakukan dengan menggunakan ETAP antara lain : Analisa Aliran Daya (Load Flow Analysis) Analisa Hubung Singkat ( Short Circuit ( hĴp://www.roĴentomatoes.com/m/1018891-short_circuit ) Analysis) Motor Starting Arc Flash Analysis Harmonics Power System Analisa Kestabilan Transien (Transient Stability Analysis) P rotective Device Coordination ( hĴp://en.wikipedia.org/wiki/Power_system_protection ) Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bekerja menggunakan ETAP antara lain O ne Line Diagram ( hĴp://en.wikipedia.org/wiki/One-line_diagram ), merupakan notasi yang disederhanakan untuk sebuah sistem tenaga listrik tiga fasa. Sebagai ganti dari representasi saluran tiga fasa yang terpisah, digunakanlah sebuah konduktor. Hal ini memudahkan dalam pembacaan diagram maupun dalam analisa rangkaian Library, merupakan informasi mengenai semua peralatan yang akan dipakai dalam sistem kelistrikan. Data elektris maupun mekanis dari peralatan yang lengkap dapat mempermudah dan memperbaiki hasil simulasi ataupun analisa Standar yang dipakai , biasanya mengacu pada standar IEC ( hĴp://en.wikipedia.org /wiki/International_Electrotechnical_Commission ) dan ANSI ( hĴp://www.ansi.org/ ). Perbedaan antara standar IEC dan ANSI terletak pada standar frekuensi yang digunakan yang mengakibatkan perbedaan spesifikasi peralatan yang digunakan. Jika pada standar IEC nilai frekuensi yang digunakan adalah 50 Hz, sedangkan pada standar ANSI nilai frekuensi yang digunakan adalah 60 HZ ( hĴp://en.wikipedia.org /wiki/Utility_frequency ) ETAP (Electric Transient Analysis Program) | novikaginANTO Blog http://novikaginanto.wordpress.com/2012/03/24/etap-electric-transient... 1 of 15 29/07/2013 11:55

Upload: hendra-dwi-atmoko

Post on 20-Jan-2016

139 views

Category:

Documents


1 download

DESCRIPTION

tutorial

TRANSCRIPT

Page 1: ETAP (Electric Transient Analysis Program) _ NovikaginANTO Blog

novikaginANTO Blog

BERBAGI ITU ADALAH HAL YANG INDAH DAN SEDERHANA. MEMBUAT KITA MENJADIMANUSIA YANG LEBIH BERGUNA

ETAP (Electric Transient Analysis Program)

24 MARETAP (Electric Transient Analysis Program) merupakan suatu software (perangkat lunak) yang digunakansuatu sistem tenaga listrik. Perangkat ini dapat bekerja dalam keadaan offline (h p://en.wikipedia.org/wiki/Online_and_offline) yaitu untuk simulasi tenaga listrik, dan (h p://en.wikipedia.org/wiki/Dan_%28rank%29) juga dalam keadaan online untuk pengelolaan data real time. Analisa tenagalistrik yang daoat dilakukan dengan menggunakan ETAP antara lain :

Analisa Aliran Daya (Load Flow Analysis)

Analisa Hubung Singkat (Short Circuit (h p://www.ro entomatoes.com/m/1018891-short_circuit)Analysis)

Motor Starting

Arc Flash Analysis

Harmonics Power System

Analisa Kestabilan Transien (Transient Stability Analysis)

Protective Device Coordination (h p://en.wikipedia.org/wiki/Power_system_protection)

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bekerja menggunakan ETAP antara lain

One Line Diagram (hĴp://en.wikipedia.org/wiki/One-line_diagram), merupakan notasi yangdisederhanakan untuk sebuah sistem tenaga listrik tiga fasa. Sebagai ganti dari representasi saluran tigafasa yang terpisah, digunakanlah sebuah konduktor. Hal ini memudahkan dalam pembacaan diagrammaupun dalam analisa rangkaian

Library, merupakan informasi mengenai semua peralatan yang akan dipakai dalam sistem kelistrikan.Data elektris maupun mekanis dari peralatan yang lengkap dapat mempermudah dan memperbaiki hasilsimulasi ataupun analisa

Standar yang dipakai, biasanya mengacu pada standar IEC (h p://en.wikipedia.org/wiki/International_Electrotechnical_Commission) dan ANSI (h p://www.ansi.org/). Perbedaan antarastandar IEC dan ANSI terletak pada standar frekuensi yang digunakan yang mengakibatkan perbedaanspesifikasi peralatan yang digunakan. Jika pada standar IEC nilai frekuensi yang digunakan adalah 50 Hz,sedangkan pada standar ANSI nilai frekuensi yang digunakan adalah 60 HZ (h p://en.wikipedia.org/wiki/Utility_frequency)

ETAP (Electric Transient Analysis Program) | novikaginANTO Blog http://novikaginanto.wordpress.com/2012/03/24/etap-electric-transient...

1 of 15 29/07/2013 11:55

Page 2: ETAP (Electric Transient Analysis Program) _ NovikaginANTO Blog

ETAP (Electric Transient Analysis Program) | novikaginANTO Blog http://novikaginanto.wordpress.com/2012/03/24/etap-electric-transient...

2 of 15 29/07/2013 11:55

Page 3: ETAP (Electric Transient Analysis Program) _ NovikaginANTO Blog

Standar IEC Standar ANSI

Study Case, berisikan parameter-parameter yang berhubungan dengan metode studi yang akandilakukan dan format hasil analisa

Di bawah ini merupakan gambar dari perangkat ETAP

ETAP (Electric Transient Analysis Program) | novikaginANTO Blog http://novikaginanto.wordpress.com/2012/03/24/etap-electric-transient...

3 of 15 29/07/2013 11:55

Page 4: ETAP (Electric Transient Analysis Program) _ NovikaginANTO Blog

Berikut ini merupakan beberapa elemen yang digunakan dalam single line diagram

Generator

Merupakan suatu mesin listrik yang berfungsi untuk membangkitkan listrik

Transformator

Merupakan peralatan yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan dengan rasiotertentu sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan

Standar ANSI Standar IEC

Pemutus Rangkaian (Circuit Breaker)

Merupakan peralatan yang berfungsi untuk untuk melindungi sebuah rangkaian listrik dari kerusakanyang disebabkan oleh kelebihan beban atau hubungan pendek.

Circuit Breaker untuk High Voltage dan Low Voltage

Beban

Terdapat 2 beban dalam ETAP, yaitu Static Load dan Lumped Load

Static Load Lumped Load

ETAP (Electric Transient Analysis Program) | novikaginANTO Blog http://novikaginanto.wordpress.com/2012/03/24/etap-electric-transient...

4 of 15 29/07/2013 11:55

Page 5: ETAP (Electric Transient Analysis Program) _ NovikaginANTO Blog

Dari sekian analisa yang dapat dilakukan menggunakan ETAP, terdapat tiga analisa yang akan dibahaskali ini. Analisa tersebut yaitu Load Flow Analysis (Analisa Aliran Daya), Short Circuit Analysis (AnalisaHubung Singkat), dan Motor Acceleration Analysis.

Load Flow Analysis (Analisa Aliran Daya)1.

Analisa aliran daya merupakan suatu analisa aliran daya aktif (P) dan daya reaktif (Q) dari suatu sistempembangkit (sisi pengirim) melalui suatu saliran transmisi hingga sampai ke beban (sisi penerima).Idealnya, daya yang dikirim akan sama dengan daya yang diterimadi beban adalah sama. Namun padakenyataannya, daya yang dikirim di sisi pengirim tidak sama dengan daya yang diterima di sisi beban. Halini disebabkan beberapa hal

Impedansi di saluran transmisi.Impedansi di saluran transmisi dapat terjadi karena berbagai hal dan sudah mencakup resultan antarahambatan resistif, induktif dan kapasitif. Hal ini yang menyebabkan rugi-rugi daya karena terkonversiatau terbuang menjadi energi lain dalam transfer energi.

1.

Tipe beban yang tersambung jalur.Ada 3 tipe beban, yaitu resistif, induktif, dan kapasitif. Resultan antara besaran hambatan kapasitifdan induktif akan mempengaruhi PF sehingga mempengaruhi perbandingan antara besarnya dayayang ditransfer dengan yang diterima.

2.

Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk menghitung aliran daya, antara lain

Accelerated Gauss-Seidel Method

Hanya butuh sedikit nilai masukan, tetapi lambat dalam kecepatan perhitungan.

Newton Raphson MethodCepat dalam perhitungan tetapi membutuhkan banyak nilai masukan dan parameter.First Order Derivative digunakan untuk mempercepat perhitungan.

Fast Decoupled Method

Dua set persamaan iterasi, antara sudut tegangan, daya reaktif dengan magnitude teganganCepat dalam perhitungan namun kurang presisiBaik untuk sistem radial dan sistem dengan jalur panjang

Pada analisa aliran daya ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aliran daya yang berupa pengaruhdari variasi beban dan rugi-rugi transmisi pada aliran daya dan juga mengetahui adanya tegangan jatuh(drop voltage) pada sisi beban.

Contoh hasil analisis aliran daya

ETAP (Electric Transient Analysis Program) | novikaginANTO Blog http://novikaginanto.wordpress.com/2012/03/24/etap-electric-transient...

5 of 15 29/07/2013 11:55

Page 6: ETAP (Electric Transient Analysis Program) _ NovikaginANTO Blog

Short Circuit Analysis (Analisa Hubung Singkat)1.

Hubung Singkat (Short Circuit) adalah suatu peristiwa terjadinya hubungan bertegangan atau penghantartidak bertegangan secara langsung tidak melalui media (resistor/beban) yang semestinya sehingga terjadialiran arus yang tidak normal (sangat besar) yang biasa disebut arus hubung singkat. Adanya hubungsingkat menimbulkan arus lebih yang pada umumnya jauh lebih besar daripada arus pengenal peralatandan terjadi penurunan tegangan pada sistem tenaga listrik, sehingga bila gangguan tidak segeradihilangkan dapat merusak peralatan dalam sistem tersebut. Besarnya arus hubung singkat yang terjadisangat dipengaruhi oleh jumlah pembangkit yang masuk pada sistem, letak gangguan dan jenisgangguan.

Ada 2 jenis gangguan hubung singkat berdasarkan jenis arus gangguannya, yaitu gangguan simetris dangangguan asimetris. Gangguan simetris adalah gangguan yang arus gangguannya seimbang, dansebaliknya gangguan asimetris adalah gangguan yang arus gangguannya tidak seimbang. Perhitungantegangan dan arus pada titik hubung singkat dapat dilakukan apabila sistem sederhana atau seimbang.Apabila sistem tidak seimbang maka digunakan metode komponen simetri untuk menganalisanya.

Tiga komponen simetris antara lain:

Komponen Urutan Positif (Positive Sequence Component)Merupakan komponen yang terdiri dari tiga fasor yang sama besarnya, terpisah satu dengan yang laindalam fasa 120 dan mempunyai urutan fasa yang sama dengan fasor aslinya (ditandai dengansubscript 1)

1.

Komponen Urutan Negatif (Negative Sequence Component)Merupakan komponen yang terdiri dari tiga fasor yang sama besarnya, terpisah satu dengan yang laindalam fasa 120 dan mempunyai urutan fasa yang berbeda dengan fasor aslinya (ditandai dengansubscript 2)

2.

Komponen Urutan Nol (Zero Sequence Component)Merupakan komponen yang terdiri dari tiga fasor yang sama besarnya dan tidak ada pergeseran fasaantara fasor yang satu dengan yang lain (ditandai dengan subscript 0)

3.

0

0

ETAP (Electric Transient Analysis Program) | novikaginANTO Blog http://novikaginanto.wordpress.com/2012/03/24/etap-electric-transient...

6 of 15 29/07/2013 11:55

Page 7: ETAP (Electric Transient Analysis Program) _ NovikaginANTO Blog

Selain berdasarkan jenis arus gangguannya, ada juga gangguan hubung singkat lainnya dalam sistemtenaga listrik antara lain hubung singkat 3 phasa, 2 phasa, 2 phasa ke tanah, dan satu phasa ke tanah.Tabel berikut menunjukkan berbagai jenis gangguan hubung singkat dalam sistem tenaga listrik:

ETAP (Electric Transient Analysis Program) | novikaginANTO Blog http://novikaginanto.wordpress.com/2012/03/24/etap-electric-transient...

7 of 15 29/07/2013 11:55

Page 8: ETAP (Electric Transient Analysis Program) _ NovikaginANTO Blog

Motor Acceleration Analysis1.

Masalah pada saat starting motor induksi yang umum menjadi perhatian adalah pada motor-motorinduksi tiga fasa yang memiliki kapasitas yang besar. Selama periode waktu starting, motor pada sistemakan dianggap sebagai sebuah impedansi kecil yang terhubung dengan sebuah bus. Motor akanmengambil arus yang besar dari sistem, sekitar enam kali arus ratingnya, dan bisa menyebabkan voltagedrop pada sistem serta menyebabkan gangguan pada operasi beban yang lain. Hal ini dikarenakan padamotor, khususnya motor induksi, akan terjadi lonjakan arus pada saat starting. Lonjakan arus inidisebabkan oleh kondisi motor yang masih diam saat akan distart. Karena rotor belum bergerak,kecepatan relatif rotor terhadap medan magnet putar saat start akan maksimal sehingga tegangan yangdiinduksikannya akan maksimal pula dan mengakibatkan nilai arus yang mengalir akan sangat besar.

Hal lain yang menyebabkan lonjakan arus tersebut adalah adanya inrush current, yang disebabkan olehsifat motor yang dianalogikan sebagai suatu induktor besar. Resistansi motor sangat kecil biladibandingkan dengan induktansinya, sehingga saat starting, di mana induktansi motor masih bisadiabaikan, impedansinya hanya berasal dari resistansi yang bernilai kecil, dan menyebabkan arus yangmengalir akan sangat tinggi nilainya.

Walaupun arus start yang besar tersebut hanya berlangsung dalam waktu yang cukup singkat, namun haltersebut juga menyebabkan jatuh tegangan (voltage drop) sesaat yang disebut dengan voltage dip.Voltage Dip adalah penurunan tegangan antara (10 – 90) % dari tegangan nominal yang terjadi dalamwaktu yang relatif singkat (0,5 cycle – beberapa detik). Efek yang merugikan akibat voltage dip inimeliputi :

1. Torsi yang bersifat transient yang dapat menyebabkan stress (tekanan) yang berlebih pada sistemmekanisnya.

2. Menghambat akselerasi (percepatan) putaran motor menuju kecepatan normal.

3. Kegagalan kerja dari peralatan – peralatan lainnya seperti relay, contactor dan menyebabkan flickercahaya yang cukup mengganggu.

Demi menjaga gar motor tetap beroperasi dan mencegah kegagalan kerja motor untuk mencapaikecepatan nominalnya, maka sebaiknya voltage dip tidak sampai di bawah 70% dari tegangan nominal.Ini dengan menganggap bahwa flicker cahaya bukanlah suatu hal yang mengganggu. Namun, jika faktorkualitas operasional dan pelayanan adalah hal yang utama, maka batasan voltage dip yang diizinkanadalah 10%.

Untuk menanggualangi lonjakan arus ini, dapat digunakan beberapa cara starting motor induksi, antaralain:

a.Direct On Line starter

Direct On Line starter merupakan starting langsung. Penggunaan metoda ini sering dilakukan untuk

ETAP (Electric Transient Analysis Program) | novikaginANTO Blog http://novikaginanto.wordpress.com/2012/03/24/etap-electric-transient...

8 of 15 29/07/2013 11:55

Page 9: ETAP (Electric Transient Analysis Program) _ NovikaginANTO Blog

motor-motor ac yang mempunyai kapasitas daya yang kecil. Pengertian penyambungan langsung disini,motor yang akan dijalankan langsung di switch on ke sumber tegangan jala-jala sesuai dengan besartegangan nominal motor. Artinya tidak perlu mengatur atau menurunkan tegangan pada saat starting(lihat gambar).

(h p://3.bp.blogspot.com/_lnHwynRKaHU/SUOGk7mSnTI/AAAAAAAAABc/UhDkIamqpRY/s1600-h/Image1.jpg)

Besar arus startnya dari 4 sampai 7 dari arus beban penuhnya (bila tidak diketahui biasanya dipakai 6xarus beban penuhnya). Starter ini terdiri dari Breaker sebagai proteksi hubung singkat, MagnetikContactor, Over Currrent Relay dan komponen control seperti push bu on, MCB dan pilot lamp. KontrolStart dan Stop dilakukan dengan push bu on yang mengontrol tegangan pada coil contactor. Sementaraitu output OCR terangkai secara serrie sehingga jika OCR trip, maka output OCR akan melepas teganganke coil contactor. Komponen penyusun starter ini harus mempunyai ampacity yang cukup besar. Perludiperhitungkan juga arus saat start motor, demikian juga ukuran range overloadnya.

b.Star Delta starter

Starter ini mengurangi lonjakan arus dan torsi pada saat start. Tersusun atas 3 buah contactor yaitu MainContactor, Star Contactor dan Delta Contactor, Timer untuk pengalihan dari Star ke Delta serta sebuahoverload relay. Pada saat start, starter terhubung secara Star. Gulungan stator hanya menerima tegangansekitar 0,578 (seper akar tiga) dari tegangan line. Jadi arus dan torsi yang dihasilkan akan lebih kecil daripada DOL Starter. Setelah mendekati speed normal starter akan berpindah menjadi terkoneksi secaraDelta. Starter ini akan bekerja dengan baik jika saat start motor tidak terbebani dengan berat.

ETAP (Electric Transient Analysis Program) | novikaginANTO Blog http://novikaginanto.wordpress.com/2012/03/24/etap-electric-transient...

9 of 15 29/07/2013 11:55

Page 10: ETAP (Electric Transient Analysis Program) _ NovikaginANTO Blog

(h p://4.bp.blogspot.com/_lnHwynRKaHU/SUOEXC4yMuI/AAAAAAAAAAU/Xh8zJidlYvA/s1600-h/Image2.jpg)

Pada star delta starter, arus yang mengalir adalah

(h p://2.bp.blogspot.com/_lnHwynRKaHU/SUOEieqHoZI/AAAAAAAAAAc/DJQSlFTMPwQ/s1600-h/Image3-1.jpg)

dimana,

I = Arus start langsung

c.Autotransformer starter

Starting dengan cara ini adalah dengan menghubungkan motor pada tap tegangan sekunderautotransformer terendah. Setelah beberapa saat motor dipercepat tap autotransformer diputuskan darirangkaian dan motor terhubung langsung pada tegangan penuh.

DOL

ETAP (Electric Transient Analysis Program) | novikaginANTO Blog http://novikaginanto.wordpress.com/2012/03/24/etap-electric-transient...

10 of 15 29/07/2013 11:55

Page 11: ETAP (Electric Transient Analysis Program) _ NovikaginANTO Blog

(h p://1.bp.blogspot.com/_lnHwynRKaHU/SUOE4h0NVqI/AAAAAAAAAAk/W3nlbyz4TSc/s1600-h/Image3.jpg)

Pada autotransformer starter, arus yang mengalir adalah

(h p://4.bp.blogspot.com/_lnHwynRKaHU/SUOFQch1oMI/AAAAAAAAAAs/dPpxTtkChEU/s1600-h/Image4.jpg)

dmana :

V = Tegangan sekunder dari Auto-Transformer

V = Tegangan supply

I = Arus start langsung

d.Soft starter

Soft starter dipergunakan untuk mengatur/ memperhalus start dari elektrik motor. Prisip kerjanya adalahdengan mengatur tegangan yang masuk ke motor. Pertama-tama motor hanya diberikan tegangan yangrendah sehingga arus dan torsipun juga rendah. Pada level ini motor hanya sekedar bergerak perlahandan tidak menimbulkan kejutan. Selanjutnya tegangan akan dinaikan secara bertahap sampai ke nominaltegangannya dan motor akan berputar dengan dengan kondisi RPM yang nominal.

m

1

DOL

ETAP (Electric Transient Analysis Program) | novikaginANTO Blog http://novikaginanto.wordpress.com/2012/03/24/etap-electric-transient...

11 of 15 29/07/2013 11:55

Page 12: ETAP (Electric Transient Analysis Program) _ NovikaginANTO Blog

(h p://1.bp.blogspot.com/_lnHwynRKaHU/SUOFccGid1I/AAAAAAAAAA0/8nL9W7lnrS4/s1600-h/Image5.jpg)

Komponen utama softstarter adalah thyristor dan rangkaian yang mengatur trigger thyristor. Sepertidiketahui, output thyristor dapat di atur via pin gate nya. Rangkaian tersebut akan mengontrol leveltegangan yang akan dikeluarkan oleh thyristor. Thyristor yang terpasang bisa pada 2 phase atau 3 phase.

(h p://2.bp.blogspot.com/_lnHwynRKaHU/SUOFuCP0mmI/AAAAAAAAAA8/8gdpgjGHspY/s1600-h/Image6.jpg)

Selain untuk starting motor, Softstarter juga dilengkapi fitur soft stop. Jadi saat stop, tegangan jugadikurangi secara perlahan atau tidak dilepaskan begitu saja seperti pada starter yang menggunakancontactor.

(h p://2.bp.blogspot.com/_lnHwynRKaHU/SUOFuFngz5I/AAAAAAAAABE/Owrnb8lI8gs/s1600-h/Image7.jpg)

e.Frequency drive

Frequency Drive sering disebut juga dengan VSD (Variable Speed Drive), VFD (Variable frequency Drive)atau Inverter. VSD terdiri dari 2 bagian utama yaitu penyearah tegangan AC (50 atau 60 HZ) ke DC danbagian kedua adalah membalikan dari DC ke tegangan AC dengan frequency yang diinginkan. VSD

ETAP (Electric Transient Analysis Program) | novikaginANTO Blog http://novikaginanto.wordpress.com/2012/03/24/etap-electric-transient...

12 of 15 29/07/2013 11:55

Page 13: ETAP (Electric Transient Analysis Program) _ NovikaginANTO Blog

memanfaatkan sifat motor sesuai dengan rumus sbb:

(h p://1.bp.blogspot.com/_lnHwynRKaHU/SUOFuUoCtmI/AAAAAAAAABM/oSQUDsiY4Kc/s1600-h/Image8.jpg)

di mana RPM = kecepatan merupakan putaran dalam motor

f = frekuensi

p = jumlah kutub motor

Dengan demikian jika frekuensi motor ditingkatkan maka akan meningkatkan kecepatan motor,sebaliknya dengan memperkecil frekuensi akan memperlambat kecepatan motor.

Pengendalian frekuensi motor menggunakan rangkaian inverter, seperti pada gambar:

(h p://1.bp.blogspot.com/_lnHwynRKaHU/SUOFu41gNvI/AAAAAAAAABU/YKSny6OXe5g/s1600-h/Image9.jpg)

Prinsip kerja inverter yang sedehana adalah :

Tegangan yang masuk dari jala jala 50 Hz dialirkan ke board Rectifier/ penyearah DC, dan ditampungke bank capacitor. Jadi dari AC di jadikan DC.Tegangan DC kemudian diumpankan ke board inverter untuk dijadikan AC kembali dengan frekuensisesuai kebutuhan. Jadi dari DC ke AC yang komponen utamanya adalah Semiconduktor aktif sepertiIGBT (Insulated Gate Bipolar Transistor). Dengan menggunakan frekuensi carrier (bisa sampai 20kHz), tegangan DC dicacah dan dimodulasi sehingga keluar tegangan dan frekuensi yang diinginkan.

Pengontrolan start, stop, jogging dll bisa dilakukan dengan dua cara yaitu via local dan remote. Localmaksudnya adalah dengan menekan tombol pada keypad di inverternya. Sedangkan remote denganmenghubungkan terminal di board control dengan tombol external seperti push bu on atau switch.Masing masing option tersebut mempunyai kelemahan dan keunggulan sendiri sendiri.

Frekuensi dikontrol dengan berbagai macam cara yaitu : melalui keypad (local), dengan externalpotensiometer, Input 0 ~ 10 VDC , 4 ~ 20 mA atau dengan preset memori. Semua itu bisa dilakukandengan mengisi parameter program yang sesuai.

Pada tabel berikut diberikan perbandingan performa dari aneka metode yang umum digunakan sebagaimetode soft starting pada motor induksi, khususnya motor induksi tiga fasa.

ETAP (Electric Transient Analysis Program) | novikaginANTO Blog http://novikaginanto.wordpress.com/2012/03/24/etap-electric-transient...

13 of 15 29/07/2013 11:55

Page 14: ETAP (Electric Transient Analysis Program) _ NovikaginANTO Blog

Download Software ETAP 7.0 klik Disini (h p://novikaginanto.wordpress.com/2012/11/29/download-software-etap-7-0-full-version/)

7 CommentsPosted by novikaginanto on March 24, 2012 in Uncategorized

7 Responses to ETAP (Electric Transient Analysis Program)

charlz_ar

June 20, 2012 at 6:20 PM

thanx brodex… tulisan anda sangat membantu. padahal saya sudah kalang kabut, untungnya tuhanmasih menggunakan anda sebagai perantara untuk membantu saya. anda beruntung, digunakantuhan sebagai perantara. sampaikan salam saya pada Tuhan anda. GBU

Reply

mufatdhal

September 7, 2012 at 2:36 PM

mas tolong dibuat juga contoh real casenya kemudian parameter apa aja yang harus kita masukkannilainya terimakasih

ETAP (Electric Transient Analysis Program) | novikaginANTO Blog http://novikaginanto.wordpress.com/2012/03/24/etap-electric-transient...

14 of 15 29/07/2013 11:55

Page 15: ETAP (Electric Transient Analysis Program) _ NovikaginANTO Blog

Reply

farhan

October 29, 2012 at 10:26 AM

Artikelnya bagus mas,,jangan bosen share ya

Reply

Lmar Pasaribu

January 17, 2013 at 12:11 PM

mas bisa di download ga softwarenya nee

Reply

ahmad

February 20, 2013 at 11:03 AM

thanx gan,,,artikelnya sangat membantu.

Reply

adith

February 21, 2013 at 9:42 PM

bagaimana cara menghitung losses secara etap dan manual, coba anda tunjukan hasilnya berapaperbandingannya?

Reply

jabbar

April 29, 2013 at 9:35 AM

Boss yang etap 7 ini udah crack2 an ? thanks

Reply

Blog at WordPress.com. The Choco Theme.

Entries (RSS) and Comments (RSS)

ETAP (Electric Transient Analysis Program) | novikaginANTO Blog http://novikaginanto.wordpress.com/2012/03/24/etap-electric-transient...

15 of 15 29/07/2013 11:55