pemilu dan sistem pemilu

of 27 /27
PEMILU DAN PEMILU DAN SISTEM PEMILU SISTEM PEMILU

Upload: yahdi-furqon-busnia

Post on 31-Jul-2015

197 views

Category:

Documents


28 download

TRANSCRIPT

Page 1: Pemilu Dan Sistem Pemilu

PEMILU DAN PEMILU DAN SISTEM PEMILUSISTEM PEMILU

Page 2: Pemilu Dan Sistem Pemilu

DEMOKRASIDEMOKRASI Dalam khasanah ilmu politik, secara umum dapat kita katakan Dalam khasanah ilmu politik, secara umum dapat kita katakan

bahwa demokrasi merupakan bentuk pemerintahan dimana bahwa demokrasi merupakan bentuk pemerintahan dimana formulasi kebijakan, secara langsung atau tidak langsung, amat formulasi kebijakan, secara langsung atau tidak langsung, amat ditentukan oleh suara terbanyak dari warga masyarakat yang ditentukan oleh suara terbanyak dari warga masyarakat yang memiliki hak memilih dan dipilih, melalui wadah pembentukan memiliki hak memilih dan dipilih, melalui wadah pembentukan suaranya dalam keadaan bebas dan tanpa paksaan.suaranya dalam keadaan bebas dan tanpa paksaan. Dalam rangka Dalam rangka mewujudkan demokrasi tersebut, Henry B. Mayomewujudkan demokrasi tersebut, Henry B. Mayo mengemukaan mengemukaan nilai-nilai sebagai berikut:nilai-nilai sebagai berikut:

1.1. Menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga Menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga (institutionalized peaceful settlement of conflict)(institutionalized peaceful settlement of conflict)

2.2. Menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu Menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah masyarakat yang sedang berubah (peaceful change in a changing (peaceful change in a changing society)society)

3.3. Menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur Menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur (orderly (orderly succession of rulers)succession of rulers)

4.4. Membatasi pemakaian kekerasan sampai minimum Membatasi pemakaian kekerasan sampai minimum (minimum of (minimum of coercion)coercion)

5.5. Mengakui serta menganggap wajar adanya keanekaragaman Mengakui serta menganggap wajar adanya keanekaragaman (diversity)(diversity)

6.6. Menjamin tegaknya keadilanMenjamin tegaknya keadilan..

Page 3: Pemilu Dan Sistem Pemilu

Menurut Affan GaffarMenurut Affan Gaffar, , sejumlah ilmuwan politik sejumlah ilmuwan politik merumuskan parameter atau indikator-indikator merumuskan parameter atau indikator-indikator terlaksananya demokrasi pada sebuah negara jika terlaksananya demokrasi pada sebuah negara jika memenuhi beberapa unsur antara lain:memenuhi beberapa unsur antara lain:

1.1. AkuntabilitasAkuntabilitas2.2. Rotasi KekuasaanRotasi Kekuasaan 3.3. Rekruitmen politik yang terbukaRekruitmen politik yang terbuka 4.4. Pemilihan umumPemilihan umum 5.5. Menikmati hak-hak dasarMenikmati hak-hak dasar

Dalam suatu negara demokratis pemilihan umum biasanya Dalam suatu negara demokratis pemilihan umum biasanya dilaksanakan secara teratur dan berkesinambungan. Setiap dilaksanakan secara teratur dan berkesinambungan. Setiap warga negara yang sudah dewasa mempunyai hak untuk warga negara yang sudah dewasa mempunyai hak untuk memilih dan dipilih serta mempunyai kebebasan untuk memilih dan dipilih serta mempunyai kebebasan untuk menggunakan haknya tersebut sesuai dengan kehendak menggunakan haknya tersebut sesuai dengan kehendak hati nuraninya. Dalam hal ini mereka mempunyai hati nuraninya. Dalam hal ini mereka mempunyai kebebasan untuk menentukan partai dan atau calon mana kebebasan untuk menentukan partai dan atau calon mana yang akan didukungnya tanpa ada rasa takut atau paksaan yang akan didukungnya tanpa ada rasa takut atau paksaan dari orang lain.Para pemilih juga bebas mengikuti segala dari orang lain.Para pemilih juga bebas mengikuti segala macam aktivitas pemilihan umum, seperti kegiatan macam aktivitas pemilihan umum, seperti kegiatan kampanye dan menyaksikan penghitungan suara.kampanye dan menyaksikan penghitungan suara.

Page 4: Pemilu Dan Sistem Pemilu

PENGERTIAN PEMILIHAN PENGERTIAN PEMILIHAN UMUM (PEMILU)UMUM (PEMILU)

Secara universal pemilihan umum adalah lembaga Secara universal pemilihan umum adalah lembaga sekaligus proses politik yang memungkinkan terbentuknya sekaligus proses politik yang memungkinkan terbentuknya pemerintahan perwakilan.pemerintahan perwakilan.

PemiluPemilu adalah proses pemilihan orang-orang untuk adalah proses pemilihan orang-orang untuk mengisi jabatan-jabatan mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan tertentu. Jabatan-jabatan tersebut beraneka-ragam, mulai dari presiden, wakil tersebut beraneka-ragam, mulai dari presiden, wakil rakyat di berbagai tingkat pemerintahan, sampai kepala rakyat di berbagai tingkat pemerintahan, sampai kepala desa.desa.

Menurut Dahl merupakan gambaran ideal dan maksimal Menurut Dahl merupakan gambaran ideal dan maksimal bagi suatu pemerintahan demokrasi di zaman modern.bagi suatu pemerintahan demokrasi di zaman modern.

Pemilu merupakan salah satu usaha untuk mempengaruhi Pemilu merupakan salah satu usaha untuk mempengaruhi rakyat secara persuasif (tidak memaksa) dengan rakyat secara persuasif (tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan retorika, melakukan kegiatan retorika, public relationspublic relations, komunikasi , komunikasi massa, massa, lobbylobby dan kegiatan lain-lain. Meskipun agitasi dan dan kegiatan lain-lain. Meskipun agitasi dan propaganda di Negara demokrasi sangat dikecam, namun propaganda di Negara demokrasi sangat dikecam, namun dalam kampanye pemilihan umum, teknik agitasi dan dalam kampanye pemilihan umum, teknik agitasi dan teknik propaganda banyak juga dipakai oleh para kandidat teknik propaganda banyak juga dipakai oleh para kandidat atau politikus selalu komunikator politik.atau politikus selalu komunikator politik.

Page 5: Pemilu Dan Sistem Pemilu

Dalam Pemilu, para pemilih dalam Pemilu Dalam Pemilu, para pemilih dalam Pemilu juga disebut konstituen, dan kepada juga disebut konstituen, dan kepada merekalah para peserta Pemilu menawarkan merekalah para peserta Pemilu menawarkan janji-janji dan program-programnya pada janji-janji dan program-programnya pada masa kampanye. Kampanye dilakukan selama masa kampanye. Kampanye dilakukan selama waktu yang telah ditentukan, menjelang hari waktu yang telah ditentukan, menjelang hari pemungutan suara.pemungutan suara.

Setelah pemungutan suara dilakukan, proses Setelah pemungutan suara dilakukan, proses penghitungan dimulai.Pemenang Pemilu penghitungan dimulai.Pemenang Pemilu ditentukan oleh aturan main atau sistem ditentukan oleh aturan main atau sistem penentuan pemenang yang sebelumnya telah penentuan pemenang yang sebelumnya telah ditetapkan dan disetujui oleh para peserta, ditetapkan dan disetujui oleh para peserta, dan disosialisasikan ke para pemilih.dan disosialisasikan ke para pemilih.

Page 6: Pemilu Dan Sistem Pemilu

ALASAN PENTINGNYA DEMOKRASI DALAM BAGI ALASAN PENTINGNYA DEMOKRASI DALAM BAGI KEHIDUPAN DEMOKRASIKEHIDUPAN DEMOKRASI

Melalui pemilu memungkinkan suatu Melalui pemilu memungkinkan suatu komunitas politik melakukan komunitas politik melakukan transfer kekuasaan secara damai.transfer kekuasaan secara damai.

Melalui pemilu akan tercipta Melalui pemilu akan tercipta pelembagaan konflik. Przeworski pelembagaan konflik. Przeworski mencatat bahwa demokrasi mencatat bahwa demokrasi merupakan hasil kontingen dari merupakan hasil kontingen dari konflik.konflik.

Page 7: Pemilu Dan Sistem Pemilu

TUJUAN PEMILUTUJUAN PEMILU

Menurut Ramlan Surbakti:Menurut Ramlan Surbakti:1.1. Sebagai mekanisme untuk menyeleksi Sebagai mekanisme untuk menyeleksi

para pemimpin pemerintahan dan para pemimpin pemerintahan dan alternatif kebijakan umumalternatif kebijakan umum

2.2. Pemilihan umum merupakan mekanisme Pemilihan umum merupakan mekanisme untuk memindahkan konflik kepentingan untuk memindahkan konflik kepentingan dari masyarakat kepada badan-badan dari masyarakat kepada badan-badan perwakilan rakyat agar integrasi perwakilan rakyat agar integrasi masyarakat tetap terjaminmasyarakat tetap terjamin

3.3. Sebagai sarana mobilisasi dan atau/ Sebagai sarana mobilisasi dan atau/ menggalang dukungan rakyat terhadap menggalang dukungan rakyat terhadap negara dan pemerintahan dengan jalan negara dan pemerintahan dengan jalan ikut serta dalam proses politik.ikut serta dalam proses politik.

Page 8: Pemilu Dan Sistem Pemilu

FUNGSI PEMILIHAN FUNGSI PEMILIHAN UMUMUMUM

Pemilu adalah sebuah mekanisme Pemilu adalah sebuah mekanisme politik untuk mengartikulasi aspirasi politik untuk mengartikulasi aspirasi dan kepentingan warga negara. dan kepentingan warga negara. Setidaknya ada empat fungsi pemilu Setidaknya ada empat fungsi pemilu yang terpenting;yang terpenting;

1.1. Legitimasi politik, Legitimasi politik,

2.2. Terciptanya perwakilan politik Terciptanya perwakilan politik

3.3. Sirkulasi elit politik Sirkulasi elit politik

4.4. Pendidikan politik Pendidikan politik

Page 9: Pemilu Dan Sistem Pemilu

FUNGSI LEGITIMASIFUNGSI LEGITIMASI Ada tiga alasan mengapa pemilu bisa menjadi sarana legitimasi Ada tiga alasan mengapa pemilu bisa menjadi sarana legitimasi politik:politik:

Melalui pemilu pemerintah bisa meyakinkan atau setidaknya Melalui pemilu pemerintah bisa meyakinkan atau setidaknya memperbaharui kesepakatan-kesepakatan politik dengan rakyat memperbaharui kesepakatan-kesepakatan politik dengan rakyat

Melalui pemilu pemerintah dapat mempengaruhi perilaku rakyat Melalui pemilu pemerintah dapat mempengaruhi perilaku rakyat atau warganegara (pemilu bisa jadi alat kooptasi pemerintah atau warganegara (pemilu bisa jadi alat kooptasi pemerintah untuk meningkatkan respon rakyat terhadap kebijakan-untuk meningkatkan respon rakyat terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuatnya kebijakan yang dibuatnya

Pemerintah dapat mengandalkan kesepakatan dengan rakyat Pemerintah dapat mengandalkan kesepakatan dengan rakyat dibandingkan dengan paksaan (Fungsi ini merupakan kebutuhan dibandingkan dengan paksaan (Fungsi ini merupakan kebutuhan rakyat, dalam rangka mengevaluasi maupun mengontrol rakyat, dalam rangka mengevaluasi maupun mengontrol perilaku pemerintah dan program serta kebijakan yang perilaku pemerintah dan program serta kebijakan yang dihasilkandihasilkan

Hanna F. Pitkin membagi dua tipe perwakilan: Hanna F. Pitkin membagi dua tipe perwakilan: Tipe delegasi atau utusan yaitu wakil yang memperoleh mandat Tipe delegasi atau utusan yaitu wakil yang memperoleh mandat

dari rakyat, sehingga merasa terikat dengan aspirasi dan dari rakyat, sehingga merasa terikat dengan aspirasi dan kepentingan rakyat kepentingan rakyat

Tipe independen, yaitu wakil yang tidak terikat pada aspirasi Tipe independen, yaitu wakil yang tidak terikat pada aspirasi dan kepentingan rakyat pemilih. dan kepentingan rakyat pemilih.

Page 10: Pemilu Dan Sistem Pemilu

FUNGSI PERWAKILAN FUNGSI PERWAKILAN POLITIKPOLITIK

Fungsi ini merupakan kebutuhan Fungsi ini merupakan kebutuhan rakyat, dalam rangka mengevaluasi rakyat, dalam rangka mengevaluasi maupun mengontrol perilaku maupun mengontrol perilaku pemerintah dan program serta pemerintah dan program serta kebijakan yang dihasilkan .kebijakan yang dihasilkan .

Pemilu merupakan mekanisme Pemilu merupakan mekanisme demokratis bagi rakyat untuk demokratis bagi rakyat untuk menentukan wakil-wakil yang dapat menentukan wakil-wakil yang dapat dipercaya dalam pemerintahan dan dipercaya dalam pemerintahan dan lembaga legislatif lembaga legislatif

Page 11: Pemilu Dan Sistem Pemilu

FUNGSI SIRKULASI ELITFUNGSI SIRKULASI ELIT Keterkaitan pemilu dengan sirkulasi elit didasarkan Keterkaitan pemilu dengan sirkulasi elit didasarkan

pada asumsi bahwa elit berasal dari dan bertugas pada asumsi bahwa elit berasal dari dan bertugas mewakili rakyat luas.mewakili rakyat luas.

Pemilu merupakan jalur dan sarana langsung untuk Pemilu merupakan jalur dan sarana langsung untuk mendapatkan posisi sebagai elit penguasamendapatkan posisi sebagai elit penguasa

KolabinskaKolabinska mengembangkan tiga tipologi sirkulasi elit: mengembangkan tiga tipologi sirkulasi elit: Elit yang berasal dari segmen elit penguasa itu Elit yang berasal dari segmen elit penguasa itu

sendiri- jadi hanya berganti kedudukan sebagai sendiri- jadi hanya berganti kedudukan sebagai penguasa.penguasa.

Elit yang berasal dari warga non elit yang direkrut Elit yang berasal dari warga non elit yang direkrut atau mendapatkan posisi sebagai elit penguasa atau mendapatkan posisi sebagai elit penguasa

Elit baru yang memenangkan pertarungan dengan Elit baru yang memenangkan pertarungan dengan elit penguasa, kemudian menggantikan yang kalah elit penguasa, kemudian menggantikan yang kalah

Page 12: Pemilu Dan Sistem Pemilu

FUNGSI PENDIDIKAN FUNGSI PENDIDIKAN POLITIKPOLITIK

Pemilihan umum merupakan salah Pemilihan umum merupakan salah satu bentuk pendidikan politik satu bentuk pendidikan politik rakyat yang bersifat langsung, rakyat yang bersifat langsung, terbuka dan massal. terbuka dan massal.

Pemilu diharapkan dapat Pemilu diharapkan dapat mencerdaskan pemahaman politik mencerdaskan pemahaman politik dan meningkatkan kesadaran dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai demokrasi. masyarakat mengenai demokrasi.

Page 13: Pemilu Dan Sistem Pemilu

SISTEM PEMILIHAN SISTEM PEMILIHAN UMUMUMUM

Sistem Pemilu adalah seperangkat Sistem Pemilu adalah seperangkat metode yang mengatur warga negara metode yang mengatur warga negara memilih para wakilnya.memilih para wakilnya.

Sistem pemilihan ini bisa berupa Sistem pemilihan ini bisa berupa seperangkat metode untuk mentransfer seperangkat metode untuk mentransfer suara pemilih ke dalam suatu kursi di suara pemilih ke dalam suatu kursi di lembaga legislatif atau parlemen.lembaga legislatif atau parlemen.

Sistem pemilihan ini pada dasarnya Sistem pemilihan ini pada dasarnya berkaitan dengan cara pemberian suara, berkaitan dengan cara pemberian suara, penghitungan suara dan pembagian kursi. penghitungan suara dan pembagian kursi.

Page 14: Pemilu Dan Sistem Pemilu

SISTEM PEMILIHAN SISTEM PEMILIHAN UMUMUMUM

MAYORITAS/ MAYORITAS/ PLURALITASPLURALITAS (DISTRIK)(DISTRIK)

SISTEM SISTEM REPRESENTATIVE REPRESENTATIVE PROPORSIONALPROPORSIONAL (PERWAKILAN (PERWAKILAN BERIMBANG)BERIMBANG)

SISTEM SISTEM SEMI-PROPORSIONALSEMI-PROPORSIONAL

Page 15: Pemilu Dan Sistem Pemilu

Sistem Mayoritas/Pluralitas Sistem Mayoritas/Pluralitas (Majoritarian/ Plurality)(Majoritarian/ Plurality)

Untuk dapat terpilih dalam suatu daerah Untuk dapat terpilih dalam suatu daerah pemilihan (distrik), seorang pemilihan (distrik), seorang kandidat atau kandidat atau beberapa orang kandidat harus beberapa orang kandidat harus memenangkan jumlah tertinggi dari suara memenangkan jumlah tertinggi dari suara yang sah, atau dalam beberapa varian, yang sah, atau dalam beberapa varian, Mayoritas dari suara yang sah dalam distrik Mayoritas dari suara yang sah dalam distrik tersebut. Sistem ini meliputi:tersebut. Sistem ini meliputi: First Past The Post (FPTP)First Past The Post (FPTP) Block Vote dan Party Block VoteBlock Vote dan Party Block Vote Alternative Vote (AV)Alternative Vote (AV) Dua Putaran (Dua Putaran (Two Round)Two Round)

Page 16: Pemilu Dan Sistem Pemilu

First Past The Post (FPTP)First Past The Post (FPTP)

Sistem tipe ini secara menonjol Sistem tipe ini secara menonjol diterapkan di Inggris dan daerah-diterapkan di Inggris dan daerah-daerah bekas jajahannya.daerah bekas jajahannya.

Sistem ini didasarkan pada ‘distrik-Sistem ini didasarkan pada ‘distrik-distrik wakil tunggal’ – satu wakil distrik wakil tunggal’ – satu wakil dipilih dari setiap daerah pemilihan.dipilih dari setiap daerah pemilihan.

Pemenang di setiap daerah Pemenang di setiap daerah pemilihan merupakan kandidat yang pemilihan merupakan kandidat yang mendapatkan suara terbanyak. mendapatkan suara terbanyak.

Page 17: Pemilu Dan Sistem Pemilu

Block Vote dan Party Block Block Vote dan Party Block VoteVote

Sistem-sistem Sistem-sistem Block Vote diterapkan di Bermuda, Block Vote diterapkan di Bermuda, Maldives, Kuwait, Maldives, Kuwait, Mauritius dan Palestina, Mauritius dan Palestina, sementara sistem sementara sistem Party Block Vote Party Block Vote diterapkanditerapkan di di Djibouti, Lebanon, Tunisia dan Senegal, dan Djibouti, Lebanon, Tunisia dan Senegal, dan untuk sebagian besar distrik di Singapura.untuk sebagian besar distrik di Singapura.

Block Vote Block Vote merupakan bentukmerupakan bentuk FPTP FPTP dalam dalam distrik wakil majemuk. Biasanya,pemilih dapat distrik wakil majemuk. Biasanya,pemilih dapat memilih sebanyak kandidat yang ada. Maka, memilih sebanyak kandidat yang ada. Maka, apabila ada 5 wakil yang harus dipilih, tiap-tiap apabila ada 5 wakil yang harus dipilih, tiap-tiap pemilih dapat memilih sampai lima kandidat.pemilih dapat memilih sampai lima kandidat.

Kandidat pemenang di setiap distrik adalah Kandidat pemenang di setiap distrik adalah pemenang suara tertinggi pemenang suara tertinggi n, n, dimana dimana n n adalah adalah jumlah kursi untuk dipilih.jumlah kursi untuk dipilih.

Page 18: Pemilu Dan Sistem Pemilu

Alternative Vote (Preferential Alternative Vote (Preferential Voting atau AV)Voting atau AV)

Diterapkan di Australia, dan di Nauru dalam Diterapkan di Australia, dan di Nauru dalam bentuk yang telah dimodifikasi.bentuk yang telah dimodifikasi.Sistem ini Sistem ini juga pernah diterapkan di Fiji, hanya sekali, juga pernah diterapkan di Fiji, hanya sekali, pada tahun 1999, danpada tahun 1999, danjuga di Papua Nugini juga di Papua Nugini dari tahun 1964 sampai 1975, ketika masih dari tahun 1964 sampai 1975, ketika masih berada dibawah administrasi Australia.berada dibawah administrasi Australia.

Pada sistem Pada sistem full preferential voting, para full preferential voting, para pemilih harus mengurutkan semua pemilih harus mengurutkan semua kandidat kandidat sesuai urutan preferensi mereka (1,2,3,4, sesuai urutan preferensi mereka (1,2,3,4, dan seterusnya).dan seterusnya).

Page 19: Pemilu Dan Sistem Pemilu

Pada sistem Pada sistem optional preferential voting, para pemilih optional preferential voting, para pemilih memiliki pilihan untuk memiliki pilihan untuk menandai hanya satu kandidat menandai hanya satu kandidat atau memilih mengurutkan beberapa atau semua atau memilih mengurutkan beberapa atau semua kandidat.kandidat.

Pada sistem ‘Pada sistem ‘ticket voting’ pemilih memilih sebuah ticket voting’ pemilih memilih sebuah partai politik, dan preferensi partai politik, dan preferensi pemilih akan sama dengan pemilih akan sama dengan urutan preferensi yang telah ditentukan partai urutan preferensi yang telah ditentukan partai yangyangbersangkutan, yang diumumkan oleh semua partai bersangkutan, yang diumumkan oleh semua partai politik kepada pelaksana pemilu sebelum hari politik kepada pelaksana pemilu sebelum hari pemilihan.pemilihan.

Pemenangnya adalah kandidat dengan perolehan 50% + Pemenangnya adalah kandidat dengan perolehan 50% + 1 dari suara sah yang ada di distrik yang bersangkutan. 1 dari suara sah yang ada di distrik yang bersangkutan. Apabila ketentuan ini tidak tercapai dari preferensi Apabila ketentuan ini tidak tercapai dari preferensi pertama para pemilih, maka kandidat dengan jumlah pertama para pemilih, maka kandidat dengan jumlah pilihan pertama yang terendah akan disingkirkan, dan pilihan pertama yang terendah akan disingkirkan, dan pilihan kedua yang ditandai di kertas suara kandidat pilihan kedua yang ditandai di kertas suara kandidat tersebut dibagikan ke kandidat lainnya. Proses eliminasi tersebut dibagikan ke kandidat lainnya. Proses eliminasi kandidat kandidat dengan jumlah suara terendah dan dengan jumlah suara terendah dan membagikan kertas suaranya kepada membagikan kertas suaranya kepada kandidat lain yang kandidat lain yang tertinggal, dimana kepada mereka pemilih telah tertinggal, dimana kepada mereka pemilih telah menentukan pilihan berikutnya, berlanjut sampai menentukan pilihan berikutnya, berlanjut sampai seorang kandidat memperoleh 50% + 1 total suara.seorang kandidat memperoleh 50% + 1 total suara.

Page 20: Pemilu Dan Sistem Pemilu

Sistem Representasi Sistem Representasi Proporsional (RP)Proporsional (RP)

Sistem ini meliputi:Sistem ini meliputi: Representasi Proporsional Daftar Representasi Proporsional Daftar

((List Proportional Representation)List Proportional Representation) Mixed Member Proportional (MMP)Mixed Member Proportional (MMP) Single Transferable Vote (STV)Single Transferable Vote (STV)

Page 21: Pemilu Dan Sistem Pemilu

Representasi Proporsional Representasi Proporsional Daftar (RP Daftar)Daftar (RP Daftar)

Sejumlah bentuk RP Daftar diterapkan Sejumlah bentuk RP Daftar diterapkan di sekitar 70 negara. Semua bentuk RPdi sekitar 70 negara. Semua bentuk RP

Karakteristik umum sebagai berikut:Karakteristik umum sebagai berikut:1.1. Partai memberikan daftar kandidat yang Partai memberikan daftar kandidat yang

sama jumlahnya dengan kursi sama jumlahnya dengan kursi yang yang tersedia di daerah pemilihantersedia di daerah pemilihan

2.2. Para pemilih memilih untuk satu partai. Para pemilih memilih untuk satu partai. Jumlah kursi yang diperoleh tiap-tiap Jumlah kursi yang diperoleh tiap-tiap partai ditentukan oleh dan secara partai ditentukan oleh dan secara langsung berkaitan dengan proporsi langsung berkaitan dengan proporsi jumlah suara yang diperolehnya di jumlah suara yang diperolehnya di daerah pemilihan yang bersangkutan.daerah pemilihan yang bersangkutan.

Page 22: Pemilu Dan Sistem Pemilu

Mixed Member Mixed Member Proportional (MMP)Proportional (MMP)

Diterapkan di Jerman, Selandia Baru, Mexico, Bolivia, Italia, Diterapkan di Jerman, Selandia Baru, Mexico, Bolivia, Italia, dan lain-lain.dan lain-lain.

Pemilih mendapatkan dua surat suara yang berbeda, atau Pemilih mendapatkan dua surat suara yang berbeda, atau satu surat suara yang terdiri dari dua sistem pemilihan: satu surat suara yang terdiri dari dua sistem pemilihan: satu untuk pilihan partai (biasanya secara satu untuk pilihan partai (biasanya secara nasional), yang nasional), yang lain untuk kandidat di daerah pemilihan mereka (distrik lain untuk kandidat di daerah pemilihan mereka (distrik lokal).lokal).

Dimungkinkan adanya rasio yang berbeda-beda dari kursi Dimungkinkan adanya rasio yang berbeda-beda dari kursi representasi proporsional terhadap kursi daerah pemilihan representasi proporsional terhadap kursi daerah pemilihan – biasanya, antara 25 % - 50 % – biasanya, antara 25 % - 50 % kursi merupakan kursi kursi merupakan kursi representasi proporsional.representasi proporsional.

Bagian tiap-tiap partai dari keseluruhan jumlah kursi dalam Bagian tiap-tiap partai dari keseluruhan jumlah kursi dalam badan legislatif badan legislatif secara langsung ditentukan berdasarkan secara langsung ditentukan berdasarkan proporsi suara pemilihan RP. proporsi suara pemilihan RP.

Ketentuan khusus mungkin dibutuhkan, termasuk jumlah Ketentuan khusus mungkin dibutuhkan, termasuk jumlah parlemen yang fleksibel, untuk menangani situasi dimana parlemen yang fleksibel, untuk menangani situasi dimana kursi yang dimenangkan sebuah partai dari distrik melebihi kursi yang dimenangkan sebuah partai dari distrik melebihi jumlah kursi yang diperolehnya dari persentase suara RP. jumlah kursi yang diperolehnya dari persentase suara RP.

Page 23: Pemilu Dan Sistem Pemilu

Sistem Semi-ProporsionalSistem Semi-Proporsional

Dalam sistem ini, partai politik yang Dalam sistem ini, partai politik yang tidak mendapat dukungan suara tidak mendapat dukungan suara terbanyak masih dapat memperoleh terbanyak masih dapat memperoleh perwakilan. Namun sistem ini tidak perwakilan. Namun sistem ini tidak dirancang untuk memberikan alokasi dirancang untuk memberikan alokasi perwakilan sesuai dengan perwakilan sesuai dengan prosentase suara yang diperoleh prosentase suara yang diperoleh partai politik seperti sistem RP.partai politik seperti sistem RP.

Page 24: Pemilu Dan Sistem Pemilu

Alasan pentingnya pembahasan sistem Alasan pentingnya pembahasan sistem Pemilu dlm Sistem Pemerintahan Pemilu dlm Sistem Pemerintahan

DemokratisDemokratis Sistem pemilihan memiliki konsekuensi-Sistem pemilihan memiliki konsekuensi-

konsekuensi terhadap tingkat konsekuensi terhadap tingkat proporsionalitas hasil pemilihan.proporsionalitas hasil pemilihan.

Sistem pemilihan mempunyai pengaruh pada Sistem pemilihan mempunyai pengaruh pada jenis kabinet satu partai atau koalisi antar jenis kabinet satu partai atau koalisi antar partai partai

Sistem pemilihan mempunyai dampak pada Sistem pemilihan mempunyai dampak pada sistem kepartaian, khususnya berkaitan sistem kepartaian, khususnya berkaitan dengan jumlah partai politik di dalam sistem dengan jumlah partai politik di dalam sistem kepartaian kepartaian

Sistem pemilu memiliki pengaruh pada Sistem pemilu memiliki pengaruh pada akuntabilitas pemerintahan, khususnya akuntabilitas pemerintahan, khususnya akuntabilitas para wakil terhadap pemilihnyaakuntabilitas para wakil terhadap pemilihnya

Page 25: Pemilu Dan Sistem Pemilu

Sistem pemilu mempunyai dampak pada Sistem pemilu mempunyai dampak pada tingkat kohesi partai politik. tingkat kohesi partai politik.

Sistem pemilihan berpengaruh pada bentuk Sistem pemilihan berpengaruh pada bentuk dan tingkat partisipasi politik warga.dan tingkat partisipasi politik warga.

Sistem pemilihan adalah elemen demokrasi Sistem pemilihan adalah elemen demokrasi yang lebih mudah untuk dimanipulasikan yang lebih mudah untuk dimanipulasikan dibandingkan dengan elemen demokrasi dibandingkan dengan elemen demokrasi lainnya, oleh karena itu untuk mengubah lainnya, oleh karena itu untuk mengubah wajah demokrasi negaranya bisa melalui wajah demokrasi negaranya bisa melalui sistem pemilihannya sistem pemilihannya

Sistem pemilihan dapat dimanipulasi yang Sistem pemilihan dapat dimanipulasi yang tidak demokratis dalam pelaksanaannya. tidak demokratis dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu pemilu yang dinilai oleh Oleh karena itu pemilu yang dinilai oleh kebanyakan orang dinilai sebagai tolok ukur kebanyakan orang dinilai sebagai tolok ukur demokrasi dalam banyak hal tidak bisa demokrasi dalam banyak hal tidak bisa menjadi parameter yang akurat. Khususnya menjadi parameter yang akurat. Khususnya di negara berkembang. di negara berkembang.

Page 26: Pemilu Dan Sistem Pemilu

Pemilu yang kompetitif bisa dibangun atas Pemilu yang kompetitif bisa dibangun atas

tiga komponen Berikuttiga komponen Berikut Adanya hak pilih universal bagi orang dewasa Adanya hak pilih universal bagi orang dewasa

tanpa membedakan jenis kelamin, ras, suku, tanpa membedakan jenis kelamin, ras, suku, agama, etnis, faham, keturunan, kekayaan dll.agama, etnis, faham, keturunan, kekayaan dll.

Adanya proses pemilihan yang adil. Seperti adanya Adanya proses pemilihan yang adil. Seperti adanya jaminan kerahasiaan, jaminan penghitungan suara jaminan kerahasiaan, jaminan penghitungan suara yang terbuka, tidak ada kecurangan dalam proses yang terbuka, tidak ada kecurangan dalam proses pemilihan, tidak adanya kekerasan, tidak adanya pemilihan, tidak adanya kekerasan, tidak adanya intimidasi khususnya pada proses pemilihan atau intimidasi khususnya pada proses pemilihan atau pencoblosan.pencoblosan.

Adanya hak – khususnya bagi partai politik – untuk Adanya hak – khususnya bagi partai politik – untuk mengorganisasi dan mengajukan kandidat mengorganisasi dan mengajukan kandidat sehingga para pemilih mempunyai banyak pilihan sehingga para pemilih mempunyai banyak pilihan untuk memilih di antara para calo yang berbeda untuk memilih di antara para calo yang berbeda secara kelompok maupun programnya. secara kelompok maupun programnya.

Page 27: Pemilu Dan Sistem Pemilu

TERIMA KASIHTERIMA KASIH