tugas sim

11
BAB I PENDAHULUAN Kini manusia hidup dalam era informasi teknologi untuk memudahkan pekerjaanpekerjaan manajerial maupun transaksi-transaksi bisnis. Pihak yang mampu menguasai teknologi informasi akan memenangkan persaingan bisnis yang semakin ketat dari waktu ke waktu. Informasi adalah kekuatan (power). Kecepatan dan efisiensi dalam komunikasi bisnis juga ditentukan oleh kemampuan suatu organisasi dalam megakses dan memanfaatkan informasi. Untuk memudahkan pekerjaan manajerialnya, mendapatkan informasi, dan mengatur kegiatan bisnis, suatu perusahaan menggunakan sistem informasi manajemen. Sistem informasi Manajemen merupakan suatu sistem yang diciptakan untuk melaksanakan pengolahan data yang akan dimanfaatkan oleh suatu organisasi. Pemanfaatan data disini dapat berarti penunjang pada tugas-tugas rutin , evaluasi terhadap prestasi organisasi , atau untuk pengambilan keputusan oleh organisasi tersebut . Berbagai bentuk transaksi yang terjadi dalam kehidupan bisnis sehari-hari tak dapat dilepaskan dari keberadaan teknologi komputer. Jutaan lembar saham yang diperjualbelikan melalui bursa saham nasional dan internasional tidak dapat dilepaskan dengan pemanfaatan teknologi. Selain itu, miliyaran transaksi yang terjadi diberbagai bisnis retail mulai dari toko makanan, pakaian, buku-buku, sampai pada keperluan elektronika juga menggunakan teknologi komputer dalam melakukan transaksi bisnis mereka. Bank-bank yang beroperasi di level nasional dan internasional juga memanfaatkan teknologi untuk transfer uang. Bagian costumer service yang sibuk melakukan komunikasi dengan para calon pelanggan atau pelanggan tetap tak dapat dilepaskan dengan teknologi komputer. Pendek kata, pemanfaatan teknologi computer telah memberikan andil yang besar bagi kelancaran kegiatan bisnis para pelaku bisnis. Dengan kecanggihan teknologi, kini proses jual beli barang dilakukan dengan menggunakan sistem elektronik yang biasa disebut dengan e-commerce. E-commerce merupakan bagian dari e- business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basis data atau pangkalan data (databases), surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini. OLX.co.id merupakan perusahaan yang

Upload: taty

Post on 20-Nov-2015

1 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN Kini manusia hidup dalam era informasi teknologi untuk memudahkan pekerjaanpekerjaan manajerial maupun transaksi-transaksi bisnis. Pihak yang mampu menguasai teknologi informasi akan memenangkan persaingan bisnis yang semakin ketat dari waktu ke waktu. Informasi adalah kekuatan (power). Kecepatan dan efisiensi dalam komunikasi bisnis juga ditentukan oleh kemampuan suatu organisasi dalam megakses dan memanfaatkan informasi. Untuk memudahkan pekerjaan manajerialnya, mendapatkan informasi, dan mengatur kegiatan bisnis, suatu perusahaan menggunakan sistem informasi manajemen. Sistem informasi Manajemen merupakan suatu sistem yang diciptakan untuk melaksanakan pengolahan data yang akan dimanfaatkan oleh suatu organisasi. Pemanfaatan data disini dapat berarti penunjang pada tugas-tugas rutin , evaluasi terhadap prestasi organisasi , atau untuk pengambilan keputusan oleh organisasi tersebut . Berbagai bentuk transaksi yang terjadi dalam kehidupan bisnis sehari-hari tak dapat dilepaskan dari keberadaan teknologi komputer. Jutaan lembar saham yang diperjualbelikan melalui bursa saham nasional dan internasional tidak dapat dilepaskan dengan pemanfaatan teknologi. Selain itu, miliyaran transaksi yang terjadi diberbagai bisnis retail mulai dari toko makanan, pakaian, buku-buku, sampai pada keperluan elektronika juga menggunakan teknologi komputer dalam melakukan transaksi bisnis mereka. Bank-bank yang beroperasi di level nasional dan internasional juga memanfaatkan teknologi untuk transfer uang. Bagian costumer service yang sibuk melakukan komunikasi dengan para calon pelanggan atau pelanggan tetap tak dapat dilepaskan dengan teknologi komputer. Pendek kata, pemanfaatan teknologi computer telah memberikan andil yang besar bagi kelancaran kegiatan bisnis para pelaku bisnis. Dengan kecanggihan teknologi, kini proses jual beli barang dilakukan dengan menggunakan sistem elektronik yang biasa disebut dengan e-commerce. E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basis data atau pangkalan data (databases), surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini. OLX.co.id merupakan perusahaan yang bergerak dalam sistem E-business yang kegiatan usahanya bergerak dengan menyelenggarakan sebuah situs yang bertindak sebagai media perantara periklanan yang meneruskan informasi iklan dari penjual kepada calon pembeli melalui situs www.olx.co.id. Pengguna adalah para pihak yang menggunakan jasa OLX.co.id, termasuk dan tidak terbatas pada pemasang iklan, calon pembeli ataupun pihak yang sekedar berkunjung melihat-lihat situs. BAB II PEMBAHASAN A. KONSEP SIM 1. DEFINISI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusankeputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Kebutuhan akan sistem Informasi menjadi sangat krusial bagi sebuah perusahaan demi menjaga kelancaran aktivitasaktivitas perusahaan baik secara internal maupun eksternal untuk mencapai tujuan peusahaan ke depannya. Sistem merupakan suatu totalitas himpunan bagian-bagian yang satu sama lain berinteraksi dan bersama-sama beroperasi mencapai suatu tujuan tertentu didalam suatu lingkungan, sedangkan Informasi merupakan data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan Manajemen adalah ketatalaksanaan proses pengunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran tertentu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Manajemen adalah suatu system yang terpadu yang menyediakan Inforrmasi yang dapat meendukung fungsi-fungsi operasi dalam manajemen dan pengambilan keputusan dalam organisasi. Menurut Fakhri Husein (2006) Sistem Informasi Manajemen adalah seperangkat kompenen yang saling berhubungan yang berfungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan Informasi untuk mendukung pembuatan keputusan dan pengawasan dalam organisasi. Selain mendukung pembuatan keputusan, kordinasi dan pengawasan Sistem Informasi dapat membantu manajer dalam menganalisa masalah, menyelesaikan masalah-masalah kompleks dan menciptakan produk baru. Sedangkan Raymon McLeod, Jr mendefenisikan Management Information System sebagai suatu sistem berbasis komputer yang membuat informasi tersedia bagi para pengguna yang memiliki kebutuhan serupa. Para pengguna SIM biasanya terdiri atas entitas-entitas organisasi formal-perusahaan atau sub unit anak perusahaannya. Menurut OBrien dan Marakas (2009) tujuan dari sistem informasi manajemen adalah: menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen; menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan; menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. 2. Fungsi Sistem Informasi Manajemen Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat bergunabagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masingmasing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusanmanajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis. Beberapa kegunaan/fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi. 2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis. 3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif. 4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi. 5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi. 6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru. 7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem. 8. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka. 9. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi. 10. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia. 11. SIM untuk Pendukung Pengambilan Keputusan. 3. Pengguna Sistem Informasi Manajemen Sebagai pengguna sistem informasi manajemen, tingkatan manajemen ini dapat diklasifikasikan ke dalam tiga tingkatan yaitu: 1. Manajer tingkat perencanaan stratejik (strategic planning); merupakan manajer tingkat atas, seperti para jajaran Menteri, para eselon I, di mana keputusankeputusan yang dibuatnya berkenaan dengan perencanaan stratejik yang meliputi proses evaluasi lingkungan luar organisasi, penetapan tujuan organisasi, dan penentuan strategi organisasi. 2. Manajer tingkat pengendalian manajemen (management control); yang dikenal juga dengan istilah manajer tingkat menengah, mempunyai tanggung jawab untuk menjabarkan rencana stratejik yang sudah ditetapkan ke dalam pelaksanaannya dan meyakinkan bahwa tujuan organisasi akan tercapai. Termasuk dalam kelompok ini misalnya adalah Pejabat Eselon II, Kepala Kantor Wilayah, Kepala Dinas, dan Eselon III, Kepala Bagian/Bidang. 3. Manajer tingkat pengendalian operasi (operational control) merupakan manajer tingkat bawah misalnya eselon IV dan V,bertanggung jawab melaksanakan rencana yang sudah ditetapkan oleh manajer tingkat menengah, yang terwujud dalam operasi/kegiatan organisasi. 4. Komponen dalam Sistem Informasi Manajemen Bagi Organisasi bisnis yang memiliki sistem manajemen yang kompleks dalam hal ini perusahaan- perusahaan yang besar, kepentingan akan sistem informasi manajemen menjadi sangat krusial dan tidak dapat diabaikan. Sistem Informasi manajemn yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar setidaknya mengandung lima komponen yaitu Sistem Pemprosesan Data (Data Proscesing System) Dimana system ini merupakan subsistem dari SIM yang melakukan proses penyesuaian (update) atas berbagai database yang terdapat dalam perusahaan dan menyajikannya dalam bentuk informasi terkini sebagaimana dibutuhkan oleh manajemen perusahaan. System pemprosesan data ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu batch processing dan online processing. Pemprosesan data secara batch adalah pengaupdatean database melalui pengumpalan data pada satu periode tertentu untuk kemudian dilakukan update pada satu waktu tertentu secara serentak. Pemprosesan data secara online adalah pendekataan yang melakukan update terusmenerus mengikuti proses pemasukan data yang terbaru. Sistem Pelaporan Manajmen (Manajemen Reporting System) Sistem pelaporan manajemen mengumpulkan data untuk kemudian diproses untuk menhasilkan informasi atau laporan yang diperlukan oleh manajer dalam menentukan perencanaan dan pengambilan keputusan. Beberapa jenis pelaporan manajemen yang dikenal dan dinyatakan. Pertama, Detail Report, Laporan yang memuat informasi detail dari setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan berdasarkan waktunya serta informasi detail lainnya. Kedua, Summary Report, Laporan yang memuat beberapa informasi penting yang diperlukan yaitu pada manajemen pada level yang tinggi. Ketiga, Exception Report, merupakan laporan yang menyampaikan beberapa penyimpangan atas standar tertetu yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Keempat, On Demand Report, laporan ini dilaporkan atas dasar permintaan jasa. Sistem Pendukung Dalam Pengambilan Keputusan(Decision Support System) System ini secara terprogram mampu menjawab beberapa kasus dalam perusahaan yang menyangkut jawaban atas pertanyaan bagamana apabila. Decision Support System dapat dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik. Sistem Otomasi Kantor (Office Automatic System) Otomatisasi perkantoran berarti pengalihan fungsi manual peralatan kantor yang banyak menggunakan tenaga manusia kepada fungsi-fungsi otomatis dengan menggunakan peralatan mekanis khususnya komputer. Waluyo (2000) menegaskan bahwa era otomatisasi perkantoran dimulai bersamaan dengan berkembangnya teknologi informasi, penggunaan perangkat komputer untuk keperluan perkantoran. Otomatisasi penting dilakukan dalam upaya meraih efektivitas dan efisiensi proses/kegiatan perkantoran. Seiring dengan desakan global dan perkembangan teknologi informasi yang menuntut terselesaikan proses pengolahan informasi secara cepat dan akurat, kebutuahn peralihan metode dari manual ke otomatis sudah menjadi keniscayaan untuk segera dipenuhi. Namun, bukan berarti dengan serta merta meninggalkan seluruh proses manual dan memangkas tenaga kerja, sebab banyak aspek-aspek lain yang harus menjadi pertimbangan dalam melakukan otomatisasi.Sistem Pintar (Expert System) System pintar adalah system komputer yang memberikan informasi kepada manajer hal-hal yang biasanya dibutuhkan dan diperoleh dari seorang pakar atau konsultan. Ilmu kecerdasan buatan merupakan salah satu diantaranya. Kecerdasan buatan adalah ilmu pengetahuan tentang bagaimana membuat suatu peralatan (mesin) sedemikian rupa sehingga meyerupai kepandaian manusia dimana bekerja berdasarkan simbol-simbol dan metoda non algoritmik guna memecahkan suatu persoalan. 5. Kelebihan sistem informasi manajemen 1. Meningkatkan efisiensi operasional Investasi di dalam teknologi sistem informasi dapat menolong operasi perusahaan menjadi lebih efisien. Efisiensi operasional membuat perusahaan dapat menjalankan strategi keunggulan biaya (low - costleadership). Dengan menanamkan investasi pada teknologi sisteminformasi, perusahaan juga dapat menanamkan rintangan untuk memasukiindustri tersebut (barriers to entry) dengan jalan meningkatkan besarnyainvestasi atau kerumitan teknologi yang diperlukan untuk memasuki persaingan pasar. Selain itu, cara lain yang dapat ditempuh adalahmengikat (lock in) konsumen dan pemasok dengan cara membangun hubungan baru yang lebih bernilai dengan mereka. 2. Memperkenalkan inovasi dalam bisnis Penggunaan ATM (automated teller machine) dalam perbankan merupakancontoh yang baik dari inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanyaATM, bank-bank besar dapat memperoleh keuntungan strategis melebihipesaing mereka yang berlangsung beberapa tahun. Penekanan utamadalam sistem informasi strategis adalah membangun biaya pertukaran(switching costs) ke dalam hubungan antara perusahaan dengan konsumenatau pemasoknya. Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah sistemreservasi penerbangan terkomputerisasi yang ditawarkan kepada agenperjalanan oleh perusahaan penerbangan besar. Bila sebuah agenperjalanan telah menjalankan sistem reservasi terkomputerisasi tersebut,maka mereka akan segan utnuk menggunakan sistem reservasi daripenerbangan lain. 3. Membangun sumber-sumber informasi strategis. Teknologi sistem informasi memampukan perusahaan untuk membangunsumber informasi strategis sehingga mendapat kesempatan dalamkeuntungan strategis. Hal ini berarti memperoleh perangkat keras danperangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewaspesialis sistem informasi, dan melatih end users.6. Kekurangan sistem informasi manajemen Dapat memberikan dampak bagi lingkungan sosial seperti pengurangantenaga kerja, sehingga dapat menambah angka pengangguran. Selain itudengan adanya SIM tersebut membuat ketergantungan manusia terhadapSIM tersebut,, sehimgga mengesampingkan rasionalitas manusia itusendiri. B. KONSEP E-BISNIS 1. Pengertian E-bisnis E-bisnis atau Electronic Business dapat didefinisikan sebagai aktivitas yang dan/atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang medium komunikasi dan transaksi, dan salah satu aplikasi teknologi internet yang merambah dunia bisnis internal, melingkupi sistem, pendidikan pelanggan, pengembangan produk, dan pengembangan usaha. Secara luas sebagai proses bisnis yang bergantung pada sebuah sistem terotomasi. Pada masa sekarang, hal ini dilakukan sebagian besar melalui teknologi berbasis web memanfaatkan jasa internet. Terminologi ini pertama kali dikemukakan oleh Lou Gerstner, CEO dari IBM. Menurut Kenneth C.laudon dan jane P.laudon tahun 2007 E-bisnis ( bisnis elektronik) adalah penggunaan internet dan tehnologi digital untuk menjalankan seluruh proses bisnis dalam ssuatu perusahaan. Termasuk e-commerce dan juga proses untuk manajemen intrnal serta koordinasi untuk pemasok dan mitra bisnis lainnya. Pengertian E-bisnis adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik. Dengan menggunakan e-bisnis, maka memungkinkan tidak perlu keberadaan kantor secara fisik sebab hanya akan tampil di internet dalam sebuah website. Pihak yang terkait hanya membutuhkan layanan web sebagai perantara dan membuat kerja sama dengan bank dan juga pelanggan. Hampir semua bisa dilakukan dengan menggunakan internet sebagai medianya. Kecuali proses produksi barang fisik dan proses pengirimannya. Kecuali barang yang dijual merupakan berupa data. Fungsi dari e-bisnis sendiri adalah untuk mendukung bagian pemasaran, produksi, keuangan, dan sumber daya manusia. Dengan e-bisnis, perusahaan seakan memiliki toko di berbagai daerah karena pelanggan dapat mengakses halaman website dan melakukan transaksi kapan saja dan dimana saja karena pelanggan dapat melakukannya tanpa meninggalkan rumah 2. Jenis-jenis E-bisnis E-bisnis adalah sutau kata yang mungkin bagi kita sudah tidak asing lagi, Ebussines merupakan suatu kegiatan bisnis yang dilakukan secara online atau dengan memanfaatkan internet, kegiatan dalam e-bussines tidak saja terbatas pada masalah transaksi penjualan dan pembelelian barang tetapi juga masalah-masalah lain seperti pelayanan komsumen, kolega bisnis dan lain-lain. Dari sisi cakupan inilah yang membedakan antara e-bisnis dan e-commerce dimana e-commerce cakupanya hanya terbatas pada masalah transaksi dan penjualan barang saja. Berikut adalah jenis-jenis e-bussines yang biasa dilakukan : B2B, adalah bisnis yang dilakukan sebuah perusahaan dengan perusahaan lain(antara perusahaan) baik itu perusahaan yang bergerak pada bidang industri yang sama ataupun berbeda dengan menggunakan media Internet. B2B biasa dilakukan untuk menghemat biaya transaksi. Sebagai contoh perusahaan A ingin memesan sejumlah unit komputer pada perusahaan B, maka perusahaan A dapat mengakses situs resmi perusahaan B dan menuliskan pesanannya. Perusahaan B yang mendapatkan pesan pemesanan barang tersebut akan mengirimkan barang yang dimaksud. Pembayaran biasanya dilakukan berdasarkan kesepakatan sebelumnya. Meskipun tentu saja pemesanan barang ini dapat dilakukan dengan mengangkat telepon. Salah satu contoh perusahaan di Indonesia yang menerapkan konsep B2B adalah situs www.dagang2000.com milik PT Indosat Adimarga dan www.indonesianexport.com milik PT e-Commerce Nusantara. B2C, dapat diartikan sebagai jenis perdagangan elektronik dimana ada sebuah perusahaan (business) yang melakukan penjualan langsung barang-barangnya kepada pembeli (consumer). Kesuksesan dari B2C pada dasarnya dikarenakan faktor penawaran barang kualitas tinggi dengan harga murah dan banyak pula dikarenakan pemberian layanan kepada konsumen yang cukup baik Contoh perusahaan kelas dunia yang telah menerapkan B2C adalah www.Amazon.com dan www.WSJ.com Business to Administrator, adalah sebuah kegiatan memanagement semua aspek bisnis yang dibangun untuk bisa membangun dan mengembangkan bisnis yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan tujuan dari pembagun bisnis yang dilakukan. Sebagian besar perusahaan memiliki sebuah kelompok khusus administrator yang bekerja untuk memastikan hal ini terjadi. Contoh situs yang menggunakan konsep ini adalah www.emagister.net Brokerage, adalah orang yang menyediakan pasar, brokerage memiliki peran dalam mempertemukan dan memfasilitasi transaksi antara penjual dan pembeli. Brokerage sering memainkan peran dalam bisnis-to-business (B2B), business-to-konsumen (B2C), atau konsumen-ke-konsumen (C2C). Keuntungan didapat oleh brokerage dari komisi yang diberikan oleh pihak yang terlibat dalam transaksi baik itu penjual atau pembeli. Contoh situsnya seperti www.respond.com atau www.paypal.com Seller Driven Market, adalah jenis pasar penjualan elektronik komoditas, dimana dalam pasar ini terjadi kelangkaan komoditas atau barang yang mendasar yang mengakibatkan harga menjadi mahal karena permintaan atas barang / pasokan yang amat tinggi. Contoh situs yang mengaplikasikan pasar Buyer Driven Market, adalah jenis pasar elektronik yang berlawanan denganini adalah www.lelangmurah.com pasar Seller driven market. Dalam pasar ini bisanya terdapat banyak sekali situs atau penjual yang menawarkan sebuah produk yang sama sehingga dengan demikian pembeli memilki kesempatan untuk memilih. Ketika keadaan pasar seperti ini biasanya harga barang yang ditawarkan oleh penjual akan cenderung murah. Contoh situs yang cukup terkenal dengan konsep ini misalnya www.buyers-market.net. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan penerapan E-bisnis adalah sebagai berikut : Peningkatan efisiensi. Penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dapatmelakukan efisiensi sebesar 40% dari total biaya operasional perusahaan yangditujukan untuk penciptaan dan pendistribusian informasi ke berbagai divisiterkait. Penerapan E-bisnis dapat meningkatkan efisiensi, ditunjukkandengan email dapat mengurangi biaya komunikasi, call center dapat mengurangibiaya pelayanan pelanggan, web-site dapat mengurangi biaya marketing,decission support system dapat mengurangi biaya rapat. Peningkatan efektivitas. Perusahaan dapat melakukan aktivitas operasionalperusahaan sehari-hari berhubungan dengan pelanggannya non stop 24 jam, 7hari dalam seminggu dengan adanya penerapan E-bisnis Perluasan jangkauan dan ruang gerak perusahaan. Perusahaan secara tidaklangsung berhubungan dengan ratusan juta calon pelanggan yang tersebar diseluruh dunia dengan adanya penerapan E-bisnis. Terciptanya produk dan jasa baru. Penerapan E-bisnis membuka kesempatanperusahaan untuk menawarkan produk-produk baru akibat berkonvergensinyaberbagai sektor industri dan produk-produk sesuai dengan keinginan konsumen. Terciptanya peluang-peluang bisnis baru. Perusahaan akan dapat menciptakanproduk atau jasa baru dari setiap penemuan e-technology baru. 3. Sistem Fungsi Bisnis Penerapan E-bisnis pada sistem fungsi bisnis terdiri dari lima komponen utama,yaitu marketing, human resource management, finance, accounting, dan prroduction/operation (Gambar 4). Kelima komponen utama dalam sistem funsgi bisnis akan dijelaskan secara lengkap pada sub bab berikutnya. Gambar 4. Functional Business System. 1. Sistem Marketing (Marketing System)