definisi ekosistem

10
. Ekosistem Tinjauan Pustaka Istilah ekosistem pertama kali dikemukakan oleh Transley (1935). Ia mengemukakan bahwa hubungan timbal balik antara komponen biotik (tumbuhan, hewan, manusia mikroba) dengan komponen abiotik (cahaya, udara, air, tanah, dsb) di alam. Sebenarnya merupakan hubungan komponen yang membentuk system. Ini berarti dalam struktur maupun fungsi komponen-komponen tadi adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sebagai konsekuensinya apabila salah satu komponen terganggu, maka komponen lainnya secara cepat atau lambat akan terpengaruh. Sistem alam ini disebut sistem ekologi, yang kemudin disingkat dan menjadi lebih dikenal ekosistem. Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada

Upload: yunida-wulandari

Post on 29-Sep-2015

212 views

Category:

Documents


0 download

DESCRIPTION

ekologi

TRANSCRIPT

. Ekosistem

Tinjauan Pustaka

Istilah ekosistem pertama kali dikemukakan oleh Transley (1935). Ia mengemukakan bahwa hubungan timbal balik antara komponen biotik (tumbuhan, hewan, manusia mikroba) dengan komponen abiotik (cahaya, udara, air, tanah, dsb) di alam. Sebenarnya merupakan hubungan komponen yang membentuk system. Ini berarti dalam struktur maupun fungsi komponen-komponen tadi adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sebagai konsekuensinya apabila salah satu komponen terganggu, maka komponen lainnya secara cepat atau lambat akan terpengaruh. Sistem alam ini disebut sistem ekologi, yang kemudin disingkat dan menjadi lebih dikenal ekosistem.Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada (http://www.berita-indonesia.net/2012/05/pengertian-ekosistem.html).

Ekosistem sifatnya tidak tergantung kepada ukuran, tetapi lebih ditekankan kepada kelengkapan komponennya. Ekosistem lengkap terdiri atas komponen abiotik dan komponen biotik (Tim Dosen Pembina, 2012: 44).Dalam komponen biotik dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu:

ProdusenSemua produsen dapat menghasilkan makanannya sendiri sehingga disebut organisme autotrof. Sebagai produsen, tumbuhan hijau menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis. Makanan dimanfaatkan oleh tumbuhan itu sendiri maupun makhluk hidup lainnya.

KonsumenSemua konsumen tidak dapat membuat makanan sendiri sehingga disebut heterotrof. Mereka mendapatkan zat-zat organik yang telah dibentuk oleh produsen, atau dari konsumen lain yang menjadi mangsanya. Berdasarkan jenis makanannya, konsumen dikelompokkan sebagai: herbivora (pemakan tumbuhan), karnivora (pemakan daging), dan omnivora (pemakan daging dan tumbuhanPengurai (dekomposer)Kelompok ini berperan penting dalam proses ekosistem. Jika kelompok ini tidak ada, kita akan melihat sampah yang menggunung dan makhluk hidup yang mati tetap utuh selamanya. Decomposer berperan sebagai pengurai, yang menguraikan zat-zat organik (dari bangkai) menjadi zat-zat organic penyusunnya.

(Kimball, 1994)

Sedangkan bagian dari komponen abiotik antara lain:

Tanah

Sifat-sifat tanah yang berperan dalam ekosistem meliputi tekstur, kematangan, dan kemampuan menahan air. Tanah merupakan tempat hidup bagi oerganisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme di dalamnya juga berbeda.AirAir berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan idup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain. Bagi unsur abiotik lain dapat dijadikan sebagai pelapuk dan pelarut.

Udara

Beberapa gas seperti oksigen, karbin dioksida, dan nitrogen yang penting bagi kehidupan makhluk hidup.

SuhuSetiap makhluk hidup memerlukan suhu optimum untuk kegiatan metabolisme dan perkembangbiakannya.

Cahaya matahariSinar matahari memengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu. Sinar matahari merupakan unsure vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.

(Rusmendro, 2003)

Dalam suatu ekosistem terdapat komponen yang merupakan satuan makhluk hidup, meliputi individu, populasi, komunitas, dan lingkungan. Individu adalah makhluk hidup tunggal. Satu ekor ikan atau satu ekor kambing disebut sebagai individu. Populasi adalah sekelompok organisme satu spesies atau sekumpulan individu yang mendiami suatu tempat dan menetap di daerah tersebut. Misalnya semua ikan yang hidup di kolam disebut populasi ikan. Sedangkan komunitas adalah kumpulan dari beberapa populasi makhluk hidup yang mendiami suatu daerah tertentu. Diantara komunitas lebih ditekankan pada makhluk hidup yang menghuni suatu tempat. Sedangkan ekosistem penekanannya lebih pada pengertian hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungannya (Parjatmo, Berdasarkan proses terjadinya, ekosistem dibedakan atas 2 macam yaitu ekosistem yang terbentuk secara alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk secara alaimi tanpa campur tangan manusia. Misalnya laut, hutan, dan sungai. Ekosistem buatan adalah ekosistem yang sengaja dibuat oleh manusia, missal aquarium, waduk, dan kolam (Saktiyono, 1999).

Berdasarkan sistem energinya, ekosistem dibedakan menjadi 2 yaitu ekosistem tertutup dan ekosistem terbuka. Sedangkan berdasarkan habitatnya, ekosistem dibedakan menjadi ekosistem daratan (hutan, padang rumput, semak belukar, ekosistem tegalan) dan ekosistem perairan (tawar, payau, asin) (Tim Dosen Pembina, 2012: 44).

.

Pembahasan

Dalam prakrikum kali ini, praktikan melakukan praktikum mengenai ekosistem guna mengenal komponen-komponen penyusun ekosistem. Pengamatan dilakukan di ekosistem daratan yang berlokasi di tanah lapang Velodrome Universitas Negeri Jakarta. Praktikan membuat sebuah plot sepanjang 5 meter untuk daerah pengambilan data. Pada saat pengamatan, praktikan mengamati komponen-komponen penyusun ekosistem yang terdiri dari komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik adalah komponen penyusun dari ekosistem yang terdiri dari makhluk hidup. Ketika praktikan melakukan pengamatan, didapatkan hasil dari komponen biotik : Semut 14, spesies A 14, spesies B 2, spesies C 1, spesies D 2, Rumput teki 10, Lalat 6, Nyamuk 1. Belalang 1 ekorPada komponen biotik tersebut terdapat hubungan saling ketergantungan antara produsen, konsumen, dan pengurai serta lingkungan abiotik. Produsen merupakan makhluk hidup yang dapat menghasilkan makanannya sendiri melalui proses fotosintesis, makhluk hidu yang berpareb di sini adalah tumbuhan yang mempunyai klorofil (zat hijau daun). Konsumen adalah makhluk hidup yang tidak dapat memproduksi makanan sendiri, melainkan berasal dari tumbuhan, seperti hewan dan manusia. Sedangkan pengurai berfungsi untuk menguraikan makhluk hidup yang sudah mati menjadi unsur-unsur hara dalam tanah.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, didapatkan hasil dari komponen abiotik antara lain kayu 21, daun kering 43, batu 15, kertas 1, tanah, udara, kaus kaki 1 buah, dan cahaya matahari. Tanah, udara, dan cahaya matahari merupakan komponen mutlak yang ada dalam suatu ekosisitem. Makhluk hidup memerlukan komponen tersebut untuk tumbuh dan berkembang biak.Berdasarkan data yang didapatkan dari pengamatan ekosistem daratan, dapat diketahui bahwa komponen biotik adalah komponen yang banyak terdapat dalam ekosistem yang diamati. Hal ini dapat diketahui dari penghitungan presentase masing-masing komponen

Dari penjabaran di atas dapat dibuat skema hubungan saling ketergantungan antara produsen, komsumen, pengurai, dan lingkungan abiotik.

DAFTAR PUSTAKA

Kimball, John W. 1994. Biologi Jilid II. Jakarta: Erlangga.

Rahardjanto. 2001. Ekologi Tumbuhan. Malang: UMM.

Rusmendro, Hasmar. 2003. Seri Diktat Kuliah Ekologi Tumbuhan. Jakarta: UI.

Parjatmo, Widjaja. 1987. Biologi Umum I. Bandung: Angkasa.

Saktiyono. 1999. Biologi. Jakarta: Erlangga.